Tag: SNI

  • Suku Cadang Kendaraan Indonesia Curi Perhatian Pasar Nigeria

    Jakarta – Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, mempromosikan produk suku cadang kendaraan buatan anak bangsa dalam pameran dagang West Africa Auto Show (WAAS) yang berlangsung pada 17-19 Mei 2022 di Landmark Centre Lagos, Nigeria. Dalam pameran berskala internasional ini, ITPC Lagos menampilkan berbagai produk dari empat perusahaan berikut:

    1. PT Selamat Sempurna (produk Sakura Filter untuk kendaraan, mesin industri, dan peralatan rumah tangga)
    2. PT Elang Perdana (produk Accelera untuk ban kendaraan)
    3. PT Astra Otopart (produk suku cadang kendaraan)
    4. PT Tarakusuma Indah (produk BMC dan KYT untuk helm motor)

    Sementara permintaan yang diterima selama pameran adalah sebagai berikut
    1. Ban Accelera 120 permintaan
    2. Sakura Filter 100 permintaan
    3. Astra Otoparts 50 permintaan
    3. Helm Tarakusuma 17 permintaan

    “Berdasarkan masukan pengunjung, baterai Astra Otoparts menarik karena kualitas dan garansi 18 bulannya, Sakura Filter dengan ragam filternya, serta ban Accelera dengan daya tahannya dan cocok dengan kondisi jalan di Nigeria,” tutur Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan berdasarkan keterangan tertulis Jumat, (20/05/2022).

    Hendro juga menyampaikan bahwa potensi transaksi yang berhasil diraih dalam pameran itu sebesar US$ 583,4 ribu. Dengan rincian US$ 500,4 ribu untuk baterai Astra Otoparts, US$ 42,2 ribu untuk transaksi produk Sakura filter dan ban Accelera, serta US$ 40,8 ribu untuk helm KYT dan BMC.

    Dalam pameran tersebut, produk helm milik PT Tarakusuma mencuri perhatian perusahaan dan komunitas pengendara motor Nigeria. Pasalnya, produk ini digunakan pemenang MotoGP Argentina 2022 dan memiliki warna yang menarik. Selain itu, varian yang tersedia dari helm berstandar SNI tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon distributor.

    ”Di Nigeria, penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi akan semakin meningkat dikarenakan meningkatnya harga bahan bakar, buruknya transportasi publik, dan kemacetan di kota kota besar. Ini akan menjadi peluang dan mendorong penjualan helm sebagai standar keamanan berkendara,” sebut Hendro.

    Adapun berdasarkan data statista.com, angka penjualan motor di Nigeria pada 2026 diperkirakan akan mencapai 681,8 ribu, dengan rincian on road motorcycles mencapai 356,6 ribu, skuter 213,51 ribu, dan off road motorcycles 111,7 ribu.

    [irp]

    ITPC Lagos, mempromosikan produk suku cadang kendaraan buatan RI dalam pameran dagang West Africa Auto Show (WAAS) yang berlangsung pada 17-19 Mei 2022 di Landmark Centre Lagos, Nigeria. (Foto:Pelopor.id/Kemendag)
    ITPC Lagos, mempromosikan produk suku cadang kendaraan buatan RI dalam pameran dagang West Africa Auto Show (WAAS) yang berlangsung pada 17-19 Mei 2022 di Landmark Centre Lagos, Nigeria. (Foto:Pelopor.id/Kemendag)

    Sedangkan sepanjang tahun uini, merek Honda berpangsa tertinggi sebesar 27,3 persen, diikuti Bajaj sebesar 15 persen, Hero sebesar 11,8 persen, TVS sebesar 7,3 persen, Yamaha sebesar 4,4 persen, dan berbagai merek dari Tiongkok sebesar 34,3 persen.

    ”Namun, dengan tingginya penjualan tersebut, kesadaran pemakaian helm masih sangat kurang. Kecelakaan motor sering terjadi dan membawa korban ditambah minimnya penggunaan helm, bahkan helm yang beredar di pasaran tidak memiliki standar yang jelas. Helm standar SNI produksi Indonesia seperti BMC dan KYT lebih aman dibanding merek murah yang beredar di pasaran,” tegas Hendro.

    Sementara, profil pengguna helm di Nigeria adalah komunitas power bike (motor >200 cc), perusahaan ekspedisi, kurir daring, pegawai pemerintahan, dan militer. Nigeria memiliki jumlah komunitas power bike yang terbilang cukup banyak di Afrika Barat.

    Diperkirakan, saat ini ada sejumlah 10.000 pengendara power bike di Nigeria. Namun, belum banyak perusahaan penjual aksesori power bike, sehingga, para pengendara harus mendapatkannya dari luar negeri.

    [irp]

    ”Ini merupakan kesempatan bagi produsen helm dan juga aksesori power bike seperti helm, jaket, pelindung lutut, dan sebagainya untuk membidik pasar Nigeria. Produk Indonesia memiliki mutu yang baik dan layak dipromosikan kepada konsumen yang menyadari pentingnya keamanan,” tandas Hendro.

    Adapun harga ritel produk helm di Nigeria sangat bervariasi, dari kelas terendah dengan harga daring satuan USD 6,70 sampai kelas power bike dengan harga minimal USD 101,6 dengan sebagian besar produk helm asal Tiongkok.

    Hingga akhir pameran, Paviliun Indonesia mendapatkan beberapa permintaan produk helm dari komunitas power bike dan sejumlah perusahaan logistik di Nigeria. Permintaan komunitas power bike adalah jenis helm premium merk KYT sebanyak 100-1.200 buah untuk permulaan menjadi distributor helm. Sedangkan, permintaan helm standar untuk perusahaan logistik sebanyak 100-500 buah dengan tambahan aksesori pendukungnya. []

    [irp]

  • CHSE Penting untuk Pulihkan Kepercayaan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    peloporberita.com/ – Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) merupakan hal yang sangat penting bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memulihkan kepercayaan wisatawan dan menggeliatkan kembali aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif.

    “Selain itu, CHSE untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi gold standard dan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,”tuturnya saat launching SNI dan Skema Akreditasi CHSE di Plataran Hutan Kota, Jakarta, Sabtu (4/12/2021)

    Sandiaga Uno merinci, pada 2020, telah teraudit sebanyak 6.776 pelaku usaha dan mereka yang sudah tersertifikasi CHSE sebanyak 5.865 usaha. Untuk tahun 2021 ini, telah teraudit 6.300 pelaku usaha dan 6.121 yang tersertifikasi CHSE.

    Untuk itu lanjut Kemenparekraf, standar CHSE yang dituangkan dalam Permen Perekraf/Barekraf Nomor 13 tahun 2020 diadopsi menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI), dimana sertifikasi CHSE yang pada 2 tahun terakhir dibiayai pemerintah, menjadi dapat dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha pariwisata.

    Sandiaga Uno
    Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

    Dalam mendukung program pemulihan pariwisata Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI tersebut,

    Sementara Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan SNI 9042:2021 soal Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan Tempat Penyelenggaraan dan Pendukung Kegiatan Pariwisata (CHSE) pada November 2021.

    Guna menjamin konsistensi penerapan sertifikasi CHSE dan menjamin kompetensi Lembaga Sertifikasi yang mengoperasionalkan sertifikasi SNI 9042:2021 ini, maka Komite Akreditasi Nasional (KAN) bekerja sama dengan Kemenparekraf mengembangkan skema akreditasi dan sertifikasi bagi Lembaga Sertifikasi dengan ruang lingkup CHSE.

    Bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kemenparekraf telah menyelesaikan rancangan skema sertifikasi untuk SNI CHSE. Adapun tempat Penyelenggaraan dan Pendukung Kegiatan Pariwisata yang telah ditetapkan menjadi SNI CHSE oleh BSN yang diluncurkan pada 4 Desember 2021.

    “CHSE untuk sektor pariwisata tetap bersifat voluntary atau bukan suatu keharusan yang dimiliki bagi pelaku usaha. Terdapat 3 Skema SNI CHSE yang disiapkan yaitu Usaha Mikro dan Kecil, Usaha Menengah, dan Usaha Besar secara Mandiri. Dan pelaku usaha bisa saja tidak melakukannya karena Sertifikasi bersifat sukarela,” tegas Sandiaga.

    Selain itu, Menparekraf juga menerangkan bahwa Sertifikasi CHSE dapat dilakukan secara sukarela dan dilakukan oleh pihak ketiga (lembaga sertifikasi yang diakreditasi oleh KAN) yang dibangun sebagai sertifikasi berbasis market demand dengan penandaan tambahan (InDonesia Care).[]

  • Strategi Kemenperin Jadikan Industri Lokal Naik Kelas

    peloporberita.com/ – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong produktivitas dan daya saing industri nasional melalui kegiatan pendampingan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi Industri Kecil Menengah (IKM). Upaya ini, diharapkan efisiensi proses industri bisa meningkat, sekaligus mewujudkan komitmen industri yang ramah lingkungan.

    “Selama ini, pelaksanaan pendampingan dan konsultasi teknologi telah dilakukan dan menghasilkan dampak positif untuk perkembangan industri khususnya sektor IKM. Dengan kegiatan ini IKM mampu meningkatkan produktivitas industri dan kualitas produk yang dihasilkan,” tutur Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Minggu (14/11/2021).

    Balai Riset Standardisasi Industri Bandar Lampung merupakan salah satu satuan kerja di lingkungan BSKJI Kemenperin terus berupaya mewujudkan peningkatan daya saing industri lokal melalui kegiatan Pendampingan dan Konsutansi IKM yang bekerjasama dengan stakeholder terkait.

    “BI Bandar Lampung sedang membangun sistem informasi lembaga sertifikasi produk (SISIRO) yang diharapkan dapat mempermudah industri dalam mendapatkan SPPT SNI produknya secara digital.”

    Balai Riset Standardisasi Industri Bandar Lampung bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi Lampung pada awal tahun ini, melakukan pendampingan dan konsultasi tentang pengolahan, pengemasan dan pelabelan garam beryodium kepada Asosiasi Pengemas Garam Beryodium Lampung (MASGARUMLA).

    “Melalui kegiatan tersebut telah didapatkan komitmen bersama untuk penerapan SNI garam konsumsi beryodium untuk meningkatkan kualitas produk garam produk IKM lokal di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya,” ungkap Kepala BSKJI.

    Balai Riset Standardisasi Industri Bandar Lampung juga bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk bersama-sama melakukan sampling dan pengujian air sungai di wilayah Provinsi Lampung yang berada dibawah naungan BBWS Mesuji Sekampung selama periode tahun 2021. Tujuan kerjasama ini adalah untuk memantau kualitas air sungai tersebut dan memastikan tidak ada pencemaran lingkungan oleh kegiatan industri yang ada di sekitarnya.

    “BI Bandar Lampung akan menjaga kualitas dan profesionalisme dalam melakukan sampling dan analisa laboratorium, agar BBWS Mesuji Sekampung mendapat data yang akurat tentang kualitas air sungai yang berada di wilayah Provinsi Lampung,” tegas Doddy Rahadi.

    Baca juga :

    Dalam mewujudkan dukungan kepada IKM, BI Bandar Lampung melakukan pendampingan terhadap CV. Tirta Gemilang Jaya dalam penerapan standardisasi SNI sejak perusahaan mempersiapkan dokumen sistem mutu, pembangunan sarana prasarana sampai dengan perusahaan siap memproduksi air mineral dan demineral berlabel SNI.

    Kemudian, untuk peningkatan pelayanan prima, BI Bandar Lampung terus meningkatkan kompetensi dan professionalisme SDM dengan pelatihan internal selama tahun 2021 diadakan pelatihan pengoperasian AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), pelatihan instrumen emisi sumber tidak bergerak dan pada Oktober lalu dilakukan Uji Kompetensi Petugas Pengambil Contoh (PPC) oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Tenaga Laboratorium Penguji Indonesia (LSP Telapi) untuk mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    “BI Bandar Lampung sedang membangun sistem informasi lembaga sertifikasi produk (SISIRO) yang diharapkan dapat mempermudah industri dalam mendapatkan SPPT SNI produknya secara digital, mulai dari pendaftaran, proses pra-audit dan pasca-audit serta penerbitan sertifikat SNI,” tandas Doddy. []