Tag: Peritel

  • Home Depot Fokus pada Pemasaran Digital dan Pelanggan

    Jakarta | Peritel alat rumah tangga, Home Depot Inc., menggencarkan upaya digital yang membantu mendorong penjualan selama pandemi. Seperti diketahui, peritel alat rumah tangga menuai cuan besar selama awal pandemi, ketika konsumen beralih ke proyek do-it-yourself di sekitar rumah akibat kebijakan penguncian atau lockdown.

    Dengan adanya aturan lockdown dan social distancing, pelanggan pun beralih dari toko fisik ke toko online. Home Depot pun ingin mempertahankan momentum itu dengan menggeser Chief Information Officer (CIO) ke peran eksekutif baru yang mengawasi teknologi pelanggan.

    Home Depot telah menunjuk CIO Matt Carey sebagai wakil presiden eksekutif pengalaman pelanggan. Kemudian, posisinya sebagai CIO digantikan oleh Fahim Siddiqui.

    Melansir The Wall Street Journal, kedua petinggi Home Depot itu akan melapor kepada kepala eksekutif Ted Decker, yang memulai peran barunya pada Maret, setelah sebelumnya menjabat sebagai chief operating officer dan presiden perusahaan.

    Dalam peran barunya, Carey akan bertanggung jawab atas visi, desain dan pengembangan teknologi pengalaman pelanggan. Sedangkan Siddiqui akan mengarahkan strategi teknologi, infrastruktur dan pengembangan perangkat lunak untuk toko ritel, fasilitas rantai pasokan, kantor dan sistem online.[]

  • Grupo Elektra Meksiko Akan Terima Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

    peloporberita.com/ | Perusahaan ritel asal Meksiko, Grupo Elektra, berencana menerima mata uang kripto Bitcoin sebagai alat pembayaran. Rencananya, pembeli bisa menggunakan Bitcoin untuk pembayarannya melalui BitPay, penyedia layanan pembayaran bitcoin yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

    Bahkan, perusahaan milik konglomerat Grupo Salinas ini menawarkan potongan harga 20% untuk pembelian dengan Bitcoin, seperti tertulis dalam iklan online yang dibagikan di Twitter oleh miliarder Meksiko Ricardo Salinas Pliego.

    “Elektra adalah toko (ritel) pertama di Meksiko yang memungkinkan Anda membeli dengan Bitcoin,” ujar Salinas, dilansir dari Reuters, Minggu (19/12/2021).

    Baca juga: Dukung Uang Kripto, Wali Kota New York Ingin Gaji Bitcoin

    Salinas yang merupakan salah satu orang terkaya Meksiko, adalah pemilik bisnis perbankan Banco Azteca. Sebelumnya pada Juni lalu, Salinas telah melayani bank pertama di Meksiko yang juga menerima Bitcoin.

    Tahun ini, El Salvador membuat sejarah sebagai negara pertama yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, selain USD. Maskapai penerbangan murah atau low cost carrier, Volaris, yang berbasis di Meksiko juga mengikuti langkah itu dan mengumumkan akan menerima Bitcoin di El Salvador. []

    Baca juga: Pengguna Twitter Bisa Kasih Tip dalam Bentuk Bitcoin

  • Nike Amerika Berencana Fokus Jualan Online

    peloporberita.com/ | Produsen sepatu olahraga, Nike, berencana fokus pada penjualan online dan tidak lagi memasarkan produknya ke toko-toko di Amerika Serikat. Beberapa waktu lalu, Nike juga mengumumkan berhenti menjual produknya ke DSW (Desainer Shoe Warehouse), mulai tahun 2022.

    Sejak 2017 lalu, Nike juga telah memangkas jumlah pengecer tradisional secara signifikan, untuk meningkatkan keuntungan dan memperketat kendali atas produk yang dipasarkan.

    Chief Financial Officer Nike Matthew Friend mengatakan, Nike meraih keuntungan lebih dari dua kali lipat setelah menjual barang di situs web dan toko fisiknya sendiri, dibanding sebelumnya ketika Nike menjual produk lewat mitra grosir.

    “Produk-produk Nike yang dijual di retail telah berkurang sebanyak 50% sejak strategi itu diberlakukan pada 2017,” ujar Friend seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/12/2021).

    Selain dapat mengendalikan harga pasar dengan lebih ketat lagi, itu juga keuntungan besar bagi merek premium seperti Nike yang ingin menyajikan produk bagi pelanggan dengan cara yang menarik dan konsisten, serta mencegah potongan harga terlalu banyak.

    Di sisi lain, Nike adalah salah satu pemasok barang atletik terbesar DSW, yang menyumbang sekitar 7% dari penjualan DSW pada 2020. Meski kehilangan Nike, DSW yakin masih mampu menambah pendapatan dengan menumbuhkan merek atletik lainnya.

    Sementara itu, Rival Under Armour dan Adidas mulai mengikuti jejak Nike. Kedua perusahaan itu menarik diri dari mitra ritel dan mulai membangun sistem penjualan secara langsung ke konsumen. []

    Baca juga: Pabrik Pembuat Sepatu Nike di Vietnam Kembali Beroperasi Penuh

  • Matahari Department Store Resmi Dikendalikan Auric Digital Asal Singapura

    peloporberita.com/ | Jakarta – Matahari Department Store resmi dikendalikan oleh perusahaan asal Singapura Auric Digital Retail Pte. setelah merampungkan penawaran tender sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) atas saham emiten ritel Grup Lippo itu.

    Auric Digital mengeluarkan pernyataan penawaran tender sukarela kepada para pemegang saham perseroan (termasuk publik) untuk membeli saham perseroan pada 5 Mei 2021 dengan periode penawaran terhitung sejak 4 Juni sampai dengan 3 Juli lalu.

    “Sebagai hasil dari VTO, Auric saat ini memiliki 840.776.696 saham perseroan atau setara dengan 32% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.”

    Kemudian sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, pada 15 Juli 2021 Auric mengumumkan bahwa mereka sudah menjadi pemegang saham pengendali baru Matahari sejak 14 Juli 2021.

    “Sebagai hasil dari VTO, Auric saat ini memiliki 840.776.696 saham perseroan atau setara dengan 32% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan,” tutur Corporate Secretary & Legal Director Miranti Hadisusilo dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip peloporberita.com/ Senin, 19 Juli 2021.

    Auric Digital Retail, sebelumnya menjadi pemegang saham perusahaan lewat Greater Universal pada Juni 2020 lalu. Sebelum tender offer, saham Matahari Department Storeterdiri dari PT Multipolar Tbk (MLPL) 19,42%, UBS AG Singapore S/A Greater Universal Ltd 5,32%, dan UBS AG Singapore Non-Treaty 5,07%.

    Lalu saham lain yakni SSB C21 S/A College Retirement Equities Fund 5,42%, UOB Kayhian Pte Ltd 6,02%, UOB Kay Hian Pte Ltd AJC Referral Client 0%, dan Philip Securities Pte Ltd 6,19%. Investor publik tercatat memiliki 52,55% saham Matahari Department Store.

    Lebih rinci, Auric merupakan perusahaan yang didirikan di Singapura berdasarkan hukum negara tersebut nomor registrasi 202105554N dan berkedudukan di 50 Collyer Quay #05-06, OUE Bayfront, Singapura. Auric merupakan perusahaan dengan kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang investasi.[]