Tag: Startup

  • KemenKopUKM Gelar Matchmaking Entrepreneur Financial Fiesta untuk Perkuat Pendanaan Startup

    Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengadakan inisiasi penjaringan wirausahawan berbasis inovasi teknologi sebagai bentuk upaya pemberdayaan, serta pengembangan UMKM pada Juni-Desember 2022.

    Program bertajuk Matchmaking Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) ini, merupakan program penjaringan bagi seluruh wirausaha berbasis inovasi teknologi (Startup) di seluruh Indonesia untuk memfasilitasi entrepreneur mendapatkan sumber daya pendanaan.

    “Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses penciptaan wirausaha menuju wirausaha mapan,” tutur Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/06/2022).

    Kegiatan ini menyasar langsung startup pada ekonomi kreatif di 7 sektor strategis pertanian (agrikultur), perikanan, edukasi, kesehatan, pariwisata, maritim, dan logistik. “Ini dalam rangka agenda pemulihan atau transformative recovery berfokus pada pengembangan usaha yang ramah lingkungan,” ungkap Azizah.

    Program Matchmaking tersebut menurutnya, untuk memfasilitasi wirausahawan Indonesia (inovasi teknologi/startup). “Saya mengajak seluruh stakeholder, wirausahawan, maupun investor, untuk turut serta dalam Program Matchmaking EFF 2022,” ujar Azizah.

    [irp]

    Cara untuk turut serta dalam program ini yakni, dengan melakukan registrasi pada 16 Juni 2022 melalui website effstartup.id. Program itu, terdiri dari 6 tahapan sebagai berikut:

    1. Penjaringan 500 startup menjadi 10 wirausaha terpilih hasil kurasi berdasarkan kualifikasi.
    2. Pelatihan matriks secara daring oleh expert berpengalaman (Metrics Coaching dan Iterasi Coaching).
    3. Pendampingan menuju matchmaking oleh para tenaga ahli.
    4. Fasilitas akses pendanaan lokal dan internasional.
    5. Fasilitas Startup Showcase bagi pelaku usaha berunjuk gigi di depan para investor.
    6. Berkesempatan bersinergi dengan KemenkopUKM.

    [irp]

    Menurut Azizah, Program Matchmaking EFF 2022 menjadi salah satu agenda dalam mendukung pemulihan transformatif sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. “Salah satunya mendorong pembiayaan UMKM bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil,” tandasnya. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • Sequoia Galang USD 2,85 Miliar untuk Startup di India dan ASEAN

    Jakarta | Firma kapital, Sequoia India dan Sequoia Asia Tenggara, telah mengumpulkan dana senilai USD 2,85 miliar untuk mendukung perusahaan rintisan, di tengah pasar saham mengguncang perusahaan teknologi.

    Dari angka itu, sebanyak USD 2 miliar disalurkan untuk dana ventura dan pertumbuhan India. Sedangkan sisanya untuk dana khusus Asia Tenggara.

    “Penggalangan dana ini, yang datang pada saat pasar mulai mendingin setelah kenaikan yang sangat lama, menandakan komitmen mendalam kami terhadap wilayah tersebut,” ujar pihak perusahaan seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (14/06/2022).

    Sequoia yang telah memasuki India sejak 16 tahun lalu hingga kini telah memperluas sayapnya ke Asia Tenggara. Salah satu portofolionya adalah perusahaan Indonesia, Gojek dan Tokopedia, yang kini telah merger menjadi GoTo Group.

    Saat ini, aset yang dikelola Sequoia India dan Asia Tenggara mencapai sekitar USD 9 miliar. Mereka telah berinvestasi di lebih dari 400 startup di seluruh India dan Asia Tenggara, yang 36 di antaranya bernilai lebih dari USD 1 miliar, termasuk Byju’s dan Zomato.

    Meski demikian, tidak semua investasi berhasil. Salah satunya adalah startup yang bergerak di bidang mode, Ankiti Bose, yang tersandung kasus dugaan penyimpangan keuangan oleh pemimpinnya.

    Perusahaan tersebut telah memecat sang CEO dan jajaran dewan pun menunjuk penasihat keuangan independen untuk mengeksplorasi pilihan untuk masa depan Ankiti Bose.[]

  • Startup Gadjian Beri Beasiswa Bagi Penyandang Difabel dan UKM Daerah Tertinggal

    Jakarta – PT Fatiha Sakti Group, melalui Gadjian Academy membuka kesempatan beasiswa bagi penyandang difabel dan pebisnis UKM dari daerah tertinggal untuk mengikuti program sertifikasi yang dinamai Chartered People Officer (CPO). Program sertifikasi ini merupakan kolaborasi Gadjian, forum edukasi pengelolaan bisnis dan SDM dengan konsultan korporasi, Pungki Purnadi.

    CEO Gadjian Afia Fitriati mengatakan, Beasiswa ini merupakan bukti peran aktif Gadjian, selaku pengembang aplikasi pengelolaan SDM, untuk mendukung program SDM Indonesia Unggul yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

    “Kami berharap dengan adanya beasiswa ini, rekan-rekan difabel dan pebisnis UKM daerah terpencil lebih termotivasi dan mudah mendapatkan akses edukasi bisnis dan pengelolaan SDM yang berkualitas untuk mengembangkan bisnis,” tutur Afia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Selasa, (14/06/2022).

    Dalam program CPO yang akan berlangsung dalam kurun waktu 6 minggu selama bulan Juli hingga Agustus 2022 ini, peserta sertifikasi akan mempelajari materi-materi terkait fundamental pilar-pilar pengelolaan bisnis dan SDM seperti langkah-langkah rekrutmen, strategi penentuan kompensasi karyawan, dan masih banyak lagi. Proses belajar mengajar dilakukan secara online sehingga dapat diakses peserta dari seluruh Indonesia.

    [irp]

    Sejak 2016, Gadjian Academy telah mengadakan lebih dari 100 lokakarya pengelolaan SDM dan mengedukasi lebih dari 3000 praktisi bisnis dan SDM dari seluruh penjuru Indonesia. Kerjasama dengan konsultan Pungki Purnadi yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di sektor swasta, BUMN dan pemerintahan diharapkan akan semakin meningkatkan nilai tambah yang diterima oleh peserta program CPO.

    Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran program dan beasiswa Chartered People Officer dapat diakses pada situs: https://www.gadjian-academy.com/cpoprogram atau https://bit.ly/BeasiswaCPO.

    [irp]

    Gadjian Academy adalah forum edukasi yang dibangun oleh Gadjian, aplikasi pengelolaan Sumber Daya Manusia dan penggajian terbaik yang berbasis awan (cloud) bagi perusahaan berkembang dan lean enterprises di Indonesia yang dibesut oleh Fast8 Group atau PT Fatiha Sakti . Hingga saat ini lebih dari 3000+ praktisi HR dan pelaku bisnis telah mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Gadjian Academy.

    Sementara Gadjian adalah aplikasi pengelolaan SDM dan penggajian berbasis awan (cloud) bagi perusahaan berkembang dan lean enterprises di Indonesia. Tugas-tugas administrasi SDM yang rutin dan merepotkan seperti menghitung penggajian, PPh 21, iuran BPJS Karyawan, dan distribusi gaji – yang biasanya memusingkan kini menjadi hal yang sederhana dan mudah dilakukan dengan Gadjian. Gadjian diluncurkan pada 23 Mei 2016 dan saat ini sudah terintegrasi dengan beberapa aplikasi terkait, termasuk aplikasi absensi Hadirr. []

    [irp]

    INAYA UMPAN PANCING

  • Mobile Premier League Angkat Kaki dari Indonesia, PHK 100 Karyawan

    Jakarta – Platform game online asal India yang juga penyelenggara turnamen Mobile Premier League, memutuskan setop operasi di Indonesia. Penghentian operasional Mobile Premier League (MPL), mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya di Indonesia.

    Startup negeri Bollywood ini, juga hadir di sejumlah negara Asia Pasifik, Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Informasi hengkangnya MPL dari Tanah Air, diumumkan langsung oleh perusahaan melalui akun Instagram resminya.

    “MPL Indonesia sudah tidak beroperasi dan menerima pengguna baru saat ini. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya,” tulis MPL Indonesia dikutip, Rabu (01/06/2022).

    Sejauh ini, MPL telah memangkas sekitar 100 orang pegawai, atau setara 10 persen dari total pekerjanya. Disebutkan, perusahaan yang berbasis di Bengaluru India tersebut, juga menghapus produk streaming-nya dari dalam aplikasi MPL.

    Mobile Premier League Angkat Kaki dari Indonesia, PHK 100 Karyawan

    Adapun para karyawan yang terdampak PHK, akan menerima pesangon lengkap beserta manfaat lainnya. PHK ini, juga terjadi hanya selang 8 bulan setelah perusahaan mengumpulkan US$150 juta dalam putaran pendanaan yang membuat mereka menyabet posisi sebagai unicorn di India.

    Para pendiri MPL melalui sebuah email mengungkapkan, alasan perusahaan keluar dari Indonesia karena profil pengembalian hanya sebagian kecil dari yang mereka harapkan. Padahal MPL telah berinvestasi cukup signifikan selama tiga tahun terakhir sejak beroperasi di Indonesia.

    “Sudah waktunya untuk membuat keputusan sulit untuk menggunakan kembali sumber daya kami di bagian lain dari bisnis kami untuk memastikan kesehatan dan kesuksesan jangka panjang kami sebagai perusahaan,” sebut mereka. []

    [irp]

  • General Atlantic Bakal Tanamkan Miliaran Dolar di India dan Asia Tenggara

    Jakarta | Perusahaan ekuitas General Atlantic akan menggelontorkan investasi senilai USD 2 miliar ke India dan Asia Tenggara selama dua tahun ke depan. General Atlantic mengungkapkan rencana ini seiring dengan jatuhnya valuasi perusahaan rintisan di wilayah tersebut.

    “General Atlantic sedang dalam pembicaraan investasi tahap awal dengan sekitar 15 perusahaan di sektor-sektor termasuk teknologi, jasa keuangan, ritel dan konsumen,” kata Kepala Bisnis General Atlantic di India dan Asia Tenggara Sandeep Naik, seperti dilansir dari Reuters.

    Banyak startup, terutama di India, memang tengah mengalami masa sulit. Setelah meraih rekor pendanaan USD 35 miliar pada tahun lalu, para pendiri startup berjuang menarik uang tunai, memicu kekhawatiran akan penilaian yang lebih rendah dan memaksa sejumlah startup mengurangi pekerjaan.

    Sandeep pun mengatakan bahwa General Atlantic siap berinvestasi lebih banyak dan sangat optimistis dengan India dan Vietnam. Tahun lalu, perusahaan ekuitas ini hanya menggelontorkan USD 190 juta di startup India.

    Adapun investasi General Atlantic di India termasuk pada perusahaan teknologi pendidikan seperti Byju’s, yang menawarkan bimbingan belajar online. Kemudian, perusahaan juga berinvestasi di pengecer terbesar India, Reliance Retail.

    Sedangkan di Asia Tenggara, portofolio General Atlantic mencakup pengecer makanan dan minuman Indonesia PT MAP Boga Adiperkasa dan platform hiburan sosial Kumu di Filipina.[]

  • Startup Filipina Voyager Innovations Raih Investasi Rp 3 Triliun

    Jakarta | Voyager Innovations, startup teknologi asal Filipina, berhasil raih USD 210 juta atau sekitar Rp 3 triliun dalam putaran pendanaan terbarunya, yang sekaligus membuatnya jadi unicorn kedua di Filipina dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar.

    Putaran pendanaan kali ini melibatkan sejumlah investor baru, seperti SIG Venture Capital, investor global EDBI yang berbasis di Singapura, dan perusahaan induk investasi First Pacific Company Ltd. Demikian juga investor lama seperti KKR & Co Inc dan Tencent Holdings Ltd Tiongkok.

    Melansir TechCrunch, Voyager akan menggunakan tambahan modal ini untuk meluncurkan layanan Maya Bank, termasuk produk tabungan dan kredit, melalui PayMaya, yang memiliki lebih dari 47 juta pengguna terdaftar dan merupakan salah satu aplikasi keuangan paling populer di Filipina, bersama dengan GCash dan Koin.

    Voyager juga berencana menambahkan cryptocurrency, investasi mikro dan produk asuransi ke PayMaya, yang sudah termasuk dompet digital, pengiriman uang online, pembayaran tagihan, transfer bank, kartu prabayar dan fitur e-commerce yang disebut PayMaya Mall.

    Pendanaan ini membuat Voyager bisa mengejar rival utamanya, Mynt, yang sebelumnya adalah satu-satunya unicorn Filipina. Sebagian saham Mynt dimiliki oleh Globe Telecom, Bow Wave dan Ant Financial yang merupakan unit usaha Alibaba.

    Untuk diketahui, Filipina merupakan salah satu pasar fintech dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pada tahun lalu, ekonomi internet Filipina tumbuh 93% menjadi USD 17 miliar, dan diprediksi menembus USD 40 miliar pada tahun 2025.[]

  • Chickin Startup Binaan Pertamina Masuk Daftar Forbes Under 30

    Jakarta | Chickin Indonesia, startup binaan Pertamina dalam program StartUp Pertamuda Seed & Scale tahun lalu, berhasil masuk daftar entrepreneur 30 & under 30 kategori Tech Enterprise versi Majalah Forbes.

    Chickin mengembangkan aplikasi Smart Farm Micro Climate Controller sebagai solusi untuk peternakan ayam agar lebih produktif dan efisien. Hingga kini, Chickin telah bermitra dengan sejumlah perusahaan, seperti Japfa, Charoen Pokphand, CJ Group, dan 14 rumah potong hewan lainnya.

    Forbes menilai, Chickin Indonesia sebagai startup teknologi unggas pertama di Asia Tenggara, dan telah berdampak pada peningkatan pendapatan bagi ratusan peternak unggas.

    Chickin Indonesia didirikan oleh dua anak muda lulusan Universitas Brawijaya, yaitu Ashab Alkahfi dan Tubagus Syailendra. Mereka berhasil mengungguli 50 tim dari 23 universitas lain.

    “Keunggulan aplikasi yang kami ciptakan adalah membantu peternak unggas agar dapat meningkatkan pendapatan mereka hingga 25%. Aplikasi yang kami gagas  ini juga memungkinkan peternak menjual ayam dengan harga lebih tinggi,” kata Ashab seperti dikutip dari laman resmi Pertamina.

    Selain itu, Chickin juga menghadirkan teknologi manajemen kandang, Chickin Smart Farm, yang memudahkan peternak memonitor kebutuhan pakan, pertumbuhan ayam, mengatur suhu dan kelembaban kandang, serta mencatat seluruh kegiatan administrasi perkandangan secara digital.

    Ashab bersyukur atas prestasi yang diraih Chickin yang pastinya tak terlepas dari bantuan Pertamina.

    “Dukungan Pertamina sangat impactful. Dari situ kami bisa berkembang lagi dan mendapat investor. Dan itu sangat membantu Chickin dalam perjalanannya,” jelasnya.[]

  • Zongmu Technology Raih Investasi Baru 1 Miliar Yuan

    Jakarta | Startup sistem penggerak otonom, Zongmu Technology Shanghai Co mengumpulkan lebih dari 1 miliar yuan atau setara USD 157 juta dalam putaran pendanaan baru, ketika saat startup tersebut berupaya membangun pabrik produksi baru.

    Putaran pendanaan seri E Zongmu ini dipimpin oleh Dongyang State-Owned Assets Investment Co dan Zhejiang Caitong Capital Investment Co. Selain itu juga didukung oleh sejumlah investor lain seperti Sunic Capital, Zuoyu Capital, Cosco Shipping Development Co dan China Cinda Asset Management Co.

    Rencananya, Zongmu akan memanfaatkan investasi ini untuk mempercepat penelitian dan pengembangan. Selain itu juga akan mendirikan pangkalan di provinsi Zhejiang yang dapat menghasilkan 2 juta set sistem mengemudi otonom setahun, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Zongmu Technology berdiri sejak 2013 dan fokus pada teknologi dan produk sistem kemudi otonom serta asisten mengemudi. Startup itu juga menyediakan sistem parkir valet otomatis untuk produsen mobil.

    Pusat manufaktur Zongmu berada di Xiamen, sedangkan pusat penelitian dan pengembangannya tersebar di Xiamen, Beijing, Shanghai dan Stuttgart, Jerman.

    Saat ini, Zongmu juga tengah mempertimbangkan listing di papan STAR, seperti Nasdaq di Shanghai.[]

  • General Motors Akuisisi Saham SoftBank di Cruise LLC

    peloporberita.com/ | Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), General Motors Co. (GM) mengakuisisi saham SoftBank Vision Fund 1 di self-driving startup, Cruise LLC. Nilai transaksi pembelian 80% saham itu mencapai USD 2,1 miliar.

    Mengutip Reuters, GM juga berkomitmen akan menambah investasi hingga USD 1,35 miliar di Cruise. Angka itu adalah jumlah yang dijanjikan SoftBank kepada Cruise.

    Kesepakatan ini mengkonsolidasikan kepemilikan dan kendali GM atas Cruise, dan membalikkan permainan diversifikasi modal oleh mantan Chief Executive Officer (CEO) Cruise Dan Ammann.

    Untuk diketahui, GM Cruise memiliki mitra luar lainnya yang masih memiliki gabungan 20%. Mereka termasuk Honda Motor Co., yang membantu GM mengembangkan kendaraan otonom Cruise Origin, Microsoft Corp., Walmart Inc. dan T. Rowe Price Group Inc.

    GM juga berencana memungkinkan karyawan Cruise menguangkan saham mereka di perusahaan sebagai alternatif untuk menunggu penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

    Untuk SoftBank, penjualan ini menandai pengembalian yang bagus atas investasi hampir empat tahun. Awalnya, SoftBank berkomitmen USD 2,25 miliar untuk 11% saham di Cruise pada Mei 2018.

    Kemudian USD 900 juta pertama datang sekaligus dan USD 1,35 miliar dibayarkan setelah kendaraan siap untuk komersialisasi. SoftBank sendiri menyumbang sekitar USD 300 juta dalam pendanaan tambahan selanjutnya.[]

  • Asosiasi Neo Koperasi Indonesia Sebut Koperasi Multi Pihak Langkah Maju

    peloporberita.com/ – Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) menyatakan, pengembangan koperasi multi pihak patut mendapat dukungan sebab menjadi terobosan mempercepat tercapainya kemajuan koperasi di tanah air. Ketua Umum ANKI Dr. Hendrikus Passagi menilai, Model koperasi multi pihak juga telah menarik perhatian sejumlah startup untuk membentuk koperasi.

    “Koperasi multi pihak lebih menjamin bagi keberlanjutan bisnis dan organisasi koperasi sehingga manfaatnya juga bisa didistribusikan kepada seluruh pihak yang terlibat,” tuturnya saat melakukan audiensi dengan Deputi Bidang Perkoperasian KemenkopUKM, Ahmad Zabadi, Selasa (08/03/2022).

    Sebelumnya, MenkopUKM Teten Masduki telah menerbitkan Peraturan Menteri No. 8 Tahun 2021 tentang Koperasi dengan Model Multi Pihak untuk menjawab kebutuhan dunia bisnis yang terus berkembang melalui lembaga bisnis berbentuk koperasi. Model-model bisnis baru dapat membentuk koperasi multi pihak, seperti startup digital yang sedang berkembang saat ini.

    Hendrikus Passagi yang pernah menjabat sebagai Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, saat ini koperasi multi pihak diharapkan akan membawa gelombang baru pengembangan koperasi di Indonesia.

    Sekjend ANKI Firdaus Putra, HC. mengatakan kelembagaan koperasi multi pihak memberikan insentif yang bagus bagi para pihak, khususnya para entrepreneur, investor, inovator dan inventor, yang pada model konvensional keberadaan mereka jarang diapresiasi dengan baik.

    Sementara Ahmad Zabadi, menyambut baik kehadiran ANKI dan diharapkan dapat mendukung dan berkolaborasi untuk membangun koperasi di Indonesia.

    “Melihat para pengurusnya, saya yakin ANKI bisa menjadi energi baru, bersama-sama membangun koperasi di Indonesia. Kehadiran Koperasi Multi Pihak adalah momentum bersama bagi kita semua untuk mengakselerasi capaian koperasi di tahun-tahun mendatang,” ungkap Zabadi.

    Ia berharap, koperasi multi pihak bisa diadopsi oleh koperasi-koperasi sektor pertanian. Agar manfaat yang diterima petani besar, maka perlu melakukan hilirasasi produk.

    “Hilirasasi ini membutuhkan berbagai sumberdaya: infrastruktur, inovasi produk, model bisnis, akses pasar, modal dan sebagainya. Hal-hal tersebut dapat disokong dengan kehadiran Kelompok Entrepreneur dan Kelompok Investor dan petani bisa memperoleh nilai tambah baik dari hulu dan hilir. Koperasi multi pihak mewadahi serta mendudukkan semua kelompok anggota tersebut pada perannya masing-masing,” tandas Zabadi. []