Tag: politikus

  • Berita Duka Cita, Haji Lulung Meninggal Dunia

    peloporberita.com/ – Berita duka datang dari kalangan Politisi. Mantan Wakil ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau biasa disapa Haji Lulung, meninggal dunia pada Selasa (14/12/2021).

    Hal ini dikonfirmasi oleh Riano Ahmad, Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus orang dekat Haji Lulung.

    “Betul (Haji Lulung) wafat,” tutur Riano.

    Haji Lulung, dikabarkan meninggal dunia di RS Harapan Kita. Sebelumnya, Ia menjalani perawatan intensif di RS tersebut akibat penyakit jantung.

    Haji Lulung, mengalami serangan jantung berulang pada Kamis (2/12/2021) malam, membuatnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.

    Ia mulai dirawat pada 24 November 2021. Ketika itu, Haji Lulung dalam keadaan sadar, namun sudah menunjukkan gejala dan keluhan serangan jantung.

    Politikus senior itu pun kemudian dirawat di rumah sakit, namun kondisinya semakin memburuk. []

  • Profil Arteria Dahlan, Politikus yang Ribut dengan ‘Anak Jenderal’

    peloporberita.com/ | Nama Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan kembali mencuat ke publik setelah terlibat kisruh dengan seorang wanita bernama Anggiat Pasaribu yang mengaku anak jenderal bintang tiga.

    Kisruh Arteria vs “Anak Jenderal” pertama kali diketahui dari sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita memaki ibu dari Arteria Dahlan. Video itu diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, melalui akun instagram pribadinya @ahmadsahroni88, pada Minggu (21/11/2021).

    Peristiwa itu terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Terlihat dalam video itu, seorang wanita meneriaki Arteria dan ibunya karena dianggap menghalangi jalan, ketika menurunkan barang setelah pesawat mendarat. Kemudian, wanita itu juga terlihat memaki dengan kata “gila” ke arah ibu yang berada di samping Arteria Dahlan. Kejadian ini pun berlanjut dengan saling lapor polisi.

    Baca juga: Profil Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

    Profil Arteria Dahlan

    Mari kita mengenal sosok Arteria Dahlan. Pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1975 ini, menempuh pendidikan S1 jurusan Ilmu Hukum dan S2 bidang Ilmu Hukum dan Ketatanegaraan di Universitas Indonesia.

    Arteria mengawali karirnya sebagai seorang pengacara. Pada tahun 2000, ia bekerja di Kantor Hukum Hutabarat, Halim & Rekan, kemudian menjadi Partner di Kantor Hukum Bastaman and Co di tahun 2006. Lalu pada 2009, ia mendirikan kantor hukum sendiri, yaitu Kantor Hukum Arteria Dahlan Lawyers.

    Setelah malang melintang di dunia hukum, Arteria mulai berkarier di bidang politik. Pada pertengahan Juni 2017, ia resmi bertugas di Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial dan pemberdayaan perempuan dari Fraksi PDIP. Tak lama setelah itu, Arteria mulai bertugas di Komisi III yang membidangi hukum, HAM dan keamanan, pada 11 September 2017.

    Baca juga: Profil Giring Ganesha, Mantan Vokalis Nidji Jadi Ketua Umum PSI

    Arteria Dahlan pernah menjadi sorotan setelah berdebat keras hingga dianggap bersikap tidak sopan kepada tokoh senior Profesor Emil Salim, dalam sebuah acara di stasiun televisi nasional pada 2019. Saat itu, mereka berdebat tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, Arteria menyebut pemikiran Emil Salim sesat.

    Kemudian, pada 2020, nama Arteria Dahlan kembali menjadi sorotan, setelah wartawan senior Hasril Chaniago mengungkit soal latar belakang keluarga Arteria dalam sebuah acara televisi.

    Saat itu, Hasril menyebut Bachtaruddin sebagai kakek Arteria. Bachtaruddin adalah pendiri PKI Sumatera Barat dan anggota konstituante setelah Pemilu 1955. Namun, Arteria membantah hal itu dan juga menegaskan bahwa keluarganya tidak memiliki keterkaitan dengan Bachtarudin. []

  • Profil Giring Ganesha, Mantan Vokalis Nidji Jadi Ketua Umum PSI

    peloporberita.com/ | Giring Ganesha Djumaryo resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) definitif periode 2019-2024. Sedangkan ketua sebelumnya, Grace Natalie kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina. Keputusan itu diambil dalam agenda Kopdarnas PSI yang digelar Selasa (17/11/2021).

    Untuk lebih mengenal sosok Giring Ganesha, berikut profilnya yang peloporberita.com/ rangkum dari berbagai sumber.

    Pria bernama lengkap Giring Ganesha Djumaryo ini lahir di Jakarta, pada 14 Juli 1983, dari pasangan Djumaryo Imam Muhni dan Irmawati. Ayah Giring adalah seorang wartawan foto yang pernah bekerja di Kantor Berita Antara, Harian Berita Yudha dan majalah Asri.

    Baca juga: Profil Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

    Sebelum terjun ke dunia politik, Giring dikenal masyarakat sebagai vokalis band Nidji yang dibentuk tahun 2002. Nidji terbilang cukup sukses, bahkan mereka juga mengeluarkan sejumlah single dan album yang dijadikan soundtrack di berbagai film Indonesia, seperti Laskar Pelangi dan 5 centimeter. Selain bernyanyi, Giring juga sempat menjadi aktor dalam film Sang Pencerah dan Hijab Traveler.

    Kemudian Giring mulai memasuki dunia politik, sambil beberapa kali masih terlihat aktif bernyanyi, bahkan mengeluarkan single berjudul ‘Sendiri’ pada April 2020. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk fokus di politik dengan bergabung bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Giring pun sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Pemilu 2019 Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat I, namun belum berhasil mengantarkannya ke Senayan. Sosok Giring juga sempat menghebohkan publik ketika mengaku siap maju sebagai Calon Presiden Indonesia pada Pilpres 2024.

    Baca juga: Profil Politikus Senior Max Sopacua, Meninggal Akibat Penyakit Paru

    Giring memang terbilang cukup berani bersuara di dunia politik. Pada Februari 2021, namanya sempat menjadi trending topic di Twitter setelah mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai penanganan banjir. Menurut Giring, Anies tidak punya rencana matang untuk menanggulangi banjir.

    Selain itu, Giring juga pernah menyebut Anies sebagai pembohong karena sering menunjukkan sikap pura-pura peduli terhadap penderitaan rakyat di tengah pandemi. Salah satu yang disorot Giring adalah rencana balap mobil Formula E, dan Anies menggunakan Rp 1 triliun uang rakyat untuk acara itu di tengah kondisi yang masih prihatin karena pandemi.

    Ironisnya, menurut Giring, Anies mengatakan tidak punya dana untuk mengatasi pandemi dan meminta pemerintah pusat ambil alih penanganan pandemi di Jakarta. Giring juga mengatakan, dalam situasi krisis, seorang pemimpin sejati harus berupaya sekeras mungkin untuk menyelamatkan rakyat dan Anies bukanlah contoh orang yang bisa mengatasi krisis. Ia berharap agar Indonesia jangan sampai jatuh ke tangan Anies Baswedan pada Pilpres 2024. []

  • Profil Politikus Senior Max Sopacua, Meninggal Akibat Penyakit Paru

    peloporberita.com/ | Politikus senior Max Sopacua meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (17/11/2021). Salah satu tokoh yang membesarkan Partai Demokrat ini meninggal akibat sakit paru-paru.

    Pria bernama lengkap H. Zulkifli bin Adam ini lahir di Ambon, pada 2 Maret 1946. Ia menikah dengan Tuti Irwatie dan dikaruniai tiga orang anak. Max menempuh pendidikan SD hingga SMA di Ambon, kemudian menjalani pendidikan tinggi di STIE Gotong Royong Jakarta.

    Sebelum memasuki dunia politik, ia mengawali karirnya sebagai penyiar berita. Max pernah bekerja sebagai penyiar berita olahraga sekaligus menjadi produser di TVRI dari 1985-2002. Beberapa program olahraga yang ia produseri adalah program Olimpiade Seoul 1988, Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia FIFA 1998, SEA Games 1999 dan Olimpiade Sydney 2000.

    Profesinya sebagai penyiar berita olahraga turut membuatnya aktif di organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 1990-2001.

    Setelah itu, Max Sopacua mulai bergabung dengan Partai Demokrat dan berhasil terpilih sebagai anggota legislatif selama dua periode. Ia mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IV pada periode 2004-2009), Jawa Barat V pada periode 2009-2014), dan juga pernah bertugas di Komisi IX dan Komisi I DPR.

    Namun, Max tidak terpilih kembali sebagai anggota dewan pada 2014. Meski begitu, ia tetap mendapat posisi di partai sebagai Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat periode 2015-2020.

    Ia sempat keluar dari Partai Demokrat dan bergabung dengan Partai Emas pimpinan Hasnaeni. Kemudian pada 2021, Max Sopacua keluar dari Partai Emas dan ikut mempersiapkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. []

    Baca juga: Profil Moeldoko dan Kronologi Kisruh Partai Demokrat