Tag: Siti Nadia Tarmidzi

  • Kemenkes Angkat Mohammad Syahril Jadi Jubir, Siti Nadia Kemana?

    Jakarta – Kementerian Kesehatan resmi menunjuk Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril sebagai juru bicara (Jubir). Pengangkatan Syahril ini, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1053/2022 tentang Juru Bicara Kementerian Kesehatan.

    Melalui keputusan tertanggal (1/04/2022) itu, Syahril kini bertugas menyampaikan informasi terkait program bidang kesehatan, melakukan komunikasi publik terkait program bidang kesehatan berdasarkan strategi komunikasi yang ditetapkan.

    Sebagai Jubir, ia juga bertugas mendampingi pejabat yang berwenang memberikan informasi di lingkungan Kementerian Kesehatan pada saat wawancara atau jumpa pers terkait program bidang kesehatan serta melaksanaan fungsi lain yang relevan dengan upaya membangun sinergi komunikasi terkait program bidang kesehatan.

    “Saya saat ini ditugasi tambahan sebagai Jubir. Mudah-mudahan dengan doa dan kebersamaan kita dapat mengambil amanah ini dengan baik,” tutur Syahril di hadapan wartawan usai konferensi pers update hepatitis di Jakarta, Rabu (18/05/2022).

    Syahril, menggantikan tugas yang diemban Siti Nadia Tarmizi sebelumnya. Mengenai Nadia, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kembali mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/1133/2022 tentang Juru Bicara Kementerian Kesehatan pada Penyelenggaraan Rangkaian Pertemuan Bidang Kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

    Berdasarkan surat keputusan itu, Nadia resmi diangkat menjadi Jubir G20. Tugasnya, menyampaikan informasi terkait penyelenggaraan rangkaian pertemuan bidang kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

    Serta melakukan komunikasi publik terkait penyelenggaraan rangkaian pertemuan bidang kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 berdasarkan protokol komunikasi yang ditetapkan.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi
    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi. (Foto:Pelopor.id/Kemenkes)

    [irp]

    Lebih lanjut, Nadia juga bertugas mendampingi pejabat yang berwenang memberikan informasi penyelenggaraan rangkaian pertemuan bidang kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 pada saat wawancara atau jumpa pers terkait Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

    Juga melaksanaan fungsi lain yang relevan dengan upaya membangun sinergi komunikasi terkait penyelenggaraan rangkaian pertemuan bidang kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

    Nadia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama bersamanya yang selama ini dilakukan dengan kesabaran lantaran selama hampir 1,5 tahun.

    “Prinsipnya kita adalah mengedukasi dan semakin meliterasi masyarakat terutama pada saat pandemi,” tegas Nadia. []

    [irp]

  • Kemenkes: Cakupan Vaksinasi di Indonesia Tembus 400 Juta Dosis

    Jakarta –Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, hingga 29 April 2022 pukul 18.00 WIB cakupan vaksinasi nasional mencapai lebih lebih dari 400 juta dosis.

    “Ini merupakan pencapaian yang besar berkat dukungan dari seluruh masyarakat,” tutur Juru Bicara Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (30/04/2022).

    Dari jumlah tersebut, cakupan dosis pertama mencapai 199,31 juta dosis atau 95,70 persen dari target, dosis kedua mencapai 165,07 juta dosis atau 79,26 persen, dan dosis ketiga atau booster mencapai 39,35 juta dosis atau 18,90 persen.

    Nadia juga menegaskan bahwa kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) menjadi prioritas pemerintah untuk divaksinasi. Golongan ini merupakan kelompok yang paling rentan terpapar dan paling tinggi risiko kematian dan kesakitan akibat Covid-19. Ia pun mengimbau masyarakat untuk membantu para lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi
    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi. (Foto:Pelopor.id/Kemenkes)

    Adapun cakupan vaksinasi lansia dosis pertama per 29 April 2022, mencapai 17,62 juta dosis atau 81,74 persen, dosis kedua 14,01 juta dosis atau 64,99 persen, serta dosis booster mencapai 3,95 juta dosis atau 18,33 persen.

    Seterusnya, pemerintah tetap membuka sentra-sentra vaksinasi di seluruh tanah air untuk memudahkan masyarakat mendapatkan vaksinasi.

    ”Silakan datang ke seluruh pos pelayanan vaksinasi atau sentra pelayanan vaksinasi. Kami mengimbau bagi keluarga yang memiliki anggota keluarganya yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera divaksinasi,” ujar nadia. []

    [irp]

  • AS Tuduh PeduliLindungi Langgar HAM, Begini Reaksi Mahfud MD, Kemenkes, dan DPR

    Jakarta – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat melaporkan Praktik Hak Asasi Manusia (HAM) di seluruh dunia per 2021, salah satunya menyoroti dugaan pelanggaran HAM di Indonesia terkait aplikasi PeduliLindungi. Mengomentari hal ini, Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) lah yang lebih banyak dilaporkan melanggar HAM ketimbang Indonesia berdasarkan laporan Special Procedures Mandate Holders (SPMH).

    “Kita punya catatan bahwa AS justru lebih banyak dilaporkan oleh Special Procedures Mandate Holders (SPMH). Pada sekitar kurun waktu 2018-2021 misalnya, bedasar SPMH, Indonesia dilaporkan melanggar HAM 19 kali oleh beberapa elemen masyarakat, sedangkan AS pada kurun waktu yang sama dilaporkan sebanyak 76 kali,” tuturnya berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Sabtu, (16/04/2022).

    Mahfud MD
    Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: IG Mahfud)

    Mahfud menegaskan, bahwa Pemerintah Indonesia justru membuat aplikasi PeduliLindungi untuk melindungi rakyat dan kenyataannya, Indonesia berhasil mengatasi Covid-19 lebih baik dari AS. Ia juga menegaskan bahwa dalam melindungi HAM bukan hanya HAM individual saja, tetapi juga ada HAM komunal-sosial dan dalam konteks ini negara harus berperan aktif mengatur hal tersebut.

    “Itulah sebabnya, kita membuat program PeduliLindungi yang sangat efektif membantu menurunkan penularan infeksi Covid-19 sampai ke jenis Delta dan Omicron,” tegas Menko Polhukam.

    [irp]

    Sementara Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan, bahwa tudingan aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM tidak mendasar. Sebab, aplikasi tersebut berfungsi sebagai alat pencegahan pasien Covid-19 dan warga yang berisiko berkeliaran di tempat umum.

    PeduliLindungi sendiri, tercatat sudah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah atau vaksinasi belum lengkap memasuki ruang publik. Selain itu, Aplikasi tersebut juga telah mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi Covid-19 melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi
    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi. (Foto:Pelopor.id/Kemenkes)

    Nadia juga mengimbau semua pihak agar teliti membaca laporan asli dari US State Departement. Menurutnya, laporan itu tidak mengandung tuduhan bahwa PeduliLindungi melanggar HAM.
    “Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran,” tegasnya.

    Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay, menyampaikan bahwa tuduhan pelanggaran HAM ini semula disuarakan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang pernah menulis surat protes ke pemerintah. Untuk itu, menurutnya pemerintah perlu berbicara dan berdiskusi dengan LSM-LSM guna menjelaskan aplikasi PeduliLindungi.

    Saleh Partaonan Daulay
    Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay. (Foto:DPR RI)

    “Jika memang dari hasil diskusi disimpulkan ada pelanggaran HAM, pemerintah perlu segera mengevaluasi. Kalau perlu, segera menutup aplikasi tersebut,” tegas Saleh.

    Ia juga menyatakan, belum melihat manfaat langsung aplikasi ini dalam menahan laju penyebaran virus. Tetapi, aplikasi ini hanya berfungsi untuk mendata status vaksinasi warga. Begitu juga mendata orang yang terkena Covid.

    “Soal bagaimana memanfaatkan data itu bagi melindungi warga, saya sendiri belum jelas. Ini yang perlu dibuka ke publik secara transparan dan terbuka,” tandas Saleh. []

    [irp]

  • Kemenkes Sediakan Nomor WhatsApp untuk Layanan Telemedisin

    peloporberita.com/ – menyediakan Hotline yang dapat dihubungi pasien konfirmasi positif COVID-19 namun belum mendapatkan layanan telemedisin gratis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal ini, disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (19/02/2022).

    Untuk mendapat layanan ini, Masyarakat dapat menghubungi nomor WA Kemenkes RI di Nomor 081110500567, atau melalui surel atau email di sertifikat@pedulilindungi.id dan Call Center di nomor 119 ext. 9

    Layanan telemedisin gratis dari Kemenkes ini dapat diakses oleh masyarakat yang melakukan tes PCR/antigen di laboratorium yang terafiliasi Kemenkes, berusia di atas 18 tahun, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung, Semarang Raya, Surakarta Raya, Kota Yogyakarta, Surabaya Raya, Malang Raya, Kota Denpasar, dan Nusa Dua.

    “Setelah minggu kedua Februari layanan ini diperluas hingga kota-kota besar Jawa-Bali. Kemenkes mulai 19 Februari 2022 juga akan memperluas layanan telemedisin ke kota-kota besar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi,” tutur Nadia.

    “Layanan telemedisin terus ditingkatkan dan diperluas untuk membantu agar masyarakat yang isoman dapat memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai, sehingga mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit,” sambungnya.

    Nadia juga menjelaskan, pasien tanpa gejala dan gejala ringan yang dilayani fasilitas telemedisin sampai 14 Februari 2022 telah mencapai 158.075 untuk wilayah Jawa dan Bali. Dari jumlah tersebut, 136.028 pasien sudah menerima layanan konsultasi dan menerima resep elektronik.

    Kemudian lanjut Nadia, 129.100 resep obat telah dikirimkan ke rumah pasien, dan 85 persen di antaranya menerima obat H+1 sejak dipesan. Bagi pengguna telemedisin yang tidak mendapat WhatsApp dari Kemenkes, bisa mengkonfirmasi ke laman isoman.kemkes.go.id/panduan.

    Selanjutnya, masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke dalam laman tersebut untuk melanjutkan ke tahap pengajuan berikutnya. Bagi masyarakat yang sudah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara daring dan melakukan proses penebusan obat gratis dari Kemenkes, tinggal menunggu paket obat datang ke rumah.

    “Kita terus meningkatkan layanan telemedisin agar paket obat yang sampai ke pasien lebih cepat lagi,” ungkap Nadia. []

  • Pasien Positif Omicron Tanpa Gejala Cukup Isolasi Mandiri di Rumah

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau, pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, varian omicron memiliki karakteristik tingkat penularan yang sangat cepat jika dibandingkan varian Alpha, Betha, dan Delta. Meski demikian, gejalanya lebih ringan dan tingkat kesembuhan juga sangat tinggi.

    ”Pasien yang masuk rumah sakit, 85% sudah sembuh, sedangkan yang kasusnya berat, kritis hingga membutuhkan oksigen sekitar 8%,” tuturnya di kantor Kemenkes, Jumat (4/2/2022).

    Sedangkan bagi pasien Isoman, lanjut Nadia, selama saturasi di atas 95% ke atas tidak perlu khawatir. Jika ada gejala seperti batuk, flu, demam segera konsultasi melalui telemedisin atau puskesmas setempat.

    Adapun menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina dan Isolasi dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 ada 5 derajat gejala Covid-19, yakni :

    Pertama tanpa gejala atau asimtomatis yaitu tidak ditemukan gejala klinis. Kedua, gejala Ringan yaitu Pasien dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia, frekuensi napas 12 sampai 20 kali per menit dan saturasi oksigen lebih dari 95%.

    Pasien dengan gejala ringan, umumnya mengalami demam, batuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, napas pendek, mialgia dan nyeri tulang.

    Kemudian ada juga gejala tidak spesifik lainnya seperti sakit tenggorokan, kongesti hidung, sakit kepala, diare, mual dan muntah, hilang penciuman (anosmia) atau hilang pengecapan (ageusia).

    Ketiga, gejala Sedang dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat tanpa tanda pneumonia berat, dengan saturasi oksigen 93% .

    Keempat, gejala Berat dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat, dan ditambah satu dari: frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit, distres pernapasan berat, atau saturasi oksigen kurang dari 93% .

    Sedangkan yang kelima adalah gejala Kritis, yaitu Pasien yang mengalami gagal nafas, komplikasi infeksi, atau kegagalan multiorgan.Adapun dalam penanganan varian Omicron, rumah sakit diprioritaskan untuk pasien dengan gejala sedang, berat, kritis, dan membutuhkan oksigen.

    “Melihat kasus Omicron yang kian bertambah, masyarakat tetap waspada jangan sampai lengah. Tetap disiplin protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan kurangi mobilitas,” tegas dr. Nadia. []

  • Peringatan Hari Kusta Sedunia 2022, Kemenkes: 6 Provinsi Belum Eliminasi Kusta

    peloporberita.com/ – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa pihaknya akan meneruskan perjuangan untuk mengeliminasi kusta di Indonesia. Sebab saat ini, masih ada 6 provinsi dan 101 kabupaten/kota yang belum mencapai eliminasi kusta.

    “Untuk memperkuat komitmen kita dalam mengeliminasi kusta, maka peringatan Hari Kusta Sedunia Tahun 2022 ini mengajak semua komponen masyarakat baik dari unsur swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan dan media untuk berperan aktif memberikan informasi yang komprehensif seluas-luasnya agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang kusta sehingga tentunya tujuan eliminasi kusta agar bisa segera tercapai,” tutur Nadia dalam acara media briefing memperingati Hari Kusta Sedunia bertema “Mari Hapuskan Stigma dan Diskriminasi terhadap Kusta”, secara daring, Senin (31/1/2021).

    Nadia juga menyampaikan dalam memperingati Hari Kusta Sedunia 2022 di tingkat pusat dimulai dari kick off kampanye hapuskan stigma dan diskriminasi kusta yang pada hari ini dilakukan di RSUP dr Sitanala, Tangerang, Banten. Kampanye tersebut, agar masyarakat tidak takut terhadap kusta. Sebab, penyakit ini dapat disembuhkan dan tidak mudah menular.

    Kusta, disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae yang memengaruhi kulit, mata, hidung dan saraf perifer. Gejalanya termasuk bercak-bercak berwarna terang atau kemerahan di kulit disertai dengan berkurangnya kemampuan merasa, mati rasa, dan lemas pada tangan dan kaki. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan terapi dan sejumlah obat selama 6 sampai 12 bulan. Penanganan sedini mungkin akan menghindarkan dari kecacatan.

    Adapun peluncuran kampanye hapuskan stigma dan diskriminasi kusta, pada hari ini akan dilanjutkan dengan rangkaian webinar, talkshow dan siaran radio kesehatan maupun bekerja sama dengan RRI, temu media nasional serta berbagai media informasi dan melakukan bakti sosial.

    Kegiatan ini, melibatkan perguruan tinggi setempat dalam sosialisasi kegiatan pengendalian kusta. Kegiatan tersebut juga tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai bagian dari upaya penghapusan stigma sekaligus upaya untuk memperkuat komitmen dalam pengendalian kusta.

    “Peringatan ini akan terus dilakukan sampai dengan puncak peringatan Hari Kusta Sedunia pada tanggal 20 April 2022 dengan memberikan penghargaan kepada provinsi dan kabupaten/kota yang telah mencapai eliminasi kusta,” tegasnya.

    Pada peringatan Hari Kusta Sedunia 2022 ini, diharapkan elemen masyarakat tetap menyampaikan suara kisah orang yang pernah mengalami kusta dan menghargai pengalaman mereka, sehingga stigma dan diskriminasi semakin turun.

    “Orang yang pernah mengalami kusta memiliki hak untuk memiliki kehidupan yang tentunya bermartabat dari stigma dan diskriminasi terkait penyakit yang pernah mereka alami,” tegasnya. []

  • Cara Mendapatkan Layanan Telemedisin Isoman Gratis Bagi Pasien Omicron

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, menyediakan layanan telemedisin Isoman (Isolasi Mandiri) bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Melalui layanan tersebut, pasien bisa mendapatkan layanan telekonsultasi dan paket obat gratis.

    Kemenkes menyebut, Layanan, dapat diakses melalui https://isoman.kemkes.go.id/. Sebanyak 17 platform telemedicine telah bekerjasama dengan Kemenkes, yaitu Aido Health, Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, Homecare24, KlikDokter, KlinikGo, Lekasehat, LinkSehat, Mdoc, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, Trustmedis, Vascular Indonesia, YesDok.

    Untuk mendapatkan layanan tersebut, pasien harus melakukan tes PCR terlebih dahulu di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan.

    Jika hasilnya positif dan laboratorium penyedia layanan tes Covid-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database Kementerian Kesehatan (NAR), maka pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis. Bila tidak mendapatkan Whatsapp pemberitahuan, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id.

    Setelah mendapat pesan Whatsapp pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara Daring dengan dokter di salah satu dari 17 layanan telemedicine. Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.

    Lewat konsultasi ini, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien dan resep dapat ditebus melalui https://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat. Hanya pasien dengan kategori Layak isoman (dengan kondisi tanpa gejala atau ringan), yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis.

    Obat gratis yang didapatkan pasien berupa Paket A untuk pasien tanpa gejala, terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, serta Paket B untuk pasien bergejala ringan terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, Favipiravir 200mg 40 kapsul, atau Molnupiravir 200 mg – 40 tab dan parasetamol tablet 500mg (jika dibutuhkan)

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, paket obat tersebut, disesuaikan dengan resep dari salah satu dari 17 layanan telemedicine. Obat di luar paket ditebus dan dibayarkan di luar layanan telemedicine Isoman.

    ”Sasaran layanan telemedicine Isoman perawatan Omicron adalah bagi pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan, berusia minimal 18 tahun, kondisi rumah layak Isoman, Diperiksa di wilayah Jabodetabek, Berdomisili di Jabodetabek,” tuturnya dikutip dari laman Kementerian Kesehatan pada Selasa (25/1/2022). []

  • Ada 882 Kasus Omicron di Indonesia, Terbanyak Asal Arab Saudi

    peloporberita.com/ – Seiring meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron yang signifikan, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin dan segera vaksinasi bagi yang belum mendapat vaksinasi Covid-19.

    Nadia menyampaikan, total infeksi positif Covid-19 akibat varian Omicron di Indonesia ada 882 kasus hingga Rabu (19/1/2022). Kasus tersebut, terdiri dari 649 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 174 transmisi lokal, dan 59 masih dalam penyelidikan epidemiologi.

    Nadia menjelaskan, data kasus PPLN terbanyak asal negara keberangkatan Arab Saudi 113 kasus, Turki 107 kasus, Amerika Serikat 72 kasus, Malaysia 57 kasus dan Uni Emirat Arab (UEA) sebanyak 47 kasus seperti dilansir dari Berita1.

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers secara virtual menyampaikan bahwa kasus varian Omicron di Indonesia, diramal akan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari atau awal Maret mendatang.

    Perkiraan ini, berdasarkan hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, di mana puncak penyebaran varian Omicron terjadi dalam kisaran waktu 35 sampai 65 hari. []

  • Kasus Omicron Bertambah, Kemenkes Gencarkan Telemedicine

    peloporberita.com/ – Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, dari tingkat keparahannya mayoritas kasus Omicron tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit. Untuk itu, Kemenkes akan menggencarkan telemedicine yang didedikasikan bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah.

    “Kami bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin,” tutur Nadia dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (12/01/2021).

    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi
    Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi. (Foto:Pelopor.id/Kemenkes)

    Nadia menjelaskan, dari sisi teurapetik, Kemenkes juga akan menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien COVID-19 dengan gejala ringan. Sedangkan dari sisi tracing, Kemenkes akan melakukan penemuan kasus aktif dengan meningkatkan tracing menjadi lebih dari 30 per kasus positif.

    Selain itu, lanjut Nadia, akan dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) pada level komunitas dengan target 1.700 sampai 2.000 WGS setiap bulannya. Kemudian, pemerintah juga memulai vaksinasi dosis lanjutan atau booster COVID-19 bagi kelompok usia 18 tahun ke atas, untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari COVID-19 termasuk Omicron. []

  • Keterangan Lengkap Kemenkes Soal Vaksin Booster

    peloporberita.com/ – Kementerian Kesehatan RI mengatakan, bahwa metode distribusi vaksin penguat (booster) atau dosis ketiga sama dengan metode yang berlaku saat ini kepada sekitar 21 juta masyarakat.

    “Untuk pola distribusinya mengikuti proses yang ada saat ini,” tutur Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi yang di Jakarta, Sabtu (8/1/2022).

    Siti Nadia menyebut, distribusi dilakukan oleh PT Bio Farma. Produksi vaksin, dilakukan setelah produk tersebut mendapat izin edar penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    Dalam hal ini, Bio Farma mendistribusikan produk vaksin dengan armada khusus yang mampu menjaga suhu ideal rantai dingin, yakni 2-8 derajat Celcius menuju fasilitas penyimpanan vaksin khusus di masing-masing provinsi.

    Vaksin sendiri, merupakan produk biologis yang mudah rusak jika dibiarkan pada suhu tertentu. Oleh sebab itu, dalam mendistribusikan dan menyimpannya pun butuh fasilitas khusus.

    Setelah itu, yang melanjutkan proses distribusi hingga ke lokasi penyuntikan para peserta adalah pemerintah daerah setempat dengan menggunakan boks dingin yang dapat mempertahankan suhu 2-8 derajat celcius.

    Vaksinasi booster lanjut Nadia, ideal diberikan dengan interval enam bulan sejak suntikan dosis lengkap vaksin primer. Saat ini, tegas Nadia Pemerintah masih menunggu petunjuk pelaksanaan teknis penyuntikan termasuk takaran dosis yang diberikan. Petunjuk teknis itu sendiri berdasarkan hasil uji klinik dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

    Pelaksanaan vaksinasi  booster  dimulai di kabupaten/kota dengan kriteria 70 persen terpenuhi dosis 1 untuk seluruh masyarakat sasaran dan 60 persen lansia.

    Nadia memastikan jenis vaksin yang akan digunakan sebagai booster aman bagi masyarakat lantaran telah melalui uji klinik. []