Tag: Recep Tayyip Erdogan

  • Turki Tegaskan Swedia dan Finlandia Tak Layak Masuk NATO

    Jakarta | Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan Swedia dan Finlandia tidak layak bergabung dengan NATO, karena kedua negara itu secara terbuka mendukung kelompok teroris Kurdi.

    “Selama Tayyip Erdogan adalah kepala Republik Turki, kita pasti tidak bisa mengatakan ‘iya’ kepada negara-negara yang mendukung terorisme untuk memasuki NATO,” kata Erdogan seperti dilansir dari Reuters.

    Dia juga mengatakan bahwa kedua negara itu telah menampung orang-orang yang terkait dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok yang dianggap teroris bagi Turki.

    “Kita tidak bisa mengulangi kesalahan di masa lalu terkait negara-negara yang merangkul dan memberi makan teroris semacam itu di NATO yang merupakan organisasi keamanan,” tegasnya.

    Turki juga pernah menyebut Swedia dan Finlandia gagal menyetujui permintaannya untuk mengekstradisi puluhan teroris selama lima tahun terakhir, termasuk orang-orang yang terkait dengan kelompok PKK dan Gulen.

    Bagi Turki, jika Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO, maka kedua negara itu harus menunjukkan kerja sama dalam memerangi terorisme, termasuk mencabut embargo senjata.

    Menanggapi tuduhan itu, Swedia dan Finlandia pun menyatakan sangat mengecam terorisme dan siap membuka peluang kerja sama dengan Turki terkait isu tersebut.[]

  • Presiden Turki Recep Erdogan Desak Rusia-Ukraina Akhiri Perang

    Jakarta | Negosiator Rusia dan Ukraina telah memulai pembicaraan tatap muka di istana Dolmabahce di Istanbul, Turki, pada Selasa (29/03/2022).

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai tuan rumah, mendesak mereka untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan sekitar 20.000 orang dan memaksa lebih dari 10 juta orang meninggalkan rumah mereka.

    “Kedua pihak memiliki kekhawatiran yang sah. Sangat mungkin untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh komunitas internasional,” kata Erdogan seperti dilansir dari AFP.

    Erdogan juga menegaskan bahwa perpanjangan konflik bukanlah kepentingan siapa pun.

    Sebelumnya, Turki menjadi tuan rumah pertemuan pertama antara menteri luar negeri Ukraina dan Rusia pada 10 Maret, menyusul invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022. Namun pembicaraan itu gagal menghasilkan gencatan senjata atau membuat kemajuan nyata lainnya.

    Pada Senin (28/03/2022) malam, Erdogan mengatakan negaranya adalah satu-satunya, sejak aneksasi Rusia atas Krimea pada 2014, yang telah melakukan upaya tulus untuk menemukan solusi krisis melalui dialog, negosiasi dan kesepakatan.

    Turki, yang berbagi pantai Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina, berusaha menjaga hubungan baik dengan keduanya dan telah menawarkan jadi penengah sejak dimulainya perang.

    Ankara adalah sekutu tradisional Kyiv dan telah memasok negara itu dengan drone Bayraktar, yang telah dikerahkan Ukraina dalam konflik tersebut. Tetapi juga berusaha tetap berhubungan baik dengan Rusia, di mana Turki sangat bergantung pada impor gas dan pendapatan pariwisata.[]

  • Turki Akan Berganti Nama Jadi Türkiye

    peloporberita.com/ | Pemerintah Turki berencana mengubah nama Turki yang diakui secara internasional dalam bahasa Inggris, menjadi Türkiye.

    Menurut Greek Reporter, nama baru Turki mengemuka setalah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merilis pernyataan pada awal bulan ini, yang mengumumkan rencana perubahan nama negara itu.

    “Kata Türkiye mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki dengan cara terbaik,” ucap Erdogan dalam pernyataan itu.

    Türkiye adalah nama yang digunakan untuk negara dalam bahasa Turki, dan negara tersebut kini ingin membawa nama itu ke dunia internasional.

    Bahkan, keseriusan Pemerintah Turki diwujudkan dengan mendaftarkan hal ini ke PBB dalam beberapa pekan mendatang. Hal itu diungkapkan dua pejabat Turki kepada kantor berita, Middle East Eye. Namun, huruf “Ü” yang tidak ada dalam alfabet Latin nominal, diprediksi bisa menjadi masalah.

    Beberapa pengamat menilai, salah satu jalan keluarnya adalah menggunakan huruf “U” biasa, bukan huruf “Ü” dalam nama baru.

    Awalnya, publik Turki tidak tahu seberapa serius pemerintah mereka dalam rencana perubahan nama ini. Namun, jaringan berita yang didanai publik dengan cepat mengikuti jejak pemerintah.

    Kantor berita Anadolu dan TRT World telah menggunakan “Türkiye” dalam siaran berbahasa Inggris mereka.

    Satu artikel TRT World juga mencoba menjelaskan alasannya, dengan merujuk pada kamus bahasa Inggris: Flip through the Cambridge Dictionary dan “turkey” didefinisikan sebagai “sesuatu yang gagal dengan buruk” atau “orang yang bodoh atau konyol”. []

    Baca juga: Pidato Erdogan Bikin Lira Perkasa 30%

  • Pidato Erdogan Bikin Lira Perkasa 30%

    peloporberita.com/ – Pidato Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan awal pekan ini membuat kurs lira meroket nyaris 30 persen dalam dua hari terakhir.

    Sebelumnya, Kebijakan tak lazim bank sentral Turki membuat kurs lira ambrol nyaris 55 persen sepanjang tahun ini hingga Jumat pekan lalu.

    Namun di pekan ini lira akhirnya bangkit dari kubur melesat 8 koma 65 persen ke 12 koma 4 lira per dolar amerika dan hari sebelumnya meroket 21 setengah persen.

    Berbicara setelah pertemuan Kabinet, Erdogan mengumumkan beberapa kebijakan yang akan meringankan beban lira Turki.

    Pemimpin yang sudah berkuasa selama 20 tahun ini mengatakan dengan kebijakan tersebut warga Turki tidak perlu mengkonversi lira menjadi mata uang asing selama lira crash, termasuk memberikan jaminan deposito. []