Tag: Pedro Castillo

  • Aksi Protes Makin Marak, Presiden Peru Terapkan Jam Malam

    Jakarta | Presiden Peru Pedro Castillo mengumumkan jam malam di ibu kota Lima dan kota pelabuhan Callao mulai Selasa (05/04/2022) waktu setempat. Keputusan itu dipicu oleh makin maraknya demonstrasi hingga memicu tindakan kekerasan, termasuk pembakaran gerbang tol, penjarahan dan bentrokan dengan polisi.

    Dalam beberapa hari terakhir memang telah terjadi aksi protes mengenai kenaikan harga bahan bakar dan tol, selama masa kenaikan harga pangan.

    Pemerintah pun menghapuskan pajak bahan bakar selama akhir pekan sebagai upaya menenangkan pengunjuk rasa. Namun pengemudi truk dan pekerja transportasi lainnya kembali turun ke jalan pada Senin (04/04/2022) di Lima dan sejumlah daerah di utara, dari kota pesisir Piura hingga Amazonas yang berhutan lebat.

    “Dewan Menteri telah menyetujui deklarasi imobilitas warga (jam malam) dari 2:00 pagi hingga 11:59 sore pada Selasa, 5 April,” kata Castillo dalam pesan yang disiarkan televisi seperti dikutip AFP.

    Mantan guru berusia 52 tahun itu mengumumkan jam malam seminggu setelah dia diselamatkan dari pemakzulan oleh Kongres, di mana lawan menuduh pemerintahan Castillo memiliki kurangnya arahan dan diduga membiarkan korupsi. Upaya pemakzulan pekan lalu adalah yang kedua kalinya selama delapan bulan pemerintahan Castillo.

    Keputusan Castillo memberlakukan pembatasan pergerakan yang akan mencakup lebih dari 10 juta penduduk di Lima dan Callao, langsung menuai penolakan. Bahkan, analis politik Luis Benavente menilainya sebagai tindakan otoriter pemerintah Pedro Castillo yang menunjukkan ketidakmampuan untuk memerintah.

    Seperti sebagian besar bagian dunia lainnya, ekonomi Peru masih belum pulih dari kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi corona. Indeks Harga Konsumen di Peru pada Maret lalu mengalami kenaikan bulanan tertinggi dalam 26 tahun, didorong oleh melonjaknya harga makanan, transportasi dan pendidikan, menurut lembaga statistik nasional.[]

  • Presiden Peru Pedro Castillo Kembali Terlepas dari Upaya Pemakzulan

    Jakarta | Presiden Peru Pedro Castillo menghindari pemakzulan oleh kongres yang didominasi oposisi pada Senin (28/03/2022) waktu setempat. Hal ini mengakhiri upaya kedua untuk menggulingkannya, sejak Castillo naik ke pucuk kekuasaan delapan bulan lalu. Ini juga keenam kalinya sejak 2017, kongres membuka proses pemakzulan terhadap presiden yang sedang menjabat.

    Melansir AFP, setelah debat parlementer yang berlangsung lebih dari delapan jam, 55 legislator memberikan suara mendukung pemakzulan Castillo, 54 memilih menentang dan 19 abstain. Butuh 87 suara untuk memakzulkan pemimpin sayap kiri, yang dituduh oposisi melakukan korupsi dan ketidakmampuan moral.

    “Saya memuji fakta bahwa akal sehat, tanggung jawab dan demokrasi telah menang. Saya meminta semua (legislator) untuk membalik halaman dan bekerja sama untuk memecahkan tantangan besar yang dihadapi negara ini,” tulis Castillo di akun Twitter setelah pemungutan suara.

    Castillo menghadapi upaya pemakzulan serupa pada bulan Desember, dan telah mendapat kecaman dari oposisi dan beberapa media Peru dalam beberapa bulan sejak itu.

    Pihak oposisi menuduh Castillo tidak mampu secara moral dan menoleransi dugaan korupsi di lingkaran dalamnya. Ia juga mendapat kecaman atas krisis menteri yang berulang di bawah pemerintahannya, dengan empat perombakan kabinet dalam delapan bulan.

    Sejak awal, Castillo menentang, dengan mengatakan bahwa proses itu tidak mengandung satu elemen pun yang secara sah mendukung tuduhan ketidakmampuan moral.

    Proses pemakzulan relatif umum di Peru karena konstitusinya memungkinkan seseorang diajukan melawan presiden berdasarkan premis yang lebih subjektif tentang kesalahan politik daripada kesalahan hukum. Hal ini pun menciptakan banyak ketidakstabilan politik di negara itu. Pada November 2020 misalnya, Peru memiliki tiga presiden dalam waktu satu minggu.[]

  • Dituduh KDRT, Perdana Menteri Peru Mundur Setelah 3 Hari Menjabat

    peloporberita.com/ — Perdana Menteri (PM) Peru yang baru, Hector Valer Pinto, mengundurkan diri pada Sabtu (5/2/2022) atau setelah dirinya menjabat selama 3 hari. Pengunduran diri ini membuat Valer ‘dinobatkan’ sebagai PM terpendek di negara tersebut selama 42 tahun terakhir.

    Pengunduran diri ini juga hanya selang sehari setelah Presiden Pedro Castillo mengumumkan akan memperbaharui lagi kabinetnya di tengah krisis pemerintahan. Valer sendiri merupakan Perdana Menteri Peru ketiga dalam enam bulan pemerintahan Castillo.

    Valer menyampaikan bahwa pengunduran dirinya akibat banyak ‘tembakan mesin dari surat kabar yang menciptakan gambaran dirinya sebagai orang yang kasar dan kejam.’

    Yang di maksud Valer adalah, pengaduan polisi yang rilis oleh media lokal terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tahun 2016. Dalam laporan iti, istri dan putrinya menuduh Valer talah melakukan agresi fisik, termasuk menendang, meninju, dan menjambak rambut dilansir dari AP.

    Valer pun membantah telah menyerang dan melakukan KDRT terhadap Istri dan putrinya. Sayang, Istrinya telah meninggal dunia pada tahun 2021

    Namun ia berjanji bakal kembali ke panggung politik jika masyarakat menginginkan. Valer menegaskan bahwa dirinya mundur untuk menyembuhkan luka-luka.

    Sementara Perdana Menteri baru ke-4 nya akan segera ditunjuk Castillo dengan janji kabinet terbaru akan terbuka untuk semua partai politik.

    Pemerintahan Castillo yabg dimulai pada 28 Juli 2021, masih tetap terperosok dalam krisis hingga kini. Kasus Valer membuat orang-orang yang sempat memilihnya, protes untuk yang pertama kalinya akan ketidak hati-hatian dalam memilih menteri.

    Sedangkan mantan calon presiden Peru Keiko Fujimori, yang kalah dalam pemilu lalu, mengatakan bahwa Castillo harus mengundurkan diri lantaran dinilai tidak tahu bagaimana memilih orang dan tidak merasa bertanggung jawab atas posisinya. []