Tag: Pondok Pesantren

  • Tingkatkan Inklusi Keuangan, Pemerintah Gencar Integrasikan Kegiatan Ekonomi pada Ekosistem Pondok Pesantren

    Jakarta – Pemerintah kian gencar mengintegrasikan kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif pada ekosistem pondok pesantren melalui layanan keuangan digital dan program kemandirian ekonomi pondok pesantren.

    Upaya ini, untuk mencapai target inklusi keuangan di Indonesia sebesar 90% pada tahun 2024 dan diharapkan juga diiringi dengan masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang tinggi.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), menekankan untuk memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal melalui layanan keuangan digital bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Hal ini, Sesuai amanat Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), Pemerintah terus mempermudah akses layanan keuangan.

    Khususnya kelompok penerima manfaat usaha mikro kecil (UMK), petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah serta meningkatkan partisipasi pelajar/santri dan pemuda dalam keuangan inklusif.

    Tahun 2021 lalu, tingkat inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 83,6%, meningkat 2,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

    [irp]

    Pemerintah, melalui Kelompok Kerja Edukasi Keuangan pada Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), juga terus mendorong dan gencar melakukan berbagai inisiatif kegiatan edukasi/literasi keuangan secara masif dan menyasar berbagai kelompok masyarakat prioritas.

    Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir pada acara Focus Group Discussion Peningkatan Inklusi Keuangan bagi Pondok Pesantren di Jawa Tengah, Jumat (27/05/2022) menjelaskan hal tersebut dilakukan guna memangkas kesenjangan antara tingkat inklusi keuangan dengan tingkat literasi keuangan.

    “Menko Perekonomian terus mendorong peningkatan inklusi keuangan, khususnya bagi santri/pondok pesantren dan UMK sekitar pondok pesantren sebagai bagian dari program inklusi keuangan,” tutur Iskandar Simorangkir.

    [irp]

     

    acara Focus Group Discussion Peningkatan Inklusi Keuangan bagi Pondok Pesantren di Jawa Tengah, Jumat (27/05/2022)

    Pada kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan Fadia A. Rafiq menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan dukungan dari BUMN/BUMD untuk meningkatkan inklusi keuangan.

    Fadia menyebut, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim sebanyak 87% dan merupakan yang terbesar di dunia. Dengan jumlah 37 ribu pesantren dan lebih dari 4,2 juta santri di Indonesia, peran pondok pesantren cukup strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan.

    Terlebih terdapat sebanyak 12.469 pesantren atau hampir 40% dari total pesantren memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan.

    [irp]

    Deputi Iskandar Simorangkir yang mewakili Menko Airlangga menambahkan, pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya memiliki peranan penting dalam memberdayakan umat melalui ekonomi syariah.

    Ia berharap forum tersebut dapat menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi sehingga kerja sama dengan stakeholders keuangan inklusif, baik Kementerian/Lembaga, Pemda, Perbankan, Penjaminan, maupun Organisasi Masyarakat dapat terus dipertahankan dan diperkuat.

    Kegiatan FGD ini disertai dengan penyerahan simbolis kerja sama Peningkatan Inklusi Keuangan bagi Pondok Pesantren di Jawa Tengah antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, PT Pegadaian, Bank BJB, PT Jamkrindo, dan CV Cemerlang Jaya Makmur. []

    [irp]

  • Ponpes An Nawawi Tanara yang Didirikan Ma’ruf Amin Bakal Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata

    peloporberita.com/ – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung pengembangan pondok pesantren An-Nawawi Tanara sebagai destinasi wisata unggul, sehingga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi para santri dan masyarakat setempat.

    “Saya melihat ada hubungan dengan program-program yang kami lakukan di Kemenparekraf yaitu pariwisata halal dan juga program Santri Digitalpreneur yang nanti kita gabungkan dengan Simac (Santri Milenial Center),” tutur Sandiaga saat berkunjung ke Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, di Banten, Kamis (23/12/2021).

    “Ini adalah cara-cara kekinian yang insyaAllah akan menjadi penyemangat kita untuk membangun Islam yang rahmatan lil alamin dan menghadirkan destinasi-destinasi unggulan,” sambungnya.

    Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara didirikan oleh KH. Ma’ruf Amin pada tahun 2001. KH. Ma’ruf Amin sendiri merupakan keturunan dari Syekh Nawawi Al Bantani, seorang ulama besar yang pernah menjadi Imam Besar di Masjidil Haram, Mekkah.

    Sandiaga Uno
    Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

    Maka tak heran jika pondok pesantren ini ingin meneladani spirit perjuangan Syekh Nawawi dalam menggali ilmu agama. Di sisi lain, KH. Ma’ruf Amin merasa perlu ada pengembangan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Sementara Pembina Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Gus Syauqi berharap, Sandiaga bisa membantu mengawal dan mendampingi para santri dan juga pesantren tersebut agar dapat terus bergerak maju dalam meningkatkan ekonomi dari sisi pariwisata dan ekonomi kreatif.

    Sandiaga Uno

    “Karena kita butuh banyak dukungan, dorongan, termasuk fasilitas-fasilitas yang bukan hanya output tapi juga menjadi outcome buat pesantren. Dan ternyata banyak sekali program Kemenparekraf yang bisa kita sinergikan,” tegasnya.

    “Kita harap pesantren ini juga bisa menjadi basis pemberdayaan ekonomi masyarakat di pondok pesantren dan sekitarnya,” sambungnya. []