Tag: Swiss

  • Jenazah Eril Anak Ridwan Kamil Ditemukan Utuh, Tersenyum, dan Wangi

    Jakarta – Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hanyut terseret sungai Aare pada Kamis (26/05/2022), akhirnya ditemukan oleh polisi penjaga pintu air bendungan Engehalde, Bern, Swiss. Polisi menemukan jenazah Eril pada Rabu (08/06/2022) pagi sekitar pukul 06.50 waktu setempat sekitar 2 pekan proses pencarian.

    Setelah ditemukan, Ridwan Kamil langsung terbang ke Swiss untuk menjemput jenazah putra sulungnya itu. Melalui unggahannya di Instagram, Ridwan Kamil juga menjelaskan jika jenazah eril akan tiba di Indonesia pada Minggu (12/6/2022) dan akan dimakamkan sehari kemudian yakni, Senin, (13/06/2022).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan anak pertamanya Emmeril Khan Mumtadz. (Foto:instagram)
    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan anak pertamanya Emmeril Khan Mumtadz. (Foto:instagram)

    Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad menjelaskan, informasi awal penemuan jasad Eril disampaikan Kepolisian Kota Bern sekitar pukul 06.50 waktu Swiss. Sesuai prosedur yang berlaku, tim forensik setempat kemudian melakukan identifikasi dan penelusuran DNA untuk memastikan bahwa jasad itu adalah benar Putra Ridwan Kamil.

    Akhirnya, melalui tes DNA jenazah yang ditemukan dinyatakan sebagai Emmeril Kahn Mumtadz. Secara resmi, kepolisian Kota Bern menggelar konferensi pers 13.00 waktu Swiss dan menyerahkan berkas ke Pengadilan Kota Bern. Selanjutnya, pengadilan menyerahkan jenazah kepada keluarga Eril. Sebelum dipulangkan, jenazah Eril disucikan dulu secara syariat islam di Bern.

    Sementara Atalia, Istri Ridwan Kamil, bersyukur jenazah anaknya. Menurutnya, jenazah Eril ditemukan dalam kondisi utuh dan tersenyum. “Alhamdulillah, Allahu Akbar! Ditemukannya a Eril dalam keadaan utuh, lengkap, bersih, tampan, tersenyum dan wangi setelah 14 hari menghilang, membuat saya yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah menjaga dan memuliakannya,” tulis Atalia di akun Instagramnya, Jumat (10/06/2022). []

    [irp]

  • Pemerintah Bertemu Bos Coca-cola di Swiss Bahas Tiga Isu ini

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dan berdiskusi dengan petinggi Coca-cola Company di Forum Ekonomi Dunia 2022 Davos, Swiss belum lama ini. Dalam pertemuan itu, dibahas tentang investasi, circular economy, dan energi terbarukan.

    “Tentu salah satu di antaranya mengenai dukungan dan fasilitas bagi para investor global yang menanamkan modalnya di Indonesia,” tutur Menperin berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, Selasa (07/06/2022).

    Agus menjelaskan, dalam pertemuan dengan Chairman and CEO of The Coca-Cola Company James Quincey, pemerintah mendorong Coca-Cola untuk meningkatkan dan memperluas investasinya di Indonesia, salah satunya melalui produk berbasis kelapa. Sebab, produk tersebut memiliki multiplier effects yang tinggi, mulai dari petani kecil hingga industri menengah. Selain itu mengingat luasnya wilayah Indonesia, komoditas ini masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di tanah air.

    Pertemuan ini, juga membahas pengembangan industri hijau dengan konsep circular economy yang menggunakan pendekatan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Repair). Pemerintah Indonesia sendiri, mengatur pengembangan industri hijau dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

    “Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Agus.

    Menperin menegaskan, pemerintah terus berupaya memacu pembangunan industri hijau untuk mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Melalui upaya penerapan industri hijau di tanah air, penghematan energi pada 2021 mencapai Rp3,2 triliun, serta penghematan air Rp169 miliar.

    Sementara Quincey menyampaikan, sejak 2018, Coca-cola telah melakukan pengumpulan dan daur ulang kemasan produknya baik botol plastik maupun kaleng. Menurutnya, Coca-cola berkomitmen membuat seluruh kemasan dapat didaur ulang pada tahun 2025 dan menggunakan 50% bahan baku daur ulang pada botol dan kaleng pada tahun 2030. Terkait hal ini, Quincey berharap kebijakan dan regulasi di Indonesia dapat semakin mendukung kegiatan investasi Coca-Cola.

    Guna untuk mendukung pelaksanaan industri berkelanjutan, kedua pihak juga mendiskusikan upaya pencapaian Net Zero Emission (NZE) dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti solar panel dalam proses produksi Coca-Cola di Indonesia. Sejatinya perusahaan minuman ini, telah memasang atap panel surya pada fasilitas pabrik Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Panel surya yang terbentang seluas 72 ribu meter persegi itu merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), nomor 2 di Asia Pasifik, dan nomor 4 di dunia.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun, mengapresiasi pembangunan panel surya berkapasitas 7,13 MegaWatt oleh Coca-cola Amatil Indonesia. Langkah perusahaan sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan sebesar 23% pada 2025, serta 31% pada 2050. []

  • Keluarga Ridwan Kamil Ikhlas dan Meyakini Eril Sudah Meninggal

    Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Istrinya, Atalia sudah ikhlas dan meyakini bahwa putra mereka, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril telah meninggal dunia usai hilang terseret arus di Sungai Aare, Swiss beberapa waktu lalu.

    “Bapak Moch Ridwan Kamil beserta istri sudah mengikhlaskan sepenuhnya dan meyakini bahwa ananda Emmeril Kahn Mumtadz sudah meninggal dunia karena tenggelam,” tutur Ketua Umum MUI Jabar Rachmat Syafe’i berdasarkan keterangan yang dikutip Jumat (03/06/2022).

    Hal itu, juga tertuang dalam surat seruan MUI Jabar agar masyarakat menggelar Salat Gaib untuk Eril. Seruan itu juga dibuat usai jajaran MUI Jabar bersama keluarga Ridwan Kamil bertemu semalam. Salat gaib itu, dilaksanakan sebelum atau sesudah salat Jumat.

    “Oleh karena itu, MUI Jawa Barat menyerukan kepada seluruh masyarakat muslim untuk melakukan salat gaib atas (nama) almarhum Emmeril Kahn Mumtadz pada hari Jumat, 3 Juni 2022 di setiap musala/masjid,” ujar Rachmat.

    Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Sungai Aare, Swiss, masih terus dilakukan. Namun, otoritas setempat sudah mengubah status pencarian Eril. Dari awalnya berstatus mencari orang hilang (missing person) menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person).

    “Berdasarkan keterangan dinyatakan sebagai missing person dari pihak kepolisian namun pihak kepolisian berdasarkan pada situasi dan laporan hilang karena situasi hanyut,” kata perwakilan keluarga Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzzaman, Jumat (03/06/2022).

    Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang dicari dimungkinkan sudah meninggal dunia. Kemudian, MUI Jabar mengimbau umat Islam melaksanakan salat gaib untuk Eril. Elpi juga mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan pihak MUI hingga para ulama untuk mengetahui status Eril.

    [irp]

    “Setelah berkonsultasi dengan pihak KBRI karena sudah melewati hari ke 6, dengan status dan situasi kami juga meminta keluarga di Bandung berkonsultasi dengan para ulama dan pihak MUI tentang status secara syariat ponakan kami,” sebutnya.

    Adapun saat ini, status Eril dinyatakan sebagai syahid akhirat. Syahid akhirat diketahui salah satunya merupakan meninggal karena tenggelam.

    “Kemudian keluarga mendiskusikan kepada para ulama, sehingga dinyatakan sebagai syahid akhirat,” tegasnya. []

    [irp]

  • Anak Pertama Ridwan Kamil Hilang saat Berenang di Sungai Aare Swiss, Pencarian Dilanjutkan Hari ini

    Jakarta – Kabar menghilangnya anak pertama Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz (Eril) dibenarkan oleh adik Gubernur Jawa Barat tersebut, Elpi Nazmuzaman. Eril sebelumnya, dilaporkan hilang di Swiss saat berenang di Sungai Aare, Bern pada Kamis (26/05/2022).

    “Bahwa benar anak pertama kakak kami, Ridwan Kamil, yang bernama Emmeril Khan Mumtadaz atau biasa dipanggil Eril mengalami musibah di Bern, Swiss pada 26 Mei 2022 siang hari waktu Swiss,” tutur Elpi dikutip Jumat (27/05/2022).

    Adapun saat kejadian, Ridwan Kamil tengah melakukan perjalanan dinas di Inggris bersama delegasi Pemprov Jabar. Sedangkan menurut Elpi, keluarganya berada di Swiss untuk mencari sekolah untuk Eril yang akan melanjutkan jenjang S2.

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan, bahwa KBRI Bern sudah berkoordinasi dengan kepolisian Swiss dan pencarian yang dilakukan sejak kemarin dilanjutkan hari ini.

    “KBRI Bern telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk proses pencarian. Upaya pencarian langsung dilakukan pada 26 Mei dengan menyusuri Sungai Aare dan akan terus dilanjutkan pada hari ini, 27 Mei 2022,” sebut Jubir Kemlu Teuku Faizasyah, Jumat (27/05/2022).

    Kronologi Kejadian

    Elpi mengungkapkan, Kronologi kejadian bermula saat Eril berenang di Sungai Aaree, Bern bersama adik dan kawannya.

    “Saat ingin naik ke permukaan, Eril terseret arus sungai yang cukup deras yang sebelumnya sempat mendapat bantuan dari kawannya. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 26 Mei 2022 siang hari waktu Swiss dengan kondisi cuaca cerah,” ungkap Elpi.

    Pencarian sudah dilakukan selama 6 jam. Keluarga berharap Eril bisa ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat.

    “Kondisi saat ini Eril sedang dalam pencarian tim SAR dan polisi Swiss. Namun pencarian dihentikan sementara karena hari mulai gelap dan rencananya akan dilanjutkan besok pagi,” sebut Elpi.

    [irp]

    “Kami mohon doa agar Eril dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan baik. Dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat wal afiat,” sambungnya.

    Sungai Aare sendiri, adalah tempat berenang langganan saat musim panas. Berenang di Sungai Aare adalah salah satu kegiatan resmi dalam daftar tradisi Swiss UNESCO. Sungai Aare merupakan sungai terpanjang yang mengalir di Swiss dan terletak di Kota Bern, Ibu Kota Swiss dengan panjang 288 kilometer dengan air berwarna biru kehijauan.

    Berenang di sungai tersebut hanya disarankan bagi perenang handal. Selain itu, beberapa hal perlu diperhatikan jika ingin berenang di sama, misalnya anak-anak harus ditemani orang dewasa dan harus terus berada dalam jangkauan orang dewasa.[]

    [irp]

  • Alam Swiss Mempesona Bak Lukisan Sang Maestro!

    Jakarta | Serasa memandang lukisan, cantiknya Swiss sungguh menakjubkan! Pegunungan hijau menjulang tinggi dengan puncak-puncaknya yang berselimut salju, air terjun yang menyemburkan air dingin sampai ke sungai-sungai kecilnya yang menyeberangi berbagai lembah hijau dengan rumah kayu dan peternakan sapinya. Kita cuplik keindahan alam Swiss ini yuk!

    Zurich, ibu kota Switzerland atau Swiss. Mungkin kalau di sini jagoannya adalah museum nasional Swiss untuk mengenal sejarah Swiss. Selain ibu kota yang modern, Zurich juga masih memiliki kota tua yang dipertahankan keotentikannya, jadi harus banget dijalani seperti memandang lukisan masa lalu kota ini. Selain itu, danau dan sungai indah juga menghiasi kota ini. Keren banget!

    Zermatt, kota tanpa polusi atau zero pollution town. Kita bisa merasakan udara terbaik dunia di tempat ini, dengan pemandangan pedesaan yang cantik dengan warna rumah-rumah yang khas Swiss. Ke tempat ini tidak dapat digapai alat transportasi berpolusi sehingga hanya di staisun tertentu dan dilanjutkan dengan sepeda atau jalan kaki. Pemandangan Zermatt juga menghadap ke gunung salju yang berwarna putih bercampur batu-batuan warna smokey blue atau smokey grey, cantik banget kan!

    Kapellbrücke atau Jembatan Kapel di Lucerne. (Foto: peloporberita.com/Pixabay)

    Selanjutnya Lucerne, kota yang memiliki danau indah dan mengalir ke sungai yang di atasnya terdapat jembatan kayu kuno. Sekitar abad 15, jembatan ini dimanfaatkan sebagai Chappel dan menuju Chappel Santo Petrus, sehingga disebut Kapellbrücke atau Jembatan Kapel. Langit atap jembatan ini menyampaikan sejarah gereja di Swiss kala itu, sehingga menyusuri jembatan ini seperti memasuki galeri lukisan kuno dengan pemandangan belakangnya danau dan sungai Lucerne.

    Dari Lucernce, kita akan melawati pemandangan pedesaan indah dengan peternakan sapi, rumah kayu dan air terjun di bergagai titik, sambil memandang puncak gunung yang bersalju dan dipenuhi pohon cemara di kaki gunungnya. Kita pun akan menuju Titlis dengan cable car, setiba di puncak Titlis, kita dapat bermain salju dan berseluncur landai di bukit-bukitnya serta menjalani jembatan gantungnya. Seru banget!

    Kemudian Interlaken, kota yang diapit dua danau indah yaitu Thun dan Brienz. Puas sekali dengan pemandangannya yang indah menawan. Kegiatan di sini pun beragam, mulai dari bersepeda, maraton, paralayang, bahkan watersport di danaunya. Interlaken yang dikelilingi beberapa dari gunung tertinggi di Alpen, seperti Eiger, Mönch dan Jungfrau, juga menyediakan berbagai rute trekking dan hiking. Jangan ditanya perlu berapa lama leyeh-leyeh di tempat ini. Ada vila, resto, cafe, spot nongkrong sangat banyak yang harus dinikmati. Seminggu? Dua minggu? Aduh, awas kantong jebol!

    Selanjutnya kita harus banget ke Jungfraujoch, yang disebut sebagai puncak tertinggi Eropa. Menuju Jungfraujoch akan menemui Grindelwald yang banyak spotnya digunakan di drama Korea Crash Landing On You. Jika berkereta akan menyaksikan pemandangan panoramik yang tiada duanya! Benar-benar lukisan menjadi kenyataan, atau mungkin para pelukis itu terinsiprasi alam Swiss, ya?

    Semua serba indah sepanjang dua jam berkereta. Dari puncak Jungfraujoch, kita bisa melihat Aletsch Glacier sepanjang 23 kilometer yang merupakan gletser terbesar di Eropa. Indahnya! []

  • Swiss Bekukan USD 6,2 Miliar Dana dan Aset Rusia

    Jakarta | Swiss telah membekukan sekitar 5,75 miliar franc Swiss atau setara USD 6,2 miliar (Rp 88,9 triliun) dana dan aset milik individu, perusahaan dan organisasi Rusia yang terkena sanksi. Hal itu diungkapkan oleh Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi atau State Secretariat for Economic Affairs (Seco), pada Kamis (24/03/2022) waktu setempat.

    Kepala Divisi Hubungan Ekonomi Bilateral Seco Erwin Bollinger mengatakan, angka tersebut mencerminkan jumlah saat ini, dan terus meningkat, dengan pembaruan lain yang direncanakan dalam dua minggu.

    Sementara informasi tentang individu atau aset individu tidak dapat diungkapkan, Bollinger mengkonfirmasi bahwa aset yang dibekukan termasuk properti di kawasan wisata.

    Selain Seco, kantor bea cukai, Sekretariat Negara untuk Migrasi SEM dan kantor pendaftaran tanah wilayah juga terlibat dalam menindaklanjuti petunjuk tentang kemungkinan aset milik orang yang terkena sanksi.

    Mengutip Finews Asia, saat ini ada 874 individu dan 64 perusahaan dan organisasi yang masuk dalam daftar. Namun, Bollinger mengatakan bahwa dana dan aset hanya diblokir, tidak disita dan kepemilikan tetap tidak berubah.

    Sebenarnya hingga kini masih sulit untuk menghitung total aset Rusia di Swiss. Asosiasi Bankir pekan lalu memperkirakan, uang klien Rusia di bank Swiss dalam persentase satu digit rendah dari jumlah total bank, setara dengan sekitar 50 hingga 200 miliar franc.[]

  • Sanksi Rusia, Serangan Siber Ancam Sistem Pembayaran SWIFT

    peloporberita.com/ | Kekhawatiran akan serangan siber pada sistem pembayaran SWIFT semakin meningkat, setelah bank-bank Rusia dikeluarkan dari sistem pembayaran global selama akhir pekan.

    SWIFT adalah singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, yaitu jaringan keamanan tinggi yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan di seluruh dunia.

    SWIFT merupakan bagian penting yang menghubungkan bank-bank di dunia. Ini adalah sistem pesan yang memungkinkan bank memindahkan uang dengan cepat dan aman, mendukung arus perdagangan dan investasi.

    Melansir Finews, tujuh bank Rusia telah dikeluarkan, termasuk VTB dan Promsvyazbank, yang menyebabkan kekhawatiran akan serangan siber Rusia pada sistem pembayaran SWIFT.

    Namun, Sberbank yang merupakan bank terbesar Rusia, bersama dengan Gazprombank masih menjadi bagian dari sistem SWIFT. Pasalnya, mereka memproses sebagian besar pembayaran dari barat untuk minyak dan gas Rusia.

    Meski begitu, mereka telah dikeluarkan di Swiss oleh Asosiasi Bankir Swiss (SBA).

    Seorang eksekutif keamanan siber mengatakan bahwa serangan siber Rusia telah meningkat secara signifikan dan selama perang Rusia-Ukraina, SWIFT adalah tempat paling efektif untuk menyerang, mengingat perannya dalam inti perbankan global.[]

  • Mantan Chairman Langgar Karantina, Credit Suisse Tekor Rp 15,3 Miliar

    peloporberita.com/ | Bank asal Swiss, Credit Suisse membayar 1 juta franc atau sekitar Rp 15,3 miliar untuk mantan Chairman, António Horta-Osório, yang melanggar aturan karantina Covid-19 di dua negara yaitu Swiss dan Inggris.

    Melansir Reuters, Horta-Osório menghadiri final tenis Wimbledon pada Juli 2021, ketika pembatasan Covid di Inggris mewajibkannya untuk dikarantina. Kemudian, pada 28 November ia terbang ke Swiss, namun diketahui pergi pada 1 Desember. Padahal, aturan Swiss mewajibkannya dikarantina selama 10 hari setelah kedatangannya.

    Akibat pelanggaran itu, ia pun dipaksa mengundurkan diri pada Januari lalu, seiring tingginya tekanan internal dari para eksekutif bank. Dengan begitu, Horta-Osório mengemban jabatan Chairman Credit Suisse hanya selama sembilan bulan. Sebelumnya, ia adalah mantan Chief Executive Lloyds Banking Group.

    Horta-Osório digantikan oleh Axel Lehmann, yang bergabung dengan jajaran dewan pada Agustus lalu. Laporan menyebutkan Credit Suisse membayar Lehmann sebesar 1.580.781 juta franc.

    Urs Rohner, yang mengundurkan diri pada April lalu setelah satu dekade menjabat sebagai Chairman Credit Suisse, memperoleh total 4,7 juta franc di tahun terakhirnya pada 2020. Sebanyak 3,2 juta franc dari angka itu dibayarkan secara tunai.

    Secara keseluruhan, total kompensasi untuk dewan direksi Credit Suisse mencapai 11,7 juta franc, atau 5 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang dijelaskan bank dengan perubahan dewan direksi.[]

  • Tanggapan Credit Suisse Soal Kebocoran Data Besar-besaran

    peloporberita.com/ – Credit Suisse memberi tanggapan terkait kebocoran data besar-besaran yang mengungkap kekayaan tersembunyi beberapa klien. Bank terbesar kedua di Swiss ini, membantah adanya kelalaian internal dalam hal ini.

    Menurut mereka, hal-hal yang disajikan sebagian besar bersifat historis, dalam beberapa kasus sejak tahun 1940-an dan laporan tentang hal-hal ini didasarkan pada informasi parsial, tidak akurat, atau selektif yang diambil diluar konteks.

    Data yang bocor itu, mencapai lebih dari 18.000 rekening bank dengan total simpanan lebih dari US$100 miliar (£73.6 miliar) yang dibocorkan seorang whistleblower kepada surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung. Data ini termasuk akun pribadi, bersama, dan perusahaan, serta yang dibuka sejak tahun 1940-an.

    Hampir 50 organisasi media telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk meneliti data tersebut dan kemudian menemukan bukti rekening Credit Suisse telah digunakan oleh klien yang terlibat dalam kejahatan serius seperti pencucian uang atau perdagangan narkoba.

    Namun, bank Swiss menolak menolak tuduhan dan sindiran tentang dugaan praktik bisnis bank atau kurangnya uji tuntas yang dilakukan pada Minggu, (20/02/2022).

    Beberapa organisasi media seperti The Guardian dan New York Times, telah mengklaim bahwa bank tersebut membuka atau mengelola rekening untuk klien berisiko tinggi, termasuk penjahat dan individu yang terlibat dalam perdagangan manusia.

    Sementara BBC melaporkan, akun perbankan Swiss yang bocor juga berisi data klien yang tidak melakukan kesalahan. Data tersebut dibagikan kepada lebih dari 40 organisasi media di seluruh dunia oleh kelompok jurnalisme nirlaba.

    Yakni, Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir. Data tersebut, berisi rekening bank sejak beberapa dekade yang kebanyakn dibuka dari tahun 2000 dan seterusnya, meskipun data operasi bank saat ini tidak termasuk di dalamnya.

    Sementara Credit Suisse, mengaku telah meninjau sejumlah besar akun yang berpotensi terkait dengan masalah yang diangkat dan menurut mereka sekitar 90 persen dari akun yang ditinjau telah ditutup atau sedang dalam proses penutupan. Adapun lebih dari 60 persennya ditutup sebelum tahun 2015 silam.

    Credit Suisse juga menyatakan, tuduhan media ini merupakan upaya bersama untuk mendiskreditkan tidak hanya bank tetapi pasar keuangan Swiss secara keseluruhan, yang telah mengalami perubahan signifikan selama beberapa tahun terakhir.

    Di sisi lain, surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung melaporkan, sumber anonimnya menyebut motivasi mereka untuk membocorkan catatan lebih dari setahun yang lalu lantaran undang-undang kerahasiaan perbankan Swiss tidak bermoral. Dalih melindungi privasi finansial hanya menutupi peran memalukan bank Swiss sebagai kolaborator penghindar pajak.

    Credit Suisse , didirikan tahun 1856 dengan nama Schweizeriche Kreditanstalt. Perusahaan ini memiliki empat divisi, yakni Perbankan Investasi, Perbankan Swasta, Manajemen Aset, dan Grup Jasa Bersama yang menyediakan pemasaran dan dukungan kepada tiga divisi lainnya.[]

  • Bertambah Lagi negara Eropa yang Cabut Pembatasan Covid-19, Indonesia Kapan?

    peloporberita.com/ | Bertambah lagi negara Eropa yang mencabut aturan pembatasan Covid-19 di tengah masih tingginya kasus varian Omicron. Kali ini, giliran Austria, Jerman dan Swiss yang menempuh kebijakan itu.

    Sebelumnya, Inggris, Belanda, Denmark dan Norwegia sudah lebih dulu mencabut aturan pembatasan Covid-19.

    Kanselir Austria Karl Nehammer menyebutkan, pemerintah akan menghapus sebagian besar aturan pembatasan Covid mulai 5 Maret mendatang, seperti dikutip dari AFP.

    Namun, pemerintah Austria tetap mewajibkan pemakaian masker di fasilitas umum, termasuk transportasi umum. Selain itu, pembatasan juga tetap diberlakukan di rumah sakit dan tempat lain dengan kelompok rentan.

    Meski demikian, Nehammer tetap memperingatkan penduduk Austria bahwa pandemi belum berakhir.

    Sedangkan Jerman akan menjalani tiga tahap pembukaan hingga 20 Maret nanti. Dalam tahap pertama, Jerman akan membuka kembali akses ke toko-toko tanpa pemeriksaan apakah pengunjung sudah divaksinasi atau tidak. Namun, pemakaian masker masih tetap diwajibkan.

    Mulai 4 Maret, restoran dan hotel juga diizinkan mulai menyambut kembali warga yang tidak divaksinasi, selama dapat memberikan hasil tes negatif Covid-19 dalam waktu dekat.

    Klub malam juga akan dibuka kembali, namun tidak berlaku bagi yang belum divaksinasi. Untuk bisa masuk klub malam, pengunjung maupun pekerja klub harus sudah vaksin booster atau memberikan tes negatif Covid-19.

    Tahap terakhir, bila memungkinkan, Jerman akan menghilangkan persyaratan bagi karyawan bekerja dari rumah.

    Senada dengan Kanselir Austria, Kanselir Jerman Olaf Scholz juga menegaskan bahwa pandemi belum berakhir. Ia pun meminta warganya tetap berhati-hati dan harus tetap memakai masker.

    Sementara itu, pemerintah Swiss menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

    Mulai Kamis (17/02/2020), persyaratan yang tersisa di Swiss adalah wajib memakai masker di transportasi umum dan fasilitas kesehatan, serta wajib isolasi selama lima hari jika dinyatakan positif Covid.

    Swiss akan terus melonggarkan aturan pembatasan Covid hingga akhir Maret mendatang.

    “Berkat tingkat kekebalan yang tinggi di antara penduduk, kecil kemungkinan sistem perawatan kesehatan akan terbebani meskipun tingkat sirkulasi virus terus berlanjut,” ujar pemerintah Swiss.

    Untuk masuk ke Swiss, tidak perlu lagi memberikan bukti vaksinasi, pemulihan atau tes negatif, atau mengisi formulir pendaftaran.[]