Tag: Samarinda

  • Waduh, Uang Nasabah BNI Raib Rp 3,5 Miliar Ternyata Pelakunya…

    Jakarta – Seorang nasabah Bank BNI Cabang Samarinda yang berprofesi sebagai pedagang ikan bernama Muhammad Asan Ali, kehilangan uang Rp3,5 Miliar yang disimpan di 2 rekeningnya oktober tahun lalu.

    Setelah diselidiki, uang miliaran rupiah itu ternyata ditarik diam-diam oleh petugas customer service BNI bernama Besse Dalla Eka Putri yang kini sudah jadi terdakwa. Sebagai petugas CS yang kerap mendampingi Asan ketika bertransaksi, terdakwa ternyata bisa mengakses rekening Asan.

    Kuasa Hukum Asan sekaligus Direktur LBH Samarinda Berani Hilarius Onesimus Moan Jong menyebut, BNI Cabang Samarinda sudah mengganti uang kliennya melalui deposito selama 6 bulan yang nilainya Rp 2.354.604.418. Sementara oknum CS Dalla, menyanggupi untuk mengembalikan uang Asan sebesar Rp 303.500.000.

    “Sehingga, total keseluruhan uang klien kami yang dikembalikan hanya Rp 2.658.104.418 dari jumlah tabungan yang sudah mencapai Rp 3,5 miliar,” sebut Hilarius.

    Dengan demikian, masih ada kekurangan pengembalian dana milik kliennya oleh BNI Cabang Samarinda sebesar Rp841.895.582.

    “Kami telah bertemu dan menanyakan (kekurangan) uang klien kami. Namun jawaban dari Pimpinan Cabang BNI Samarinda tetap mengacu terhadap hasil audit internal dan menunggu putusan pengadilan terhadap kasus Besse Dalla,” ungkapnya.

    Asan bersama kuasa hukumnya juga telah melaporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim. Pihaknya juga melampirkan rekening koran yang dimiliki Asan per Januari 2016 sampai dengan Desember 2020, sebagai bukti.

    Sementara pihak BNI Cabang Samarinda, Agus Amri membenarkan jika pihaknya masih menantikan putusan pengadilan atas kasus yang dilakukan oleh mantan pegawai mereka.

    “Karena, ada sebagian uang yang diterima Dalla dari Asan, disetorkan lalu ditarik kembali. Ada juga yang tidak disetorkan ke bank dan digunakan untuk kepentingan pribadi Dalla,” ucapnya.

    Terkait ganti rugi, Agus menyatakan bahwa BNI Cabang Samarinda sejatinya sudah mengganti uang nasabahnya itu, sesuai dengan yang tercatat dalam sistem mereka dalam bentuk tabungan deposito.

    “Maka reversal atau pengembalian uang dilakukan melalui tabungan depsito. Biar Aman, seperti permintaan Haji Asan,” tegasnya.

    Pihak BNI Cabang Samarinda menurut Agus, juga tidak pernah melakukan intervensi kepada Asan. Sebagai lembaga keuangan, pihaknya mengedepankan azas kehati-hatian dalam menentukan sebuah kebijakan.

    “Enggak ada tekanan. Tiap hari kami juga berkomunikasi. Auditing juga dilakukan sama-sama,” tandasnya. []

  • Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Balikpapan, 5 Orang Tewas

    peloporberita.com/ – Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Kombes Sonny Irawan menyampaikan, sebuah truk tronton telah menabrak sejumlah kendaraan lainnya Pada hari Jumat, (21/1/2022), Pukul 06.15 WITA di lampu merah Muara Rapak.

    Saat peristiwa nahas ini terjadi, semua kendaraan sedang berhenti di lampu merah. Berdasarkan laporan sementara, 5 orang tewas dalam kecelakaan ini, luka berat 4 orang dan luka ringan masih didata polisi.

    Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Balikpapan, 21 Orang Tewas. (Foto:pelopor.id/Tangkapan Layar)
    Rem Blong Sebabkan Kecelakaan Maut di Balikpapan, 21 Orang Tewas. (Foto:pelopor.id/Tangkapan Layar)

    “Bhabinkamtibmas dari Polresta Balikpapan sedang melaksanakan penyisiran di rumah sakit. Nanti data lengkapnya akan kami sampaikan,” tutur Sonny Jumat, (21/1/2022).

    Akibat tertabrak truk tranton tersebut, sebuah tiang lampu Merah roboh, Pagar pembatas Jalan rusak, 6 Unit kendaraan roda empat hancur yang terdiri dari 2 Angkot warna Merah dan Biru, 2 unit Mobil Pribadi, 2 Unit mobil jenis Pick Up. Sedangkan motor yang hancur Sebanyak 14 Unit.

    Sonny juga mengatakan, bahwa berdasarkan informasi sementara tragedi itu terjadi lantaran rem truk kontainer tersebut blong. Sehingga kendaraan menabrak kendaraan lainnya yang sedang berhenti di lampu merah.

    Sementara sopir truk tronton maut itu, dalam keadaan sehat dan sudah diamankan polisi.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Pelopor Berita (@peloporberita)

    Berdasarkan keterangan sang sopir bernama Muhammad Ali (48), saat kejadian ia membawa muatan Kontener 20 Fit yang berisikan kapur pembersih air dengan berat 20 Ton yang hendak di antar ke Kampung Baru Balikpapan Barat. Sesampai di depan Bank Mandiri Rem sudah tidak berfungsi dan Truck Tronton meluncur dan menabrak segala yang ada di depannya. []