Tag: Starlink

  • Starlink Raih Persetujuan untuk Menyediakan Internet di Filipina

    Jakarta | Perusahaan milik Elon Musk, Starlink, telah diberi wewenang untuk menyediakan layanan internet satelit di Filipina, membuka jalan bagi ekspansi unit SpaceX ke Asia Tenggara.

    Komisi Telekomunikasi Nasional Filipina atau The Philippine National Telecommunications Commission (NTC) menyatakan telah menyetujui pendaftaran Starlink sebagai penyedia layanan bernilai tambah, menurut sebuah pernyataan pada Jumat (27/05/2022).

    Ini akan memungkinkan Starlink untuk langsung mengakses sistem satelit, serta membangun dan mengoperasikan fasilitas broadband.

    Melansir Bloomberg, NTC mengatakan bahwa Filipina akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menawarkan layanan internet satelit kecepatan tinggi dan latensi rendah dari Starlink.

    Komisaris NTC Gamaliel Cordoba mengatakan, masuknya Starlink akan menguntungkan area yang kurang terlayani di Filipina. Tahun lalu, pemerintah Filipina telah memberikan kemudahan akses teknologi satelit untuk memperluas konektivitas internet di negaranya.

    Transpacific Broadband Group International Inc, yang mengatakan pada Oktober bahwa mereka ingin bermitra dengan Starlink, telah mengalami lonjakan saham sebanyak 15,3% pada Jumat.

    Penyedia solusi TI DFNN Inc, yang ketuanya bertemu dengan para eksekutif SpaceX, naik sebanyak 12,6%. Kemudian Converge ICT Solutions Inc, yang menandatangani kesepakatan dengan SpaceX untuk menyewakan infrastruktur, naik sebanyak 3,3%.[]

  • Inflasi Dorong SpaceX Naikkan Harga Layanan Internet

    Jakarta | Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX), perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk, menaikkan harga layanan internet unit Starlink untuk mengimbangi kenaikan inflasi. Starlink sendiri adalah layanan koneksi internet broadband dari luar angkasa tanpa memerlukan kabel serat optik di Bumi.

    Menurut pesan yang dilihat The Wall Street Journal, harga kit pengguna Starlink untuk klien dengan setoran yang sudah masuk, baru-baru ini telah meningkat dari USD 499 menjadi USD 549, sedangkan pelanggan baru akan membayar USD 599. Biaya bulanan untuk layanan ini akan naik dari USD 99 menjadi USD 110.

    Pesan itu tidak merinci biaya input apa yang mendorong perubahan, namun disebutkan bahwa Starlink telah menambahkan infrastruktur baru sejak Oktober 2020, termasuk melipatgandakan jumlah satelit di orbit dan memperbaiki jaringannya.

    Seorang eksekutif SpaceX mengatakan bahwa pihaknya telah menambahkan infrastruktur darat untuk layanan tersebut dan sekarang memiliki 250.000 pelanggan. SpaceX yang berbasis di California juga menaikkan harga untuk membawa aset pelanggan ke orbit.

    Program berbagi tumpangan SpaceX, di mana operator satelit memesan ruang pada roket dengan operator yang tidak terkait, sekarang mencantumkan biaya USD 1,1 juta untuk peluncuran tertentu di situs webnya, naik dari harga sebelumnya USD 1 juta.

    Dokumen di situs resmi perusahaan juga mencantumkan harga standar untuk memesan roket Falcon 9 sebesar USD 67 juta, naik dari USD 5 juta dari harga sebelumnya. Demikian juga harga untuk Falcon Heavy, roket yang lebih besar dari Falcon 9, menjadi USD 97 juta dari sebelumnya USD 90 juta.[]

  • Elon Musk Bantu Internet Ukraina dengan Aktifkan Starlink

    peloporberita.com/ – Wakil Perdana Menteri Ukraina dan Menteri Transformasi Digital Ukraina Mykhailo Fedorov, melalui cuitan di Twitternya meminta bantuan kepada CEO SpaceX Elon Musk untuk menyediakan layanan internet ke negara tersebut di tengah serangan Rusia. Cuitan Fedorov ini, cukup banyak mengundang perhatian lantaran kata-katanya yang membuat hati tersentuh.

    “Sementara Anda mencoba menjajah Mars, Rusia mencoba menduduki Ukraina! Sementara roket Anda berhasil mendarat dari luar angkasa, Roket Rusia menyerang warga sipil Ukraina! Kami meminta Anda untuk memberi Ukraina stasiun Starlink dan untuk memanggil orang Rusia yang waras untuk membela,” tulis Fedorov dalam Twitternya.

    Dengan besar hati Musk pun mengabulkan permintaan Fedorov dan menjawabnya juga melalui Twitter.

    “Layanan Starlink sekarang aktif di Ukraina. Lebih banyak terminal dalam perjalanan,” jawab Musk.

    Adapun sebelumnya dikabarkan, Rusia telah melumpuhkan jaringan internet di Ukraina. NetBlocks, pemantau jaringan internet global menginformasikan adanya gangguan internet yang signifikan di Kota Kharkiv tak lama setelah ledakan besar di kota tersebut. Para pengguna internet pun melaporkan kehilangan layanan internet kabel dari ISP Triolan. Meski begitu, jaringan telepon seluler masih bisa beroperasi.

    “Di tengah laporan pemadaman listrik dan peningkatan aktivitas militer di Donetsk, Ukraina, data jaringan real-time menunjukkan gangguan pada konektivitas internet,” Cuit NetBlocks di Twitter pada Jumat, (25/02/2022).

    Cuitan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina Mykhailo Fedorov, melalui twitter @FedorovMykhailo
    Cuitan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina Mykhailo Fedorov, melalui twitter @FedorovMykhailo

    Kota Kharkiv, yang berjarak 40 km dari perbatasan Ukraina dan Rusia adalah salah satu kota pertama yang diinvasi tentara Rusia. Serangan itu, menargetkan unit perbatasan, patroli perbatasan, dan pos pemeriksaan menggunakan artileri, alat berat dan senjata ringan. []

  • Badai Matahari Hancurkan 40 Satelit Starlink Milik SpaceX

    peloporberita.com/ – SpaceX telah kehilangan sekitar 40 satelit Starlink miliknya yang hancur di atmosfer dan terjun kembali ke Bumi akibat badai geomagnetik. Satelit tersebut diluncurkan pekan lalu, menggunakan Falcon 9 dari Kennedy Space Center sebagai agenda yang cukup rutin nagi perusahaan penerbangan luar angkasa milik Elon Musk itu.

    Namun, setelah diluncurkan pada Kamis (3/2/2022), badai geomagnetik menghantam atmosfer Bumi. Badai tersebut, disebabkan oleh Matahari yang mengeluarkan partikel angin yang menabrak Bumi. Partikel ini, mengacaukan medan magnet Bumi dan mengganggu satelit, meningkatkan hambatan dan mengacaukan orbitnya.

    “GPS onboard menunjukkan kecepatan eskalasi dan tingkat keparahan badai menyebabkan hambatan atmosfer meningkat hingga 50% lebih tinggi daripada saat peluncuran sebelumnya,” tutur SpaceX dikutip dari BBC Kamis, (10/2/2022).

    SpaceX mengaku, satelit-satelit tersebut telah diatur dalam “mode aman” setelah dihantam badai. Tetapi, gaya tarik atmosfer yang terlalu kuat berhasil menyeret 40 satelit tersebut.

    Pihak SpaceX juga menjelaskan, satelit mereka yang bertabrakan dengan atmosfer Bumi, dirancang untuk terbakar seluruhnya sehingga tidak ada puing-puing satelit yang akan mencapai permukaan Bumi serta tidak menimbulkan risiko bagi satelit lainnya.

    Terkait hal ini, Kepala Surveilans Badan Antariksa Inggris Raya, Jacob Geer menyatakan, Kejadian ini adalah pengingat bahwa luar angkasa itu menantang dan meluncurkan satelit atau astronot ke orbit adalah masalah tidak mudah.

    Sementara Para astronom,telah mengkhawatirkan peningkatan jumlah satelit Starlink yang diluncurkan ke orbit Bumi sejak lama. Menurut mereka, banyaknya satelit yang dikirim SpaceX ke orbit akan membuat pengamatan langit menjadi kacau.

    Kekhawatiran ini membuat Persatuan Astronomi Internasional mengumumkan pembentukan badan baru, yaitu Centre for the Protection of the Dark and Quiet Sky pada 2 Februari lalu, yang tujuannya untuk mengurangi dampak negatif konstelasi satelit.

    Adapun sejak 2018, SpaceX telah meluncurkan lebih dari 2.000 satelit Starlink sejak 2018 sebagai upaya untuk menghadirkan internet satelit berkecepatan tinggi ke seluruh penjuru dunia, khususnya di wilayah dengan akses internet terbatas. []