www.pelopor.ID, Jakarta – Melalui kegiatan penyuluhan, Dantonkom Satgas Pamtas RI-PNG Yonif mekanis 512/QY Letda Chb Agung Purnomo S.E, mengajarkan cara beternak ayam dengan Inseminasi Buatan kepada warga Kampung Wonorejo Pir IV, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom Papua, Rabu (21/07/2021).
Inseminasi buatan atau kawin suntik buatan adalah tekhnik mengawinkan secara buatan dengan memasukan sperma ayam jantan yang telah di encerkan dengan NaCl (Natrium Klorida) fisiologis kedalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi, sehingga ayam betina dapat bertelur dengan bantuan manusia.
Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat ketika di konfirmasi melalui telepon mengungkapkan bahwa penyuluhan yang digelar oleh anggota Pos Kotis tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang cara berternak unggas dengan hasil yang maksimal.
“Dengan cara kawin suntik buatan yang telah diajarkan oleh Dantonkom kami, hasil ternak ayam milik warga akan lebih maksimal. Tidak hanya mengajarkan kawin suntik saja, kami juga mengajarkan cara pengunaan mesin penetas telur otomatis yang dirakit oleh anggota kami sendiri dan memberikan mesin tersebut kepada warga kampung Wonorejo” terang Letkol Taufik.
Penyerahan mesin penetas telur otomatis tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil ternak ayam dimiliki oleh warga, sehingga nantinya hasil ternak dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Kampung Wonorejo.
Masyarakat yang hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut sangat antusias ketika mendengarkan penjelasan tentang cara kawin suntik pada ternak ayam dan penggunaan mesin penetas telur otomatis, Yunus (45) kepala Kampung Wonorejo berterima kasih kepada anggota Pos Kotis atas penyuluhan yang telah di berikan.
“Kami salut dan sangat berterima kasih kepada Pak Danton yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada kami, ini menambah wawasan bagi kami dan saya yakin pasti ilmu ini sangat bermanfaat bagi warga kami” ucap Yunus.
Yunus juga berjanji bahwa dirinya akan memanfaatkan mesin penetas telur otomatis dengan sebaik mungkin “Kami berjanji mesin yang telah diberikan akan kami rawat dengan baik, semoga apa yang telah diajarkan oleh Pak Danton dapat diikuti dan dapat meningkatkan perekonimian warga di Kampung Wonorejo ini.”
www.pelopor.ID, Jakarta – Vaksinasi dilakukan untuk para santriwan dan santriwati di pondok pesantren (Ponpes) Al Washilah Jalan. KP. Baru No.20, RT. 004/RW.10, Kembangan Utara, Kec. kebun Jeruk, Jakarta Barat Kamis, (22/7/2021) supaya mereka terhindar dari virus Covid-19. Ratusan santri tampak antusias mengikuti vaksinasi yang digelar Polisi dan TNI ini.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Ady Wibowo, S.IK., M.Si. mengatakan, Khususnya di Jakarta Barat 65% sudah kejar pada saat hari Kemerdekaan bisa mencapai Target Herd Immunity sebagai Publik 75%.
“Sampai Kapanpun pandemi ini belum berakhir, bagi yang sudah ataupun belum di vaksin tetap jaga protokol kesehatan karena memang virus yang saat ini ada arti visual intelijen atau kecerdasan sehingga kita bisa melihat tingkat perkenaanpun sangat eksponensial,” Ujar Ady
Sementara dibukanya gerai vaksinasi TNI-Polri di pondok pesantren Al Washilah agar para santri dan ustaz di ponpes memiliki imunitas dan kekebalan supaya tidak mudah terpapar COVID-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan yakni 5M.
“Harapannya program vaksinasi santri dan lingkungan pesantren, aktivitas yang dilaksanakan di pondok pesantren kembali berjalan dengan baik dan pesantren bisa terbebas dari COVID-19. Meski sudah mendapatkan vaksin, santri dan lingkungan pesantren harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Ady
www.Pelopor.id | Jakarta -Serbuan Vaksinasi Kodim 0503/JB Rem 052/Wkr di Notre Dame Mengatasi peningkatan angka penyebaran Covid -19 yang kian melanda di Tanah air bukan hal yang mudah di lakukan. Nyatanya, hingga kini virus mematikan itu terus menghantui kehidupan masyarakat.
Berbagi upaya dilakukan guna memutus percepatan penyebaran mata rantai Covid-19. Kali ini Pemerintah melalui TNI-Polri juga Pemda melaksanakan giat PPKM Darurat disertai pemberian Vaksin kepada Anak-anak juga warga masyarakat.
“Karena kekurangan Nakes saat ini sehingga bekerja sama dengan Sekolah Notre Dame, Lions Club Jakarta Selatan Sentra Bisnis, RW 02 kembangan Selatan, juga Kodim 0503 Jakarta barat, Korem / 052 Wijayakrama turut andil dengan dukungan 5 tim nakes yang terdiri dari 20 orang perawat maupun dokter.”
Seperti yang dilakukan TNI melalui Kodim 0503/JB Korem 052/Wkr, Danramil 07/Kembangan Kapten Chb Ayomi turut hadir dalam Program Vaksinasi di Sekolah Notre Dame Kembangan Jakarta Barat, digelar kegiatan Serbuan Vaksinasi gabungan dari TNI-Polri juga Pemda setempat kepada masyarakat.
“Program vaksinasi ini didukung oleh sekolah Notre Dame, bekerja sama dengan Lions CLUB Jakarta Selatan Sentra Bisnis, RW 02 Kembangan Selatan, Kodim TNI Dim 0503/JB Rem 052/Wkr. Vaksinasi ini diperuntukkan bagi anak-anak sekolah umur 12-17 thn offline dan JAKI online 12 thn keatas ,” tutur Ayomi, Senin, (19/7/2021) saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Danramil 07/KB Kpt Chb Y. Ayomi mengatakan, giat ini dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu dalam Lima Pekan kedepan sampai dgn tgl 17 Agustus 2021 sesuai koordinasi kerja sama dengan Sekolah Noterdame Kembangan khususnya Jakarta Barat. Target per hari 1000 dan puji Tuhan tercapai.
Ada juga tambahan dari aplikasi Jaki secara online sebanyak 1000 sehingga untuk online dan offline targetnya menjadi 2000 perharinya” ucap Kpt Chb Ayomi
Kpt Ayomi menambahkan, pihaknya akan terus mendukung giat vaksinasi ini, bagi yang
offline terbagi sekitar 13 sekolah di wilayah kembangan, dimana sekolah Noter dame di tunjuk sebagai sentra vaksinasi anak sekolah 12-17 thn.
“Karena kekurangan Nakes saat ini sehingga bekerja sama dengan, Lions Club Jakarta Selatan, RW 02 Kembangan Selatan, juga Kodim 0503 Jakarta barat, Korem / 052 Wijayakrama turut andil dengan dukungan 5 tim nakes yang terdiri dari 20 orang perawat maupun dokter sehingga target 2000 perhari bisa di laksanakan dengan baik sampai tanggal 17 Agustus 2021 nanti,” imbuhnya.
Kita difasilitasi vaksin dosis 1 sampai dosis 2, sehingga yg tervaksin dosis 1 saat ini tgl 17 dan 18 bisa dosis 2 tertanggal 14 dan 15 Agustus 2021.
Diharapkan Program Vaksinasi ini harus tetap bisa dilaksanakan dengan tentunya dukungan juga dari sekolah Noter Dame, sehingga wilayah Kembangan Jakarta barat tetap sehat, karena imunnya sdh terbentuk untuk menangkal serangan covid-19. (TK)
peloporberita.com/ | Jakarta – Korem 061/SK TNI, meluncurkan program Go Babinsa untuk mendukung Pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran covid-19 di wilayahnya yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur. Kegiatan ini, adalah salah satu upaya Korem membantu masyarakat tidak mampu yang terpapar Covid-19 dan sedang menjalani Isolasi Mandiri.
“Kami bekerjasama dengan Babinsa, Bhabinmas, para dokter, bidan serta para lurah, intinya akan memberikan obat-obatan tersebut akan kepada warga yang tidak mampu, dan obat-obatan tersebut akan diantar langsung ke rumah warga masyarakat yang terpapar Covid-19.”
Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi dalam acara Launching Go Babinsadi Makorem 061/SK menjelaskan, sebanyak 1.276 Babinsa jajaran Korem 061 Suryakancana siap dilibatkan dalam program tersebut. Dengan tujuan membantu masyarakat yang sedang menjalani Isoman di rumah masing-masing.
“Hari ini kami sudah menyediakan 3785 obat-obatan untuk Covid-19 yang akan kami berikan untuk warga masyarakat, persyaratannya mudah hanya menunjukkan KTP kemudian dilengkapi dengan surat keterangan sakit covid-19 kemudian dilengkapi juga dengan pernyataan tidak mampu,” tutur Danrem berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip peloporberita.com/ Rabu, 21 Juli 2021.
“Jika warga tersebut sudah memberikan surat keterangan, maka selanjutnya kami akan berikan obat-obatan tersebut. Kami bekerjasama dengan Babinsa, Bhabinmas, para dokter, bidan serta para lurah, intinya akan memberikan obat-obatan tersebut akan kepada warga yang tidak mampu, dan obat-obatan tersebut akan diantar langsung ke rumah warga masyarakat yang terpapar Covid-19,” sambungnya.
“Saya berharap bantuan ini dapat dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran, yang artinya masyarakat jangan sampai telat melaporkan, karena jika terlambat melaporkan bisa saja berakibat buruk. Dan bantuan inipun dalam pembagiannya harus diberikan tepat sasaran atau tepat warga masyarakat yang tidak mampu,” lanjut Danrem.
Danrem bersama Dandim 0606/KB, serta Wakil Walikota Bogor melepas para motoris atau para Babinsa usai pimpin apel Launching Go Babinsa. Selanjutnya para Babinsa akan mengantarkan bantuan obat-obatan tersebut.
Bahkan Danrem turun langsung bersama para Babinsa dengan mengendarai sepeda motor mengantarkan bantuan obat-obatan kepada warga yang sedang menjalani Isolasi Mandiri di wilayah Ciwaringin Bogor Tengah, Kota Bogor.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Bogor, Kapolresta Bogor, Dandim 0606/Kota Bogor, Kasrem dan para Kasi Rem 061/Sk Kasdim 0621/Kab.Bogor, Kadinkes, Ketua MUI, serta FKUB Kota Bogor. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan vaksinasi harian mencapai dua juta dosis pada bulan Agustus 2021. Target ini, diungkapkan Kepala Negara saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
“Hari ini bersyukur kita bisa melaksanakan vaksinasi massal di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Memang target hari ini adalah satu juta vaksin untuk rakyat yang kita harapkan nanti akan terus menuju di bulan Juli dan di bulan Agustus target kita nanti dua juta vaksin,” tuturnya, Sabtu, 26 Juni 2021.
“Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.”
Vaksinasi di GBK sendiri menyasar sedikitnya 8 ribu masyarakat umum. Tak hanya di GBK, vaksinasi massal juga diselenggarakan secara serentak di 14 Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia, yang turut ditinjau Kepala Negara melalui konferensi video.
Melalui konferensi video itu, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran TNI-Polri untuk turut menyukseskan program vaksinasi sekaligus tetap menjaga kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.
“Saya titip kepada jajaran TNI dan Polri, Kodam, Polda, agar bersama-sama dengan pemerintah daerah ikut mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, utamanya menjaga jarak. Tindakan lapangan, langkah-langkah lapangan dalam rangka kedisiplinan ini sangat penting,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga berdialog dengan Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya dan Pangdam IX/Udayana.
“Kami laporkan, untuk di Jawa Timur, untuk alokasi vaksin yang kami terima adalah 209 ribu, terdiri dari Sinovac sejumlah 61 ribu dan merek AstraZeneca sejumlah 148 ribu,” ucap Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden.
Presiden RI Joko Widodo. (Foto:Pelopor/Setkab)
Ditambahkan Suharyanto, selain vaksinasi yang rutin digelar setiap hari, pada waktu tertentu pihaknya juga menggelar serbuan vaksinasi dengan target penerima yang lebih banyak.
“Sistem pelaksanaannya, kami setiap hari melaksanakan vaksinasi, ada vaksinasi yang rutin dengan kekuatan 1.000-2.000 orang, kemudian serbuan vaksinasi dalam hari-hari tertentu dengan kekuatan 3.000-5.000 orang,” sebutnya.
Pangdam V/Brawijaya juga melaporkan bahwa di Jawa Timur telah dibentuk tim vaksinator gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk melakukan layanan vaksinasi jemput bola.
“Jadi tidak masyarakat yang dikumpulkan, tetapi tim vaksin ini yang mendatangi rumah ke rumah. Karena di berbagai wilayah Jawa Timur, misalnya mohon maaf di wilayah Madura, harus kita yang mendatangi masyarakat untuk divaksin karena kalau dikumpulkan hasilnya masih belum maksimal,” tegasnya.
Senada dengan Pangdam V/Brawijaya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pihaknya juga memprioritaskan masyarakat di daerah yang sulit terjangkau.
“Seperti yang dilakukan oleh [Kodam] Brawijaya, kami lebih dominan di daerah-daerah juga yang tidak terjangkau. Kami punya sembilan Denkes (Detasemen Kesehatan) di Bali, NTT [Nusa Tenggara Timur], NTB [Nusa Tenggara Barat], sehingga masyarakat-masyarakat yang pinggir bisa kami jangkau,” pungkas Maruli.
Menanggapi laporan para Pangdam tersebut, Presiden Jokowi pun menanyakan kesanggupan mereka untuk mengakselerasi vaksinasi jika diberikan pasokan vaksin sebanyak dua kali lipat.
“Sanggup, Bapak. Siap. Kami menunggu tambahan vaksin untuk Jawa Timur, kami akan melaksanakan secepat mungkin sehingga target dari pemerintah dua juta vaksin bisa segera terealisasi,” kata Pangdam V/Brawijaya menjawab tantangan Presiden.
Jawaban senada juga dilontarkan oleh Pangdam IX/Udayana. “Kami sanggup, Pak. Kalau dikali dua juga kami masih mampu,” ujar Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Menanggapi kesanggupan tersebut, Presiden pun menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan pasokan vaksinnya.
“Terima kasih, Pangdam. Nanti untuk urusan tambahan vaksin akan saya sampaikan ke Panglima, ke Kapolri, dan juga utamanya yang punya vaksin, Menteri Kesehatan, agar segera sebanyak-banyaknya vaksin bisa disuplai ke daerah,” sebut Jokowi.
Menutup dialog, Kepala Negara kembali mengimbau pemerintah daerah yang didukung oleh jajaran TNI dan Polri agar dapat selalu mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di masyarakat dalam segala kegiatan yang dilakukan di lapangan.
“Sekali lagi saya ingin menekankan, agar tindakan-tindakan lapangan, langkah-langkah di lapangan, mengontrol, mengecek semuanya yang berkaitan dengan Covid-19 ini dilakukan oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, dan didukung oleh jajaran TNI dan Polri dalam rangka mendisiplinkan masyarakat, utamanya terhadap protokol kesehatan,” ujar Kepala Negara.
Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. []
peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal dengan bersinergi bersama TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. Terkait Virus yang mewabah, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menjelaskan, saat ini penyebaran Covid-19 sudah memprihatinkan.
“Hampir seluruh rumah sakit penuh, bahkan sejumlah pasien terpaksa harus waiting list atau menunggu. Mereka harus menunggu untuk masuk ke ruang perawatan atau tempat isolasi mandiri terpusat yang dimiliki oleh Pemda Kota Cirebon,” tuturnya di Balai Kota Cirebon, Kamis, 24 Juni 2021.
Pemda Kota Cirebon menggelar vaksinasi massal bersinergi dengan TNI, Polri, dan stakeholder lainnya. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)
Azis menegaskan, upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas yaitu dengan mempercepat proses vaksinasi Covid-19. Percepatan proses vaksinasi dilakukan dengan melibatkan unsur terkait, termasuk TNI dan Polri.
“Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19,” sebutnya.
Selanjutnya Azis berpesan kepada setiap RW di Kota Cirebon untuk memanfaatkan kesempatan vaksinasi massal ini. Terutama untuk lansia yang belum mendapatkan vaksin agar segera melaporkan ke gugus tugas yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan sehingga semua terdata. Selain itu, Azis juga meminta dukungan semua elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19.
“Semua tidak akan berhasil tanpa dukungan dari masyarakat,” tegas Azis.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi menjelaskan, vaksinasi massal Covid-19 yang diberi nama Serbuan Vaksinasi Serentak akan digelar mulai besok, Jumat, 25 Juni 2021 hingga Kamis, 1 Juli 2021.
Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi. (Foto:Pelopor/Pemda Kota Cirebon)
“Digelar di hangar milik Batalyon Arhanud-14/PWY,” sebut Agus.
Tersedia 12.700 vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat. Masing-masing terdiri dari 5.500 vaksin dari jalur Polres Cirebon Kota dan 7.200 vaksin dari jalur TNI.
“Semua vaksin sudah ada di Kota Cirebon,” tandas Agus.
Sedangkan sekitar 200 tenaga medis akan disiagakan setiap hari untuk melayani pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat yang berasal dari tenaga medis TNI, Polri, dan rumah sakit swasta, serta tenaga medis di Pemda Kota Cirebon.
“Alhamdulillah saya bersyukur di tengah pandemi Covid-19 yang mengganas saat ini, ada sinergitas yang baik antara Pemda Kota Cirebon dengan TNI dan Polri untuk mempercepat proses vaksinasi Covid-19.”
Adapun Proses vaksinasinya dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama pada Jumat, Sabtu, dan Senin (25, 26 dan 28 Juni 2021) digelar untuk yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon sebanyak 8 ribu orang.
Sedangkan tahap kedua digelar pada Selasa, Rabu, dan Kamis (29, 30 Juni dan 1 Juli 2021) untuk masyarakat umum Kota Cirebon usia 18 tahun ke atas dengan cara mendaftarkan diri secara online melalui tautan https://vaksinasi.cirebonkota.go.id/yang dapat diakses mulai hari Sabtu, 26 Juni 2021, dan mobilisasi masyarakat dengan target minimal 2000 vaksin diberikan setiap harinya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk mobilisasi masyarakat vaksinasi akan dikoordinasi oleh camat, danramil, dan kapolsek di setiap wilayah kecamatan Kota Cirebon.
“Pendataannya sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” ungkap Agus.
Sedangkan untuk mendatangkan warga menuju lokasi penyuntikkan vaksin Covid-19 akan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI dan Polri termasuk armada yang mereka miliki.
“Sehingga memudahkan masyarakat untuk mendatangi lokasi vaksinasi Covid-19,” tandas Agus.
Terkait hal yang sama, Danyon Arhanud 14/PWY Cirebon, Letkol (Arh) Haris Atmaja Adinata, menjelaskan mereka siap untuk menggelar vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Kota Cirebon.
“Protokol kesehatan tetap kami jalankan dengan ketat sekalipun banyak masyarakat yang akan mendapatkan vaksin,” ucap Haris. []