Tag: ponsel

  • Cara Bersihkan File Tersisa Setelah Copot Aplikasi Android

    peloporberita.com/ | Jakarta – Seringkali kita banyak memasang atau menginstal aplikasi di ponsel Android. Saking banyaknya terkadang aplikasi itu tidak dibutuhkan lagi, dan menyebabkan ruang penyimpanan handphone menjadi berkurang sedikit demi sedikit.

    Alangkah baiknya apabila kita mencopot atau menguninstal aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan lagi agar memori di smartphone menjadi lega. Sebab, ruang penyimpanan yang penuh membuat ponsel menjadi berjalan lambat alias lemot.

    Agar performa ponsel kembali seperti sedia kala, salah satu solusinya adalah dengan mengurangi jumlah aplikasi dan menghapus file yang tidak berguna. Namun, meski aplikasi sudah dihapus, terkadang masih file tersisa yang memenuhi penyimpanan ponsel.

    Untuk menghapus sisa file yang masih nyangkut setelah uninstall aplikasi, maka ada beberapa trik yang bisa dilakukan, khususnya untuk perangkat smartphone dengan sistem operasi Android.

    Berikut cara menghapus file yang tersisa setelah uninstall aplikasi di ponsel Android, sebagaimana dirangkum pada Kamis, 19 Agustus 2021.

    1. Melalui Menu Pengaturan

    Pengguna smartphone Android bisa langsung menghapus file yang tersisa setelah mencopot aplikasi, lewat menu pengaturan pada masing-masing ponsel. Berikut caranya.

    • Pertama, buka menu “Pengaturan” (Settings) di smartphone Anda.
    • Scroll ke bawah hingga menemukan opsi “Aplikasi” (Apps).
    • Klik opsi tersebut, lalu pilih aplikasi mana yang akan Anda uninstall.
    • Di sini, kita akan menghapus aplikasi “Google Duo”.
    • Selanjutnya, klik aplikasi tersebut, kemudian pilih menu “Storage” di halaman “App Info”.
    • Setelah itu, akan muncul rincian penyimpanan dari aplikasi yang Anda pilih, berikut kapasitas “Data” dan “Cache” di dalamnya.
    • Untuk membersihkan file atau dokumen yang tersisa di aplikasi, Anda bisa langsung menekan tombol “Clear Data” dan “Clear Cache” yang ada di bagian bawah.
    • Jika sudah, Anda bisa langsung meng-uninstall aplikasi tersebut pada menu yang tersedia.
    • Setelah proses uninstall selesai, nantinya seluruh sisa file yang berasal dari aplikasi tersebut akan hilang secara otomatis.

    2. Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga

    Aplikasi SD Maid

    Pengguna Android juga bisa memanfaatkan aplikasi pihak ketiga, seperti salah satunya adalah SD Maid.

    • Download aplikasi SD Maid melalui toko Google Play Store.
    • Sebelum menggunakan SD Maid, pastikan Anda sudah meng-uninstall aplikasi yang dikehendaki terlebih dahulu.
    • Setelah diunduh, buka aplikasi SD Maid melalui smartphone Anda.
    • Di halaman utama, klik tombol “CorpseFinder” untuk menghapus folder dan file sampah.
    • Selanjutnya, klik panah melingkar berwarna hijau untuk menghapus sisa file dari aplikasi yang sudah Anda uninstall tadi.
    • Selain menghapus sisa file, Anda juga bisa membersihkan ruang penyimpanan ponsel untuk mempercepat perangkat Android Anda.

    Revo Uninstaller Mobile

    • Pertama, download aplikasi Revo Uninstaller Mobile melalui Google Play Store
    • Setelah diunduh, buka aplikasi Revo Uninstaller Mobile.
    • Di halaman utama, aplikasi Revo Uninstaller Mobile akan langsung menampilkan rincian aplikasi yang terpasang di ponsel Anda, berikut kapasitas penyimpanan yang digunakan, serta tanggal instalasi.
    • Anda cukup memilih aplikasi apa yang ingin Anda uninstall.
    • Jika sudah menentukan, klik aplikasi tersebut, lalu tekan opsi “Clean” yang ada di bagian bawah.
    • Pada halaman berikutnya, akan muncul jendela pop-up kecil untuk menghapus aplikasi secara keseluruhan.
    • Anda bisa langsung meng-klik tombol “Uninstall” di menu yang tersedia.
    • Tunggu beberapa detik hingga Revo Uninstaller Mobile berhasil meng-uninstall dan menghapus sisa file dari aplikasi tersebut.

    3. Gunakan Aplikasi Files by Google

    Files by Google adalah aplikasi pengelola file untuk smartphone Android yang dirilis resmi oleh Google.

    Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengosongkan ruang penyimpanan, menemukan file dengan cepat, berbagi file secara offline, mencadangkan file ke dalam cloud, dan masih banyak lagi.

    Tak hanya itu, Files by Google juga bisa digunakan untuk membersihkan sampah serta sisa-sisa file dari aplikasi yang sudah di uninstall.

    Aplikasi Files by Google bisa diunduh melalui toko Google Play Store.

    Pengguna Android bisa memilih file apa saja yang akan dihapus. Selain menghapus file sisa, melalui Files by Google ini pengguna juga bisa menghapus file “sampah” untuk memperluas ruang penyimpanan.[]

    Baca juga: Jangan Install 8 Aplikasi Ini di Ponsel Android Kamu

     

  • Jangan Install 8 Aplikasi Ini di Ponsel Android Kamu

    peloporberita.com/ | Jakarta – Peneliti keamanan siber memberikan peringatan adanya delapan aplikasi Android yang dapat meretas akun pengguna ponsel. Apabila mengunduh aplikasi tersebut maka pengguna memberi akses kepada hacker ke akun Facebook, WhatsApp dan Instagram milik Anda.

    Jenis malware tersebut bersembunyi dalam aplikasi palsu yang menawarkan kupon gratis dan polling sepak bola. Para peneliti dari zLbs Zimperium di Texas, Amerika Serikat (AS) menyebut aplikasi yang terinfeksi dengan software berbahaya “Flytrap”, memikat korban dengan janji palsu kode kupon gratis dan polling sepak bola

    “Flytrap biasanya menginfeksi ponsel dengan bersembunyi di dalam aplikasi yang terlihat tidak berbahaya,” demian kata tim peneliti seperti dikutip dari The Sun, Rabu, 18 Agustus 2021.

    Ketika masuk, malware membajak seluruh akun Facebook yang tersimpan pada perangkat ponsel. Dari situ, hacker dapat mengumpulkan informasi pribadi termasuk ID Facebook Anda, lokasi, alamat email, dan lainnya. Menurut Zimperium, FlyTrap telah menyerang setidaknya 140 negara sejak Maret 2021 dan telah menyebar ke lebih dari 10.000 korban.

    Google telah menghapus 9 aplikasi tersebut dari toko aplikasi resminya, tapi tetap tersedia di situs web pihak ketiga. “Zimperium Labs melaporkan temuan tersebut ke Google, telah diverifikasi dan sudah dihapus dari Google Play store.”

    “Namun, aplikasi berbahaya masih tersedia di repositori aplikasi pihak ketiga yang tidak aman, menyoroti risiko aplikasi yang dialihkan ke titik akhir seluler dan data pengguna,” kata Zimperium.

    Berikut 8 aplikasi yang berisi malware yang dapat membahayakan akun Facebook Anda.

    1.GG Voucher

    2. Vote European Football

    3. GG Coupon Ads

    4. GG Voucher Ads

    5. GG Voucher

    6. Chatfuel

    7. Net Coupon

    8.EURO 2021 Official

    []

    Baca juga: 5 Cara Melindungi SIM Card dari Pencurian Data

    Baca juga: 5 Cara Amankan Ponsel dari Serangan Kejahatan Siber 

  • 5 Cara Melindungi SIM Card dari Pencurian Data

    peloporberita.com/ | Jakarta – Pencurian data pribadi melalui kartu SIM atau SIM card sering terjadi belakangan ini. Meski terbilang remeh, tetapi data pribadi seperti nama, alamat, NIK, foto, hingga nomor telepon terdapat di kartu kecil ini.
    Banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat meretas data yang terdapat di dalam kartu SIM. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk melindungi keamanan data pribadi di dalam SIM card tersebut. Berikut adalah lima cara lindungi kartu SIM dari pencurian data yang dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu, 7 Agustus 2021.

    1. Hindari Akses WiFi Publik

    Tanpa disadari, mengakses koneksi WiFi gratis di tempat-tempat umum dapat membuka peluang data di dalam kartu SIM bisa diretas. Pasalnya, WiFi publik tersebut memiliki tingkat keamanan yang relatif rendah sehingga sangat rentan sekali diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

    Para peretas biasanya mencari tempat-tempat publik seperti mal, kafe, atau restoran yang menyediakan WiFi gratis. Jika memang terpaksa harus menggunakan WiFi publik, maka pengguna disarankan menggunakan layanan VPN untuk melindungi akses internet yang digunakan dari WiFi tersebut.

    2. Lindungi Perangkat dengan Password

    Pencurian perangkat menjadi salah satu cara yang digunakan peretas untuk melakukan pencurian data melalui kartu SIM. Jadi sebisa mungkin hindari perangkat berada di luar pengawasan untuk mencegah perangkat hilang atau tercuri.

    Pun jika perangkat terlanjur hilang atau tercuri, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi call center provider kartu SIM dan minta agar akun yang terhubung dengan perangkat untuk ditangguhkan sementara. Kehadiran password yang kuat juga dapat membantu mencegah kehilangan data pribadi saat perangkat hilang atau tercuri.

    3. Gunakan Otentikasi Dua Faktor

    Keamanan data pribadi di dalam kartu SIM juga dapat dijaga dengan menggunakan otentikasi dua faktor (two factor authentication). Pengguna dapat menggunakan aplikasi seperti Google Authentication atau Microsoft Authenticator untuk menghadirkan keamanan ekstra bagi data dalam SIM card.

    4. Gunakan Tambahan Kode PIN

    Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan kartu SIM adalah dengan menambahkan kode PIN. Dengan cara ini, jika ada oknum yang ingin mengkases atau mengubah data kita di dalam SIM card, maka mereka harus memasukan kode PIN tersebut. Kode PIN biasanya terdiri dari 6 sampai 15 digit angka agar tidak mudah ditebak oleh peretas.

    5. Jangan Membagikan Data Pribadi di Media Sosial Secara Sembarangan

    Media sosial menjadi salah satu celah bagi peretas untuk menelusuri history penggunaan korban untuk mencari informasi data. Pasalnya, platform media sosial dapat diakses dan dilihat oleh semua orang.

    Beberapa cara akan dilakukan oleh orang jahat mulai dari meneliti kepribadian dan kebiasaan korban hingga menipu dengan menyediakan layanan untuk mengganti kartu SIM baru. Bukan tidak mungkin dengan cara itu peretas dapat mengakses informasi korban, seperti email, password, bahkan akun bank.[]

    Baca juga: 5 Cara Amankan Ponsel dari Serangan Kejahatan Siber