Tag: TKDN

  • Syahrul Yasin Limpo: Kenapa Harus Impor Kalau Ada Produk Dalam Negeri

    Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, komitmen pembelian barang dalam negeri harus digelorakan dengan penuh semangat untuk membuktikan bahwa Indonesia selama ini mampu memproduksi deretan alat canggih.

    Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Showcase dan Business Matching Alat Pertanian, Manufaktur dan Alat Berat di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Kamis, (14/04/2022).

    “Saya sangat setuju dengan Bapak Presiden, kenapa harus impor kalau dari dalam negeri bisa. Memang tidak sebagus jetpump yang kita pasang buatan dari Jepang karena mereka sudah coba lama banget, tetapi kalau kita tidak memakai jetpump buatan kita, kita tidak tahu cara memperbaikinya. Kira-kira seperti itu,” tuturnya.

    Menurut Mentan, Indonesia termasuk negara yang paling tangguh dalam menghadapi berbagai krisis pandemi. Indonesia mampu mengendalikan inflasi menjadi dibawah 3 persen atau berada di angka 2,64 persen.

    Sementara negara lain seperti Turki, mengalami inflasi tertinggi dalam 20 tahun terakhir, yakni 61,14 persen. Begitu pula dengan Amerika yang mengalami inflasi tinggi dalam 40 tahun terakhir, dimana angkanya mencapai 7,9 persen.

    “Pertanian itu harus bersama-sama karena persoalan ekonomi setiap negara berbeda. Amerika yang belum pernah inflasi sekarang inflasinya 7,2. Begitu juga dengan Turki, Argentina Belanda atau Rusia semua inflasinya tidak terkendali,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan terimakasih atas perhatian Mentan terhadap berbagai produk UMKM. Ke depan, Kemenkop UKM siap berkolaborasi dengan Menteri Pertanian untuk membangun negeri.

    [irp]

    “Kolaborasi pembelian produk dalam negeri penting dilakukan untuk Indonesia yang lebih maju ke depannya,” tandasnya.

    Adapun pada tahun ini, pemerintah menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 50 persen. []

  • Menko Luhut Ungkap 3 Prinsip Utama Pembelian Produk Dalam Negeri

    peloporberita.com/ – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan tiga prinsip utama aksi afirmatif bagi pembelian produk dalam negeri. Hal ini diungkapkannya saat memimpin rapat koordinasi terkait optimalisasi belanja Produk Dalam Negeri (PDN) dan UMKM melalui e-purchasing dan e-tendering dalam rangka Bangga Buatan Indonesia secara virtual pada hari Kamis (17 /02 /2022).

    Tiga prinsip utama itu pertama, belanja pemerintah wajib untuk Produk Dalam Negeri, termasuk belanja barang dan jasa. Kedua, jika ada impor, maka hal tersebut menjadi pengecualian dengan besaran impor maksimal 10%. Ketiga, untuk K/L yang mengusulkan impor harus menyampaikan kebijakan, program, dan langkah pengurangan impor sampai dengan 5% pada tahun 2023.

    Menurut Menko Luhut, Pemerintah Indonesia memiliki daya beli yang begitu besar dan perlu dimanfaatkan untuk menciptakan permintaan terhadap produk dalam negeri, proses industrialisasi, dan menciptakan lapangan kerja baru.

    “Dengan pemerintah belanja produk dalam negeri, ini menunjukkan keberpihakan kita yang nyata. Selain itu hal ini dapat mendorong perekonomian di Indonesia,” tuturnya.

    Menko luhut juga mengatakan, optimalisasi e-Purchasing dan e-Tendering perlu dilakukan. Pengadaan barang/jasa melalui e-Tendering agar mencantumkan syarat wajib menggunakan produk dalam negeri dan produk yang dihasilkan UMKM pada kontrak kerja sama. Hal ini mengoptimalkan potensi lebih dari 50% anggaran belanja K/L untuk produk dalam negeri.

    Adapun sampai saat ini, sudah ada 20 kelompok produk ber-TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)  seperti peralatan kelistrikan, kesehatan, telekomunikasi, elektronika, dan berbagai peralatan lain yang dapat mendukung kerja Pemerintah.

    “Beberapa Politeknik di Indonesia juga telah membuat berbagai produk yang dapat kita gunakan, dukungan kita dengan pembelian ini juga dapat mendorong Politeknik kita untuk semakin maju,” tegasnya.

    Menko Luhut juga meminta 10 Kementerian/Lembaga dengan anggaran tertinggi agar dapat membuat peta jalan aksi afirmatif dalam hal untuk mewujudkan belanja produk dalam negeri. Selain itu perlu juga dilakukan sinkronisasi kode klasifikasi produk, percepatan penayangan produk UKM ke dalam e-Katalog dan toko daring, serta pengawasan bagi belanja produk dalam negeri.

    “Pada awal Maret, tindak lanjut ini akan dilaporkan kepada Presiden dalam rapat terbatas terkait belanja produk dalam negeri dalam rangka Bangga Buatan Indonesia. Mari kita berbuat yang terbaik untuk memajukan negeri ini,” tandasnya. []

  • Kemenperin Fasilitasi Kerja Sama Pelaku IKM dengan Industri Besar

    peloporberita.com/ – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan industri besar. Salah satu langkah yang direalisasikan Kemenperin adalah mempromosikan produk hasil inovasi pelaku IKM yang berhasil menjadi pemenang atau meraih penghargaan di bidang industri untuk dapat diproduksi secara massal oleh industri besar di sektornya.

    “Sesuai arahan Bapak Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, kami mencoba menawarkan produk portable wireless speaker pemenang ajang Indonesia Good Design Selection (IGDS) tahun 2021, bernama Sora Gelatik, untuk dapat dikomersilkan oleh PT Hartono Istana Teknologi (Polytron),” tutur Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Minggu (6/2/2022).

    Reni menjelaskan, produk purwarupa Sora Gelatik meraih penghargaan IGDS 2021 kategori Design Concept Best 3 dengan keunikan desain dan kisah produksi di belakangnya. Sora Gelatik merupakan pengeras suara berbahan material alam perpaduan kayu jati dan bambu dengan teknik laminasi, yang dibuat secara manual (handmade) dari tangan dua komunitas pengrajin.

    “Pengeras suara ini memiliki dua fitur, yaitu dua unit speaker driver dan dua unit tweeter yang dilengkapi dengan bass dan aktivasi bluetooth, dengan dimensi yang compact,” ungkapnya.

    Reni Yanita
    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita. (Foto:Pelopor.id/Kemenperin)

    Sora Gelatik, merupakan karya Freddy Chrisswantra dari PT Bana Andaru Nusantara, yang ditujukan bagi para penggemar seni dan dekorasi, serta kolektor, desainer, arsitek, chef, dan siapapun yang menyukai keunikan.

    “Beberapa waktu lalu, kami melakukan kunjungan kerja ke Polytron. Kami berharap Polytron dapat memperkaya produksi lokalnya dengan desain konsep Sora Gelatik yang sangat unik ini,” tegas Reni.

    Adapun sepanjang tahun 2021, Ditjen IKMA Kemenperin telah memfasilitasi temu bisnis antara 96 pelaku IKM dengan industri besar dan sektor lainnya. Adapun jumlah IKM yang berhasil bermitra mencapai 18 IKM. Selain itu, Kemenperin aktif mengajak para pelaku industri untuk memperbesar nilai TKDN dalam produknya agar dapat masuk ke sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

    Sementara itu, salah satu IKM elektronik asal Kudus yang telah memperoleh sertifikat TKDN adalah UD Winner Elektronik. Dua produk pengeras suara buatan UD Winner telah disertifikasi dengan nilai TKDN sekitar 30% – 31,70%. Dengan demikian, UD Winner telah ikut serta mendorong percepatan substitusi impor yang ditargetkan pada akhir 2022 mencapai 35 persen.

    “Selain itu, dengan sertifikasi tersebut, UD Winner berkesempatan dapat terserap produknya dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” pungkasnya.

    Reni juga menerangkan, dalam pengadaan barang dan jasa, pengguna produk dalam negeri wajib menggunakan produk dalam negeri apabila terdapat produk dalam negeri yang memiliki penjumlahan nilai TKDN dan nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40%.

    “Adapun produk dalam negeri yang wajib digunakan harus memiliki nilai TKDN paling sedikit 25%,” tandasnya. []

  • Maksimalkan Manfaat 5G, Pemerintah Galang Sinergitas 3 Bidang

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan, untuk memaksimalkan manfaat 5G di Indonesia, Pemerintah menggalang sinergitas antarmitra lintas sektoral di bidang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan aplikasi dan talenta digital.

    “Untuk memaksimalkan manfaat 5G di Indonesia, ada 3 bidang yang antara lain membutuhkan sinergi lebih lanjut antar mitra lintas sektoral yaitu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan aplikasi dan talenta digital,” papar Johnny saat menyampaikan Keynote Speech dalam Tech Conference 2021 CNBC Indonesia “Future of 5G, Global Connectivity, Cloud Computing & Internet of Things” di Jakarta, Rabu (15/09/2021).  

    Baca juga: Kominfo Putus Akses Situs Palsu PeduliLindungia.com

    Untuk penerapan TKDN, Menkominfo menilai sangat penting untuk memastikan perangkat 5G yang diproduksi di Indonesia dengan TKDN minimal 30%. Sedangkan dalam pengembangan aplikasi, pengembang aplikasi lokal perlu dibina melalui ketersediaan ekosistem pengembangan aplikasi berbasis komunitas. 

    “Dalam pengembangan aplikasi, pengembang aplikasi lokal perlu dibina melalui ketersediaan ekosistem pengembangan aplikasi berbasis komunitas yang menjamin daya saing dengan aplikasi global, mengingat era 4G telah menghasilkan banyak aplikasi unicorn di Indonesia,” jelasnya. 

    Baca juga: Kemenperin Sediakan 9.000 Sertifikat TKDN Gratis

    Mengenai talenta digital, Johnny menyatakan operasional 5G juga membutuhkan keterampilan yang lebih maju. “Oleh karena itu lebih banyak kursus terkait 5G tentang RAN terbuka, integrator sistem, komputasi canggih, jaringan, dan lainnya,” tuturnya.

    Menkominfo menyatakan, pertumbuhan jaringan 5G sebagai game changer dengan dampak luas terhadap konektivitas akan terus meningkat, membawa banyak manfaat ekonomi bagi Indonesia dan kawasan. Teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, big data, virtual reality dan lainnya, telah dimanfaatkan secara luas oleh para pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta di Indonesia. 

    Baca juga:  Krisdayanti Blak-blakan Soal Gajinya Jadi Anggota DPR

    “Masa depan 5G, konektivitas global, komputasi awan, dan IoT dipenuhi dengan peluang yang siap dimanfaatkan. Melalui tata kelola yang komprehensif dan sinergi teknologi 5G di sektor publik dan swasta, bersama-sama kita dapat membawa Indonesia lebih dekat menuju masa depan yang lebih terhubung, lebih digital, dan lebih sejahtera!” tegas Johnny. 

    Melalui upaya kolaborasi dengan Mobile Network Operators (MNOs), layanan 5G telah beroperasi secara komersial di berbagai wilayah di Indonesia sejak Mei 2021. Pada tahap awal ini, layanan 5G tersedia di 9 wilayah di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Solo, Medan, Balikpapan, Surabaya, Makassar, Bandung, Batam dan Denpasar. Ke depan, cakupan area 5G akan terus diperluas di Indonesia. []

  • Kemenperin Sediakan 9.000 Sertifikat TKDN Gratis

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terus mendorong optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor ketenagalistrikan sebagai upaya substitusi produk impor. Berbagai program sudah disiapkan untuk sektor ini, salah satunya menyediakan 9.000 sertifikat TKDN gratis. 

    Kemenperin menaruh perhatian besar terhadap penguatan industri energi, khususnya untuk energi listrik. Pasalnya, hingga kini listrik menjadi salah satu sumber energi utama yang digunakan masyarakat maupun industri di dalam negeri. 

    Baca juga: Kemenperin: Industri Pengolahan Porang Patut Jadi Prioritas

    “Seluruh masyarakat dan industri memerlukan listrik yang ketersediaanya terus berlanjut, terjangkau, dan cukup. Hal tersebut dapat memacu industri dalam negeri untuk menyediakan produk ketenagalistrikan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, seperti dikutip dari laman resmi kemenperin, Minggu (29/08/2021). 

    Berdasarkan data kemenperin, pada 2019, nilai impor industri peralatan listrik mencapai Rp 116 triliun, dan mengalami penurunan pada 2020 menjadi Rp 103 triliun. Hal itu menunjukkan industri pendukung ketenagalistrikan di Indonesia semakin berkembang dan mampu memenuhi permintaan di pasar domestik.

    Saat ini, ada 3.404 produk peralatan kelistrikan yang bersertifikat, dengan nilai capaian TKDN di bawah 25 persen berjumlah 413 produk. Kemudian antara 25-40 persen mencapai 664 produk, dan melebihi 40 persen terdapat 2.327 produk. Untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), kemenperin telah memberikan sertifikasi dalam periode 2018-2021 kepada 40 IKM yang mengikutsertakan 230 produk dengan nilai TKDN di atas 25 persen. Sebanyak 28 produk diantaranya merupakan peralatan kelistrikan. 

    Baca juga: Kemenperin: Industri Elektronika Pasok AC dan Kipas Angin di Fasilitas Kesehatan

    Kemenperin juga telah menerbitkan regulasi pengoptimalan TKDN untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 54 Tahun 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. 

    Menperin Agus Gumiwang yakin kebijakan penggunaan produk dalam negeri dan pesatnya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan akan membawa efek berganda yang luas, terutama mendongkrak kinerja sektor industri nasional. “Keberadaan listrik ibarat jantung bagi kehidupan sektor industri. Itu sebabnya, tidak berlebihan apabila investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia selalu menanyakan ketersediaan pasokan listrik,” kata Agus. []