Tag: Songkran

  • Asosiasi Hotel Thailand Minta Subsidi Dilanjutkan Hingga Mei

    Jakarta | Para pelaku bisnis perhotelan meminta tambahan 2 juta malam kamar di bawah kampanye subsidi hotel We Travel Together pada bulan Mei, untuk menopang permintaan pariwisata selama musim sepi lantaran kuota untuk skema fase keempat habis selama liburan Songkran.

    “Langkah-langkah stimulus pariwisata akan memainkan peran penting dalam mendukung industri sampai musim ramai baru tiba di kuartal terakhir, karena operator sekarang menghadapi penurunan ekonomi dari kenaikan inflasi dan utang rumah tangga,” kata Presiden Asosiasi Hotel Thailand atau the Thai Hotels Association (THA) Marisa Sukosol Nunbhakdi.

    Asosiasi ingin kampanye berlanjut hingga Mei untuk memacu lebih banyak pemesanan baru selama liburan panjang, termasuk Hari Buruh dan Hari Visakha Bucha, setelah sisa malam kamar habis pada 16 April lalu.

    Di bawah fase saat ini, pemerintah Thailand mensubsidi 40% dari tarif kamar dan sekitar 2,69 miliar baht telah digunakan untuk subsidi per 17 April, seperti dikutip dari Bangkok Post.

    Menurut Marisa, pemerintah dapat menurunkan subsidi menjadi 20-30% untuk mengurangi anggaran dan meluncurkan insentif lain, seperti keringanan pajak pariwisata bagi penduduk setempat yang menginap di hotel terdaftar untuk meningkatkan perjalanan domestik.

    Wisatawan domestik tetap menjadi pasar utama bagi pelaku bisnis perhotelan sekarang, meski prospek peningkatan jumlah wisatawan internasional mengikuti langkah pemerintah untuk melonggarkan pembatasan Covid-19.

    Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand atau Tourism Authority of Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn mengatakan, pihaknya akan berdiskusi dengan Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand tentang kemungkinan peluncuran tahap kelima.[]

  • Skema Subsidi Thailand Tembus Rp 28,9 Triliun

    Jakarta | Thailand telah menghabiskan lebih dari 68 miliar baht (Rp 28,9 triliun) di bawah tiga skema subsidi pemerintah yang dirancang untuk membantu mengurangi biaya hidup dan merangsang ekonomi, terutama yang terdampak pandemi.

    Juru bicara pemerintah Thailand Thanakorn Wangboonkongchana menyebutkan, fase keempat dari skema subsidi pembayaran bersama “Khon La Khrueng” dengan hampir 41 juta peserta, telah menyuntikkan 60,1 miliar baht ke dalam perekonomian.

    Melansir Bangkok Post, Thankorn mengatakan tiga skema diharapkan untuk lebih merangsang konsumsi selama momen liburan Festival Songkran yang tengah berlangsung. Menurutnya, pemerintah telah memantau situasi ekonomi dan akan meluncurkan langkah-langkah untuk membantu rakyat dan menghidupkan kembali perekonomian.

    Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang Thailand Sanan Angubolkul meminta pemerintah meluncurkan fase kelima skema Khon La Khrueng, untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga. Dia menilai, skema yang berlangsung hingga akhir bulan ini harus diperpanjang tanpa gangguan dan berlanjut hingga akhir 2022.

    Namun, Direktur Jenderal Badan Kebijakan Fiskal Pornchai Thiraveja mengatakan masalah itu tidak dipertimbangkan.[]

  • Hua Hin Thailand Bidik Segmen Wisata Kesehatan

    Jakarta | Hua Hin, kota resor di Thailand, membidik segmen wisata kesehatan untuk menangkap permintaan dari wisatawan bernilai tinggi, menciptakan ceruk perjalanan setelah dua tahun terdampak pandemi.

    “Perilaku konsumen telah bergeser ke wisata kesehatan. Segmen ini menciptakan peluang besar untuk membawa kembali wisatawan potensial,” kata President of the Thai Spa Association and Head of the Hua Hin Recharge Scheme Krod Rojanastien, seperti dilansir dari Bangkok Post.

    Pemasok pariwisata di Hua Hin, bagian dari skema Thailand Amazing Wellness Coast, yang diawasi oleh Tourism Authority of Thailand, siap memfokuskan diri sebagai pusat kesehatan setelah Pusat Administrasi Situasi Ekonomi menyetujui inisiatif tersebut pada Januari lalu.

    Selain kesehatan, Hua Hin juga merupakan tujuan pernikahan yang populer di Thailand. Setelah jeda panjang hampir dua tahun, para pengusaha hotel berharap bisa menyambut minimal 10 pasangan pada tahun ini, yang dapat menghabiskan setidaknya 3-6 juta baht per acara.

    Krod mengatakan momen liburan Songkran telah memacu tingkat hunian keseluruhan pada bulan April menjadi 60-70%, dari bulan lalu yang hanya 50-60%.

    Asosiasi Hotel Thailand menyebut, tingkat hunian rata-rata untuk liburan panjang pada 13-14 April di atas ekspektasi karena hotel Hua Hin hampir penuh dipesan. Sentimen lokal selama Songkran telah meningkat dari tahun lalu, dengan tingkat kepercayaan yang lebih besar karena vaksinasi yang meluas.

    Sejumlah turis memulai perjalanan mereka pada 10 April dan memilih Hua Hin sebagai pemberhentian pertama sebelum berkendara ke provinsi selatan. Namun, dua pekan terakhir April diproyeksikan tingkat hunian hanya 20-30% karena sudah mulai memasuki musim sepi.[]

  • Thailand Targetkan Raih Rp 4,7 T dari Festival Songkran 2022

    Jakarta | Pengeluaran pariwisata selama Festival Songkran 13-15 April tahun ini diprediksi akan tetap lebih rendah dibanding sebelum pandemi, lantaran orang-orang diizinkan bepergian namun percikan air dilarang. Padahal, Songkran adalah festival air terbesar di dunia.

    Mengutip Bangkok Post, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand atau Tourism Authority of Thailand (TAT) Yuthasak Supasorn berharap bisa meraih 11 miliar baht atau sekitar Rp 4,7 triliun dari 3,34 juta perjalanan nasional, dengan okupansi rata-rata sekitar 41% selama momen liburan Songkran pada 13-17 April.

    Festival Songkran di Thailand pada tahun lalu menghasilkan sekitar 6 miliar baht, dari 1,6 juta wisatawan domestik.

    TAT menyebutkan, sebagian besar orang Thailand memilih kembali ke kampung halaman mereka, sedangkan beberapa pelancong lebih cenderung memilih tujuan terdekat dalam jarak mengemudi, lantaran ingin meminimalkan pengeluaran selama festival Songkran.

    Wilayah Timur Laut Thailand, lanjut TAT, yang biasanya menjadi pilihan utama orang merayakan Songkran setiap tahun, telah menyatakan siap melayani hingga 754.380 pengunjung. Dari angka pengunjung itu, diharapkan bisa menghasilkan hingga 1,3 miliar baht.

    Sedangkan wilayah tengah, ditargetkan melayani 735.166 pengunjung, dan meraih penghasilan pariwisata hingga 1,4 miliar baht. Kemudian wilayah Timur, yang terkenal dengan destinasi tepi laut yang dekat dengan Bangkok, diharapkan menarik 560.980 pengunjung dan menghasilkan 2,3 miliar baht.

    Berdasarkan provinsi, Bangkok tetap menjadi tujuan paling populer, mayoritas didasarkan pada perjalanan satu hari, yang diikuti oleh Chon Buri, Nakhon Ratchasima, Phuket, Kanchanaburi, Phangnga, Ayutthaya, Udon Thani, Prachuap Khiri Khan dan Nakhon Nayok.[]

  • Lufthansa Group Fokus Pada Peningkatan Kapasitas di Thailand

    Jakarta | Perusahaan maskapai asal Jerman, Lufthansa Group tahun ini berfokus pada peningkatan kapasitas di Thailand, seiring dengan pembukaan kembali perbatasan yang telah mendorong permintaan lebih kuat.

    Rata-rata load factor di Thailand pada bulan Maret dan April mencapai 79%, meningkat dari hanya 33% untuk keseluruhan tahun 2021.

    “Saat Songkran datang, orang-orang mulai terbang lagi, baik inbound maupun outbound, yang mengarah pada prospek optimis untuk tahun ini,” kata General Manager Thailand, Philippines, Vietnam & the Mekong Region at Lufthansa Group Stefan Molnar yang dilansir dari Bangkok Post.

    Untuk diketahui, Songkran sering disebut sebagai festival air terbesar di dunia. Pasalnya, festival ini digelar hampir di seluruh kota yang ada di Thailand. Perayaan festival Songkran berlangsung pada 13-15 April.

    Selain itu, Lufthansa Group juga dianggap sebagai grup maskapai penerbangan Eropa terbesar di Thailand, dengan operatornya termasuk Lufthansa, Austria, Swiss, Brussels Airlines dan Eurowings.

    Senior Director Regional Sales Southeast Asia & Pacific Lufthansa Group Sabrina Winter mengatakan, perjalanan liburan terutama dalam penerbangan jarak pendek dan transatlantik, telah memimpin pemulihan bisnis Lufthansa Group. Namun, segmen korporasi tetap lambat dengan pemulihan bertahap.

    Saat ini, Lufthansa Group mengoperasikan 713 armada pesawat dan pada tahun lalu tercatat melayani 47 juta penumpang global, meningkat 29% dari 2020. Selama periode 2020-2024, kelompok usaha ini juga menerapkan langkah efisiensi yang berkelanjutan, dengan target menghemat hingga 3,5 miliar euro.[]

  • Pemerintah Thailand Diminta Perpanjang Subsidi Paket Wisata

    Jakarta | Asosiasi Perjalanan Domestik Thailand atau The Association of Domestic Travel (ADT) mendesak pemerintah memperpanjang skema Tour Teaw Thai yang menawarkan subsidi 40% untuk paket wisata domestik, untuk jangka waktu enam bulan, dengan fokus pada empat provinsi di Selatan, termasuk kota Betong.

    Menurut ADT, hal itu dibutuhkan untuk membantu mempertahankan operasi maskapai di bandara yang baru dibuka, seperti dilansir dari Bangkok Post, Sabtu (26/03/2022).

    Presiden ADT Thanapol Cheewarattanaporn mengatakan, sekitar 150.000 paket dari kuota 200.000 diprediksi akan tidak terjual, ketika skema berakhir pada 30 April nanti. Menurutnya, proses yang rumit telah membuat operator tur dan wisatawan tidak maksimal memanfaatkan paket stimulus itu.

    Asosiasi berharap bisa mempertahankan skema itu selama enam bulan lagi, namun dengan syarat yang lebih sedikit. Salah satu usulannya adalah menghapus pemindaian wajah, untuk memfasilitasi perjalanan dan menghasilkan lebih banyak aktivitas secara nasional.

    Cheewarattanaporn menilai ini adalah waktu yang tepat untuk Betong menarik lebih banyak permintaan, lantaran daerah tersebut memiliki sejumlah atraksi wisata yang potensial. Ia juga mengatakan bahwa paket wisata ke Betong adalah salah satu rute yang paling populer untuk program Tour Teaw Thai, terutama untuk liburan Songkran yang akan berlangsung pada 13-15 April.

    Dengan skema subsidi, harga paket wisata ke Betong berkisar 7.500 hingga 8.000 baht atau sekitar Rp 3,2 juta hingga Rp 3,4 juta. Jika Nok Air melanjutkan penerbangan ke Betong, paket melalui transportasi udara akan menelan biaya sekitar 15.000 baht atau sekitar Rp 6,4 juta.[]