Tag: STP Mataram

  • Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat

    peloporberita.com/ – Prihatin dengan kondisi sampah di sejumlah kawasan desa wisata, PT Thinq Consultant Indonesia, membekali warga Batu Kumbung dengan ilmu, wawasan dan keterampilan, mengelola sampah berbasis masyarakat.

    Sehingga sampah rumah tangga yang kerap menjadi momok di masyarakat, kini bisa dimanfaatkan warga untuk pakan ternak peliharaan warga hingga pemamfaatan pupuk untuk tanaman herbal.

    Program pemberdayaan masyarakat ini, dibiayai Pemerintah Australia melalui skema dana hibah alumni (Alumni Grant Scheme/AGS). AGS diberikan bagi inisiatif yang membuat dampak dalam bidang profesional, organisasi, masyarakat serta dalam mempererat hubungan Australia dengan Indonesia.

    “Kami juga menyebarkan poster tentang teknik dan cara mengolah sampah di masing-masing rumah warga hingga penyusunan peraturan desa (perdes) tentang pengolahan sampah.”

    Pendanaan AGS ditujukan bagi para alumni yang pernah bersekolah atau kursus singkat di Australia dengan pembiayaan pribadi, dari Pemerintah Australia maupun Pemerintah Indonesia.

    Penerima hibah AGS putaran pertama tahun 2021, yang juga Alumni Australia Awards Scholarships Short Term Awards Sustainable Tourism For Regional Growth 2016, Sri Susanty. Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang juga Vice Director PT Thinq Consultant Indonesia, mendedikasikan penghargaannya untuk warga Desa Batu Kumbung.

    Bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Ijo Tandur. Program hibah AGS ini bertajuk “Integrated Community Based Waste Management in Creating Sustainable Destination Tourism of Batu Kumbung Village”.

    Menurut Sri Susanty, Desa Batu Kumbung dipilih menjadi sasaran program ini karena potensi desa Batu Kumbung kaya akan sumber daya alam. Sementara, di sisi pemanfaatan sumber daya yang ada masih minim. Pemberdayaan ini menjadi penting agar ke depan bisa berkelanjutan.

    STP Mataram
    Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat. (Foto: peloporberita.com/Humas STP Mataram)

    "Program ini dimulai dari hilir sampai ke hulu. Mulai dari sosialisasi ke masyatakat, pemilahan sampah, mengolah sampah organik dan non organik, pelatihan penggunaan pupuk, pengolahan pupuk organik dan diimplementasikan di kebun herbal," ungkap Sri Susanty, Senin, 4 Oktober 2021.

    "Kami juga menyebarkan poster tentang teknik dan cara mengolah sampah di masing-masing rumah warga hingga penyusunan peraturan desa (perdes) tentang pengolahan sampah. Muaranya, kami mediasi warga menyusun perdes pengembangan desa wisata Batu Kumbung," tambahnya.

    Sementara Konsultan Thinq, Andi Walhidayah, mengaku dasar prinsip idioliginya pada community devlopment dan prinsip inklusi sebagai lembaga pemerhati kepariwisataan Basisnya berada di tingkat pedesaan.

    Artinya kehadiran Thinq ingin membawa wajah berbeda dalam pendekatan pemgembangan kepariwisataan sehingga masyarakat itu menjadi aktor utama di dalam proses pembangunan di tingkat pedesaan. Kami juga ingin memastikan kelompok rentan juga menjadi pelaku .

    “Kehadiran kami ingin memastikan kelompok rentan ini diharapkan bisa mengubah kondisi ini dari kelompok rentan menjadi mereka yang memiliki daya saing, mandiri dan tangguh. Intinya prinsip dasar kami adalah membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Kedua kami fokus kajian riset untuk pembangunan perdesaan” tegas Andi penuh harap.

    Selain BUM Des, Thinq juga difasilitasi lembaga pendidikan STP Mataram. Ketua STP Mataram, Halus Mandala, menegaskan komitmennya memberi pendampingan dan membantu meningkatkan sumber daya manusia masyarakat di desa wisata.

    “Banyak hal kami lakukan untuk membantu masyarakat. Beberapa desa sudah kami jadikan lokus pendampingan. Alhamdulillah, warga di desa wisata sudah menunjukkan kemandiriannya. Seperti harapan Thinq, kami menjadi lebih termotivasi jika melihat warga pendampingan kami berhasil, mandiri dan tangguh menjadi sebuah desa yang berkembang secara ekonomi dan sumber daya manusia,” tandas Halus Mandala. []

  • STP Mataram Tanpa Lelah Cari Potensi Desa Wisata NTB

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram terus bergerak menyusuri lembah menembus pelosok desa tanpa kenal lelah dan menyerah. Mereka, mencari jejak keberadaan potensi desa wisata untuk kebangkitan pariwisata NTB.

    Kawasan hening dan sunyi, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat-Lombok Tengah, menjadi sasaran penapakan jejak pengabdian STP Mataram kali ini. Berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Mataram, Bonjeruk menjadi pilihan bidang pengabdian masyarakat sekolah tinggi yang concern di dunia pariwisata ini.

    “Ada harapan besar yang kami gantungkan untuk Bonjeruk di masa depan. Melihat potensi desa kami yang luar biasa, kami berharap potensi ini bisa memberi nilai lebih dan berkelanjutan untuk warga kami.”

    “Potensi wisata Bonjeruk sangat luar biasa. Bagaimana memaksimalkan potensi ini menjadi lebih bernilai adalah tugas semua pihak. Termasuk kami. Inilah alasan kami, kenapa kawasan desa wisata ini kami dampingi dan kami bantu menatanya,” tutur Humas LP2M STP Mataram, Sri Susanty didampingi Unit Pengabdian STP Mataram, Murianto disela-sela kunjungan tim Lembaga Pengandian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) STP Mataram, Kamis, 17 September di Bonjeruk.

    Sebelumnya, Ketua STP Mataram, Halus Mandala, dan tim LP2M-nya mendatangi kawasan desa wisata Tetebatu-Lombok Timur. Tim LP2M STP Mataram membantu pelaku wisata dari lembaga Badan Pengelola Desa Wisata Tetebatu. STP Mataram berkomitmen membantu peningkatan kapasitas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) warga setempat.

    Setelah itu, mereka menyusuri kawasan desa wisata Bonjeruk sebagai tempat menapaki jejak pengabdian berikutnya. Tim LP2M STP Mataram, memberi bantuan penataan sanitasi pengelola homestay berupa perlengkapan toilet standar internasional.

    Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram
    Logo Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Desa Wisata Bonjeruk berhasil mencuri perhatian wisatawan Eropa empat tahun terakhir. Namun, masih butuh penataan lebih paripurna. Selain penataan dari sisi amenitasnya, peningkatan SDM warga sekitar menjadi bagian penting penataan kawasan ini.

    Misalnya sistem tatakelola atau manajemen pengelolaan homestay dan desa wisata yang lebih berdaya saing. Selain itu, sisi peningkatan infrastruktur, jalan desa, sistem informasi, pemasaran hingga menyiapkan paket wisata.

    “Memang, masih banyak yang kami perlukan untuk menjadikan kawasan ini bisa lebih bernilai dan profesional. Dan kami sangat bangga dan apresiatif kepada tim LP2M STP Mataram yang telah bersedia mendampingi kami. Kami sangat bersyukur dengan kehadiran banyak pihak di desa kami untuk memberi kontribusi positif dan konstruktif,” ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Bonjeruk, Usman.

    Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB ini, juga sudah memulai membuka kelas belajar bahasa Inggris untuk generasi muda Desa Bonjeruk.

    STP Mataram
    STP Mataram Tanpa Lelah Cari Potensi Desa Wisata NTB. (Foto:Pelopor.id/Humas STP Mataram)

    “Ada harapan besar yang kami gantungkan untuk Bonjeruk di masa depan. Melihat potensi desa kami yang luar biasa, kami berharap potensi ini bisa memberi nilai lebih dan berkelanjutan untuk warga kami. Kami sangat apresiasi langkah yang ditempuh STP Mataram menjadikan desa kami jadi lebih baik,” papar Usman terharu.

    Diantara potensi yang tersimpan di desa wisata Bonjeruk antara lain kondisi alamnya yang tak kalah menarik dengan kawasan wisata Ubud-Bali, suasana hening menjadikan kawasan ini sangat cocok untuk aktivitas pemurnian pikiran (yoga atau meditasi). Bonjeruk juga menyimpan banyak sejarah dan bangunan peninggalan Belanda (heritage).

    Yang tak kalah penting sejarah keberadaan raja-raja Lombok ada di kawasan ini. Bale beleq (Rumah Tua) Dende Jonggat menjadi salah satu bukti jejak sejarah salah satu kerajaan yang ada di Lombok.

    “Tentu masih banyak potensi menarik lainnya yang tak kalah pentingnya dari yang sudah kami paparkan tadi. Mari, kami tunggu kunjungan anda untuk melihat dari dekat potensi-potensi yang kami miliki,” ucap Usman. []