Tag: QRIS

  • Wamendag: E-Retribusi dan QRIS Pasar Rakyat Jaga Pertumbuhan Ekonomi

    Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan, pemerintah memberikan atensi lebih terhadap pasar rakyat dan pedagang pasar rakyat guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional selama pandemi Covid-19. Atensi ini ditunjukkan melalui program digitalisasi pasar rakyat dengan menerapkan pembayaran retribusi secara nontunai atau digital (e-retribusi).

    “Penggunaan e-retribusi dipandang sebagai jawaban atas transaksi pembayaran digital yang semakin masif. Saat ini, telah banyak penyedia layanan pembayaran digital yang bisa digunakan. Selain itu, e-retribusi juga dapat menjadikan kegiatan pembayaran retribusi semakin efektif dan efisien,” tutur Wamendag Jerry dalam peluncuran pembayaran retribusi digital di Pasar Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat kemarin, Senin (18/04/2022).

    Wamendag juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong para pedagang dan pengelola pasar rakyat untuk melakukan digitalisasi pasar. Caranya dengan melakukan transaksi secara daring, baik melalui platform media sosial, lokapasar (marketplace), maupun transaksi jual beli secara nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

    Hadirnya pembayaran retribusi secara digital, sangat penting lantaran dapat menjadi alat pembayaran yang sesuai dengan protokol kesehatan dalam rangka membantu mengurangi transaksi secara uang langsung atau tunai.

    Wamendag juga menekankan pentingnya digitalisasi pasar, terutama retribusi, bahwa digitalisasi dapat membuka jangkauan pasar atau pembeli yang jauh lebih luas. Selain itu, produktivitas penjualan melalui daring bisa mencapai dua kali lipat dari penjualan luring.

    “Penerapan digitalisasi bisa meningkatkan produktivitas tanpa harus meninggalkan lapak dagangan. Selain itu, semua transaksi tercatat dan tersimpan dengan baik,” ungkapnya.

    Kementerian Perdagangan sendiri, saat ini menargetkan 1 juta UMKM dan 1.000 pasar rakyat untuk terdigitalisasi pada 2022. Data Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri menyebutkan, 486 dari 3.705 pasar rakyat telah terdigitalisasi pada 2021. Sejumlah 328 pasar telah menerapkan e-retribusi, 114 pasar menerapkan perdagangan melalui sistem elektronik (e-commerce), dan 54 pasar menerapkan pembayaran melalui sistem elektronik (e-payment). []

  • Bank Indonesia Tambah Limit Transaksi QRIS Jadi Rp 10 Juta

    peloporberita.com/ – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengumumkan batas maksimal transaksi digital menggunakan QR Code Indonesia, QRIS, dinaikkan dari Rp5 juta menjadi Rp10 juta per-transaksi. Kebijakan itu mulai berlaku 1 Maret 2022, guna mendorong konsumsi masyarakat.

    “Untuk mendorong konsumsi masyarakat dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” tutur Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (10/2/2022).

    BI juga mencatat, transaksi QRIS terus meningkat sejalan dengan akseptasi masyarakat, baik nominal maupun volume, masing-masing meningkat sebesar 290% secara tahunan atau year on year (yoy) dan 326% (yoy).

    “Bank Indonesia akan melanjutkan uji coba QRIS antar negara dengan Thailand dan Malaysia serta menjajaki perluasan kerja sama QRIS antar negara di kawasan,” ungkap Perry.

    Selain mengubah limit transaksi, Bank Indonesia juga menurunkan biaya transaksi non tunai yang di bebankan ke toko pengguna QRIS dari semula 0,7 menjadi 0,4 persen per transaksi, serta khusus berlaku untuk transaksi QRIS di merchant berkategori Badan Layanan Umum dan Public Service Obligation. []