Tag: Puncak

  • Tour de Java: Sederet Rekomendasi Tempat Piknik di Bogor

    Jakarta | Memasuki momen liburan sekolah anak, kami punya sederet rekomendasi tempat piknik keliling Jawa, yang pertama kita ke Bogor!

    Weekend Escape di Buitenzorg! Selain Kebun Raya Bogor dan Istana Presiden Republik Indonesia, serta museum zoologi, masih banyak itinerary yang menyenangkan untuk berlibur atau sekedar weekender ke Bogor. Mau alam, mau sejarah, mau kuliner, puas deh dipenuhi di Bogor!

    Sekilas sejarah ya, tempo doeloe Bogor disebut Buitenzorg oleh bangsa Eropa. Berdirinya Bogor dianggap bersamaan dengan tanggal pelantikan Raja Padjajaran yang terkenal, yaitu Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, yang dilaksanakan pada 3 Juni 1482.

    Sang Prabu menyiapkan lahan luas untuk hutan buatan atau samida di perbatasan Cianjur dan di pusat kota Bogor yang kemudian menjadi Kebun Raya Bogor dan dikembangkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Der Capellen, dilanjutkan dengan Thomas Stanford Raffles.

    Kemudian juga oleh Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt, seorang ilmuwan botani dan kimia asal Jerman yang menjadi Menteri Pertanian, Seni dan Ilmu Pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Segitu dulu ya sejarahnya, sekarang kita lanjut dengan jalan-jalan yang hits!

    Tempo sekarang, Bogor selalu terkenal dengan udara adem dan wisata kulinernya! Mulai dari Asinan Bogor, Roti Unyil Bogor, Makaroni Panggang Bogor, Bolu Talas Bogor dan masih banyak lagi.

    Ditambah lagi dengan restoran dan kafe kekinian, yang selain menawarkan makanan khasnya, juga menawarkan pemandangan indah yang instagramable. Kalau daftar kafe maupun resto hits, pasti akan bertambah terus dan makin banyak yang lebih keren, kemudian ada yang lebih keren lagi.

    Soto Kuning Pak Yusup di Jl. Surya Kencana Bogor. (Foto: peloporberita.com/Ist)

    Legendarisnya Jl. Surya Kencana juga perlu kita intip ya. Di sini, kita bisa jalan kaki melewati pasar dalam gedung, kemudian hotel 101 dengan view Gunung Salak, serta jajanan legendaris seperti siomay, bakso, bubur, soto kuning, bir pletok, martabak, ketoprak dan masih banyak lagi.

    Untuk soto kuning yang paling legendaris adalah Pak Yusup, harus sabar antre kala memilih mau isi soto apa saja, tapi dijamin tak akan rugi karena kuahnya sangat enak. Lalu untuk martabak yang paling legendaris adalah martabak Encek yang memanggangnya masih dengan arang, tapi harus benar-benar sabar mengantre karena bisa sampai hitungan jam. Rekomendasi kedua adalah martabak Afo yang panjang antreannya terbilang lebih pendek.

    Nah, satu lagi yang harus dicoba adalah Kuppic Gelato untuk bisa coba berbagai cita rasa gelato. Nikmati jalan satu arah dengan kanan kiri ruko tempo dulu yang kental dengan penampakan nuansa Pecinan. Menyenangkan deh!

    Puncak, Cisarua maupun Megamendung terkenal dengan vila-vilanya sudah puluhan tahun, bahkan ada vila kepresidenan maupun pemerintahan di sana. Sekadar beristirahat di vila-vila milik pribadi yang disewakan maupun di hotel-hotel di kawasan ini akan sangat menyegarkan dan sangat dapat disesuaikan dengan budget maupun jumlah orang. Betul kan!

    Rancamaya dan Sentul memiliki spot-spot cantik yang adem. Kedua tempat ini lagi naik daun jadi tren wisata yang instagramable banget! Mau spot dengan view gunung, atau hamparan hijau hutan dan sawah dari kejauhan. Mau mampir ke air terjun atau sungai kecil juga dapat dilakukan di sana, serta tentunya menikmati makan siang atau makan malam di resto-resto kawasan ini yang makin hari makin bertambah.

    Soal udara, Jangan bandingkan dengan metropolitan, karena Bogor pasti menang! []

  • Polres Bogor Batasi Kendaraan Besar di Jalur Alternatif Puncak

    Jakarta – Polres Bogor melakukan uji coba pembatasan kendaraan besar di jalur alternatif Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai kemarin, Minggu (01/05/2022).

    Pembatasan kendaraan besar, dilakukan kepolisian dan Pemkab Bogor dengan cara memasang rambu di setiap persimpangan menuju jalur alternatif.

    “Karena memang peraturannya belum dibikin, belum dikeluarkan, jadi saat ini masih uji coba,” tutur Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Pranata, Senin (02/05/2022).

    AKP Dicky menjelaskan, sejak beberapa waktu lalu, Satlantas Polres Bogor telah menggodok aturan terkait pembatasan kendaraan besar di jalur alternatif Puncak. Pasalnya, kendaraan besar dinilai terlalu memaksakan dan tidak sesuai dengan spesifikasi jalan.

    “Ya kalau kendaraan besar memang sesuai Peraturan Menteri Perhubungan sudah dilarang untuk beroperasi (di Jalur Puncak). Kecuali kendaraan yang dikecualikan seperti pengangkut sembako dan BBM,” ungkapnya.

    Kasatlantas Polres Bogor mengungkapkan, kemacetan di jalur alternatif sekitar Puncak, salah satunya disebabkan oleh kendaraan bus dan truk yang lebarnya hampir sama dengan ruas jalan.

    AKP Dicky pun mengusulkan pembuatan lokasi parkir khusus kendaraan besar yang akan masuk ke kawasan wisata yang ada di jalur alternatif Puncak. Selain itu, juga menyediakan angkutan khusus dari lokasi parkir kendaraan besar ke tempat-tempat wisata.

    “Untuk pembangunan lokasi parkir rencananya ada tujuh lokasi, yakni rest area Cilember, Taman Wisata Matahari, rest area Lembah Nyiur, lalu di rest area Anggraeni, rest area Sinbad, kemudian di Hotel Evergreen dan Gunung Mas,” tandasnya. []

  • Rekayasa Lalu Lintas yang Bakal Diterapkan di Kawasan Puncak Saat Mudik

    Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya bakal menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan di Kawasan Puncak sebelum hingga sesudah Lebaran. Hal ini ia sampaikan saat mengecek kesiapan pengaturan lalu lintas di Simpang Gadog, Bogor, Kamis (28/04/2022) siang.

    “Pada H-1, sampai dengan beberapa hari setelah Lebaran diprediksi kawasan Puncak akan sangat ramai,” tutur Menhub.

    Menhub memaparkan, sejumlah rekayasa lalu lintas yang dilakukan antara lain ganjil-genap, contraflow, one way, maupun pembatasan kendaraan tiga sumbu atau lebih. Sedangkan penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, diskresinya akan ditentukan oleh pihak Kepolisian.

    “Selalu ada berita macet di Kawasan Puncak. Dengan adanya rekayasa ini diharapkan lalu lintas bisa lebih terkendali,” tegas Budi Karya Sumadi.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan menyebut, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas di Kawasan Puncak Bogor. Beberapa skema tersebut diantaranya contraflow, ganjil-genap, hingga pengalihan arus ke jalur alternatif.

    “Di jalur alternatif sudah ada petunjuk sehingga betul tidak ada pilihan lain pada saat tanggal genap hanya mobil genap saja yang dapat melewati jalur Puncak ini. Jadi secara keseluruhan sudah siap tinggal nanti masyarakat bisa tersosialisasikan tentang rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan di kawasan wisata Puncak,” terang Aan.

    Ia juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah titik rawan kemacetan di Kawasan Puncak yaitu Restoran Cimory River Side, Pasar Cisarua, dan Taman Safari. []

    [irp]

  • Kementerian PUPR Habiskan Rp 52,9 Miliar untuk Dirikan Rest Area di Puncak

    peloporberita.com/ | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Rest Area Gunung Mas Puncak.

    Rest area seluas 7 ha ini dibangun sejak September 2020 hingga Desember 2021, dengan total anggaran sebesar Rp 52,9 miliar. Selanjutnya, rest area Gunung Mas Puncak ini siap menampung 516 pedagang kaki lima (PKL) atau usaha mikro.

    “Kehadiran rest area juga didorong untuk dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal, melalui penyediaan kios-kios bagi usaha kecil dan menengah untuk mempromosikan produk dan kuliner lokal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR.

    Rest area ini merupakan bagian dari dukungan penataan Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk meningkatkan kegiatan agrowisata pasca pandemi Covid-19. Selain itu, pembangunan rest area juga sebagai salah satu upaya jangka panjang mengurangi risiko terjadinya longsor pada jalur Puncak.

    Sebagai informasi, rest area Gunung Mas Puncak dilengkapi sejumlah fasilitas utama, seperti tiga area parkir yang mampu menampung sekitar 500 mobil, masjid seluas 576 meter persegi, dan plaza pandang.

    Seain itu juga tersedia meeting point untuk evakuasi pengunjung jika terjadi bencana, docking station, taman atau ruang terbuka hijau, amphitheater, kolam retensi, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dan toilet umum.[]

  • Tahun Baruan ke Puncak?, Polisi Terapkan Ganjil Genap dan Rekayasa Lalu Lintas di Daerah ini

    peloporberita.com/ – Polres Bogor, akan menerapkan kebijakan kendaraan ganjil genap dan pengalihan lalu lintas di kawasan Puncak pada malam Tahun Baru 2022. Selain itu, pelaku perjalanan juga wajib menunjukkan hasil negatif tes Covid-19.

    “Hingga tanggal 1 (Januari) pukul 00.00 WIB, itu sudah mulai one way ke bawah. Jadi 1 arah sudah ke bawah sampai pagi.”

    “Terutama tahun baru, kita laksanakan dengan sistem pertama ganjil genap, kemudian vaksin melalui aplikasi PeduliLindingi, tes rapid antigen ataupun PCR,” tutur Kapolres Bogor, AKBP Harun, pada Kamis (30/12/2021).

    Harun menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan mulai dilaksanakan pada 31 Desember 2021 pukul 18.00 WIB. Dimana seluruh kendaraan yang menuju Puncak akan dialihkan ke arah Ciawi.

    “Tidak ada lagi yang mengarah ke atas (Puncak),” sebut Kapolres Bogor.

    Polisi juga akan memberlakukan one way dari arah Puncak ke bawah mulai pukul 00.00 WIB pada 1 Januari 2022. Kebijakan satu arah ini dilaksanakan sampai pagi hari dan arus lalu lintas lancar.

    “Kita upayakan dari pukul 22.00 WIB, kita naik ke atas supaya pelaksanaan one way ke bawah. Kemudian hingga tanggal 1 (Januari) pukul 00.00 WIB, itu sudah mulai one way ke bawah. Jadi 1 arah sudah ke bawah sampai pagi,” tandas Harun.

    Selanjutnya Kapolres Bogor mengimbau, agar masyarakat mengisi liburan malam tahun baru di rumah saja. Sebab, jumlah kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah.

    “Ini harus kita antisipasi bersama. Mending kita tahun baru rayakan bersama keluarga di dalam rumah saja,” tandas Harun. []

  • Kakorlantas Polri Apresiasi Ganjil Genap Genap di Jalur Puncak

    peloporberita.com/ | Kepala Korlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Istiono, M.H. mengapresiasi pola pengaturan lalu lintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini tak lepas dari sinergitas yang dibentuk semua pihak. “Bogor sudah turun dari (PPKM) Level 4 jadi Level 3, sekarang bagaimana mengelola sehingga menjadi Level 2. Saya melihat sinergitas antara Polda, TNI dan Pemda sangat bagus sekali bagaimana mengatur pembatasan mobilitas,” ujar Istiono, Sabtu (18/09/21).

    Baca juga: Aturan Ganjil Genap di Jakarta Diperpanjang hingga 20 September

    Istiono juga mengatakan, setiap akhir pekan pihaknya selalu memonitor dan saling berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kondisi di Jalur Puncak. Terlihat, bahwa perkembangan situasi di kawasan tersebut semakin ke arah membaik.

    “Dari hari Minggu ke Minggu, saya ikuti terus. Kami pun tiap Minggu dengan Pak Menhub, Pak Menhub di Jepang pun masih koordinasi menginstruksikan memonitor bagaimana Puncak itu perkembangannya seperti apa dan kami laporkan kami koordinasikan. Ini sudah di-manage dengan baik oleh Polda, Provinsi maupun Kabupaten sangat sinergi pengaturannya polanya telah dilakukan evaluasi-evaluasi,” jelas Istiono.

    Pada awal penurunan PPKM dari Level 4 menjadi Level 3, memang sempat terjadi lonjakan pengunjung yang membuat kepadatan di Jalur Puncak. Dari situ, dilakukan evaluasi oleh pihak-pihak terkait, hingga muncul pilihan rekayasa ganjil genap kendaraan di jalur tersebut.

    Baca juga: ITW: Ganjil Genap Tak Sesuai UU dan Akan Timbulkan Kerumunan di Stasiun

    “Pertama diumumkan terjadi lonjakan sangat padat di Puncak, kemudian kita evaluasi dengan Dirjen Perhubungan dan dilakukan dengan konkret oleh Polda Jabar dengan ganjil genap. Sangat bagus, sangat efektif apa yang dilakukan Polda, Pemda dan Provinsi untuk me-manage Jalur Puncak,” kata Kakorlantas Istiono. []