Tag: Partai Hanura

  • Gerak Cepat, Partai Kebangkitan Nusantara Daftar Ke Kemenkumham

    peloporberita.com/ | Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) telah resmi didaftarkan sebagai partai politik (parpol) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), pada Senin (01/11/2021). PKN adalah partai yang didirikan oleh para loyalis Anas Urbaningrum dan diketuai oleh Gede Pasek Suardika, yang baru saja melepas jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura.

    Sejumlah tokoh PKN yang turut hadir ke Kemenkumham adalah Sekjen PKN Dr. Sri Mulyono, S.Sos. MM; didampingi Waketum PKN Gerry H. Hukubun, SE; Ketua Bidang Hukum dan HAM Rio Ramabaskara SH, MH.; Anggota Dewan Kehormatan PKN Andi Samsul Bakri, SH; serta Direktur Eksekutif PKN I Made Sudanayasa, SE. Mereka juga didampingi langsung Notaris Muhammad Zainal Hakim, SH., MM, MKn, selaku Pejabat Pembuat Akta Notaris dari PKN.

    “Semua persyaratan sebagai bentuk partai ini diproses untuk segera mendapatkan pengesahan, baik perubahan nama, lambang dan susunan kepengurusan sudah kita penuhi,” kata Sri Mulyono dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Baca juga: Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Suardika Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

    Sementara itu, Waketum PKN Gerry Hukubun mengatakan, sebagai kumpulan kaum pergerakan, maka gerak cepat menjadi bagian dari keseharian langkah perjuangan. “Semoga dengan begitu majunya proses pelayanan di Dirjen AHU Kemenkumham selama ini bisa juga berjalan lebih cepat,” kata politikus muda yang juga dikenal sebagai motivator ini.

    Mantan Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara termuda ini juga menjelaskan bahwa selain melakukan proses ke Kemenkumham, disaat bersamaan embrio pembentukan di daerah dengan format baru juga dijalankan secara simultan.

    “Kami merasa sangat senang sambutan begitu kuat di daerah dan dipusat. Walau diketahui partai ini hanya bermodalkan tekad dan nekad, tetapi tampaknya publik melihat ada arus besar baru untuk menjadi alternatif dan jauh dari oligarki politik,” kata Gerry.

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Dari susunan kepengurusan terlihat nama sejumlah akademisi, seperti Ian Zulfikar, pakar IT Yan Mita Djaksana, pakar energi Lukman Malanuang, bahkan mantan Bendahara Umum DPP Partai Hanura Carrel Ticualu.

    Selain itu ada juga pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe, mantan Staf Ahli Komisi III DPR RI Denny Haryatna, mantan anggota DPR RI dari FPD seperti Mirwan Amir dan Yus Sudarso, hingga aktivis muda HMI Azral Hardy, Rudi Juniawan, serta mantan sekjen PP KMHDI I Made Sudanayasa.

    Tidak hanya dari kalangan politik, Selebgram Atiensimon dengan nama asli Margaretha Tien Martini juga ikut bergabung, dan Agustinus Lesek serta Imam M. Sumarsono dari kalangan wartawan.

    Menurut Gerry, saat ini masih banyak yang menyatakan ikut bergabung. “Kami juga sedang menyiapkan alat kelengkapan partai sebagai struktur penguat partai sekaligus sebagai sarana penguatan kader, akibat begitu banyaknya yang ingin bergabung,” ujar politikus muda itu. []

  • Tinggalkan Hanura, Gede Pasek Suardika Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

    peloporberita.com/ | Setelah mundur dari jabatan Sekjen Partai Hanura, politikus Gede Pasek Suardika (GPS) dengan cepat dipercaya menggawangi partai baru bernama Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). GPS diminta menakhodai partai yang banyak diikuti dan didirikan oleh para loyalis Anas Urbaningrum (AU) ini.

    Hal itu diungkapkan salah satu inisiator PKN, Sri Mulyono, dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Sabtu (30/10/2021). "Sebenarnya begitu mendengar seringnya ide dan gagasan politiknya dihambat sehingga tidak bisa maksimal, kami sudah meminta GPS untuk keluar saja dan merintis dari nol dan lebih sehat," kata Sri Mulyono, yang juga merupakan doktor ilmu pemerintahan.

    Namun, lanjut Sri Mulyono, GPS menyatakan tidak enak meninggalkan Hanura, karena sudah terlanjur punya jalinan erat dengan banyak kader di daerah.

    Baca juga: Gede Pasek Suardika Susul Gerry Hukubun dan Ongen Sangaji Tinggalkan Hanura

    Menurut Sri Mulyono, sangat disayangkan kemampuan dan pemikiran GPS yang mumpuni di bidang politik, tidak diberikan ruang berkreativitas. Akhirnya, dengan pertimbangan kalkulasi waktu dan kesiapan untuk penataan partai, GPS pun bersedia. “Begitu bersedia, GPS meminta ide gagasan politik kebangsaan yang diimpikan bisa dijadikan tulang punggung perjuangan, maka lahirlah Partai Kebangkitan Nusantara,” kata Sri Mulyono yang kini dipercaya sebagai Sekjen Pimnas PKN.

    Dengan gerak cepat, para aktivis dan mantan anggota DPR dari FPD berkumpul menyiapkan prosesnya. Kini, partai yang dibangun dengan semangat gotong royong dan berdikari itu, langsung menyelesaikan struktur pusat dan mulai menyiapkan embrio di daerah. Bahkan, sekretariat partai ini juga memilih homebase di kawasan Menteng, Jakarta.

    “Saya yang gembira bisa bersama GPS bangun partai. Banyak teman eks Demokrat, Hanura serta para aktivis PPI dan alumni Cipayung plus yang sudah tahu kapasitasnya, langsung meminta bergabung. Apalagi, integritas politiknya tidak bisa diragukan lagi,” kata mantan anggota DPR RI Mirwan Amir.

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Mirwan Amir, yang akrab dipanggil Ucok ini juga mengatakan, konsep dan gagasan politik kebangsaan GPS sangat pas dengan kebutuhan bangsa Indonesia. “Internalisasi dan penguatan Wawasan Nusantara menjadi bagian penting dari perjuangan politik PKN. Dia kuat banget konsep dan visi kebangsaan. Bahkan, program perjuangan partai pun sudah diselesaikan GPS, Gercep (Gerak Cepat) banget,” kata Mirwan Amir yang didapuk sebagai Bendahara Umum PKN.

    Targetnya, Desember 2021 sudah selesai di 34 provinsi dan lanjut pembentukan pimcab di tingkat kabupaten kota. “Kami senang semangat gotong royong dan berdikari sebagai landasan perjuangan PKN dengan cepat tumbuh pesat dan dipahami,” kata mantan pimpinan Banggar di DPR RI ini. []

  • Gede Pasek Suardika Susul Gerry Hukubun dan Ongen Sangaji Tinggalkan Hanura

    peloporberita.com/ | Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) telah ditinggalkan oleh tiga tokoh. Terbaru, politikus senior Gede Pasek Suardika yang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura, melalui surat yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Kamis (28/10/2021).

    Surat resmi terkait pengunduran diri Gede Pasek juga telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO.

    Gede Pasek tidak menyebutkan alasannya mengundurkan diri dari posisi Sekjen Hanura. Ia hanya menyatakan, dirinya membutuhkan tempat pengabdian baru, untuk mewujudkan ide dan gagasan politiknya secara maksimal.

    Baca juga: Gede Pasek Suardika Melepas Jabatan Sekjen Partai Hanura

    Sebelumnya, politikus muda Gerry Habel Hukubun sudah lebih dahulu keluar dari Partai Hanura. Ia mengirimkan surat pengunduran dirinya ke DPP Partai Hanura pada 1 Oktober 2021.

    Ia menyebutkan alasan mundur dari Partai Hanura karena ingin konsentrasi dengan keluarga dan juga ingin mencoba tantangan baru. Gerry menjelaskan bahwa Hanura sudah menjadi bagian dalam hidupnya selama 13 tahun terakhir.

    “Ingin mencoba bisa lebih maksimal lagi dalam berkreasi atau memberikan pikiran-pikiran, mungkin di Hanura ini karena sudah terlalu lama juga, jadi kita ingin mencoba mencari tantangan baru,” ungkap Gerry Hukubun dalam wawancara bersama peloporberita.com/, Jumat (29/10/2021).

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Ketika ditanya pendapatnya tentang pengunduran diri Gede Pasek, “Mungkin beliau ingin lebih banyak eksplor dan mencoba tantangan baru. Yang pasti dia tetap menjaga hubungan baik,” kata Gerry Hukubun yang juga merupakan mantan pimpinan DPRD Maluku Tenggara periode 2009-2014.

    Satu lagi tokoh yang keluar dari Partai Hanura adalah Mohamad Ongen Sangaji yang secara otomatis turut melepas jabatannya sebagai Ketua DPD DKI Jakarta sejak 27 Juli 2021.

    “Keluarganya menuntut Bang Ongen agar fokus mengurus keluarga,” ujar Sekretaris DPD Partai Hanura DKI Syarifuddin yang juga ikut meletakan jabatannya, seperti dikutip dari Suara.com, Jumat (29/10/2021). []

  • Gede Pasek Suardika Melepas Jabatan Sekjen Partai Hanura

    peloporberita.com/ | Politikus senior Gede Pasek Suardika mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura, melalui surat yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Kamis (28/10/2021).

    Surat resmi terkait pengunduran diri Gede Pasek juga telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO.

    “Surat resmi ini merupakan kelanjutan penyampaian secara lisan saya kepada ketua umum di waktu sebelumnya,” ujar Gede Pasek dalam surat terbukanya yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

    Dalam surat itu, Gede Pasek meminta maaf kepada seluruh pihak selama menjalankan tugas kepartaian sebagai sekjen. “Semoga perpisahan secara organisasi bukan berarti memisahkan silaturahmi dalam kemanusiaan,” tulisnya.

    Baca juga: Sejarah Dua Bendera Kerajaan Majapahit

    Namun, Gede Pasek tidak menyebutkan alasannya mengundurkan diri dari posisi Sekjen Hanura. Ia hanya menyatakan, dirinya membutuhkan tempat pengabdian baru, untuk mewujudkan ide dan gagasan politiknya secara maksimal.

    Gede Pasek juga mendoakan agar Hanura semakin berkembang, “Saya berdoa semoga Partai Hanura semakin berkembang dan maju ditangani oleh kader-kader lain yang saya lihat sangat banyak berpotensi dan berkualitas,” lanjutnya.

    Gede Pasek Suardika ditunjuk menjadi Sekjen Partai Hanura dalam Musyawarah Nasional Partai Hanura di Jakarta, pada 24 Januari 2020. Saat itu, ia dilantik menjabat sebagai sekjen partai untuk masa bakti 2019-2024. []