Tag: Shopee

  • Kohl’s Mulai Pembicaraan Eksklusif untuk Dijual ke Franchise Group

    Jakarta | Jaringan ritel department store Amerika Serikat (AS) Kohl’s Corp. sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk dijual dalam kesepakatan yang dapat bernilai sekitar USD 8 miliar.

    Perusahaan yang berbasis di Wisconsin itu mengatakan telah memasuki pembicaraan eksklusif dengan perusahaan induk ritel Franchise Group Inc., yang akan berlangsung selama tiga minggu. Perusahaan juga mengatakan bahwa kesepakatan tidak dijamin.

    Franchise Group, yang memiliki merek termasuk Vitamin Shoppe, telah menawarkan sekitar USD 60 per saham untuk Kohl, mengutip laporan The Wall Street Journal.

    Menurut sejumlah orang yang mengetahui masalah tersebut, perusahaan telah bersaing dengan Sycamore Partners, perusahaan ekuitas swasta yang mengajukan tawaran di pertengahan USD 50 per saham.

    Beberapa pekan lalu, Kohl’s telah mengindikasikan kepada penawar bahwa mereka percaya perusahaannya bernilai setidaknya USD 70 per saham, meskipun kondisi sulit bagi pengecer dan untuk membiayai pembelian dengan leverage mungkin telah mengekang ekspektasi harganya.

    Sementara itu, Franchise Group memang dikenal mengakuisisi dan mengelola sebagian besar perusahaan waralaba.

    Menurut sejumlah orang yang mengetahui masalah tersebut, meskipun Franchise Group hanya memiliki kapitalisasi pasar USD 1,5 miliar, ada cara di mana perusahaan dapat membuat pembelian lebih terjangkau, seperti dengan menggandeng investor yang ada atau dengan menjual real estate.[]

  • Induk Shopee Kabarnya Bakal Akuisisi Perusahaan Asuransi di RI

    Jakarta – Induk usaha e-commerce Shopee, Sea Limited, dikabarkan bakal mengakuisisi saham perusahaan asuransi di Indonesia, setelah pada tahun lalu mengambil-alih saham Bank Kesejahteraan Ekonomi.

    Saat ini, Sea Limited tengah berproses untuk mengakuisisi Asuransi Mega Pratama. Hal ini, dilakukan melalui mitra bisnisnya di Indonesia, Andy Indigo seperti dikutip dari Financial Times, Rabu (11/05/2022).

    Andy Indigo merupakan mitra bisnis penting Sea Limited di Indonesia, lantaran memiliki 50 persen saham di layanan pembayaran digital Shopee Pay. Ia juga menjadi mitra Sea limited saat mengakuisisi Bank Kesejahteraan Ekonomi yang saat ini berubah menjadi Sea Bank Indonesia.

    Jika aksi korporasi ini benar-benar terlaksana, maka persaingan penyedia super app antara Sea Group, Grab dan Goto akan semakin memanas.

    Pasalnya, ketika Grab dan Goto hanya menawarkan asuransi kepada penggunanya melalui pihak ketiga, Sea Group juga hadir menawarkan polis asuransi melalui platform e-commerce Shopee di beberapa negara tertentu.

    Baru-baru ini, Sea Group juga baru saja mengumumkan kolaborasinya di luar bisnis asuransi. Yakni kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk  memoles Bank Mayora menjadi bank digital.

    Untuk hal ini, Manajemen BNI menyebut bersedia mendilusi sekitar 10 persen kepemilikan sahamnya di Bank Mayora kepada Sea Group. []

    [irp]

  • Bikin Lemas, Valuasi Perusahaan Induk Shopee Anjlok US$ 150 Miliar

    peloporberita.com/ – Sea Group Singapura, Forrest Li mengumumkan, valuasi perusahaannya turun hingga 150 miliar dolar amerika sejak akhir tahun lalu. Meski demikian, menurut Li, ini hanya ‘rasa sakit’ jangka pendek.

    “Penurunan ini menyakitkan, dan Anda mungkin merasa frustrasi, berkecil hati, atau khawatir tentang masa depan Sea,” tulis Li lewat emaik untuk pegawainya seperti dilaporkan Bloomberg, Senin (14/03/2022).

    Tercatat, Sea Group sebagai induk usaha e-commerce Shopee dan developer e-sport Garena, telah tiga kali mengalami penurunan valuasi.

    Tercatat, sejak tahun 2017 hingga 2021 lalu, harga saham Sea Group dan valuasinya telah bergerak naik hingga ribuan persen.

    Kemudian, situasi berubah lantaran pada bulan November tahun lalu, terbit laporan keuangan yang di nilai mengecewakan pasar, sehingga memicu terjadinya aksi profit taking investor, sekaligus mendorong turunnya valuasi Sea Group.

    Aksi jual semakin bertambah ketika pemerintah India memblokir Free Fire. Sea Group pun dilaporkan kehilangan tiga perempat valuasinya dalam lima bulan.

    Padahal, investor global mengalami reli 2.300% sejak 2017 hingga 2021 dari berinvestasi di Sea Group. []

  • Shopee Thailand Luncurkan Kampanye Baru, 3.15 Consumer Day

    peloporberita.com/ | Platform e-commerce, Shopee optimistis pasar e-commerce Thailand akan semakin tumbuh, didukung perluasan basis pengguna serta pemasaran dan promosi yang intens untuk membantu meningkatkan daya beli di tengah ekonomi yang lesu.

    Berdasarkan laporan Digital 2022: Thailand oleh agensi kreatif We Are Social dan konsultan strategis Kepios, tahun lalu sekitar 36,6 juta orang di Thailand membeli barang konsumen melalui internet. Angka itu naik 8,7% secara year-on-year (yoy), dengan total pengeluaran USD 19 miliar.

    “E-commerce Thailand terus tumbuh pada tahun 2022, meskipun terjadi penurunan ekonomi karena perilaku online mengakar di antara pelanggan Thailand. Jumlah pembeli online meningkat pesat selama pandemi selama dua tahun terakhir,” kata Manajer Pemasaran Senior Shopee Thailand Suchaya Paleewong, seperti dikutip dari Bangkok Post.

    Paleewong mengatakan, produk kesehatan dan barang konsumen yang bergerak cepat adalah kategori teratas selama tahun pertama pandemi. Tahun kedua, produk peralatan rumah dan berkebun yang lebih populer, sebelum akhirnya beralih kembali ke beragam jenis produk pada tahun ini.

    Ke depannya, Shopee berencana mengintensifkan pemasaran dan promosi dengan memperkenalkan kampanye baru yaitu kampanye pertengahan bulan, yang disebut Hari Konsumen 3.15 atau 3.15 Consumer Day. Perusahaan tersebut memilih aktris Davika Hoorne sebagai duta merek lokal di Thailand.

    “Kami biasanya memperkenalkan brand ambassador hanya untuk mega kampanye akhir tahun. Kami mengubah strategi pada kuartal pertama tahun ini untuk mendorong pembelian yang lebih sering,” pungkasnya.[]

  • India Larang Free Fire, Sea Ltd Kehilangan Kapitalisasi USD 16 Miliar

    peloporberita.com/ | Regulator India secara mengejutkan melarang gim paling populer, Free Fire, buatan Sea Ltd. Keputusan itu pun membuat saham Sea Ltd anjlok hingga nilai kapitalisasi pasarnya hilang sebesar USD 16 miliar.

    Investor tampaknya khawatir larangan tersebut bisa menjadi awal dari masalah perusahaan ini, seperti dilansir dari Bloomberg.

    Pasalnya, dengan larangan Free Fire, ada risiko bahwa otoritas juga akan menonaktifkan aplikasi Shopee yang juga merupakan unit bisnis Sea Ltd.

    Selama dua tahun terakhir, India memang telah melarang ratusan aplikasi Tiongkok, yang ternyata meluas hingga ke gim Free Fire.

    Free Fire adalah gim seluler terlaris di India pada kuartal ketiga tahun lalu, menurut pelacak industri App Annie.

    Analis di Lightstream Research Oshadhi Kumarasiri mengatakan, keputusan India melarang Free Fire dapat mengekang bisnis hiburan digital Sea Ltd secara keseluruhan, termasuk membatasi kemampuannya membiayai ekspansi Shopee.

    Sea Ltd yang berbasis di Singapura telah melantai di bursa saham sejak 2017 dan berhasil melesat jadi perusahaan paling berharga di Asia Tenggara.

    Startup ini didirikan oleh Forrest Li yang lahir di Tiongkok, namun kini telah menjadi warga negara Singapura. Pemegang saham terbesar Sea adalah raksasa teknologi asal Tiongkok, Tencent Holdings Ltd.

    Tencent pun berencana mengurangi kepemilikan sahamnya di Sea dari sekitar 20% menjadi 18,7%. Meskipun Tencent adalah pemegang saham terbesar Sea, perusahaan itu mengadopsi pendekatan lepas tangan yang sama dengan investor lain di Tiongkok.

    Mundurnya Tencent secara bertahap ini berpotensi memberi dampak yang signifikan bagi Sea Ltd. []

  • Alibaba Targetkan USD 100 Miliar Untuk Pasar e-Commerce Asia Tenggara

    peloporberita.com/ | Perusahaan e-commerce Tiongkok, Alibaba, menargetkan volume barang dagangan kotor sebesar USD 100 miliar dari volume barang dagangan bruto (GMV) di pasar Asia Tenggara, melalui platform Lazada.

    Selama periode September 2020-September 2021, Lazada menghasilkan USD 21 miliar dalam GMV. Sebagai perbandingan, Shopee Sea Ltd yang merupakan pemimpin pasar di wilayah tersebut, telah menghasilkan USD 35,4 miliar dalam GMV untuk kalender penuh tahun 2020.

    Sejak diakuisisi Alibaba, Lazada telah mengalami beberapa kali pergantian pemimpin. Ada dua Chief Executive Officer (CEO) yang mengundurkan diri sebelum CEO saat ini, Chun Li, mengambil alih pada tahun 2020.

    Awal bulan ini, Alibaba juga menunjuk Jiang Fan untuk memimpin unit perdagangan digital internasional yang baru dibentuk yang akan mencakup Lazada dan AliExpress. Sebelumnya, Jiang Fan memimpin Taobao dan Tmall, yang merupakan unit usaha milik Alibaba.

    Seperti diketahui, Alibaba Group Holding telah membeli saham Lazada Group senilai USD 1 miliar pada 2016. Keputusan ini dilakukan untuk memperluas pasar Alibaba ke kawasan Asia Tenggara, lantaran Lazada terbilang memiliki basis konsumen yang besar di lokasi itu.

    Melansir CNN, Sabtu (18/12/2021), Lazada berdiri sejak 2012 dan telah beroperasi di sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura dan Vietnam. []

  • Tokopedia Jadi E-commerce dengan Pengunjung Web Bulanan Terbanyak

    peloporberita.com/ | Jakarta –  E-Commerce Tokopedia kini menduduki posisi pertama dalam hal pengunjung web bulanan menurut data persaingan toko online di Indonesia milik iPrice yang dilansir Rabu, 22 Agustus 2021.

    Adapun pengunjung Tokopedia  mencapai 147 koma 79 juta. Sedangkan di posisi kedua ada Shopee dengan pengunjung sebanyak 126 koma 99 juta.

    Baca juga : Bukalapak Sebut Banyak Potensi Kerjasama dengan Grup Salim

    Data itu merupakan data per kuartal kedua tahun ini. Posisi pertama telah direbut Tokopedia sejak kuartal pertama lalu, setelah sebelumnya Shopee terus menduduki posisi puncak.

    Shopee menjadi jawara sejak kuartal keempat 2019 dan terus menempati posisi pertama dalam pengunjung web bulanan hingga kuartal keempat 2020 secara berturut-turut. []

  • KemenkopUKM dan Shopee Berkolaborasi di Program Live Shopping Produk UKM

    peloporberita.com/ | Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) sejak tahun lalu berkolaborasi dengan marketplace Shopee menggelar program Live Shopping Produk UKM. Ini, merupakan program belanja online yang ditekankan pada subsektor Kuliner, Fesyen & Kriya, serta Kesehatan & Kecantikan.

    “Selama pandemi ekonomi digital tumbuh positif 38% dan terjadi penambahan lebih dari dua juta UKM masuk ke ekosistem digital.”

    Upaya KemenkopUKM ini, tidak hanya bertujuan sebagai wadah atau ajang promosi produk UKM agar dapat bangkit di masa pandemi ini, tapi juga memiliki perhatian khusus terhadap pembinaan SDM dan askes pasarnya.

    “Mendorong digitalisasi menjadi salah satu prioritas Kementerian Koperasi dan UKM agar dapat berperan lebih strategis dalam perekonomian nasional.  Selama pandemi ekonomi digital tumbuh positif 38% dan terjadi penambahan lebih dari dua juta UKM masuk ke ekosistem digital,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Jumat, 16 Juli 2021.

    “Upaya untuk mendorong digitalisasi koperasi dan UKM dilakukan antara lain melalui peningkatan kapasitas SDM yang meliputi bimbingan teknis & pendampingan,  peningkatan proses digitalisasi bisnis, serta perluasan akses pasar melalui on-boarding di marketplace dan bantuan pemasaran melalui program Live Shopping Produk UKM ini,” sambung Teten.

    Sementara Shopee, sebagai sebagai wadah pemasaran dan penjualan produk UKM di nusantara, mendukung penuh program ini dengan ambil bagian di setiap tahapannya. Ketiga sektor yang menjadi penekanan pada Live Shopping Produk UKM ini, mempunyai nama masing-masing seperti Festival Adiwarna (Fesyen), Kolaborasa (Kuliner), Kirana (Kesehatan & Kecantikan).

    Program Live Shopping Produk UKM akan berlangsung pada hari Rabu, 21 Juli 2021 ini merupakan sebuah live virtual event yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube Kemenkop dan Shopee Live.

    Bagi para pelaku UKM yang ingin berpartisipasi dalam program ini ada tahapan-tahapan yang perlu diikuti selama rangkaian acara sebelum tanggal 21 Juli. Yaitu tahap kurasi, lalu mengikuti bimbingan on board di Shopee, kemudian akan dipromosikan di landing page Shopee Pilih Lokal. Seluruh tahapan tersebut berlangsung dari tanggal 5 sampai 21 Juli 2021.

    Aneka aktivitas menarik pun sudah dirancang untuk program Live Shopping Produk UKM. Sebut saja Ngobrol dan Ngobral. Ngobrol adalah acara talkshow bersama Kemenkop UKM dan salah satu speakers webinar yang dipandu oleh moderator. Sementara Ngobral, adalah program review dan jualan produk UMKM yang diarahkan langsung menuju landing page marketplace bersama Influencer.

    “Shopee terus berkomitmen untuk bahu membahu bersama KemenkopUKM Republik Indonesia, menyelenggarakan program ini yang sudah memasuki tahun ke-2, dengan harapan digitalisasi bisnis dapat terus diterapkan oleh semakin banyak pelaku UMKM di negeri ini,” sebut Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia.

    “Oleh karena itu, ekosistem dan SDM digital di dalam masyarakat harus terus dirangsang oleh program-program seperti ini. Ini merupakan wujud nyata Shopee dalam mendukung perkembangan bisnis digital di Indonesia. Kami optimis, masa pandemi dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan perekonomian dengan UKM sebagai kuncinya,” lanjutnya.

    Bagi Anda yang tertarik untuk mencari informasi lengkap seputar program Live Shopping Produk UKM, silakan kunjungi sosial media Instagram dan Facebook Page @kemenkopUKM dan website www.https://kemenkopukm.go.id/.[]