Tag: Sampah

  • The Body Shop® Indonesia Luncurkan Gerai Kecantikan Pertama yang Terbuat dari Sampah

    Jakarta – The Body Shop® Indonesia, hari ini Kamis, (19/05/2022) resmi meluncurkan “Change-making Beauty Store”, gerai brand kecantikan pertama yang terbuat dari sampah.

    Change-making Beauty Store mengusung konsep dimana hampir 100% materi yang dipakai terbuat dari bahan-bahan yang berkelanjutan (sustainable).

    Dalam membangunnya, The Body Shop® juga berkolaborasi dengan social impact business partners yang memiliki visi misi yang sama tentang sampah dan sustainability.

    Pusat dari aktivitas Change-making Beauty Store ini adalah Act Corner, sebuah area spesial dimana Anda bisa bereksplorasi untuk mendapatkan inspirasi baru dalam mencintai Bumi.

    “Seperti yang bisa dilihat hampir 100% materi yang dipakai dalam membangunnya terbuat dari bahan bekas yang kami olah dan pakai kembali,” tutur Executive Chairperson & Owner The Body Shop® Indonesia Suzy Hutomo, saat konferensi pers di store The Body Shop, Mal Kota Casablanca, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

    “Hal ini membuktikan bahwa reuse, recycle dan upcycle itu merupakan konsep yang bisa dibuat menjadi indah dan artistik, bermanfaat serta membantu mengurangi sampah”, ungkap,” sambungnya.

    Suzy menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan untuk membangun Change-making Beauty Store ini di antaranya ada yang terbuat dari bekas pallet kayu yang digunakan untuk mengemas produk, puntung rokok, dan juga kemasan plastik bekas produk yang didaur ulang menjadi materi yang bisa digunakan lagi.

    [irp]

    Selain terbuat dari bahan-bahan yang berkelanjutan, di dalam Change-making Beauty Store ini terdapat Act Corner yang merupakan bagian terpenting dalam peran menyuarakan perubahan gaya hidup menjadi lebih berkelanjutan.

    Terkait kampanye Bring Back Our Bottle yang telah berjalan sejak tahun 2008, sejauh ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 9 juta kemasan yang kembali dari konsumen.

    “Seni Mural yang Anda bisa lihat di sini khusus kami buat untuk semakin menarik minat konsumen agar lebih tergugah lagi untuk turut membantu menyampaikan program-program aktivisme yang telah kita lakukan bersama, dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan,” tegas Suzy.

    [irp]

    “Anda semua kami ajak untuk melakukan selfie di area ini, serta membagikan foto dan pengalaman dan keseruan Anda selama berada di Act Corner ini,” tambahnya.

    Social Impact Business Partner merupakan salah satu kunci terpenting yang memungkinkan The Body Shop® Indonesia melahirkan Change-making Beauty Store yang pertama di Mal Kota Kasablanka ini.

    Mitra-mitra ini memberikan kontribusi yang besar dalam mengolah dan membuat limbah yang tidak berguna, menjadi suatu barang yang memiliki fungsi serta nilai estetika yang tinggi.

    Barang-barang olahan dari sampah antara lain adalah tatakan dan wadah untuk memajang produk yang terbuat dari puntung rokok.

    [irp]

    Barang-barang ini dibuat oleh Parongpong Raw Lab, sebuah organisasi daur ulang dan manajemen sampah pertama di Indonesia yang mengolah sampah menjadi barang secara terintergrasi berbasis komunitas yang didirikan oleh Rendy Aditya Wachid.

    Selain itu, kolaborasi dalam mengolah sampah menjadi barang yang bernilai juga dilakukan bersama dengan eCollabo8 yang mempunyai visi mengumpulkan sebanyak mungkin sampah plastik sehingga dapat didaur ulang kembali menjadi barang-barang yang memiliki kegunaan seperti tatakan, cermin, gantungan, dan lain-lain.

    Di Change-making Beauty Store ini eCollabo8 membuat meja display serta wadah makeup dari kemasan botol plastik bekas The Body Shop® yang dikembalikan oleh konsumen dalam kerangka program Bring Back Our Bottle.

    Kevin Vignier yang mendirikan eCollabo8 sejak tahun 2019 mengatakan, eCollabo8 sangat bangga menjadi bagian dari gerakan perubahan bersama The Body Shop®.

    Kolaborasi yang telah terjalin selama ini memungkinkan mereka untuk mendaur ulang banyak sekali botol plastik setiap bulannya menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai tambah.

    “Kami ikut mendorong konsumen The Body Shop® untuk sebanyak-banyaknya mengembalikan kemasan botol plastik bekas sehingga gerakan perubahan ini terus berlanjut,” ucapnya.

    Di akhir acara, Aryo Widiwardhono, CEO The Body Shop® Indonesia juga mengajak audiens untuk mengukur seberapa besar kontribusi gaya hidup mereka terhadap inisiatif dan aksi yang berkelanjutan melalui “How Sustainable Are You?”

    Ia menyampaikan, bahwa lewat laman https://www.thebodyshop.co.id/about-us/activism/sustainable-quiz.html ini, penggunanya bisa berinteraksi dengan menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan inisiatif berkelanjutan.

    Dari hasil yang didapatkan, peserta diharapkan dapat terus terinspirasi dan terdorong untuk lebih memelihara dan mencintai kelestarian lingkungan dan bumi ini.

    “Kolaborasi bersama Social Impact Business Partners merupakan elemen yang sangat penting agar kita semua dapat bersinergi dan menjadi agents of change dalam menyelamatkan Bumi kita dari kondisi darurat sampah, terutama sampah plastik yang memberikan berbagai dampak negatif yang sangat signifikan terhadap kelestarian planet kita, di antaranya adalah perubahan iklim,” tandas Aryo Widiwardhono.

    “Konsep sustainability yang menjadi komitmen The Body Shop® semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan. Mulai dari bahan dasar alaminya yang dibeli dari berbagai komunitas petani yang berkelanjutan, proses pembuatan, packaging, sampai gerainya sudah mengusung konsep sustainability,” lanjutnya. []

    [irp]

  • Starbucks Bakal Berhenti Sediakan Gelas Sekali Pakai, Ini Penggantinya

    peloporberita.com/ – Starbucks berencana berhenti menyediakan gelas sekali pakainya yang sudah sangat terkenal dalam rangka mengurangi sampah. Pasalnya menurut Starbucks, ketika gelas itu dibuang akan berakhir di tempat sampah dan tak jarang ada di jalan-jalan serta di saluran air, meski beberapa mungkin didaur ulang, tetapi daur ulangnya tidak sempurna.

    “Gelas kami ada di mana-mana, dan kami menyukainya. Tapi itu juga merupakan simbol masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” tutur Kepala Keberlanjutan Starbucks, Michael Kobori, menurut laporan CNN, Rabu (16/3/2022).

    Untuk itu, Starbucks ingin setiap pelanggan menggunakan tempat minum mereka sendiri atau meminjam mug yang dapat digunakan kembali dari Starbucks pada 2025. Ini berarti, mereka bakal meluncurkan lebih banyak program peminjaman mug yang membutuhkan deposit.

    Sebelumnya, rencana peminjaman mug di Starbucks pernah diuji di Seattle pada tahun lalu. Pelanggan harus membayar deposit US$ 1, dan harus mengembalikan cangkir ke tempat sampah pintar yang terletak di toko untuk mendapatkan uang depositnya kembali. Dengan menggunakan cangkir, Pelanggan juga bakal mendapatkan hadiah.

    Program percontohan seperti ini, sudah dijalankan Starbucks di Jepang, Singapura, dan Inggris. Program itu, masih dalam tahap uji coba, sehingga mereka pun ingin mendorong penggunaan reusable mug itu dengan cara lain.

    Proses ini bisa menjadi lebih rumit untuk pelanggan drive-thru yang membawa gelas mereka sendiri atau ketika mereka memesan terlebih dahulu melalui aplikasi Starbucks. Sejak pandemi, lebih banyak pelanggan datang melalui drive-thru atau memesan terlebih dahulu.

    Apalagi, menurut CFO Starbucks Rachel Ruggeri, drive-thru Starbucks dan pesanan selulernya bersama-sama menyumbang sekitar 70 persen dari penjualan di toko-toko Amerika Serikat yang dioperasikan perusahaan. []

  • KKP Gelar Bulan Cinta Laut di Timur Indonesia

    peloporberita.com/ – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar kegiatan Bulan Cinta Laut (BCL) untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan laut sebagai sumber kehidupan maupun penopang pertumbuhan ekonomi. Kali ini, kegiatan itu dilakukan di Timur Indonesia yakni di Maluku Utara dan Papua.

    Kegiatan bersih pantai dan laut dimulai dari Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, tepatnya di Pantai Kastela pada Selasa (8/3/2022) pagi. Dimana 2,6 ton sampah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang melibatkan pemda dan berbagai lapisan masyarakat tersebut. Siang harinya, kegiatan berlangsung di pantai SKPT Morotai yang merupakan kegiatan perdana di pulau kecil terluar dengan peserta pelajar dan nelayan.

    “Melalui gerakan kita bisa sampaikan kepada dunia, bahwa sampah dan kebersihan laut bukan hanya tanggung jawab masyarakat Morotai atau indonesia, tapi juga dunia,” tutur Menteri Trenggono di Morotai.

    Sebagai pulau kecil terluar, sampah-sampah di Pulau Morotai tidak hanya berasal dari aktivitas masyarakat setempat, tapi juga sampah yang berbawa arus laut. Sehingga Menteri Trenggono berharap, kegiatan BCL dapat mendorong masyarakat setempat untuk rutin melakukan bersih-bersih pantai.

    Dia juga meminta masyarakat yang tinggal pulau-pulau padat penduduk maupun di perkotaan untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah yang dihasilkan.

    KKP Gelar Bulan Cinta Laut di Timur Indonesia
    KKP Gelar Bulan Cinta Laut di Timur Indonesia. (Foto:Pelopor.id/KKP)

    “Satu hal dari kegiatan ini, yang perlu kita gerakkan menjadi kedisplinan kita semua. Pelajar, masyarakat, nelayan, kita semua, harus mencintai laut. Kalau laut kotor, akan mempengaruhi tangkapannya juga,” ungkap Menteri Trenggono.

    Kegiatan Bulan Cinta Laut selanjutnya akan digelar di Raja Ampat, Papua Barat dan Bali. Kegiatan yang kick off pada akhir Januari lalu ini juga akan diikuti oleh pelajar hingga berbagai lapisan masyarakat. []

  • Menko Luhut Ingin Bali Bebas dari Sampah Lewat TPST Padang Sambian

    peloporberita.com/ – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut binsar Pandjaitan, meninjau 2 Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Bali, yakni TPST Padang Sambian dan TPST Mengwitani. Kunjungan ini, bertujuan untuk memastikan Bali bebas sampah.

    “Sampah dari TPS Sarbagita akan dikelola di TPST yang akan kita bangun ini untuk segera mengurangi sampah yang ada di bali,” tutur Menko Luhut berdasarkan keterangan tertulis, Jumat, (25/02/2022)

    Menko Luhut menjelaskan, teknologi yang akan digunakan di TPST ini adalah Refused Derived Fuel (RDF) seperti yang sebelumnya telah dikembangkan di Cilacap. Diketahui akan ada sekitar 820 juta ton sampah perhari yang dikelola untuk dijadikan bahan bakar.

    “Kita targetkan pembangunan ini selesai di Juli akhir dan bulan September bisa segera mulai beroperasi,” tegasnya.

    Menko Luhut juga meminta kelembagaannya diatur dengan baik karena hasil pengelolaan sampah ini bisa menghasilkan berbagai macam produk. Sehingga menambah UMKM dan bagus sekali untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar.

    Pembangunan TPST ini, juga menjadi salah satu persiapan untuk menyambut KTT G20 dan menuntaskan berbagai pekerjaan yang tertunda.

    “Kita harap dalam Oktober atau November, Bali akan menjadi kota yang lebih bersih,” tandas Menko Luhut. []

  • Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2022 Bertema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”

    peloporberita.com/ | Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari. HPSN mengingatkan semua pihak bahwa persoalan sampah harus menjadi fokus utama. Peringatan HPSN tahun ini mengambil tema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”.

    Selain pemerintah, upaya penanganan dan pengelolaan sampah juga harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang meliputi akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, asosiasi profesional, bahkan individual.

    Puncak peringatan HPSN tahun 2022 secara nasional dilaksanakan hari ini, Senin (21/02/2022) secara virtual dan langsung, yang dihadiri oleh Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong secara langsung di Manggala Wanabakti, Jakarta.

    Dalam sambutan Menteri LHK, yang disampaikan oleh Wamen LHK, Alue Dohong menyatakan bahwa penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor persampahan sangat penting, karena akan terkait dengan upaya menahan gas buang melalui sistem pengelolaan siklik/rantai.

    Dengan begitu, tidak ada material terbuang menjadi gas, juga dalam hal posisinya sebagai substitusi energi, energi alternatif dari sampah menjadi listrik, serta sampah organik menjadi pupuk dan sampah sebagai bahan baku industri.

    Kegiatan puncak peringatan HPSN 2022 menampilkan kisah sukses enam ProKlim dalam pengelolaan lingkungan, yaitu ProKlim Desa Wanagiri di Kabupaten Buleleng, ProKlim Desa Amahusu di Kota Ambon, ProKlim Keluarahan Lenteng Agung di Jakarta Selata Selatan, ProKlim Gunung Ibul Barat di Kota Prabumulih, ProKlim Desa Sepinggan di Kota Balikpapan dan ProKlim Lingkungan Lippu di Kabupaten Majene.

    Pada momentum HPSN kali ini, Kementerian LHK juga meresmikan  empat Desa ProKlim di Kabupaten Gianyar, yaitu Desa Taro, Desa Sukowati, Desa Ubud dan Desa Batuan serta apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya kepada pemerintah kabupaten Gianyar, Provinsi Bali yang telah berperan aktif dalam membantu pelaksanaan kegiatan pendampingan ProKlim ini.

    Selanjutnya, menutup rangkaian puncak HPSN 2022, diperkenalkan pameran secara hybrid, virtual dan faktual pengelolaan sampah dalam “Festival Peduli Sampah Nasional”.

    Pameran akan diisi oleh berbagai stakeholder dan dari perwakilan kampung iklim, bank sampah dan perhutanan sosial yang diharapkan dapat memperkuat peran pemerintah, dan pihak terkait lainnya dalam pengelolaan sampah yang komprehensif.

    Rencananya, pameran ini akan dilaksanakan pada Juni – Desember 2022 dan diharapkan dapat menjadi platform baru dalam kolaborasi ProKlim yang lebih maju ke depannya.[]

  • Limbah tes antigen Kotori Selat Bali, Menteri Trenggono: Laut Bukan Keranjang Sampah!

    peloporberita.com/ – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono geram dengan pencemaran limbah tes antigen yang mengotori Selat Bali. Ia menegaskan, bahwa laut bukan tempat sampah.

    “Kalau laut kita rusak bagaimana? Kalau sampahnya sudah luar biasa, kemudian kualitas biota di dalamnya menurun, apa yang terjadi? Seluruh kehidupan juga ikut rusak,” tuturnya, Rabu (2/2/2022).

    Menteri Trenggono menegaskan, membuang sampah di laut bertentangan dengan amanah Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

    Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengurangi sampah sebanyak 30% melalui 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) dan penanganan sampah sebanyak 70% sampai tahun 2025.

    Serta pengurangan sampah plastik yang masuk ke laut sebanyak 70% sampai tahun 2025. Sehingga menurut Menteri Trenggono, perlu tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

    “Kalau ini dibiarkan bisa terulang, makanya perlu tindakan tegas. Perlu ditekankan bahwa laut bukan keranjang sampah,” Tegasnya.

    Menteri Trenggono juga menekankan bahwa laut memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan makhluk hidup di darat. Selain sebagai sumber pangan, laut juga penghasil oksigen dan penyerap emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

    Laut merupakan jalur transportasi penting dalam menjawab kebutuhan logistik setiap negara. Termasuk untuk jalur telekomunikasi melalui sistem kabel bawah laut.

    “Sekali lagi saya tegaskan, laut itu erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Jadi harus kita jaga,” tandas Menteri Trenggono.

    Sebelumnya, ribuan limbah bekas alat tes antigen ditemukan berserakan di sepanjang pantai Selat Bali. Kejadian ini pertama kali direkam oleh penumpang kapal yang tengah menyeberang ke Pulau Bali. []

  • Indonesia Hasilkan Jutaan Ton Sampah Setiap Tahun

    peloporberita.com/ | Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada tahun 2020, Indonesia menghasilkan sedikitnya 67,8 juta ton sampah per tahun, yang sekitar 1.000-1.500 ton per hari adalah sumbangan sampah dari kota-kota besar. Dari jumlah tersebut, 60% sampah diangkut dan ditimbun di tempat pemrosesan akhir (TPA), 10% sampah didaur ulang oleh masyarakat dan 30% lainnya mencemari lingkungan.

    Ada sekitar 8 juta ton sampah plastik mencemari laut setiap tahunnya dan berdampak pada kehidupan ekosistem laut. Berdasarkan studi yang dilakukan Unilever Indonesia bekerja sama dengan Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan Indonesia Plastics Recyclers (IPR), diketahui bahwa proses daur ulang masih belum maksimal.

    Tak bisa dipungkiri, pemecahan persoalan sampah tidak terlepas dari peran masyarakat. Namun berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2008, 72% masyarakat di Indonesia tidak memiliki kepedulian terhadap sampah. Membuang sampah dengan sembarangan dan penggunaan plastik yang berlebihan, masih menjadi budaya masyarakat Indonesia. Selain itu, perilaku ketidakpedulian terhadap sampah juga ditunjukkan dengan tidak melakukan pemilahan sampah rumah tangga dan tidak memanfaatkan barang bekas.

    Baca juga: Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat

    Dalam mewujudkan grand design pengelolaan sampah 100% menuju tahun 2045, perlu adanya inovasi pengolahan sampah mulai dari wilayah rumah tangga, keluruhan atau desa hingga kabupaten kota. Dimulai dari rumah tangga, diperlukan adanya sosialisasi hingga aturan untuk mengubah pola perilaku. Jika indeks ketidakpedulian masih tinggi, maka diperlukan aturan berupa peningkatan retribusi sampah.

    Dalam konsep masyarakat, sampah selalu dipandang sebelah mata sehingga masyarakat membuang sampah secara sembarangan atau tidak pada tempatnya. Dalam wilayah setingkat kelurahan atau desa, diperlukan adanya penambahan atau pembangunan fasilitas tempat pembangunan sampah sementara (TPS) sesuai dengan kapasitas sampah di kelurahan atau desa. Melalui semangat gotong royong, diperlukan adanya penguatan komunitas warga dalam mengelola sampah melalui pemanfaatan Reduce, Reuse, dan Recycle agar dapat digunakan kembali dan memiliki nilai ekonomi. Contohnya, pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos, gas metana, pakan ternak dan kerajinan tangan dari sampah kertas dan plastik.

    Dalam skala industri, diperlukan komitmen pelaku industri merancang kemasan produk dalam mengurangi plastik, seperti optimalisasi bentuk dan ukuran kemasan produk, hingga penggunaan bahan dasar lain yang lebih ramah lingkungan. Pelaku industri harus melakukan transformasi model bisnis dengan menerapkan penjualan produk tanpa kemasan plastik, seperti skema refill station, melakukan pengisian ulang terhadap produk dan langsung diantarkan ke rumah konsumen.

    Baca juga: GMKI: Banjir Palembang Akibat Drainase dan Pengolahan Sampah Buruk

    Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Penerapan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Berbasis Ramah Lingkungan, memberikan harapan baru untuk mengurangi volume sampah secara signifikan demi kebersihan dan keindahan kota serta menjadikan sampah sebagai sumber daya untuk menghasilkan listrik. Pengelolaan sampah dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir melalui pengurangan dan penanganan sampah.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 12 kota, yaitu DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Surakarta, Makasar, Palembang, Tangerang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Manado.

    Namun, selama tiga tahun, pembangunan PSEL di sebelas kota masih berjalan di tempat, karena koordinasi dan perbedaan presepsi di antara kementerian/lembaga terkait skema kerja sama masih menjadi kendala utama. Pada 2021, Presiden Jokowi baru meresmikan satu PSEL, yaitu PSEL TPA Benowo di Surabaya. Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan telah mendukung program pembangkit listrik berbasis sampah dengan mengeluarkan sejumlah payung hukum. Hal itu juga untuk memastikan pemerintah daerah berani mengeksekusi program tersebut tanpa dipanggil oleh kejaksaan, kepolisian dan KPK. []

  • Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat

    peloporberita.com/ – Prihatin dengan kondisi sampah di sejumlah kawasan desa wisata, PT Thinq Consultant Indonesia, membekali warga Batu Kumbung dengan ilmu, wawasan dan keterampilan, mengelola sampah berbasis masyarakat.

    Sehingga sampah rumah tangga yang kerap menjadi momok di masyarakat, kini bisa dimanfaatkan warga untuk pakan ternak peliharaan warga hingga pemamfaatan pupuk untuk tanaman herbal.

    Program pemberdayaan masyarakat ini, dibiayai Pemerintah Australia melalui skema dana hibah alumni (Alumni Grant Scheme/AGS). AGS diberikan bagi inisiatif yang membuat dampak dalam bidang profesional, organisasi, masyarakat serta dalam mempererat hubungan Australia dengan Indonesia.

    “Kami juga menyebarkan poster tentang teknik dan cara mengolah sampah di masing-masing rumah warga hingga penyusunan peraturan desa (perdes) tentang pengolahan sampah.”

    Pendanaan AGS ditujukan bagi para alumni yang pernah bersekolah atau kursus singkat di Australia dengan pembiayaan pribadi, dari Pemerintah Australia maupun Pemerintah Indonesia.

    Penerima hibah AGS putaran pertama tahun 2021, yang juga Alumni Australia Awards Scholarships Short Term Awards Sustainable Tourism For Regional Growth 2016, Sri Susanty. Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram yang juga Vice Director PT Thinq Consultant Indonesia, mendedikasikan penghargaannya untuk warga Desa Batu Kumbung.

    Bermitra dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Ijo Tandur. Program hibah AGS ini bertajuk “Integrated Community Based Waste Management in Creating Sustainable Destination Tourism of Batu Kumbung Village”.

    Menurut Sri Susanty, Desa Batu Kumbung dipilih menjadi sasaran program ini karena potensi desa Batu Kumbung kaya akan sumber daya alam. Sementara, di sisi pemanfaatan sumber daya yang ada masih minim. Pemberdayaan ini menjadi penting agar ke depan bisa berkelanjutan.

    STP Mataram
    Thinq Consultant Bekali Warga Ilmu Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat. (Foto: peloporberita.com/Humas STP Mataram)

    "Program ini dimulai dari hilir sampai ke hulu. Mulai dari sosialisasi ke masyatakat, pemilahan sampah, mengolah sampah organik dan non organik, pelatihan penggunaan pupuk, pengolahan pupuk organik dan diimplementasikan di kebun herbal," ungkap Sri Susanty, Senin, 4 Oktober 2021.

    "Kami juga menyebarkan poster tentang teknik dan cara mengolah sampah di masing-masing rumah warga hingga penyusunan peraturan desa (perdes) tentang pengolahan sampah. Muaranya, kami mediasi warga menyusun perdes pengembangan desa wisata Batu Kumbung," tambahnya.

    Sementara Konsultan Thinq, Andi Walhidayah, mengaku dasar prinsip idioliginya pada community devlopment dan prinsip inklusi sebagai lembaga pemerhati kepariwisataan Basisnya berada di tingkat pedesaan.

    Artinya kehadiran Thinq ingin membawa wajah berbeda dalam pendekatan pemgembangan kepariwisataan sehingga masyarakat itu menjadi aktor utama di dalam proses pembangunan di tingkat pedesaan. Kami juga ingin memastikan kelompok rentan juga menjadi pelaku .

    “Kehadiran kami ingin memastikan kelompok rentan ini diharapkan bisa mengubah kondisi ini dari kelompok rentan menjadi mereka yang memiliki daya saing, mandiri dan tangguh. Intinya prinsip dasar kami adalah membangun komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Kedua kami fokus kajian riset untuk pembangunan perdesaan” tegas Andi penuh harap.

    Selain BUM Des, Thinq juga difasilitasi lembaga pendidikan STP Mataram. Ketua STP Mataram, Halus Mandala, menegaskan komitmennya memberi pendampingan dan membantu meningkatkan sumber daya manusia masyarakat di desa wisata.

    “Banyak hal kami lakukan untuk membantu masyarakat. Beberapa desa sudah kami jadikan lokus pendampingan. Alhamdulillah, warga di desa wisata sudah menunjukkan kemandiriannya. Seperti harapan Thinq, kami menjadi lebih termotivasi jika melihat warga pendampingan kami berhasil, mandiri dan tangguh menjadi sebuah desa yang berkembang secara ekonomi dan sumber daya manusia,” tandas Halus Mandala. []

  • GMKI: Banjir Palembang Akibat Drainase dan Pengolahan Sampah Buruk

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Ketua BPC GMKI Palembang, Fajar Sihombing menilai, banjir yang terjadi di beberapa titik daerah di kota Palembang pada kamis, (2/9/2021) malam lantaran sistem drainase dan pengolahan sampah yang buruk.

    “Belum ada keseriusan Walikota Palembang, Harnojoyo dalam membenahi serta memelihara sistem drainase.” 

    “Sistem drainase dan pengolahan sampah yang buruk menjadi penyebab utama banjir. Selain itu, pompa air belum berjalan maksimal untuk menangani banjir,” tutur mahasiswa UNSRI ini berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Jumat, (3/9/2021).

    Fajar Sihombing
    Ketua BPC GMKI Palembang, Fajar Sihombing. (Foto:Pelopor.id/GMKI)

    Akibatnya, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 1 jam, banjir pun terjadi dan menyebabkan ruas jalan menjadi macet total, menimbulkan kerugian ekonomi, serta mengganggu aktivitas pendidikan.

    Fajar menjelaskan, konstruksi drainase yang ada tidak dapat menampung debit air saat hujan. Selain itu, drainase dibawah trotoar juga tidak memiliki inlet sehingga air menggenang dibawah jalan.

    “GMKI Palembang menilai belum ada keseriusan Walikota Palembang, Harnojoyo dalam membenahi serta memelihara sistem drainase, ” tegas Fajar.

    Sejumlah Wilayah di Palembang Terendam Banjir Setelah Hujan Seharian

    Selain drainase yang buruk, Fajar Sihombing juga menyoroti jumlah sampah di Palembang yang mencapai 1.200 ton per hari.

    “Jumlah ini sangat besar, jika tidak dikelola akan menjadi beban masyarakat di masa mendatang karena mencemari ekosistem dan lingkungan,” sebut Fajar.

    Oleh sebab itu, GMKI Palembang mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, GMKI Palembang menyampaikan kepada Pemkot Palembang untuk menghadirkan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

    Sementara salah satu persoalan dalam pengolahan sampah adalah retribusi yang dikelola tidak akuntabel dan transparan sehingga pendapatan pemerintah minim. Sehingga menurut Fajar, harus dibenahi agar retribusi yang didapat dari pengolahan sampah di Palembang bisa lebih maksimal. []

  • Bank Sampah di Kota Yogyakarta Tetap Aktif Selama Pandemi

    peloporberita.com/ | Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta (DLH) terus berupaya maksimal melakukan perkembangan bank sampah yang dikelola setiap RW di Kota Yogyakarta, yaitu sebanyak 448 bank sampah.

    Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya Lingkungan Hidup (PSDLH) Christina Endang, Jumat (25/6/21) mengatakan, ”Sampai saat ini perkembangan bank sampah masih terpantau baik dan berkegiatan aktif. Selama pandemi tetap aktif dalam kegiatan memilah sampah, melakukan kreatifitas daur ulang sampah, serta mulai mengolah sampah organik di rumah tangga,” 

    Baca juga: Satgas Yogya Akan Menambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

    Endang mengatakan, pengelolaan sampah ini sebagai bentuk koordinasi dan pembinaan DLH dengan Faskel se-Kota Yogyakarta, dan tindak lanjut dari monitoring aktivitas 448 bank sampah yang ada di Kota Yogyakarta.

    Pengelolaan sampah saat pandemi  covid-19 dari TPA Piyungan sejak Januari 2021 sebanyak 7.948 ton, sehingga rata-rata per hari mencapai 256 ton. Sedangkan hingga Mei 2021 tercatat sebanyak 7.258 ton, dengan rata-rata perhari 234 Ton.

    Baca juga: Langgar Aturan Lalu Lintas di Yogyakarta, Bisa Diteriaki!

    Adanya bank sampah di setiap RW bertujuan mengurangi sampah yang ada di wilayah-wilayah Kota Yogyakarta, memberikan nilai ekonomi pada sampah, dan sebagai sarana edukasi bagaimana mengelola sampah dengan benar dan berwawasan lingkungan.

    “Kami menargetkan nantinya bank sampah akan dimonitoring sampai pertengahan Agustus. Semoga selesai mendatangi 448 bank sampah se-Kota Yogyakarta, nantinya bank sampah dapat meningkatkan perekonomian warga,” kata Endang. []