Tag: Sulawesi Utara

  • Bukti Negara Hadir, Kemensos Bantu Anak yang Rawat Keluarga Disabilitas

    Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) merespon kasus anak berusia 8 tahun yang merawat anggota keluarganya yang mengalami disabilitas di Siau Timur, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. Sebelumnya, kisah kehidupan anak tersebut telah dipublikasikan oleh media lokal setempat.

    Menteri Sosial Tri Rismaharini pun memberikan perhatian serius. Ia lantas menugaskan dua pejabat tinggi madya untuk menemui langsung mendatangi kediaman Lynsein Manope (8). Kemudian, Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial, Kemensos, Salahuddin Yahya dan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Soepomo, bersama petugas dari Sentra Tumou Tou Manado sebagai UPT milik Kemensos, bergerak menuju Siau Timur, untuk merespon kasus tersebut.

    Lokasi anak tersebut di Siau Timur, jaraknya sekitar 116 km di Utara Manado. Perjalanan dengan kapal laut ditempuh selama 5 jam dengan kapal penumpang Ferry. Rombongan bertolak dari Dermaga Marina Manado sekitar jam 18.00 dan sandar di Dermaga Ulu Siau hampir jam 01.00, Senin (06/06/2022).

    Soepomo menyatakan, kedatangan mereka atas arahan Mensos agar negara hadir untuk semua warga negara. Kedatangan mereka ke kediaman Lynsein Manope, bocah yang harus merawat orang dewasa, bertujuan untuk memastikan anak tersebut mendapatkan bantuan negara.

    Salahuddin menambahkan, Mensos memberi arahan agar negara harus hadir dengan representasi Kemensos memberikan upaya terbaik. “ Sebelumnya Kemensos melalui Sentra Tumou Tou Manado telah melakukan penjangkauan. Kami memastikan dan memperkuat bantuan yang layak diberikan kepada Lynsein Manope dan keluarga,” tutur Salahuddin Rabu, (08/07/2022).

    Bukti Negara Hadir, Kemensos Bantu Anak yang Rawat Keluarga Disabilitas

    Berdasarkan hasil asesmen Sentra Tumou Tou Manado, Lynsein harus merawat 4 orang dewasa, yakni ibu, nenek dan kedua pamannya yang semuanya mengalami disabilitas. Ibunya, Matilda Manope (33 tahun) mengalami kelumpuhan sejak 7 tahun lalu, pasca melahirkan Lynsein. Neneknya, Rokania Daraeng (60 tahun) sudah 12 tahun terbaring di tempat tidur karena penyakit syaraf. Pamannya, Renelson Manope dan Renikson Manope (32 tahun) mengalami kram dan kaku pada tangan dan kaki, sehingga saat ini untuk bergerak bertumpu pada lutut.

    Tim Sentra Tumou Tou Manado, melakukan intervensi awal dengan memeriksa kesehatan anggota keluarga tersebut. Hasil screening kesehatan menunjukkan, bahwa ibu dan pamannya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit di Manado. Sementara neneknya, Rokania Daraeng direkomendasikan oleh Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan di rumah dengan pemantauan dari Dinas Sosial, pendamping PKH, dan TKSK.

    [irp]

    Lynsein juga mendapatkan layanan kesehatan berupa screening medis awal. Hal ini guna mengantisipasi anak mengalami kelumpuhan serupa seperti anggota keluarganya. Perkembangannya pun akan dipantau langsung oleh para petugas di Sentra Tumou Tou Manado agar mendapat layanan kesehatan yang layak di RS.

    Selain layanan kesehatan, Kementerian Sosial memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa alat bantu penyandang disabilitas, sembako, alat rumah tangga berupa kasur, galon, dispenser, bak penampungan air, kompor, dan tabung elpiji.

    Bukti Negara Hadir, Kemensos Bantu Anak yang Rawat Keluarga Disabilitas

    Intervensi tidak hanya respon awal. Pertolongan pertama yang diberikan berupa bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan ini juga terintegrasi dengan bantuan sosial lainnya di Kementerian Sosial, seperti program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Program Kewirausahaan (Prokus).

    Kementerian Sosial juga membangun komunikasi dengan pihak terkait agar warga dalam respon kasus ini sama dengan respon kasus di wilayah lain. “Ini jadi kewajiban Kemensos dalam perpanjangan tangan negara menangani kasus-kasus ini,” tegas Salahuddin.

    Respon kasus ini bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara serta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Siau Tagulandang Biaro, Wakapolsek Siau Timur, Babinsa, Camat Siau Timur, Kepala Desa Buise, juga Kepala Satpol PP beserta anggota. []

    [irp]

  • Sandiaga Ajak Investor Berinvestasi di Destinasi Super Prioritas Likupang Sulut

    peloporberita.com/ | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong para investor, agar segera berinvestasi dalam pembangunan sarana dan prasarana di Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang, Sulawesi Utara.

    Dalam Gala Dinner bersama Forum Investor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Rabu (16/02/2022), Sandiaga menyebutkan bahwa pemerintah akan mendukung pengembangan DSP Likupang dengan membangun berbagai infrastruktur.

    Investasi yang ditargetkan hadir di DSP Likupang melingkupi usaha di bidang pariwisata, mulai dari hotel, restoran, fasilitas olahraga, marina dan sejumlah sarana pendukung pengembangan potensi ekonomi kreatif.

    "Pemerintah bergerak cepat sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan destinasi super prioritas," kata Sandiaga seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima peloporberita.com/.

    Sandiaga mengatakan, dalam sidang kabinet paripurna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar semua pembangunan infrastruktur, termasuk di Likupang harus selesai sebelum akhir 2023.

    “Maka dalam forum ini kami mengundang 25 investor besar dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di KEK Likupang sebagai destinasi super prioritas,” katanya.

    Dalam acara yang digelar secara hybrid ini, hadir pula Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesudibjo dan Deputi Bidang Industri dan Investasi Fadjar Hutomo serta Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Muhammad Neil El Himam.

    Selain itu, sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam mengelola potensi wisata di kawasan Likupang, pada kesempatan yang sama Sandiaga mengungkapkan pelaksanaan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Lahan Poltekpar Manado dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada Poltekpar Bali. []

  • Menteri Trenggono Berharap Bitung Jadi Sentra Perikanan Dunia

    peloporberita.com/ | Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Kota Bitung, Sulawesi Utara, yang merupakan salah satu daerah industri perikanan terbesar di Indonesia, Selasa (05/10/2021). Ia memaparkan rencana penerapan kebijakan penangkapan terukur kepada pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah tersebut.

    Menurutnya, kebijakan itu menjadi solusi menggeliatnya industri perikanan di dalam negeri, khususnya di Kota Bitung. Terlebih Bitung memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang sebagian besar usaha di dalamnya bergerak di bidang perikanan.

    “Yang ini saya lihat (di sini) adalah bagaimana kira-kira rencana penerapan kebijakan penangkapan terukur. Saya berharap sebetulnya ke depan Bitung ini bisa menjadi pusat industri (perikanan) kelas dunia. Saya harap begitu,” ujar Menteri Trenggono.

    Baca juga: KKP Kembangkan Pembenihan Ikan Gabus di Kalimantan Selatan

    Komoditas perikanan yang mendominasi di Bitung adalah tuna dan cakalang. Keduanya merupakan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi, baik di pasar lokal maupun dunia. Bitung juga memiliki pelabuhan perikanan tipe A yang bisa mendaratkan ikan dalam jumlah besar, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang menjadi gerbang transportasi pengiriman produk perikanan melalui udara.

    Menteri Trenggono menambahkan, penerapan kebijakan penangkapan terukur akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, baik sebagai nelayan, pekerja industri perikanan maupun anak buah kapal (ABK). Di samping itu, kebijakan penangkapan terukur bertujuan mengurai masalah minimnya tangkapan nelayan lokal. Pasalnya ke depan, nelayan lokal memiliki keleluasaan dalam memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada di wilayahnya.

    “Di WPPNRI (Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia) 716 dan 717 itu pemanfaatannya dibagi dalam kuota. Kuota industri, nelayan lokal atau tradisional, dan rekreasi. Kemudian kita akan hitung berapa jumlah nelayan lokal dan ABK untuk pembagian kuotanya. Dan nelayan yang boleh menangkap ya nelayan yang berasal dari wilayah tersebut. Kita verifikasi melalui kartu identitas,” papar Menteri Trenggono.

    Baca juga: KKP Tangkap Kapal Trawl Asal Malaysia di Selat Malaka

    Sementara untuk mendorong nelayan lokal agar produktif dalam memanfaatkan kuota yang dimiliki, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menggulirkan sejumlah bantuan, antara lain bantuan kapal penangkapan bagi kelompok nelayan yang berasal dari kapal-kapal hasil tangkapan.

    “Itu sedang saya pikirkan bersama Dirjen Perikanan Tangkap dan kemudian bersama Dirjen PSDKP, untuk mendata seluruh kapal hasil tangkapan illegal fishing yang kemudian bisa kita evaluasi untuk kemudian kita berikan kepada nelayan,” ujarnya.

    Untuk mendukung kebijakan penangkapan terukur ini, KKP akan memperkuat pengawasan di WPPNRI. Kemudian menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui satuan pendidikan di bawah naungan Balai Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP. “Jadi nanti satuan pendidikan yang ada, betul-betul menyatu dengan industri. Yang dibutuhkan industri misalnya bukan hanya mengolah atau pengolahan saja, tapi juga soal budidaya. Maka satuan pendidikan tadi akan diarahkan ke sana,” kata Menteri Trenggono. []

  • Kasad Didampingi Ibu Hetty Andika Perkasa Kunjungi Rumah Sakit Tingkat II Wolter Monginsidi, Manado

    www.pelopor.ID, Manado – Kasad didampingi Ibu Hetty Andika Perkasa mengunjungi Rumah Sakit Tingkat II Wolter Monginsidi, Manado, Sulawesi Utara sekaligus bertatap muka dengan prajurit TNI AD untuk area Manado. Selasa, (10/8/2021)

    “Pada kesempatan itu ibu Hetty juga memberikan 253 Paket yang dibawa khusus dari Jakarta berisi multivitamin dan makanan yang diperuntukkan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kesdam XIII/Mdk dan Denkes serta RS. Tk. II Wolter Monginsidi.”

    Melalui video conference tenaga medis dapat berdialog langsung dengan Kasad, dalam dialog dengan dr. Giselle Tambayong tenaga medis yang bertugas di RS. Tk. II Wolter Monginsidi, Kasad mengatakan “Wah Mbak Giselle tidak pernah kena Covid ya, kasih tahu rahasianya keteman – teman ya mbak Giselle. Semoga selalu sehat dan selamat bertugas,” kata Kasad.

    Segala bentuk dukungan diberikan oleh Kasad beserta ibu, baik berupa Moril maupun Materiil sebagai bentuk perhatian dan tanda sayang terhadap seluruh tenaga kesehatan yang sudah berjuang memberikan penanganan terbaik untuk memberantas Covid-19.()