Tag: Ritel

  • Amazon.com Bakal Tutup 6 Gerai Whole Foods Akibat Prospek Suram

    Jakarta | Perusahaan e-commerce Amazon.com akan menutup enam toko Whole Foods di empat negara bagian Amerika Serikat (AS). Amazon mengambil keputusan ini hampir dua bulan setelah menutup lusinan toko buku dan toko suvenir di seluruh AS.

    Toko-toko yang ditutup adalah dua unit di Alabama, satu unit di California, satu unit di Massachusetts, dua unit di Chicago. Rencananya, lima gerai akan tutup pada 6 Mei, sedangkan satu unit di Englewood, Chicago, akan tutup dalam beberapa bulan ke depan.

    “Kami telah membuat keputusan sulit untuk menutup enam toko,” ucap juru bicara Whole Foods seperti dilansir dari Reuters.

    Amazon mengatatakan bahwa kerugian kuartal pertama yang tidak terduga dan prospek suram untuk periode saat ini. Penjualan online turun 3% pada kuartal tersebut.

    Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Seattle ini mengakuisisi Whole Foods Market pada 2017 sebagai langkah besar memasuki ritel fisik. Nilai transaksi yang dikeluarkan mencapai USD 13 miliar.

    Sejak saat itu, Amazon juga telah meluncurkan supermarket sendiri bernama Amazon Fresh dan kini memiliki lebih dari 20 gerai di California, Illinois dan kawasan Atlantik tengah.[]

  • Bisnis Katering dan Ritel Hong Kong Melonjak Selama Liburan Paskah

    Jakarta | Bisnis sektor katering dan ritel Hong Kong telah melaporkan lonjakan dua digit selama liburan Paskah, meski pembatasan jarak sosial mengekang beberapa pertumbuhan mereka.

    Ledakan bisnis juga didorong oleh distribusi pemerintah untuk kupon konsumsi semester pertama senilai HKD 10.000 (Rp 18,2 juta) awal bulan ini, dengan penduduk membeli barang-barang, seperti elektronik dan bahan makanan premium.

    “Kami melihat banyak orang keluar, terutama ke pusat perbelanjaan dan kawasan wisata lainnya seperti Sai Kung,” menurut Presiden Federation of Restaurants and Related Trades Hong Kong Simon Wong Ka-wo yang dikutip dari South China Morning Post.

    Menjelang pelonggaran pembatasan Covid-19 pekan ini, Wong mencatat bahwa restoran mulai menimbun bahan-bahan dari pemasok dan mempekerjakan lebih banyak karyawan untuk mengatasi perkiraan kenaikan pelanggan.

    “Tahun lalu, bisnis tiba-tiba bangkit kembali dan kami terkejut. Banyak pemasok makanan tidak mampu memasok bahan yang cukup, jadi itu satu hal yang harus kami persiapkan,” kata Wong.

    Tahap pertama dari langkah-langkah santai akan memungkinkan perpanjangan layanan makan di restoran dari pukul 18.00-22.00, dengan hingga empat orang per meja. Gym, salon kecantikan dan pijat, bioskop, pusat permainan, taman hiburan, dan tempat ibadah juga akan diizinkan untuk dibuka kembali.[]