Tag: The Body Shop Indonesia

  • Manfaat The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask

    Jakarta – The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask adalah masker eksfoliasi yang bertekstur clay. Baunya segar dan bikin relax karena mengandung  mint dan tea tree. Produk ini, formulanya diklaim bebas paraben, paraffin, silikon dan mineral oil.

    The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask, cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat. Masker ini, mengandung bamboo charcoal sesuai namanya dan saat dipakai wajah kita akan merasakan sensasi dingin.

    Ukuran bulirnya cukup besar, setelah dibilas wajah jadi sangat halus dan cerah dan tidak bikin kulit kering. Memang harga untuk masker ini lebih pricey dari clay mask lain tapi efeknya yang juara memang sepadan dengan harganya.

    Charcoal masih menjadi salah satu masker favorit, tak lain lantaran kemampuannya dalam mendetoksifikasi kulit. Terutama bagi kaum hawa yang punya tingkat aktivitas tinggi dan tinggal di kota besar, charcoal mask bisa jadi senjata andalan dalam mengembalikan kebersihan kulit.

    Charcoal atau arang bersifat anti bakteri. Charcoal disebut dapat mencegah timbulnya bakteri dan kotoran yang kerap kali memicu terjadinya jerawat di wajah.

    Masker ini menggunakan jenis  bamboo charcoal yang diklaim sebagai sumber detoksifikasi super yang mampu mengeluarkan kotoran dari kulit.

    Masker ini juga mengandung green tea dan tea tree oil dengan klaim membantu mengurangi kadar minyak berlebih dan membuat kulit terasa halus dan segar. []

    [irp]

  • Lewat Kampanye Be Seen Be Heard, The Body Shop Indonesia Ajak Kaum Muda Ambil Aksi Nyata dan Bersuara Lantang dalam Isu Perubahan Iklim

    Jakarta – The Body Shop Indonesia, hari ini Senin, (30/05/2022), resmi meluncurkan kampanye “Be Seen Be Heard” yang fokus pada peran serta dan suara kaum muda untuk lebih aktif lagi menjawab isu perubahan iklim.

    Kampanye “Be Seen Be Heard” ini, telah diluncurkan secara global di awal bulan Mei 2022 bersamaan dengan penerbitan laporan ‘Be Seen Be Heard: Memahami Partisipasi Politik Anak Muda’ yang dilakukan bersama antara The Body Shop dan Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB.

    Laporan ini menunjukkan bahwa jutaan kaum muda di seluruh dunia saat ini tidak mendapat peran dalam sektor publik. Dengan adanya isu krisis iklim, konflik global dan ketidaksetaraan generasi yang kian tajam, maka pendapat, perspektif dan representasi dari kaum muda di saat sekarang ini sangat dibutuhkan.

    Head of Values, Community & PR The Body Shop® Indonesia Ratu Ommaya mengatakan, kampanye Be Seen Be Heard secara global bertujuan untuk menciptakan perubahan struktural jangka panjang dalam hal pengambilan keputusan agar lebih inklusif terhadap kaum muda.

    Di Indonesia sendiri, perubahan iklim adalah isu yang paling mengkhawatirkan dan telah mempengaruhi kehidupan masyarakat. The Body Shop® Indonesia ingin mengajak kaum muda untuk lebih Dilihat dan Didengar (Be Seen Be Heard) sehingga bisa berperan aktif dan memegang peran sebagai “Change Maker”.

    “Kami mengajak anda untuk lebih lantang bersuara. Jadilah pionir dalam menanggulangi isu ini,” tuturnya dalam Konferensi Pers Virtual, Senin, (30/05/2022)

    Lewat Kampanye Be Seen Be Heard: The Body Shop Indonesia Ajak Kaum Muda Ambil Aksi Nyata dan Bersuara Lantang dalam Isu Perubahan Iklim
    Head of Values, Community & PR The Body Shop® Indonesia Ratu Ommaya. (Foto: peloporberita.com/The Body Shop Indonesia)

    Ratu Ommaya juga menjelaskan, efek dari perubahan iklim seperti kenaikan suhu dan perubahan suhu yang ekstrem, musim kering dan hujan yang tidak konsisten, hingga bencana alam yang kian sering terjadi sangat bisa kita rasakan saat ini.

    Bahkan menurut data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam rentang 100 tahun, Jakarta sudah mengalami kenaikan suhu sebesar 1,5 derajat.

    Padahal menurut BMKG, hal ini harusnya baru terjadi di tahun 2030. Kenaikan suhu udara tersebut tidak hanya terjadi di DKI Jakarta saja melainkan merata di hampir semua provinsi di Indonesia.

    [irp]

    Dalam sesi diskusi yang digelar oleh The Body Shop® di acara peluncuran kampanye Be Seen Be Heard ini, Ratu Ommaya menggarisbawahi, bahwa peran kaum muda sangatlah penting dalam mencegah fenomena perubahan iklim menjadi semakin buruk.

    “Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan memastikan masa depan planet ini. Seperti yang sering kita dengar dan baca; There’s No Future on The Dead Planet. Anda tidak bisa mengejar mimpi dan cita-cita Anda apabila Bumi dan alam sekitarnya tidak lagi Lestari,” Ratu Ommaya.

    Lewat Kampanye Be Seen Be Heard: The Body Shop Indonesia Ajak Kaum Muda Ambil Aksi Nyata dan Bersuara Lantang dalam Isu Perubahan Iklim

    Sementara perwakilan kaum muda pada sesi diskusi, Angela Gilsha Panari mengaku dirinya telah menerapkan gaya hidup berkelanjutan dalam kesehariannya. Ia mengatakan bahwa efek dari perubahan iklim seperti kenaikan suhu dan perubahan suhu yang ekstrem, musim kering dan hujan yang tidak konsisten, hingga bencana alam yang kian sering terjadi.

    “Di Indonesia, hal-hal tersebut sudah kita alami sehingga menurut saya perubahan iklim ini bukan lagi sebuah fenomena, melainkan sebuah krisis yang kalau kita sebagai kaum muda tidak mengambil langkah aktif, Bumi yang kita tempati ini tidak mempunyai kesempatan sebagai rumah kita semua dalam menggapai mimpi-mimpi dan cita-cita kita,” ucap Angela.

    Menurut Angela, peran yang dapat dilakukan dalam mencegah efek perubahan iklim ini menjadi lebih buruk, bisa dilakukan dengan aksi-aksi yang sederhana.

    “Misalnya menggunakan barang-barang yang bisa didaur ulang, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, dan hemat energi, misalnya dengan lebih banyak menggunakan transportasi umum, dan mematikan lampu dan pendingin ruangan di kala kita tidak membutuhkannya,” ungkapnya.

    Lewat Kampanye Be Seen Be Heard: The Body Shop Indonesia Ajak Kaum Muda Ambil Aksi Nyata dan Bersuara Lantang dalam Isu Perubahan Iklim
    Aktor, Musisi, dan Mahasiswa Iqbaal Ramadhan. (Foto:Pelopor.id/The Body Shop Indonesia)

    Senada dengan Angela, Aktor, Musisi, dan Mahasiswa Iqbaal Ramadhan mengungkapkan bahwa dirinya telah memulai gaya hidup berkelanjutan mengatakan “Menjadi Change-maker dalam hal berperan aktif terhadap efek perubahan iklim tidak perlu dimulai dengan hal-hal yang kompleks.

    “Beberapa aksi yang bisa kita jalankan dari sekarang adalah dengan selalu membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi konsumsi kantong plastik. Selain itu saya juga senang berbelanja di Thrift Store atau toko barang bekas yang harganya terjangkau bagi mahasiswa,” sebutnya.

    Barang-barang yang didapat dari Thrift Store ini, lanjut Iqbaal mendidiknya untuk menerapkan konsep re-use sehingga lebih ramah lingkungan.

    [irp]

    “Sekecil apapun langkahmu dalam mengurangi efek perubahan iklim, jangan ragu untuk menyuarakannya melalui media sosial, ataupun dalam percakapan sehari-hari dengan teman-teman kita. Suara kita dapat menginspirasi lebih banyak lagi kaum muda dalam mencegah efek perubahan iklim,” tandas Iqbaal.

    Selain itu, Beberapa fakta penting juga terungkap dalam sesi diskusi ini dari Impact Partners The Body Shop® Indonesia, yaitu CarbonEthics dan Teens Go Green.

    Kedua organisasi ini akan bekerjasama dengan The Body Shop® Indonesia dalam memastikan bahwa aksi-aksi seputar efek perubahan iklim tidak berhenti sampai di sini, namun tetap berkelanjutan dan mendapatkan suara yang lebih besar lagi.

    Lewat Kampanye Be Seen Be Heard: The Body Shop Indonesia Ajak Kaum Muda Ambil Aksi Nyata dan Bersuara Lantang dalam Isu Perubahan Iklim
    Chief Commercial Officer CarbonEthics Bimo Listyanu. (Foto:Pelopor.id/The Body Shop Indonesia)

    Dalam kesempatan yang sama, Chief Commercial Officer CarbonEthics Bimo Listyanu, mengatakan, Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) di tahun 2018, para Ilmuwan Iklim berkesimpulan bahwa kita hanya punya 8 tahun lagi sebelum Bumi tidak dapat kembali seperti semula.

    “Bumi kita semakin panas. Karbon yang terlalu banyak membuat bumi menjadi terlalu panas dan terjadilah krisis iklim. Kita sudah mengalami 7 tahun terpanas berturut-turut sepanjang sejarah yaitu dalam rentang tahun 2015 hingga 2021. Sebagai kaum muda, kita harus mulai mengubah gaya hidup kita dengan memperhatikan usaha mengurangi jejak karbon, dan menyerap karbon yang tidak bisa kita kurangi,” ujar Bimo.

    Adapun Co-Founder & Chairman Teens Go Green Indonesia Bambang Sutrisno menambahkan, Indonesia diprediksi menjadi negara di Asia Tenggara yang terkena dampak luar biasa dari perubahan iklim. Jakarta menjadi kota paling rentan yang akan mengalami dampak akibat krisis iklim karena kombinasi beragam masalah, seperti penurunan permukaan tanah dan minimnya infrastruktur pendukung.

    Lewat Kampanye Be Seen Be Heard: The Body Shop Indonesia Ajak Kaum Muda Ambil Aksi Nyata dan Bersuara Lantang dalam Isu Perubahan Iklim
    Co-Founder & Chairman Teens Go Green Indonesia Bambang Sutrisno. (Foto:Pelopor.id/The Bosy Shop Indonesia)

    “Saat ini diperkirakan sekitar 40% wilayah ibu kota berada di bawah permukaan laut. Dengan jumlah kaum muda yang besar seharusnya kaum muda bisa menjadi bagian dari solusi atas permasalahan akibat krisis iklim yang terjadi. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa (27,94 persen),” kata bambang.

    Sedangkan jumlah generasi milenial mencapai 69,90 juta jiwa (25,87 persen). Menurutnya, Kaum muda sejak dulu merupakan agen utama yang dapat melakukan perubahan. Dengan energi dan semangat yang tinggi, serta pola pikir dan ide-ide yang kreatif dan inovatif, kaum muda bisa menjadi solusi atas krisis iklim yang akan mengancam masa depan mereka.

    Fakta dan data seputar kaum muda dan Perubahan Iklim

    • 84 persen orang setuju isu perubahan iklim perlu segera diatasi, tapi nyatanya banyak yang masing menganggap ini adalah masalah generasi muda berikutnya.
    • 50 persen generasi muda membahas isu lingkungan melalui media sosial, tapi hanya 23 persen yang berani berdebat.
    • 2 dari 3 orang sadar perubahan iklim akan terus memburuk, namun 77 persen tidak tahu harus memulai perubahan dari mana.
    • Perubahan iklim adalah isu nomor 1 bagi generasi muda di Indonesia, tapi hanya 5 persen yang bersuara.

    How Sustainable Are You?

    The Body Shop ingin mengajak masyarakat untuk memulai kampanye ini dengan berpartisipasi melakukan tes “How Sustainable are You?” yang dapat diakses melalui website The Body Shop Indonesia, https://www.thebodyshop.co.id/about-us/activism/sustainable-quiz.html dan dapatkan hasil gaya hidup Anda sekarang untuk planet yang lebih baik. Melalui tes ini, The Body Shop ingin menyediakan cara yang paling tepat untuk memerangi efek perubahan iklim ini.

    “Mari bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap isu perubahan iklim di Indonesia. Bukan suara, tetapi aksi nyata yang harus segera kita lakukan bersama-sama kaum muda, dan bisa dimulai dengan melakukan aksi yang sederhana seperti mengurangi dan mendaur ulang sampah, membeli produk-produk yang berkelanjutan, hingga mengurangi jejak karbon, dan masih banyak lagi,” ajak Ratu Ommaya.

    “Kami juga mengajak konsumen The Body Shop® untuk membeli The Changemakers Self Love Kit dimana dari setiap pembelian, mereka akan memberikan kontribusi sebesar Rp. 5.000 ke Impact Partners kami yaitu CarbonEthics dan Teens Go Green untuk membantu generasi muda melawan krisis iklim melalui program edukasi lingkungan,” Sambungnya. []

    [irp]

  • The Body Shop® Indonesia Luncurkan Gerai Kecantikan Pertama yang Terbuat dari Sampah

    Jakarta – The Body Shop® Indonesia, hari ini Kamis, (19/05/2022) resmi meluncurkan “Change-making Beauty Store”, gerai brand kecantikan pertama yang terbuat dari sampah.

    Change-making Beauty Store mengusung konsep dimana hampir 100% materi yang dipakai terbuat dari bahan-bahan yang berkelanjutan (sustainable).

    Dalam membangunnya, The Body Shop® juga berkolaborasi dengan social impact business partners yang memiliki visi misi yang sama tentang sampah dan sustainability.

    Pusat dari aktivitas Change-making Beauty Store ini adalah Act Corner, sebuah area spesial dimana Anda bisa bereksplorasi untuk mendapatkan inspirasi baru dalam mencintai Bumi.

    “Seperti yang bisa dilihat hampir 100% materi yang dipakai dalam membangunnya terbuat dari bahan bekas yang kami olah dan pakai kembali,” tutur Executive Chairperson & Owner The Body Shop® Indonesia Suzy Hutomo, saat konferensi pers di store The Body Shop, Mal Kota Casablanca, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

    “Hal ini membuktikan bahwa reuse, recycle dan upcycle itu merupakan konsep yang bisa dibuat menjadi indah dan artistik, bermanfaat serta membantu mengurangi sampah”, ungkap,” sambungnya.

    Suzy menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan untuk membangun Change-making Beauty Store ini di antaranya ada yang terbuat dari bekas pallet kayu yang digunakan untuk mengemas produk, puntung rokok, dan juga kemasan plastik bekas produk yang didaur ulang menjadi materi yang bisa digunakan lagi.

    [irp]

    Selain terbuat dari bahan-bahan yang berkelanjutan, di dalam Change-making Beauty Store ini terdapat Act Corner yang merupakan bagian terpenting dalam peran menyuarakan perubahan gaya hidup menjadi lebih berkelanjutan.

    Terkait kampanye Bring Back Our Bottle yang telah berjalan sejak tahun 2008, sejauh ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 9 juta kemasan yang kembali dari konsumen.

    “Seni Mural yang Anda bisa lihat di sini khusus kami buat untuk semakin menarik minat konsumen agar lebih tergugah lagi untuk turut membantu menyampaikan program-program aktivisme yang telah kita lakukan bersama, dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan,” tegas Suzy.

    [irp]

    “Anda semua kami ajak untuk melakukan selfie di area ini, serta membagikan foto dan pengalaman dan keseruan Anda selama berada di Act Corner ini,” tambahnya.

    Social Impact Business Partner merupakan salah satu kunci terpenting yang memungkinkan The Body Shop® Indonesia melahirkan Change-making Beauty Store yang pertama di Mal Kota Kasablanka ini.

    Mitra-mitra ini memberikan kontribusi yang besar dalam mengolah dan membuat limbah yang tidak berguna, menjadi suatu barang yang memiliki fungsi serta nilai estetika yang tinggi.

    Barang-barang olahan dari sampah antara lain adalah tatakan dan wadah untuk memajang produk yang terbuat dari puntung rokok.

    [irp]

    Barang-barang ini dibuat oleh Parongpong Raw Lab, sebuah organisasi daur ulang dan manajemen sampah pertama di Indonesia yang mengolah sampah menjadi barang secara terintergrasi berbasis komunitas yang didirikan oleh Rendy Aditya Wachid.

    Selain itu, kolaborasi dalam mengolah sampah menjadi barang yang bernilai juga dilakukan bersama dengan eCollabo8 yang mempunyai visi mengumpulkan sebanyak mungkin sampah plastik sehingga dapat didaur ulang kembali menjadi barang-barang yang memiliki kegunaan seperti tatakan, cermin, gantungan, dan lain-lain.

    Di Change-making Beauty Store ini eCollabo8 membuat meja display serta wadah makeup dari kemasan botol plastik bekas The Body Shop® yang dikembalikan oleh konsumen dalam kerangka program Bring Back Our Bottle.

    Kevin Vignier yang mendirikan eCollabo8 sejak tahun 2019 mengatakan, eCollabo8 sangat bangga menjadi bagian dari gerakan perubahan bersama The Body Shop®.

    Kolaborasi yang telah terjalin selama ini memungkinkan mereka untuk mendaur ulang banyak sekali botol plastik setiap bulannya menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai tambah.

    “Kami ikut mendorong konsumen The Body Shop® untuk sebanyak-banyaknya mengembalikan kemasan botol plastik bekas sehingga gerakan perubahan ini terus berlanjut,” ucapnya.

    Di akhir acara, Aryo Widiwardhono, CEO The Body Shop® Indonesia juga mengajak audiens untuk mengukur seberapa besar kontribusi gaya hidup mereka terhadap inisiatif dan aksi yang berkelanjutan melalui “How Sustainable Are You?”

    Ia menyampaikan, bahwa lewat laman https://www.thebodyshop.co.id/about-us/activism/sustainable-quiz.html ini, penggunanya bisa berinteraksi dengan menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan inisiatif berkelanjutan.

    Dari hasil yang didapatkan, peserta diharapkan dapat terus terinspirasi dan terdorong untuk lebih memelihara dan mencintai kelestarian lingkungan dan bumi ini.

    “Kolaborasi bersama Social Impact Business Partners merupakan elemen yang sangat penting agar kita semua dapat bersinergi dan menjadi agents of change dalam menyelamatkan Bumi kita dari kondisi darurat sampah, terutama sampah plastik yang memberikan berbagai dampak negatif yang sangat signifikan terhadap kelestarian planet kita, di antaranya adalah perubahan iklim,” tandas Aryo Widiwardhono.

    “Konsep sustainability yang menjadi komitmen The Body Shop® semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan. Mulai dari bahan dasar alaminya yang dibeli dari berbagai komunitas petani yang berkelanjutan, proses pembuatan, packaging, sampai gerainya sudah mengusung konsep sustainability,” lanjutnya. []

    [irp]

  • Rayakan Ramadan dan Sambut Idul Fitri, The Body Shop® Persembahkan Hampers Ramah Lingkungan

    Jakarta – The Body Shop® Indonesia, dalam rangka merayakan Bulan Suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri mengkampanyekan program ‘Share More Kindness with The Body Shop® Green Ramadan’. Dalam kampanye ini Body Shop ingin mengajak masyarakat menyebarkan pesan untuk terus berbagi kebaikan bagi orang tercinta, sesama dan juga semesta.

    Selain itu The Body Shop® Indonesia juga mempersembahkan paket Hampers Create Your Own Gift, yang dikemas dari bahan yang bisa dipakai berulang dan tentunya produk-produk tersebut terbuat dari bahan dasar dan kemasan yang sustainable.

    Head of Values, Community, dan PR The Body Shop® Indonesia Ratu Ommaya menjelaskan, The Body Shop® kembali menghadirkan gift yang isinya dapat dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang kita cintai, dan menandakan bahwa kita tahu apa yang mereka suka.

    “Tentu saja di tahun ini kami juga hadir dengan kemasan gift yang sustainable. Dimana semua bahannya dapat digunakan kembali, terlihat lebih cantik dan juga menjadi partisipasi aktif kita dalam melestarikan alam semesta,” tuturnya dalam Talkshow bertema Ramadhan Bersama The Body Shop® pada Jumat, (08/04/2022).

    Ratu Ommaya membeberkan, koleksi gift The Body Shop® tersedia mulai dari harga Rp. 79.000 hingga Rp. 1.239.000 dan dapat dibeli di toko terdekat, melalui whatsapp, https://www.thebodyshop.co.id/ramadan-hampers/create-your-own, dan mobile app.

    “Untuk kartu ucapan pun kali ini telah kami sediakan secara khusus. Kartu ucapan ini terdapat bibit tanaman di dalamnya sehingga bisa ditanam. Jadi, tidak ada kemasan yang terbuang menjadi sampah,” ungkapnya.

    Lebih Lanjut The Body Shop® menerangkan, Gift dan kartu ucapan yang ramah lingkungan ini dipersembahkan sebagai bagian dari usaha mengurangi sampah plastik sekali pakai, terutama dalam konteks volume sampah plastik yang dihasilkan selama bulan Ramadan yang jumlahnya meningkat setiap tahunnya.

    Adapun menurut data Greenpeace di tahun 2019, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat jumlah sampah plastik selama Ramadan rata-rata meningkat 4% setiap tahunnya. Besarnya volume sampah plastik menjadi beban bagi lingkungan mengingat tingkat daur ulang yang sangat rendah yakni hanya 9 persen secara global.

    Sehingga timbunan sampah plastik pun berpotensi terus meningkat. Berdasarkan tren historis, timbunan sampah plastik kumulatif global diperkirakan akan mencapai lebih dari 25.000 juta metrik ton pada tahun 2050.

    Selain itu, The Body Shop® juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Green Library di Makassar, Kupang dan Lombok, agar semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan akses membaca buku dan meningkatkan literasi.

    Perpustakaan ini, dilengkapi dengan recycled furniture yang berasal dari kemasan kosong yang konsumen The Body Shop® kembalikan melalui program Bring Back Our Bottles dalam kerangka kampanye #KerenTanpaNyampah.

    Dalam kesempatan yang sama, CEO The Body Shop® Indonesia, Aryo Widiwardhono menyampaikan, di momen yang spesial ini pihaknya ingin mengajak masyarakat memaknai istilah ‘The Gifts that Keep on Giving’. Makna dari sebuah hadiah bukan hanya dari bentuk fisiknya, namun bagaimana mengartikan makna hadiah itu secara lebih mendalam, yaitu memberi kebahagiaan, bantuan untuk meraih mimpi, dan juga terus berkontribusi terhadap semesta dengan terus menjaga keberlanjutannya.

    “Dengan pilihan gift yang sustainable dan dukungan kita semua untuk meningkatkan literasi serta membangun Green Library, Ramadan tahun ini lebih spesial maknanya karena kita bisa berbagi kebaikan bukan hanya kepada keluarga dan sahabat tercinta, tetapi juga kepada sesama dan semesta,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil survei konsumen global yang dirilis Roland Berger and Potloc berturut-turut pada tahun 2020 dan 2021, konsumen menginginkan produk yang memberikan value for money dan juga kualitas serta durabilitas yang lebih. Selain itu, produk serta kemasan yang lebih sustainable dan ramah lingkungan juga menjadi top of mind mereka.

    Oleh sebab itu The Body Shop® sebagai salah satu brand kecantikan terkemuka di Indonesia selalu memperhatikan kualitas produk-produk yang ditawarkan kepada konsumen. Inisiatif dalam menjaga keberlanjutan terhadap lingkungan juga terus didorong, baik dari langkah-langkah yang dilakukan dalam mengurangi limbah dan polusi sampah plastik sekali pakai, hingga ajakan kepada konsumen dan masyarakat luas untuk selalu peduli dengan kelestarian lingkungan.

    Menanggapi inisiatif The Body Shop® dalam menghadirkan gift yang sustainable, Iqbaal Ramadhan, Aktor, Musisi, sekaligus Mahasiswa itu mengatakan, bulan Ramadan selalu memiliki makna spesial baginya, dan selalu berkaitan dengan berbagi kebaikan, dimana sangat sesuai dengan apa yang ia rasakan saat ini.

    “Ketika kita berada jauh dari orang-orang yang kita cintai, dan tidak bisa bertemu langsung pada kesempatan bulan Ramadan maupun Hari Raya nanti, tidak berarti ekspresi cinta dan perhatian kita harus berhenti. Seperti yang sedang saya jalani sekarang, harus kembali ke Melbourne untuk kuliah dan jauh dari keluarga dan sahabat,” kata Iqbal.

    “Satu hal yang saya sangat suka dari The Body Shop® yaitu konsistensinya dalam melakukan inisiatif yang ramah lingkungan dan bagaimana tetap menjaga keselarasan dengan semesta melalui produk-produknya. Salah satu Gift with Purchase yang akan diterima konsumen The Body Shop® berupa coaster dari kemasan kosong The Body Shop® hasil kolaborasi dengan saya,” sambungnya.

    Dalam talk show kali ini, juga dibahas lebih detil mengenai kemitraan Body Shop® dengan Taman Bacaan Pelangi untuk menjalankan program peningkatan literasi dan kepedulian kehidupan yang berkelanjutan sejak dini pada anak, serta pembangunan perpustakaan yang mengusung konsep Green Library di Makassar, Lombok, dan Kupang.

    Program ini berlangsung mulai dari 24 Maret hingga 18 Mei 2022. Konsumen The Body Shop® dapat berpartisipasi dengan melakukan donasi di kasir pada gerai The Body Shop®, melalui official website, dan juga mobile apps kami. Dukungan juga bisa dilakukan dengan mengembalikan kemasan botol bekas Anda di semua toko.

    “Dukungan kami terlahir dari sebuah pemikirian bahwa kebiasaan membaca, terutama pada anak, dapat mendorong hidup yang berkelanjutan. Sayangnya tingkat literasi Indonesia di dunia termasuk rendah, yaitu di posisi 62 dari 70 negara yang disurvei oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2019,” tegas Ratu Ommaya.

    “The Body Shop® Indonesia juga akan mendukung konsep Green Library dengan membuatkan furnitur dari kemasan botol kosong program Bring Back Our Bottle dari konsumen sebagai bagian dari komitmen #Kerentanpanyampah yang sudah dimulai dari tahun 2021 lalu,”tambahnya.

    Sementara Founder & Executive Director Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil menyampaikan bahwa pihaknya sangat bangga menjadi Impact Partner The Body Shop® Indonesia dalam usaha untuk membangun Green Library untuk digunakan oleh anak-anak di Kawasan Indonesia Timur, terutama di Makassar, Lombok, dan Kupang.

    Nila menjelaskan, taman Bacaan Pelangi telah mendirikan 145 perpustakaan anak dan memberikan akses buku bacaan kepada lebih dari 34.000 anak yang berusia 5-13 tahun dengan menyediakan lebih dari 250.000 buku bacaan anak dan telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 5.000 guru di Indonesia Timur.

    “Setiap perpustakaan Taman Bacaan Pelangi, memiliki minimal 1.250 hingga 3.000 buku cerita anak-anak. Rencananya, Green Library ini akan dibangun di 3 Sekolah Dasar yang berada kota-kota tersebut. Lokasi ini dipilih atas dasar Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Nasional yang diluncurkan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019, berada di provinsi yang masuk ke dalam kategori rendah,” tegas Nila.

    “Saya juga sangat senang dengan adanya program donasi yang mendukung literasi dan kepedulian lingkungan sejak dini pada Anak. Program ini semakin menguatkan komitmen untuk terus berbagi kebaikan kepada sesama, tidak hanya ke orang-orang yang kita cintai, namun juga kepada adik-adik kita yang ingin mewujudkan mimpinya. Saya mengajak kita semua berpartisipasi aktif dalam melakukan aksi nyata untuk greener and more meaningful Ramadan untuk sesama dan juga semesta. Banyak kebaikan yang ditebar dalam program Ramadan The Body Shop® ini,” Sambung Iqbaal Ramadhan menutup acara tersebut. []