Tag: Perpustakaan

  • Pemkab Magelang Raih Empat Penghargaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

    peloporberita.com/ | Magelang – Dalam Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2021, Kabupaten Magelang mendapatkan apresiasi 4 (empat) kategori.

    Pertama, Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik dalam Implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2021. Kabupaten Magelang tiga tahun berturut-turut meraih apresiasi tersebut.

    Kedua, Honorable Mention Nasional atas nama Amroni, Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan selaku Person in Charge (PIC) program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2021.

    Yang ketiga, Perpustakaan Pondok Sejuta Ilmu Desa Ngablak Kecamatan Ngablak menjadi Perpustakaan Desa/ Kelurahan Terbaik dalam Implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2021.

    Baca juga :

    Terakhir, Perpustakaan Sahwahita Desa Butuh Kecamatan Sawangan menjadi juara Lomba Foto Peer Learning Meeting (PLM) Nasional 2021.

    “Kami atas nama pribadi dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Magelang yang telah memberikan kesempatan, bimbingan dan arahan serta motivasi sehingga dapat meraih prestasi sebagaimana tersebut di atas,” tutur Kepala Dispuspa Kabupaten Magelang, Bella Pinarsi dalam keterangan rilis, Kamis (9/12/2021).

    Penghargaan tersebut disampaikan Tim Leader Konsultan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Elyn Sulistyaningsih saat kegiatan Peer Learning Meeting Nasional secara virtual pada Rabu-Kamis, 1-2 Desember 2021.

    Selain itu Bella Pinarsi juga turut mengucapkan terima kasih kepada Bunda Literasi yang berkenan mendampingi dan bersinergi dalam berkegiatan melalui program-program pada TP PKK maupun Dekranasda Kabupaten Magelang.

    Kegiatan Peer Learning Meeting Nasional tersebut mengambil tema Transformasi Perpustakaan untuk SDM Berkualitas dan Berdaya Saing, dan diikuti oleh Dinas/Instansi Perpustakaan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Pemerintah Desa/Kelurahan penerima manfaat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

    Peer Learning Meeting bertujuan memotivasi dan membangun kepercayaan diri peserta dalam melaksanakan tiga strategi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yaitu Peningkatan Layanan Perpustakaan, Pelibatan Masyarakat dan Promosi/Advokasi Mitra Program.

    “Selain itu juga dalam rangka memfasilitasi proses saling belajar dan berbagi strategi sukses antar perpustakaan, memperkaya ide gagasan dalam mengembangkan kegiatan yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

    Hal ini juga menjadi upaya mewujudkan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkelanjutan dalam rangka usaha bersama membangun daerah dan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

    Baca juga :

    “Perpustakaan ini menjadi urusan wajib non pelayanan dasar untuk menyediakan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kemajuan TIK dan kebutuhan masyarakat,” sebut Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan pada Perpustakaan Nasional RI, Dedi Kurniadi.

    Selain kegiatan tersebut, turut dilakukan kegiatan berupa Talkshow dengan dengan tema Replikasi Mandiri untuk Keberlanjutan Transformasi Perpustakaan.

    Perpustakaan Nasional RI dan BAPPENAS RI diharapkan terus melanjutkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengen memperluas cakupan penerima manfaat program pada Desa/Kelurahan melalui kebijakan fasilitasi bantuan keuangan maupun sarana prasarana.

    “Diharapkan juga Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar mengambil kebijakan strategis berupa regulasi pengembangan perpustakaan dan fasilitasi kecukupan sumber daya manusia dan anggaran pemanfaatan dana desa untuk pengembangan perpustakaan desa dan implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,” tegas Dedi.

    Perpusnas bersama BAPPENAS meluncurkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dalam rangka menindaklanjuti amanat UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah serta PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah.(Tyo)

  • Ribuan Desa Alokasikan Dana Desa untuk Perpustakaan

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid mengungkapkan, sejak akhir Agustus lalu, setidaknya ada 2.234 desa di Indonesia mengalokasikan sebagian dana desanya untuk pengembangan perpustakaan desa tahun ini. Namun, jumlah itu menurun signifikan dari tahun 2020, di mana jumlah yang mengalokasikan dana desa untuk perpustakaan mencapai lebih dari 9.000 desa. 

    Baca juga: Menteri Halim Minta Dana Desa 2022 Jumlahnya Tidak Turun

    Menurut Taufik, penurunan ini disebabkan dana desa difokuskan untuk penanganan dampak Covid-19. “(tahun ini) Fokus dana desa untuk tiga hal pokok, yakni untuk penanganan dampak Covid-19, pemulihan ekonomi dan bantuan langsung tunai,” ujar Taufik saat menjadi pembicara dalam Simposium Nasional Gerakan Desa Membaca secara daring, Selasa (14/09/2021).

    Taufik mengatakan, dukungan dana desa terhadap pengembangan perpustakaan desa adalah upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat desa, terutama anak-anak. Menurutnya, minat baca warga desa yang tinggi akan berdampak pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.

    Di sisi lain, Taufik mengatakan, peningkatan minat baca masyarakat desa juga akan berdampak pada keberhasilan salah satu tujuan SDGs Desa, yaitu pendidikan desa berkualitas, yang kemudian menjadi langkah awal untuk membuka jalan menuju keberhasilan goals SDGs Desa lainnya.

    Baca juga: Gus Menteri Ungkap Pentingnya Data Dalam Pembangunan Desa di Papua

    Taufik Madjid juga mengapresiasi kegiatan Simposium Nasional Gerakan Desa Membaca yang digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yagemi) tersebut. Simposium ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk dapat meningkatkan minat baca masyarakat desa. []

  • Wakil Wali Kota Serang Subadri Lakukan Pembinaan Perpustakaan Sekolah

    peloporberita.com/ | Jakarta – Wakil Wali Kota Serang H. Subadri Ushuludin melakukan Kunjungan dan Pembinaan Pada 2 Perpustakaan Sekolah yang berada di Kota Serang tepatnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Taman Baru 2, Kecamatan Taktakan dan SMP Negeri 05 Kecamatan Kasemen, Kota Serang Rabu (16/06/2021).

    “Perpustakaan-perpustakaan Sekolah  yang berada di Kota Serang ini sampai sejauh mana, Pertama Fungsinya, manfaatnya, dan pengelola perpustakaan.”

    Turut mendampingi Subadri dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin dan Kepala Dinas Perpustakaan Wahyu Nurjamil. Kunjungan Wakil Wali Kota Serang  ini, bertujuan untuk melihat apa saja kekurangan dari Perpustakaan agar ditindak lanjuti.

    “Perpustakaan-perpustakaan Sekolah  yang berada di Kota Serang ini sampai sejauh mana, Pertama Fungsinya, manfaatnya, dan pengelola perpustakaan,” tutur Wakil Wali Kota Serang H. Subadri Ushuluin Kamis, 17 Juni 2021.

    Wakil Wali Kota Serang
    Wakil Wali Kota Serang H. Subadri Ushuludin. (Foto:Pelopor/Radarbanten)

    Subadri menyampaikan, perpustakaan yang berada di SDN Taman Baru 2, digabung dengan Ruang Kepala Sekolah. Hal ini, menjadi PR bagi Pemerintah Kota Serang untuk ditindak lanjuti agar tidak ada rasa tidak nyaman bagi para Siswa dan Siswi yang membaca ataupun belajar di Perpustakaan kepada Kepala Sekolah.


    Baca juga :


    ”Karena memang area yang ada di SD Taman Baru 2 ini sangat terbatas dan ini merupakan PR kita bersama, Pemerintah Kota Serang agar menindak lanjuti ini, pertama memanggil beberapa OPD agar membuat kesanggupan masing-masing, membuat MoU dan terakhir supaya jelas siapa berbuat apanya untuk menuju Kota Serang yang cerdas”, tegasnya.

    Sementara soal Sekolah Tatap Muka, pihak SDN Taman Baru 2 menyatakan sudah mempersiapkan protokol Kesehatan yang baik dan juga Wali Murid pun Seratus Persen Mendukung. []