Tag: Singapura

  • Penjualan Apartemen di Singapura Tembus Level Tertinggi dalam 6 Bulan

    Jakarta | Penjualan apartemen di Singapura mencapai level tertingginya dalam enam bulan. Hal itu menandakan bahwa dampak pembatasan properti yang diberlakukan pemerintah semakin berkurang, lantaran ekonomi Singapura yang rebound itu telah memicu permintaan akan properti.

    Urban Redevelopment Authority menyebutkan, pembelian apartemen pribadi baru naik menjadi 1.356 unit pada Mei. Angka itu lebih dari dua kali lipat transaksi bulan sebelumnya dan tertinggi sejak November tahun lalu ketika 1.547 unit terjual.

    Sementara penjualan perumahan stabil pada tingkat yang lebih rendah pada bulan-bulan pertama tahun ini, ledakan properti di Singapura telah meninggalkan rekor rendah jumlah rumah baru untuk dijual, mengancam untuk melemahkan upaya pemerintah menenangkan pasar.

    Wakil presiden senior penelitian dan analitik di OrangeTee & Tie Christine Sun mengatakan, penjualan didorong oleh peluncuran dua proyek besar bulan lalu, dengan permintaan terutama datang dari penghuni yang telah menjual rumah mereka untuk beralih ke apartemen pribadi.

    “Sentimen biasanya pulih sekitar dua hingga enam bulan setelah setiap putaran tindakan pendinginan,” kata Sun seperti dikutip dari Bloomberg.

    Menurutnya ada preseden, di mana penjualan rumah baru melonjak 139,2% pada November 2018 dari bulan sebelumnya, setelah langkah-langkah untuk menenangkan pasar diterapkan pada Juli tahun itu. Demikian pula, penjualan rebound sebesar 63,6% pada September 2013, dua bulan setelah pihak berwenang memberlakukan batasan jumlah pemilik rumah yang dapat meminjam.[]

  • Ant Group Luncurkan Bank Digital ANEXT di Singapura

    Jakarta | Ant Group, raksasa teknologi keuangan (fintech) yang dikendalikan oleh miliarder Jack Ma, meluncurkan ANEXT Bank, bank grosir digital yang didirikan di Singapura. ANEXT pun telah menerima persetujuan dari Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk memulai bisnis pada 2 Juni.

    Langkah ini menandai salah satu dorongan luar negeri terbesar Ant sejak penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) senilai USD 37 miliar digagalkan oleh regulator Tiongkok pada akhir 2020.

    Dalam sebuah pernyataan, Ant mengatakan fokus ANEXT adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UKM), terutama yang memiliki operasi lintas batas. Ant sendiri adalah unit usaha e-commerce Alibaba Group Holding Ltd.

    Dipimpin oleh veteran perbankan Toh Su Mei, ANEXT akan mengembangkan kerangka kerja terbuka untuk lembaga keuangan bekerja sama dengan Proxtera, entitas lokal yang diprakarsai oleh MAS dan Otoritas Pengembangan Media Infocomm Singapura, menurut pernyataan itu.

    Ant memperoleh salah satu lisensi perbankan grosir digital pertama di Singapura pada akhir 2020, yang memungkinkannya melayani klien besar, termasuk lembaga keuangan dan perusahaan.

    “Ini menandai tonggak sejarah lain dalam perjalanan pengembangan bank digital Singapura, upaya strategis untuk memastikan sektor perbankan tetap progresif, kompetitif secara global, dan bersemangat,” kata Chief Fintech Officer MAS Sopnendu Mohanty seperti dilansir dari Reuters.

    Di sisi lain, perusahaan teknologi Sea dan perusahaan transportasi online Grab memenangkan lisensi “bank penuh digital” pada 2020, yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Singapura untuk secara langsung mengambil simpanan dan menawarkan layanan secara lokal kepada pelanggan ritel maupun korporat.

    MAS mengatakan mereka mengharapkan pasangan itu untuk meluncurkan bank digital tahun ini.[]

  • Menko Airlangga Bahas Travel Bubble, Data Center, dan Sektor Energi dengan Singapura

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto bertemu dengan beberapa Menteri Singapura, melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Singapura.

    Kali ini, yang ditemui Menko Airlangga Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Komunikasi dan Informatika Singapura Josephine Teo, dan Menteri Transportasi Singapura S. Iswaran.

    Dalam pertemuan itu, Menko Airlangga menyampaikan tindak lanjut hasil pertemuan antar pimpinan negara dalam pertemuan Leaders Retreat Indonesia ⁴j 41– Singapura 2022.

    Adapun Leaders Retreat Indonesia – Singapura yang diselenggarakan tanggal 25 Januari 2022 telah mengumumkan beberapa kesepakatan penting terkait dengan travel bubble, pengembangan dater di Nongsa Digital Park (NDP), hingga kerja sama di bidang energi.

    Sejak Leaders Retreat, Indonesia telah memfasilitasi perjalanan wisata bebas karantina antara Batam – Bintan – Singapura. Sementara itu, skema Vaccinated Travel Lanes (VTL) by Sea yang dijalankan oleh pihak Singapura telah mengakomodir perjalanan kapal ferry bagi para pemudik yang memasuki kawasan yang telah ditetapkan, yakni di Lagoi – Bintan dan Nongsa – Batam.

    “Ke depan, kami akan berupaya memulihkan perjalanan lintas batas dan memudahkan persyaratannya untuk lebih mendorong wisatawan Singapura mengunjungi Indonesia dengan aman,” tutur Menko Airlangga.

    Terkait pengembangan NDP, Indonesia menyambut baik investasi data center di NDP, dimana baik DC First maupun GDS akan memulai pengembangan tahap 1 bulan depan dan menargetkan pengoperasian tahap 1 pada bulan April dan Agustus 2023.

    Lahan yang dibutuhkan telah disiapkan untuk pendirian data center beserta kesiapan infrastrukturnya, diantaranya kebutuhan kapasitas listrik dan sistem pendinginan.

    Lebih lanjut, NDP juga terkoneksi dengan 13 sistem kabel bawah laut dan 7 landing station yang menghubungkan Pulau Batam ke Jakarta, Singapura, Malaysia, dan Pantai Barat Amerika Serikat.

    [irp]

    Dalam rangka memfasilitasi dan meningkatkan kerjasama energi Indonesia dan Singapura, maka ditandatangani MOU Kerjasama Energi sebagai kerangka kelembagaan.

    Saat ini tengah menunggu pelaksanaan proyek yang sedang berjalan, termasuk proyek PLTS Batam yang telah ditambahkan ke daftar Proyek Strategis Nasional.

    Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) berencana untuk mengimpor 4 GW listrik rendah karbon, dan juga mengusulkan rencana investasi Grup Sunseap untuk mengembangkan fotovoltaik surya (PV) terapung di Batam.

    “Kami berusaha untuk mengakomodasi minat yang meningkat dalam investasi pembangkit listrik tenaga surya di wilayah BBK dan berharap dapat bekerja sama lebih lanjut dengan Singapura untuk memfasilitasi proyek pengembangan sumber daya energi bersih dan terbarukan,” pungkasnya. []

    [irp]

  • Singapura Bidik Indonesia Sebagai Pasar Bisnis Utama

    Jakarta – Kembali dibukanya perbatasan antara Indonesia dengan Singapura pada awal tahun 2022, mendorong banyak pelaku bisnis dari Singapura kembali berpergian ke Indonesia untuk mencari peluang pertumbuhan bisnis.

    Untuk itu, Singapore Enterprise Centre (SEC) @Jakarta, yang merupakan bagian dari program GlobalConnect@Singapore Business Federation (SBF), mengadakan business networking pertamanya pada Selasa, (31/05/2022).

    Acara ini, merupakan bentuk diskusi informal dan networking antara berbagai bisnis internasional yang bertepatan dengan kunjungan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Menteri Gan Kim Yong ke Indonesia.

    [irp]

    “Dengan membaiknya situasi pandemi Covid-19, akhirnya kita dapat bertemu secara langsung setelah 2 tahun. Indonesia adalah pasar utama bagi Singapura, dan kami sedang mencari perusahaan Singapura untuk mengembangkan bisnis ke luar negeri,” tutur Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Menteri Gan Kim Yong berdasarkan keterangan yang diterima redaksi, Kamis, (02/06/2022).

    Menurutnya, pasar domestik yang besar, komunitas bisnis yang dinamis, dan jumlah pebisnis yang terus meningkat menjadikan Indonesia sebagai target investasi yang menggiurkan bagi berbagai pelaku bisnis dari Singapura.

    Dalam business networking ini, Gan Kim Yong bertemu dengan Chairman SBF, Lim Ming Yan, dan Duta Besar Singapura di Indonesia, Anil Kumar Nayar, dalam sesi networking di Jakarta, bersamaan dengan 65 tamu lainnya yang merepresentasikan berbagai bisnis di Indonesia dan Singapura.

    [irp]

    Selain itu, Gan Kim Yong juga melakukan diskusi tertutup dengan 12 orang wakil bisnis dari Singapura yang hendak melakukan bisnis di Indonesia atau berniat untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia.

    Adapun Pebisnis yang hadir berasal dari berbagai sektor, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar, yang memiliki ketertarikan untuk melihat peluang terbaru untuk memasuki pasar Indonesia.

    Didirikan pada 1 Januari 2021, SEC@Jakarta melayani dan memberikan informasi terbaru kepada berbagai pelaku bisnis di Singapura untuk mendukung pertumbuhan bisnis mereka di Indonesia.

    [irp]

    Pada tahun 2021, perdagangan bilateral antara Singapura dan Indonesia mencapai S$59,1 miliar, 21% lebih tinggi daripada perdagangan di tahun 2020. Nilai total investasi Singapura di Indonesia mencapai US$9,4 miliar (S$12,8 miliar) pada tahun yang sama.

    Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar vital bagi berbagai bisnis di Singapura yang ingin mengembangkan bisnis mereka ke luar negeri.

    Internasionalisasi merupakan salah satu pilar strategis SBF untuk membantu berbagai perusahaan dari Singapura untuk bisa bangkit dari pandemi. Bekerjasama dengan Enterprise Singapore (EnterpriseSG), SBF meluncurkan GlobalConnect@SBF di tahun 2019 yang bertujuan untuk membantu berbagai perusahaan di tiga area utama, yakni:

    ● Learn (Mempelajari): Memperoleh masukan langsung dan mengakses informasi mengenai pasar lokal yang berguna bagi kelangsungan bisnis.
    ● Land (Memasuki): Mendapatkan kesempatan mendalami keahlian dan pengalaman untuk memenangkan perjanjian kerja sama dan meluncurkan bisnis di luar negeri.
    ● Localise (Lokalisasi): memperdalam kehadiran di pasar lokal dengan mendirikan jaringan bisnis untuk kelanjutan jangka panjang.

    Sejak pertama kali didirikan, program ini berhasil memberikan hampir 4.200 layanan konsultasi bisnis dan memfasilitasi hampir 140 proyek. Di antaranya, sekitar 650 layanan konsultasi dan 30 proyek tersebut difokuskan di Indonesia.

    Agar dapat memfasilitasi dan memungkinkan lebih banyak perusahaan Singapura untuk melakukan ekspansi ke Indonesia, SBF juga meluncurkan “Landing Pad Programme” dibawah SEC@Jakarta.

    [irp]

    Program 21 hari ini didesain dengan menyesuaikan kebutuhan tiap perusahaan untuk mempercepat potensi mereka dalam mendapatkan kemitraan dan penjualan di pasaran Perusahaan akan mendapatkan pengalaman tangan pertama dalam budaya bisnis dan mendapatkan kesempatan mengembangkan jaringan rekan bisnis yang terkurasi sesuai dengan kepentingan bisnis mereka.

    “SBF telah mendirikan dan memperkenalkan Landing Pad Programme; sebuah program kemitraan yang dapat memperkuat bisnis antara Singapura dan Indonesia, ini menjadi sebuah hal yang krusial untuk pertumbuhan ekonomi kita,” tegas Menteri Gan Kim Yong.

    Dalam kesempatan yang sama Chairman SBF Lim Ming Yan mengungkapkan, bahwa pelaku bisnis di Singapura sangat optimis terhadap peluang bisnis di Indonesia, dimana Indonesia terus menduduki posisi lima besar sebagai negara yang menarik untuk dieksplor.

    [irp]

    “Dengan dibukanya perbatasan antarnegara, banyak pelaku bisnis memulai kembali pembicaraan bisnis dan menjajaki peluang baru di Indonesia. Melalui program GlobalConnect@SBF dan SEC@Jakarta, SBF akan terus membantu lebih banyak pelaku bisnis dari Singapura untuk dapat meraih kesuksesan di Indonesia,” ucapnya.

    Sementara Chief Executive Officer EnterpriseSG, Png Cheong Boon ketika ditanya mengenai ekspansi bisnis ke Indonesia, mengatakan bahwa RI merupakan pasar pertumbuhan utama bagi banyak bisnis di Singapura, terutama di sektor-sektor seperti gaya hidup dan konsumen, infrastruktur, energi, dan inovasi.

    “SEC@Jakarta memiliki peran penting sebagai titik kontak pertama yang menyediakan layanan konsultasi bisnis dan dukungan pasar dalam negeri bagi perusahaan yang mulai mengenal pasar lokal. Kami juga mendorong lebih banyak UKM untuk memanfaatkan jaringan dukungan ini untuk mengeksplorasi lebih banyak peluang baru dan memperdalam kolaborasi dengan berbagai bisnis di Indonesia,” tandasnya. []

    [irp]

  • Singapore Airlines Incar Hub Luar Negeri Setelah Terjebak Pandemi

    Jakarta | Singapore Airlines Ltd berkomitmen pada strategi bekerja sama dengan mitra internasional dan membangun hub di luar negeri, setelah pandemi mengakibatkan bahaya finansial akibat tidak memiliki pasar perjalanan udara domestik.

    “Kami menyadari bahwa tanpa pasar domestik memiliki tantangannya sendiri. Itulah mengapa kami memiliki strategi multi-hub. Kami membangun hub eksternal, di mana kami berharap dapat berpartisipasi dalam pertumbuhan dari pasar itu,” kata Chief Executive Officer Goh Choon Phong seperti dikutip dari Bloomberg.

    Goh, yang bergabung dengan Singapore Airlines pada 1990 dan menjadi CEO pada 2011, mencoba membimbing salah satu maskapai terkemuka di Asia keluar dari periode terberat dalam sejarahnya.

    Tahun lalu, Singapore Airlines mengumumkan rekor kerugian tahunan dan hanya menerbangkan beberapa ribu orang per bulan dibandingkan dengan 2 juta penumpang sebelum pandemi.

    Kini, setelah Singapura dan sebagian besar negara lain telah membuka perbatasan mereka lagi untuk perjalanan bebas karantina, maskapai tersebut mampu meningkatkan lalu lintas menjadi lebih dari 1 juta penumpang pada bulan April, terbesar sejak pandemi dimulai pada 2020.

    Goh juga menyoroti India sebagai area pertumbuhan utama, dengan mengatakan India diprediksi akan menjadi pasar penerbangan terbesar ketiga di dunia pada pertengahan dekade ini.

    Singapore Airlines bekerja sama dengan konglomerat India, Tata Sons Pvt, dalam membentuk maskapai layanan penuh Vistara, yang mulai terbang pada 2014. Kini, Vistara telah melayani sembilan tujuan luar negeri dan 31 di India, meskipun belum menghasilkan keuntungan.

    “India jelas merupakan salah satu yang sangat penting karena itu akan menjadi besar. Kami ingin terus melihat peningkatan Vistara dan memastikan bahwa itu tumbuh dengan baik,” kata Goh.

    Terlepas dari pasar domestik yang besar, daya pikat India juga terletak pada penumpang internasional. Data Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India menunjukkan, sebelum pandemi ada hampir 4,8 juta orang melakukan perjalanan antara India dan Singapura pada 2019.[]

  • Sandiaga Uno Pimpin Misi Penjualan ke Singapura Jaring 3,6 Juta Wisman

    Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno memimpin misi penjualan ke Singapura untuk menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia yang ditargetkan mencapai 3,6 juta orang tahun ini.

    “Baru saja kita memulai sales mission di Singapura yang merupakan misi penjualan pertama yang kita lakukan setelah pandemi berkaitan dengan salah satu potensi pasar terbesar untuk pariwisata Indonesia,” tuturnya dalam acara pembukaan Sales Mission pada Selasa, (31/05/2022) di Goodwood Park Hotel Singapura.

    Sandiaga Uno menyebutkan, respon dari mayoritas (95 persen) pelaku usaha sektor pariwisata di Singapura sangat antusias atas acara itu. hal ini ia sebutkan usai melaksanakan pertemuan dengan pelaku usaha travel operators, maskapai, dan media.

    Bahkan menurut Menparekraf, mereka sudah memiliki target untuk menyelenggarakan kegiatan wisata dan membantu sektor parekraf Indonesia mulai pertengahan tahun ini (Juni 2022).

    “Sekolah sudah mulai libur jadi harapannya kedatangan kita ini akan memacu kedatangan wisatawan dari Singapura dan membuka peluang ekonomi kita untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” ungkapnya.

    Pada 2019 sebelum pandemi, Singapura merupakan negara penyumbang kedatangan wisatawan mancanegara terbesar ketiga yang masuk ke Indonesia.

    [irp]

    “Batam dan Bintan adalah gerbang kedua para wisatawan asal Singapura masuk setelah Bali. Jadi targetnya dalam 6-12 bulan ke depan kita akan kembalikan dengan konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegas Menparekraf.

    Sedangkan target wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tahun ini sebanyak 1,8-3,6 juta orang. Secara bertahap akan ditingkatkan dengan berkelanjutan, mengutamakan pariwisata yang berkualitas.

    Menurut Sandiaga, dulu lama perjalanan wisatawan Singapura sangat singkat, Kemenparekraf mengupayakan pembenahan di sejumlah wisata di Batam, Bintan, dan destinasi lainnya sehingga tidak hanya membuat mereka tinggal lebih lama tapi juga berbelanja kebutuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Sandiaga Uno Pimpin Misi Penjualan ke Singapura Jaring 3,6 Juta Wisman

    “Saya pernah tinggal 6 tahun di Singapura. Ini seperti nostalgia, saya punya optimisme bahwa kita akan bisa bangkit bersama. Saya ingin ke depannya kita bisa saling bekerja sama mewujudkan pemulihan,” tandas Sandiaga Uno.

    Sandiaga Uno juga mengaku memahami karakter para pelancong wisatawan asal Singapura yang hendak berkunjung ke Indonesia.

    “Saya paham sekali mereka sangat memerlukan sesuatu yang kekinian. Salah satunya program anak-anak libur sekolah, menanam mangrove bakau di Batam dan Bintan yang saat ini sedang berupa mengurangi emisi karbon,” ujarnya Sandiaga Uno. []

    [irp]

  • Singapura Beralih ke Robot Setelah Kesulitan Cari Pekerja Selama Pandemi

    Jakarta | Bisnis di Singapura kini makin beralih ke penempatan robot untuk membantu melakukan berbagai tugas, mulai dari survei lokasi konstruksi hingga pemindaian rak buku perpustakaan. Sebelumnya, banyak perusahaan berjuang mencari staf selama pandemi.

    Sejak lama Singapura bergantung pada pekerja asing, namun menurut Kementerian Tenaga Kerja, jumlah pekerja asing telah turun 235.700 antara Desember 2019 dan September 2021.

    Di lokasi konstruksi Singapura, robot berkaki empat yang disebut “Spot” buatan perusahaan Amerika Serikat (AS) Boston Dynamics, memindai bagian lumpur dan kerikil untuk memeriksa kemajuan pekerjaan, dengan data diumpankan kembali ke ruang kendali perusahaan konstruksi Gammon.

    Sedangkan, Perpustakaan Nasional Singapura telah memperkenalkan dua robot pembaca rak yang dapat memindai label pada 100.000 buku, atau sekitar 30% dari koleksinya per hari.

    “Staf tidak perlu membaca nomor telepon satu per satu di rak, dan ini mengurangi aspek rutin dan padat karya,” kata asisten direktur di Dewan Perpustakaan Nasional Lee Yee Fuang seperti dikutip dari Reuters.

    Tak hanya itu, robot juga ditempatkan di lebih dari 30 stasiun metro, antara lain difungsikan untuk membuat kopi bagi penumpang.

    Laporan Federasi Robotika Internasional tahun 2021 menunjukkan, Singapura memiliki 605 robot yang dipasang per 10.000 karyawan di industri manufaktur, jumlah tertinggi kedua secara global, setelah 932 robot di Korea Selatan.[]

  • Singapore Airlines Buka Kembali Lounge di Bandara Changi

    Jakarta | Singapore Airlines membuka lounge dengan tampilan baru di Bandara Changi setelah menghabiskan sekitar USD 37 juta untuk peningkatan, yang menawarkan kamar pribadi, pancuran, tempat memasak, dan bar koktail yang menghadap ke landasan pacu.

    Maskapai ini bekerja sama dengan Hirsch Bedner Associates dalam pembangunan kembali ruang tunggu, yang akan terbuka bagi penumpang yang bepergian dengan kabin premium dan anggota prioritas dalam program frequent-flyernya.

    Kamar pribadi memiliki tempat tidur Tempur Zero Gravity, yang biasanya berharga sekitar 4.600 dolar Singapura, yang dapat dipesan saat memasuki lounge. Opsi serupa tersedia di bagian kelas satu yang terbuka untuk penumpang yang terbang dengan maskapai dan Star Alliance.

    Bagian kelas bisnis dari SilverKris Lounge memiliki area yang tenang, ruang makan utama, yang disebut area ruang tamu dengan sofa, dan area bergaya halaman terbuka. Pelanggan di bar akan melihat pemandangan pesawat lepas landas dan mendarat.

    “Lounge SilverKris dan Krisflyer Gold di Terminal 3 memiliki 30% lebih banyak kursi dan ruang dari sebelumnya dan dapat menampung sekitar 1.150 penumpang secara total,” kata pihak Singapore Airlines dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Bloomberg.

    Fasilitas dibuka kembali sekitar setahun lebih lambat dari yang dijadwalkan, akibat pandemi yang membuat perjalanan terhenti dan membebani Singapore Airlines dengan rekor kerugian. Maskapai tersebut hanya menerbangkan 457.000 penumpang pada tahun fiskal hingga Maret 2021, dengan penurunan tercatat mencapai 98%.

    Singapore Airlines menyatakan ingin mengoperasikan 67% dari kapasitas pra-Covid pada September.

    “Pembukaan lounge memperkuat posisi kami sebagai maskapai penerbangan jangkar Bandara Changi, dan mencerminkan kepercayaan kami pada masa depan Singapura sebagai hub udara global yang unggul,” kata CEO Goh Choon Phong dalam pernyataannya.

    Singapore Airlines mengangkut 1,45 juta penumpang pada bulan April, penghitungan bulanan tertinggi sejak pandemi dimulai. Hanya 110.300 yang terbang di bulan yang sama tahun lalu, ketika Singapura sebagian besar tertutup dari seluruh dunia.[]

  • Singapura Lanjutkan Ekspansi di Bandara Changi

    Jakarta | Singapura melanjutkan pekerjaan di Terminal 5 Bandara Changi, setelah proyek dihentikan dua tahun lalu akibat pandemi. Menteri Perhubungan Singapura S. Iswaran mengatakan bahwa pihaknya akan mulai memobilisasi kembali konsultan desain dan teknik untuk menyempurnakan pembangunan terminal yang ditargetkan selesai dalam 2-3 tahun ke depan.

    Perjalanan udara menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat di Asia karena negara-negara seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Korea Selatan telah mengizinkan orang yang divaksinasi penuh untuk masuk tanpa karantina. Untuk memenuhi permintaan, maskapai dan bandara di wilayah tersebut pun meningkatkan kapasitasnya.

    “Mengingat pemulihan permintaan perjalanan udara saat ini dan yang diproyeksikan, kami memiliki dorongan baru untuk mengamankan kapasitas infrastruktur kami untuk pertumbuhan,” kata Iswaran seperti dilansir dari Bloomberg.

    “Banyak bandara telah menerapkan rencana ekspansi sebelum pandemi. Rencana-rencana ini sekarang harus ditinjau kembali untuk secara aman, mulus, dan berkelanjutan mendukung kembalinya tingkat pertumbuhan pra-pandemi dalam perjalanan udara.”

    Iswaran mengatakan, lalu lintas penumpang di Bandara Changi mencapai lebih dari 40% tingkat pra-Covid pada Mei, dibandingkan dengan kurang dari 20% pada pertengahan Maret.

    Pemerintah Singapura menargetkan aerodrome untuk menangani setidaknya 50% dari para pelancong yang dilakukan sebelum pandemi pada akhir tahun ini dan berencana membuka kembali secara bertahap salah satu dari dua terminal yang masih ditutup.

    Selain itu, Iswaran juga mengatakan bahwa Singapura akan berinvestasi di berbagai bidang, seperti sistem manajemen lalu lintas udara dan keberlanjutan.[]

  • Perbatasan Dibuka, Warga Singapura Beramai-ramai Buat Paspor

    Jakarta | Warga Singapura beramai-ramai mengajukan permohonan pembuatan paspor, seiring dengan pelonggaran pembatasan perjalanan setelah dua tahun pandemi. Singapura sejak bulan lalu telah menghapus persyaratan pengujian pra-keberangkatan untuk pengunjung yang divaksinasi penuh dari semua negara.

    Data Immigration & Checkpoints Authority (ICA) menyebutkan, jumlah aplikasi paspor telah melonjak menjadi lebih dari 7.000 dalam sehari, yang terus bertambah hingga menyentuh angka 14.000.

    Pihak ICA mengatakan lonjakan ini sangat luar biasa, dibandingkan dengan sebelum pandemi yang hanya sekitar 2.000 aplikasi dalam sehari. Melansir Bloomberg, rata-rata proses membutuhkan sekitar enam minggu dari waktu aplikasi diajukan.

    Media lokal melaporkan antrian panjang yang mengular di gedung ICA di mana pelamar menunggu berjam-jam untuk mengumpulkan dokumen perjalanan mereka.

    ICA pun telah mengerahkan lebih banyak sumber daya untuk memproses aplikasi dan memperluas area antrian untuk mengatasi kerumunan besar.

    Selama dua tahun, lebih dari lima juta penduduk Singapura terjebak di pulau dengan luas daratan sekitar 730 kilometer persegi, atau sekitar seperempat luas Rhode Island, negara bagian terkecil di Amerika Serikat.

    Selain Singapura, destinasi wisata populer di Asia, mulai dari Thailand hingga Jepang bergerak untuk membuka kembali perbatasan mereka, menyambut kembali wisatawan setelah varian Covid-19 terbaru Omicron terbukti ringan dibandingkan dengan pendahulunya yang mematikan.[]