Tag: Teknologi

  • Uni Eropa Sepakati Aturan Baru Bagi Raksasa Teknologi

    Jakarta | Uni Eropa (UE) pada Sabtu (23/04/2022) telah menyepakati aturan baru yang mewajibkan perusahaan teknologi lebih ketat mengawasi konten ilegal di platform mereka dan membayar biaya kepada regulator yang memantau kepatuhan.

    Digital Services Act (DSA) adalah langkah kedua dari strategi Kepala Antimonopoli UE Margrethe Vestager untuk mengendalikan perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) seperti Google dan Meta.

    Dalam aturan baru ini, perusahaan dilarang menayangkan iklan yang ditujukan untuk anak-anak atau berdasarkan data sensitif, seperti ras, agama, jenis kelamin dan opini politik. Selain itu, dark patterns yang merupakan taktik menyesatkan untuk memberikan data pribadi kepada perusahaan secara online, juga akan dilarang.

    Di bawah DSA, perusahaan teknologi akan menghadapi denda hingga 6% dari omset global mereka jika terbukti melanggar aturan. Kemudian, melansir Bloomberg, pelanggaran berulang dapat membuat perusahaan itu dilarang melakukan bisnis di UE.

    Perusahaan teknologi juga akan menanggung biaya tahunan hingga 0,05% dari pendapatan tahunan di seluruh dunia, untuk menutupi biaya pemantauan kepatuhan di UE.

    Blok yang terdiri dari 27 negara dan anggota parlemen di kawasan Eropa ini sudah sejak bulan lalu mendukung aturan yang disebut Digital Markets Act (DMA), yang dapat memaksa Google, Amazon, Apple, Meta dan Microsoft untuk mengubah praktik bisnis inti mereka di Eropa.[]

  • Pemerintah Bakal Kembangkan Teknologi Masa Depan Web. 3.0

    Jakarta – Pemerintah bakal mengembangkan sistem teknologi masa depan, yakni web. 3.0. Saat ini, teknologi tersebut juga sedang dikembangkan oleh salah satu dosen Universitas Surya.

    Penasehat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Bidang Informasi dan Teknologi, Prof. Yohanes Surya mengungkapkan, teknologi ini tidak hanya bersifat menerima informasi semata, tetapi tiap orang akan bebas berkomunikasi dengan orang lain dengan aman (peer to peer).

    “Kemarin di Bali kami berdiskusi dengan Presiden tentang bagaimana Indonesia mengembangkan web 3.0 dan pelatihan berhitung GASING,” tutur Prof. Yohanes di Jakarta, Minggu (27-03-2022).

    Ia juga menjelaskan, bahwa Indonesia sebelumnya telah memanfaatkan teknologi web. 1.0 dan web. 2.0. Namun, kedua teknologi itu memiliki keterbatasan, yakni web. 1.0 hanya bisa menerima sistem informasi satu arah dan web. 2.0 dua arah.

    Sementara web. 3.0, menurut bersifat terdesentralisasi, yakni tiap orang bebas berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kata lain tiap orang itu jadi facebook/youtube/gojek/tokopedia sendiri-sendiri. Bisa memposting apa saja, kapan saja, dan disebarkan ke seluruh dunia.

    “Inilah web masa depan. Komunikasi terjamin aman karena memakai blockchain (terlindungi dengan smart contract),” tegas Prof. Yohanes.

    Lebih lanjut, Prof. Yohanes mengatakan akan memanfaatkan web 3.0 untuk melatih matematika GASING. Untuk pelatihan ini membutuhkan banyak tutor full time atau part time.

    Adapun syarat menjadi tutor berhitung GASING menurut Prof. Yohanes harus suka matematika, punya kemampuan komunikasi yang baik, usia kurang dari 45 tahun, bersedia melatih di berbagai daerah 1-2 minggu.

    Pelatihan pertama akan dimulai pada hari senin 28 Maret – 10 April 2022 di Humbang Hasundutan. Selanjutnya Morowali, Pak Pak Bharat, Toba, Bali, dan sebagainya. Sedangkan pendaftaran melalui email gasingstkipsurya@gmail.com. []

  • Huawei Siapkan 4 Miliar Yuan untuk Dirikan Markas Baru

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei akan membangun markas baru serta pusat penelitian dan pengembangan untuk unit daya digital, Huawei Digital Power di Shenzhen, Tiongkok.

    Untuk mewujudkan hal itu, Huawei menganggarkan dana sebesar 4 miliar yuan atau sekitar USD 632 juta. Pembangunan ini juga dirancang akan serupa dengan markas besar organisasi induk Huawei.

    Pada pekan lalu, Huawei Digital Power telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah kota Shenzhen. Mengutip Reuters, penandatanganan itu juga bagian dari acara besar yang diadakan oleh pemerintah untuk menandai peluncuran proyek konstruksi baru di Shenzhen.

    Analis industri melihat ekspansi ini dilakukan untuk mendiversifikasi portofolio bisnis Huawei sebagai upaya mengurangi dampak sanksi dari Amerika Serikat (AS).

    Sebelumnya, pada Januari lalu, Huawei Digital Power bersama China Resources Power Holdings Co Ltd, yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara di seluruh Tiongkok telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk pengembangan proyek energi bersih.

    Beberapa proyek itu antara lain platform data besar untuk panel surya, sistem penyimpanan energi dan pembangkit listrik. []

    BACAAN LAINNYA: 

  • Bisnis Periklanan Amazon Tumbuh 32%

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Amazon.com Inc mencetak pendapatan dari bisnis iklannya sebesar USD 9,7 miliar pada kuartal keempat, tumbuh 32 persen secara year-on-year.

    Adapun total sepanjang tahun lalu, Amazon meraih USD 31 miliar dari bisnis iklan. Angka itu lebih besar dari pendapatan iklan YouTube yang senilai USD 28,8 miliar, seperti dikutip dari Reuters.

    Analis Benedict Evans menyebut, hal itu membuat pendapatan iklan Amazon serupa dengan ukuran seluruh industri surat kabar global

    Amazon menayangkan iklan di situs webnya dan layar pengaktifan sejumlah tabletnya, menggunakan kueri penelusuran oleh pelanggannya untuk membantu menargetkan iklan. Iklan tersebut sering dilakukan oleh perusahaan yang menjual di pasarnya.

    “Menjual ruang tambahan digital adalah penghasil uang tunai yang bagus untuk dimiliki di saat ketidakpastian,” kata Analis Ekuitas Hargreaves Lansdown Sophie Lund-Yates.

    Lund-Yates melihat bisnis iklan Amazon lebih sejalan dengan induk Google, Alphabet, yang juga memiliki data sendiri tentang pelanggan dari sistem pencariannya.

    Amazon.com adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia yang fokus dibidang perdagangan berbasis online.

    Awalnya, perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos ini hanya menjual buku, kemudian makin bervariasi hingga merambah yang lainnya seperti streaming video, software, video game, elektronik, kebutuhan sehari-hari, furnitur dan perhiasan. []

    Baca juga: Starbucks Hadirkan Kafe Tanpa Kasir Bersama Amazon Go

  • Sony Group Raih Laba Kuartalan USD 4,05 Miliar

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi asal Jepang, Sony Group membukukan laba operasional sebesar 465,2 miliar yen atau sekitar USD 4,05 miliar, pada kuartal ketiga 2021. Angka itu melonjak 32 persen dan juga melampaui prediksi rata-rata dari sembilan analis yang disurvei Refinitiv sebesar 351,6 miliar yen.

    Dengan capaian ini, maka Sony menaikkan proyeksi laba setahun penuh pada tahun fiskal 2021-2022 menjadi 1,2 triliun yen, dari yang sebelumnya hanya 1,04 triliun yen. Prediksi itupun melampaui ramalan 24 analis pada data Refinitiv yang rata-rata sebesar 1,09 triliun yen.

    Salah satu keuntungan Sony dipicu oleh tingginya permintaan konsol game PlayStation 5 (PS5) yang rilis pada November 2020. Namun, Sony harus mengalami hambatan dalam produksi konsolnya akibat terjadi kelangkaan semikonduktor di pasar global.

    Tahun lalu, Sony sempat menyatakan akan berkomitmen menyiapkan 2 triliun yen untuk investasi strategis selama tiga tahun ke depan, termasuk memperluas layanan game dan hiburannya.

    Bahkan, Sony juga berekspansi ke sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), dengan tujuan utama membangun bisnis yang akan mengubah mobil dari mesin transportasi menjadi ruang hiburan.

    Untuk mendukung hal tersebut, Sony akan meluncurkan perusahaan baru bernama Sony Mobility Inc. Melansir Reuters, Sony akan mengandalkan teknologi pencitraan dan penginderaan, cloud, 5G dan hiburan yang dikombinasikan dengan penguasaan konten dalam ekspansi ini. []

  • Negara Lain Sibuk Bikin 5G, Tiongkok Siapkan Jaringan 6G

    peloporberita.com/ – Tiongkok selangkah lebih maju dalam penerapan teknologi. Kali ini, disaat negara sedang berlomba mengadopsi teknologi jaringan 5G, Negeri Tirai Bambu sudah menyusun rencana untuk pengembangan teknologi 6G untuk mendukung ekonomi digitalnya.

    Hal ini diketahui setelah kabinet pemerintahan Xi Jinping meluncurkan blue print pengembangan ekonomi digital pada pekan lalu. Peta jalan ini sejalan dengan rencana lima tahunan Tiongkok ke-14 periode 2021-2025.

    Tiongkok dalam rancangan cetak biru itu diketahui akan meningkatkan dukungan untuk penelitian dan pengembangan 6G dan secara proaktif mengambil bagian dalam menetapkan standar internasional.

    Teknologi 6G sendiri, mewakili generasi berikutnya, teknologi jaringan seluler global untuk menggantikan 5G, yang masih diluncurkan di banyak negara di seluruh dunia.

    Negeri Panda, yang memiliki pasar internet dan smartphone terbesar di dunia, juga telah mengerahkan infrastruktur seluler 5G terbesar di industri ini.

    Berdasarkan laporan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional Tiongkok, yang juga dikenal sebagai Badan Intelektual Nasional China yang diterbitkan bulan April 2021, aplikasi paten 6G secara global jumlahnya telah melampaui 38.000.

    Dari angka tersebut lebih dari 30% nya adalah pengajuan yang berasal dari Tiongkok.Sehingga negara tersebut menempati peringkat pertama di antara semua negara. []

  • Alasan Youtube Hentikan Video Rewind

    peloporberita.com/ | Jakarta –  YouTube, memutuskan berhenti membuat video ‘Rewind’ akhir tahun depan. Alasannya, platformnya telah menjadi sangat besar sehingga tidak mungkin untuk merangkum luas dan keragamannya dalam kompilasi berdurasi beberapa menit.

    YouTube mengkonfirmasi mereka menghapus ringkasan tahunan untuk selamanya. Sebelumnya, Video YouTube Rewind telah mengumpulkan lebih dari 19 juta dislike, dibandingkan 3 juta like.

    Namun, Youtube mengklarifikasi mereka tidak meninggalkan proyek itu lantaran kritik, tetapi merasa bahwa satu video tidak dapat mencerminkan “keseluruhan” dari komunitas pembuatnya.



    “Rewind dimaksudkan sebagai melihat kembali pembuat, video, dan tren paling berpengaruh tahun ini, tetapi tahun 2020 berbeda. Dan rasanya tidak benar untuk melanjutkan seolah-olah tidak. Jadi, kami mengambil jeda dari Rewind tahun ini,” kata platform itu setahun lalu.

    Sementara itu, YouTube mengatakan bahwa mereka sedang merencanakan “pengalaman” baru bagi jutaan pembuatnya.

    “Terima kasih kepada semua pembuat konten yang terlibat dalam Rewind kami akan menjadi pengalaman untuk Rewind Anda saat kami memfokuskan kembali energi kami untuk merayakan Anda dan tren yang menjadikan YouTube dengan jenis pengalaman yang berbeda dan diperbarui,” tulis akun YouTube Creators di Twitter.

    Rewind, pertama kali dibuat pada tahun 2011 dan menjadi salah satu agenda tahunan YouTube yang paling dinantikan. Namun, pada 2020 Rewind tidak diproduksi lantaran tak banyak yang bisa dirayakan dalam bentuk video akibat pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh dunia.

    Perusahaan ciptaan Steve Chen, Chad Hurley, and Jawed Karim ini juga sempat mendapat banyak hujatan lewat video Rewind tahun 2018. Sementara Para kreator konten menganggap YouTube mengabaikan komunitas platform video dengan menampilkan selebriti mainstream daripada YouTuber lokal. []

  • Realme Hadirkan Pengisian Daya Nirkabel Magnetic Pertama untuk Android

    peloporberita.com/ | Jakarta – Realme Indonesia akan memperkenalkan inovasi terbarunya, MagDart, yaitu teknologi pengisian daya nirkabel magnetik pada Selasa, 3 Agustus 2021. Teknologi pengisian daya nirkabel magnetik ini akan dihadirkan Realme dalam sebuah acara Realme Magnetic Innovation. MagDart akan menjadi teknologi pengisian daya nirkabel magnetik tercepat di dunia yang akan membawanya ke era pengisian cepat berikutnya.

    Realme secara konsisten turut mengembangkan produk-produk yang terbaik untuk pengguna muda di Indonesia, terlebih lagi dengan hadirnya MagDart sebagai solusi pengisian daya tercepat tanpa kabel.

    Teknologi ini sangat andal, nyaman, dan aman untuk mengisi daya perangkat listrik. Selain itu, pengisian daya magnetik ini memberikan keuntungan yang efisien, hemat biaya, dan lebih aman dibandingkan dengan sistem pengisian tradisonal. Teknologi pengisian daya nirkabel magnetik ini kemungkinan akan terus menjadi tren baru yang sangat diminati di masa mendatang.

    Bersamaan dengan peluncuran MagDart, Realme Indonesia juga akan menghadirkan Realme Flash, smartphone Android pertama yang mengadopsi teknologi pengisian cepat magnetik. Selain itu, rangkaian aksesoris MagDart akan mendukung ekosistem pengisian nirkabel magnetik bersamaan dengan Realme Flash dan pengisian daya MagDart.

    Sebagai brand Tech Trendsetter, Realme selalu menghadirkan lompatan teknologi terdepan bagi pengguna mudanya. Di antaranya dengan menjadi salah satu yang pertama dalam meluncurkan pengisian cepat 65W SuperDart dan juga menjadi salah satu yang memperkenalkan pengisian daya 125W SuperDart di dunia. Melalui semangat itu, Realme selalu ingin memberikan inovasi teknologi terbaik untuk para pengguna agar bisa menikmatinya terutama dari segi pengisian cepat.

    Melalui MagDart, Realme ingin menjadi brand yang menghadirkan inovasi terbaru pertama kalinya. Penasaran dengan inovasi Realme menjadi yang pertama memperkenalkan pengisian daya nirkabel magnetic untuk Android? Ikuti terus informasinya dan jangan lupa untuk menyaksikan peluncurannya di YouTube Realme Indonesia pada tanggal 3 Agustus 2021.[]

    Baca juga: Realme MagDart Fast Charging Meluncur Secara Global

  • Apple Sebut Chipmagedon Bikin Harga Smartphone Naik

    peloporberita.com/ | Jakarta –  CEO Apple, Tim Cook memberikan isyarat bahwa defisit chip global (chipmagedon) akan mengganggu penjualan iPhone serta produk lain seperti iPad. Hal ini, disebut akan membuat harga ponsel naik dan meenyebabkan kekurangan stok pada smartphone model tertentu.

    “Kekurangannya bukan pada prosesor bertenaga tinggi yang diproduksi Apple untuk perangkatnya, tetapi chip untuk fungsi sehari-hari seperti menyalakan layar ponsel dan mendekode audio,” tutur Cook dikutip dari CNBC, Kamis, 29 Juli 2021.

    “Hasil yang mungkin terjadi di sini adalah harga ponsel yang lebih tinggi dan kekurangan yang lebih dalam untuk model tertentu.”

    Terkait hal yang sama, HMD yang meluncurkan beberapa smartphone Nokia juga memperingatkan bahwa kekurangan semikonduktor dapat menjadi tantangan bagi pembuat perangkat canggih yang memiliki skala lebih kecil.

    “Kami melihat pasti ada keketatan keseluruhan dalam rantai pasokan. Kami mungkin melihat ketidakseimbangan tertentu di pasar,” ungkap CEO HMD, Florian Seiche.

    Sementara para Analis memperkirakan bahwa kurangnya chip di industri ponsel pintar dipengaruhi oleh perbaikan permintaan chip di industri otomotif. Hal ini menyebabkan perebutan secara besar-besaran di kedua industri tersebut.

    “Sekarang sektor otomotif dan lainnya mengejar dan mulai merebut kembali kapasitas yang telah mereka tinggalkan, ada persaingan ketat untuk pasokan semikonduktor. Ini telah menciptakan tekanan pasokan untuk chip smartphone,” ucap analis semikonduktor di Accenture Syed Alam.

    Di samping itu, beberapa produsen ponsel juga saat ini sedang dihadapkan dengan memulihnya permintaan smartphone global. Bahkan, berdasarkan data IT Gartner, permintaan ponsel pintar telah tumbuh sebesar 26% pada kuartal I 2021.

    Menurut Analis, situasi ini membuat konsumer akan merasakan peningkatan harga yang cukup signifikan. Selain itu, akan ada resiko kurangnya spesifikasi perangkat yang dibeli.

    “Hasil yang mungkin terjadi di sini adalah harga ponsel yang lebih tinggi dan kekurangan yang lebih dalam untuk model tertentu,” tegas peneliti dari Forrester, O’Donnell.

    “Dalam kasus Apple, Anda mungkin bisa mendapatkan iPhone 12 kelas atas, tetapi tidak iPhone XS kelas bawah. Untuk pembuat smartphone lain seperti Samsung, LG, dan merek China seperti Xiaomi dan Huawei semua akan merasakan kesulitan,” sambungnya. []

  • Vivo Y53S Resmi Meluncur, RAM 11 GB Harga 3 Jutaan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Vivo resmi meluncurkan varian Y53S di Indonesia dengan peningkatan spesifikasi mulai dari performa hingga fitur yang diperbaharui. Gawai yang dibanderol seharga Rp3,699 juta ini, hadir dengan 8GB + 3GB Extended RAM sehingga total RAM-nya mencapai 11 GB Serta 128GB ROM.

    “Untuk Vivo Y53S, kami menghadirkan kapasitas besar 8GB+3GB Extended RAM untuk mendukung pengalaman penggunaan ponsel terutama ketika mereka harus tetap terkoneksi oleh kegiatan hariannya dengan banyak dari rumah,” tutur Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma, Rabu, 28 Juli 2021.

    Vivo Y53S
    Vivo Y53S. (Foto: peloporberita.com/Vivo Indonesia)

    Edy menjelaskan, fitur tersebut membuat ponsel dapat membuka lebih dari 20 aplikasi dalam waktu bersamaan sehingga dapat memaksimalkan pengalaman multitasking. Sedangkan bentang layarnya mencapai 6,58 inci dengan resolusi Full HD.

    Untuk masalah Selfie jangan khawatir, ponsel ini memiliki kamera depan 16MP, serta tiga lensa di belakang 64MP+2MP+2MP. Pada kamera tersebut juga terdapat sejumlah fitur seperti Night Mode, Ultra Stable Videos (EIS), dan Eye -Tracking Autofocus.

    Kinerja ponsel ini, didukung chipset dari Helio G80 Gaming. Sementara baterainya berdaya 5000 mAh dengan fast charging 33W. Sela8in itu, juga mendukung 4G LTE, Wifi dan Bluetooth dengan dua warna menarik yakni Fantasti Rainbow dan Deep Sea Blue. []