Tag: Panglima TNI

  • Profil Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

    peloporberita.com/ | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (17/11/2021). Ia menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun per November 2021. Andika dilantik berdasarkan Keputusan Presiden nomor 106/TNI Tahun 2021.

    Berdasarkan aturan di Undang-Undang TNI saat ini, Andika hanya memiliki masa jabatan sekitar 13 bulan. Ia akan memasuki masa pensiun saat berusia 58 tahun pada November 2022.

    Dengan dilantiknya Andika Perkasa menjadi Panglima TNI, maka posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mengalami kekosongan. Presiden Jokowi pun menunjuk Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurachman untuk mengisi jabatan tersebut.

    Baca juga: DPR Setujui Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI

    Profil Andika Perkasa

    Jenderal Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 21 Desember 1964. Ia menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1987 dan bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) setelah lulus dari Akmil. Di Kopassus, Andika mengawali kariernya sebagai komandan peleton.

    Dalam buku Biografi Andika Perkasa disebutkan bahwa ia pernah menjalani operasi di Timor Timur pada 1990, Operasi Teritorial di Timor Timur tahun 1992, dan Operasi Bakti TNI di Aceh tahun 1994. Pada tahun 2002, ia juga memimpin penangkapan pimpinan Al Qaeda, Omar Al-Faruq, di Bogor, Jawa Barat.

    Selain karier yang melesat, Andika pernah mendapatkan penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya lantaran dianggap mampu menunjukkan kemampuan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban tanpa merugikan tugas pokok.

    Penghargaan lain yang pernah diterimanya adalah Bintang Yudha Dharma Pratama, sebuah tanda kehormatan yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata Kapolri dan TNI secara bersama.

    Baca juga: Calon Panglima TNI Andika Perkasa Punya 19 Tanah-Bangunan Hibah Tanpa Akta

    Selama kurun waktu 2003-2011, Andika menjalankan pendidikan militer di Washington DC, Amerika Serikat. Kemudian ia memperoleh gelar master di Norwich University, Northfield, Vermont. Setelah itu, Andika pulang ke Indonesia dan kembali menjalankan kariernya di militer.

    Pada awal 2013, menantu Hendropriyono ini diangkat menjadi Kolonel. Kemudian pada November 2013, ia ditunjuk sebagai Kepala Dinas Angkatan Darat dan pangkatnya pun naik menjadi Brigadir Jenderal. Sebelas bulan kemudian, tepatnya 23 Oktober 2014, Andika dipromosikan sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, menggantikan Mayor Jenderal Doni Monardo.

    Pada 23 Juli 2018, Andika Perkasa menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), lalu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sejak 22 November 2018. []

  • DPR Setujui Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI

    peloporberita.com/ – Rapat Paripurna DPR resmi menyetujui pengangkatan Jenderal TNI, Andika Perkasa, sebagai Panglima TNI. Keputusan itu diambil dalam Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan kedua Tahun Sidang 2021 hingga 2022 yang digelar dalam ruang rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, hari ini, Senin (8/11/2021).

    Rapat dipimpin oleh Ketua DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani. Sesaat sebelum memberikan persetujuannya, Rapat Paripurna DPR terlebih dulu menyimak laporan dari Ketua Komisi satu DPR Meutya Hafid, terkait hasil pembahasan terhadap pemberian persetujuan pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI kepada seluruh anggota DPR.

    “Kemarin kita sudah dengar visi dan misi calon Panglima TNI. Mudah-mudahan dalam waktu relatif singkat, yaitu 1 tahun, program-program Pak Andika dapat terlaksana.”

    Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani berharap, Andika bisa bekerja maksimal meski masa jabatan jenderal bintang empat itu hanya setahun.

    “Selamat kepada calon Panglima TNI semoga dapat menjalankan peran strategis dalam memimpin TNI dan melaksanakan kebijakan pertahanan negara dengan penuh tanggung jawab dan amanah,” kata Puan saat memimpin Rapat Paripurna.

    Dalam Rapat tersebut, Jenderal Andika Perkasa hadir dan diperkenalkan di hadapan anggota dewan. Andika dipilih sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun.

    Selanjutnya kata Puan, DPR akan segera mengirim surat persetujuan Panglima baru TNI kepada Presiden Jokowi. Usai mendapat persetujuan dari DPR, tahap selanjutnya dalam pengangkatan Panglima TNI adalah pelantikan oleh presiden.

    Baca juga : 

    “Kemarin kita sudah dengar visi dan misi calon Panglima TNI. Mudah-mudahan dalam waktu relatif singkat, yaitu 1 tahun, program-program Pak Andika dapat terlaksana,” ucap Puan.

    Seperti diketahui, masa aktif perwira paling lama sampai usia 58 tahun sementara Jenderal Andika akan menginjak usia 58 tahun pada 21 Desember 2022. Terkait hal ini, Puan yakin Jenderal Andika tetap akan bekerja sebaik-baiknya.

    “Ini akan menjadi tantangan bagi Jenderal Andika Perkasa untuk mewujudkan program-programnya untuk membawa TNI menjadi kekuatan pertahanan yang unggul dan hebat sebelum memasuki masa pensiun nanti,” tandas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu. []

  • Komisi I DPR Setujui Pencalonan Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI

    peloporberita.com/ – Setelah melakukan rapat selama 3 jam, semua fraksi di Komisi I DPR RI pada Sabtu (6/11/2021) menyetujui pencalonan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

    “Rapat internal Komisi I memutuskan menyetujui pemberhentian dengan hormat Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI serta memberikan apresiasi atas dedikasinya. Kesimpulan kedua, memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI,” kata Ketua Komisi I Meutya Hafid membacakan kesimpulan rapat

    “Saya ingin masyarakat kita melihat TNI ini sebagai organisasi yang apa adanya, dengan segala kekurangan dan perbaikan yang memang harus kami jalani.”

    Sementara KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengucapkan terima kasih atas restu Komisi I DPR RI. Andika menyebutkan, TNI adalah kita sebagai visinya nanti menjadi Panglima TNI. Dia ingin rakyat Indonesia dan masyarakat internasional melihat TNI sebagai “kita” atau “bagian dari mereka”. Dia tidak ingin rakyat menaruh harapan terlalu tinggi terhadap TNI dengan segala keterbatasan dan kelebihannya.

    “Saya ingin masyarakat kita melihat TNI ini sebagai organisasi yang apa adanya, dengan segala kekurangan dan perbaikan yang memang harus kami jalani. Tapi bukan berarti kita dengan keadaan kita nggak bisa berbuat apa-apa. Tetap banyak yang bisa kita lakukan,” ucap Andika.

    TNI menurut Andika, pasti memiliki cara yang berbeda dalam mencapai tujuan. Mengenai misi, Andika menegaskan bahwa sesuai Undang-undang TNI, ada tiga misi yang harus dijalankan yakni menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah.

    Baca juga :

    Di bawah kepemimpinannya nanti, TNI akan memusatkan perhatian pada beberapa hal terkait operasi militer perang dan operasi militer selain perang yakni pertama dan terpenting adalah mengembalikan tugas-tugas TNI sesuai undang-undang yang berlaku. Dia berharap tidak akan mengambil tugas kementerian atau lembaga lain.

    Selain itu, juga meningkatkan pengamanan perbatasan darat, laut dan udara. Lalu peningkatan kesiap-siagaan TNI, peningkatan operasional siber, peningkatan sinergitas intelijen terutama di wilayah konflik, memadukan operasi ketiga matra dalam TNI (darat, laut, dan udara), penataan dan integrasi organisasi serta peran diplomasi militer dalam kerangka ebijakan politik luar negeri Indonesia.

    Sementara pendalaman terhadap visi dan misi Andika sebagai calon panglima TNI yang dilakukan oleh anggota-anggota Komisi I dilakukan secara tertutup. Setelah Komisi I menyetujui pencalonan Andika, hasil rapat akan dibawa ke rapat paripurna untuk diputuskan bersama yang kemungkinan dilakukan Senin pekan depan.[]

  • Calon Panglima TNI Andika Perkasa Punya 19 Tanah-Bangunan Hibah Tanpa Akta

    peloporberita.com/ – Jenderal Andika Perkasa diusulkan sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada DPR RI. Andika Perkasa akan menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang pensiun bulan ini.

    Berdasarkan pencatatan terbaru di Laporan Harta dan Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu diketahui memiliki total harta kekayaan sekitar Rp179 miliar, dan tanpa utang.

    Dilansir dari CNN Indonesia, Andika mempunyai 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dikutip dari CNN Indonesia, dari 20 bidang tanah dan bangunan, 19 di antaranya berstatus hibah tanpa akta. Hanya ada satu tanah di Bogor, Jawa Barat, yang merupakan kepunyaan Andika sendiri seluas 1.000 meter persegi dengan taksiran nilai Rp500 juta.

    Baca juga :

    Sisa asetnya mencapai Rp37.664.250.000 yang tersebar di Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandar Lampung, Surabaya, Sleman, Bantul, Tabanan, Australia, hingga Amerika Serikat merupakan hasil Hibah Tanpa Akta dengan rincian sebagai berikut:

    1. Tanah dan Bangunan Seluas 460 m2/460 m2 di Jakarta Timur senilai Rp340.000.000;
    2. Tanah dan Bangunan Seluas 300 m2/300 m2 di Sleman Senilai Rp1.500.000.000;
    3. Bangunan Seluas 84 m2 di Jakarta Pusat senilai Rp700.000.000;
    4. Tanah dan Bangunan Seluas 340 m2/340 m2 di Cianjur senilai Rp150.000.000;
    5. Tanah dan Bangunan Seluas 435 m2/435 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp4.500.000.000;
    6. Bangunan Seluas 32 m2 di Sleman senilai Rp575.000.000;
    7. Bangunan Seluas 32 m2 di Sleman senilai Rp500.000.000;
    8. Tanah dan Bangunan Seluas 450 m2/450 m2 di Surabaya senilai Rp10.537.250.000;
    9. Tanah Seluas 490 m2 di Bogor senilai Rp362.000.000;
    10. Tanah Seluas 490 m2 di Bogor senilai Rp362.000.000;
    11. Tanah Seluas 490 m2 di Bogor senilai Rp362.000.000;
    12. Tanah Seluas 788 m2 di Bogor senilai Rp582.000.000;
    13. Tanah Seluas 2950 m2 di Tabanan senilai Rp201.000.000;
    14. Tanah Seluas 566 m2 di Bandar Lampung senilai Rp35.000.000;
    15. Tanah Seluas 1145 m2 di Bantul senilai Rp458.000.000;
    16. Bangunan Seluas 76 m2 di Australia senilai Rp1.500.000.000;
    17. Tanah dan Bangunan Seluas 2223 m2/2736 m2 di Amerika Serikat senilai Rp4.500.000.000;
    18. Tanah dan Bangunan Seluas 4875 m2/4832 m2 di Amerika Serikat senilai Rp5.000.000.000;
    19. Tanah dan Bangunan Seluas 6248 m2/6248 m2 di Amerika Serikat senilai Rp5.500.000.000;

    Selain itu, dalam e-LHKPN itu juga tercatat Andika turut melaporkan kepemilikan Mobil Landrover Sport 3.0 V 6 AT Tahun 2014 seharga Rp800 juta dan Mobil Mercedes Benz Sprinter 315 Tahun 2018 seharga Rp1,8 miliar. Andika juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp10,1 miliar; surat berharga Rp2.146.000.000; serta kas dan setara kas Rp126.985.922.019.

    Lulusan Akademi Militer tahun 1987 itu juga disebutkan tidak mempunyai utang sehingga total harta kekayaannya sebesar Rp179.996.172.019. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari Andika Perkasa, maupun pihak TNI AD terkait harta hibah tanpa akta Andika. []

  • Panglima TNI: TNI-Polri adalah Institusi Strategis Milik Rakyat Indonesia

    peloporberita.com/ | Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Jumat (22/10/2021). Dalam kunjungan kerja itu, mereka turut didampingi oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

    Dalam keterangan tertulis penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, setibanya di Bandara Mozes Kilangin Timika, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan langsung menuju Mako Brigif-20/IJK/3 Kostrad yang dilanjutkan dengan acara penanaman pohon.

    Baca juga: Kapolri: Sinergitas TNI-Polri akan Wujudkan Kekebalan Komunal

    Dalam kata sambutannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan bahwa TNI dan Polri adalah institusi strategis milik rakyat Indonesia. Ia juga menyatakan tugas TNI dan Polri sangat kompleks, mulai dari penugasan di daerah terpencil, pedalaman, perbatasan dan menghadapi terorisme.

    Tidak hanya itu, TNI dan Polri juga ditugaskan merawat masyarakat terpapar Covid-19, melaksanakan vaksinasi, mengajar masyarakat dan anak-anak di perbatasan. Itu semua berada di pundak prajurit TNI Polri. Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia telah mempercayakan seluruh tugas itu pada pundak seluruh prajurit TNI Polri.

    Baca juga:  TNI Gagalkan Penyeludupan 5 Paket Ganja dari Papua Nugini

    Lebih lanjut, Panglima TNI juga mengapresiasi perhelatan akbar PON XX Papua yang telah berjalan dengan tertib, aman dan sukses. Hal ini menunjukkan bahwa prajurit TNI Polri telah melaksanakan tugasnya dengan baik. []

  • Kapolri: Sinergitas TNI-Polri akan Wujudkan Kekebalan Komunal

    peloporberita.com/ | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau langsung kegiatan yang diselenggarakan oleh Akabri 1999 Peduli di Gedung Satya Haprabu Korps Brimob Polri, Depok, Rabu (20/10/2021).

    Kegiatan ini digelar serentak di 34 provinsi di Indonesia pada 06-20 Oktober 2021 dengan beberapa agenda, yaitu vaksinasi, bakti sosial, peluncuran program Desa 100 Persen Kekebalan Komunal dan Madrasah Presisi Raudatussibiyan, serta penyerahan bantuan dua unit mobil kepada Guru Madrasah Presisi Raudatussibiyan.

    Kapolri mengapresiasi alumni Akabri 1999 yang menggelar akselerasi vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan komunal terhadap Covid-19. Menurutnya, sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah kunci untuk mewujudkan hal tersebut. “Saya sampaikan terima kasih Akabri 99 yang telah menunjukan kekompakkannya untuk bekrontribusi. Ini tradisi baik yang harus dilanjutkan,” kata Kapolri Listyo Sigit.

    Ia juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada jajaran TNI-Polri dan lapisan masyarakat lainnya untuk terus membantu pemerintah dalam kelancaran program vaksinasi. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan vaksinasi bisa mencakup 70 persen dari populasi, dengan target harian dua juta dosis per hari.

    Baca juga: Kapolri Minta Kapolda dan Kapolres Tindak Tegas Oknum Polisi Pelanggar Aturan

    Kapolri pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI, polri, relawan, pemda, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat lainnya, lantaran target vaksin dua juta per hari telah terwujud. Namun, ia tetap meminta agar semua pihak terus berusaha maksimal dalam melakukan akselerasi vaksinasi.

    “Tentunya pencapaian dua juta satu hari dalam kurun waktu itu kurang lebih satu bulan ini ada empat kali. Tanggal 14 kemarin kita sudah masuk di angka 2.250.000. Jadi ini adalah keberhasilan kita semua. Ini tentunya harus kita lanjutkan target pencapaian karena memang harapan Pak Presiden, bagaimana kita mewujudkan vaksinasi 70 persen masyarakat,” ujar Listyo Sigit.

    Dengan adanya progres tersebut, saat ini Indonesia menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara dalam hal pencapaian pengendalian laju pertumbuhan virus corona.

    Baca juga: ICPW Puji Kapolri Terbitkan TR Terkait Ketertiban Anggota

    Selain vaksinasi, Kapolri Listyo Sigit mengatakan, laju pertumbuhan virus corona dapat dicegah melalui dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Apalagi, saat ini pemerintah telah menurunkan level asesmen di beberapa wilayah Indonesia, yang tentunya akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat di sentra ekonomi hingga diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Jika tidak diiringi dengan prokes yang kuat, maka potensi laju pertumbuhan Covid-19 bisa kembali meningkat.

    “Kuncinya adalah bagaimana akselerasi vaksinasi bisa kita laksanakan di akhir tahun untuk pencapaian target yang ada. Dan tentunya bagaimana menjaga masyarakat agar tetap laksanakan prokes,” tutur Kapolri. []

  • Presiden Jokowi Resmikan RS Modular Jenderal TNI L.B. Moerdani di Merauke

    peloporberita.com/ | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Rumah Sakit (RS) Modular Jenderal TNI L.B. Moerdani di Merauke, Papua, pada Minggu (03/10/2021). “Alhamdulillah, pada sore hari ini pembangunan Rumah Sakit Jenderal TNI L.B. Moerdani sudah selesai dan siap dimanfaatkan untuk melayani masyarakat, utamanya masyarakat di Kabupaten Merauke,” ucap Presiden Jokowi dalam sambutannya.

    Kepala Negara mengungkapkan, pembangunan RS modular ini dilakukan dengan sangat cepat, dalam kurun waktu kurang lebih 20 hari dan semula dimaksudkan untuk penanganan pasien COVID-19 di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke. “Tetapi karena kasus-kasus COVID-19 sekarang ini sudah menurun, sudah melandai, ini juga selain untuk mendukung pelaksanaan PON XX di Papua, ini nanti juga bisa dimanfaatkan pasca PON untuk melayani seluruh masyarakat yang ada,” ujarnya.

    Baca juga: TNI-Polri Pastikan Pengamanan Kunker Presiden Jokowi di Wilayah Sorong

    Seperti disampaikan Presiden Jokowi, RS Jenderal TNI L.B. Moerdani memiliki fasilitas yang lengkap, mulai dari ruang rawat inap, radiologi, hingga farmasi. “Ada ruang rawat inap isolasi, karantina, laboratorium, IGD, OK, dan radiologi, dan juga farmasi yang sangat dibutuhkan untuk membantu penanganan-penanganan masyarakat yang sakit dengan pelayanan kesehatan yang cepat dan mudah dan terjangkau,” paparnya.

    Baca juga: Mendagri Dampingi Presiden Buka PON XX 2021 Papua

    Presiden Jokowi menambahkan, di masa pandemi seperti saat ini, fasilitas kesehatan sangat dibutuhkan terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga masyarakat dapat terlayani ketika menghadapi masalah kesehatan. “Saya berpesan agar rumah sakit ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melayani seluruh masyarakat dengan pelayanan yang cepat dan nyaman,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam peresmian itu antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Bupati Merauke Romanus Mbaraka. []

  • Profil Lodewijk Paulus, Mantan Danjen Kopassus Pengganti Azis Syamsuddin

    peloporberita.com/ | Jakarta – Sekjen Partai Golkar Lodewijk F. Paulus resmi dilantik pada Kamis (30/09/2021) sebagai Wakil Ketua DPR RI. Ia menggantikan Azis Syamsuddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

    Setelah dilantik, Lodewijk pun mengomentari sejumlah isu nasional, termasuk tentang isu TNI disusupi PKI yang dikemukakan oleh Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Lodewijk menegaskan bahwa tolok ukur suatu institusi disusupi PKI harus dikaji secara matang dan mendalam. Ia juga meminta bukti dari Gatot agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid.

    Baca juga: Profil Jaksa Agung ST Burhanuddin yang Terbelit Polemik Ijazah

    “Tentunya kita harus punya fakta yang kuat, apa sih yang disebut disusupi, siapa yang menyusupi, di mana disusupi. Nah, tentunya kalau kita melihat itu apa indikatornya, apakah indikator karena patung dipindahkan itu sebagai indikator? Mari kita kaji secara akademik,” kata Lodewijk kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Kamis (30/09/2021).

    Seperti diketahui, sebelumnya Mantan Pangkostrad AY Nasution memerintahkan pembongkaran patung-patung diorama penumpasan PKI yang ada di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Gatot pun menyoroti hal tersebut dan mengaitkannya dengan kebangkitan PKI.

    Baca juga: Kembali Menangkan Gugatan Partai Berkarya, Ini Profil Tommy Soeharto

    Profil Lodewijk F. Paulus

    Lodewijk lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1957. Sebelum masuk dunia politik, ia berkarier di militer.

    Lodewijk lulus dari Akademi Militer pada tahun 1981. Selama mengabdi di militer, ia sering menduduki posisi penting di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pada 2001, ia sempat menjadi komandan pasukan elite di lingkungan korps baret merah, yaitu Satuan 81 Penanggulangan Teror Kopassus.

    Baca juga: Profil Luhut Binsar Pandjaitan yang Diserbu Komplain Negara Asing

    Kemudian pada 2009, Lodewijk pernah menjadi komandan jenderal (Danjen) Kopassus, menggantikan Mayjen Pramono Edhie Wibowo. Jabatan terakhirnya di TNI adalah Komandan Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat. Ia pensiun pada 2015, dengan pangkat letnan jenderal.

    Setelah itu, Lodewijk bergabung ke Partai Golkar, dan pada 2016 ditugaskan sebagai Koordinator Bidang Kajian Strategis DPP Partai Golkar, lalu pada 2018 ditunjuk sebagai Sekjen Partai Golkar dan pada Pemilu 2019, Lodewijk berhasil masuk Komisi I DPR dari Daerah Pemilihan Lampung I. []

  • Rombongan Kapolri, Panglima Juga Kepala BNPB Tinjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres jakpus

    www.pelopor.ID, Jakarta – Rombongan Kapolri, Panglima Juga Kepala BNPB Tinjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres jakpus. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kementerian Kesehatan RI meninjau Gerai Vaksinasi Keliling Program Polres Jakarta Pusat bersama Kodim dan Pemda Jakarta Pusat.

    Rombongan meninjau tiga lokasi gerai di wilayah Polsek Sawah Besar, Tanah Abang, dan wilayah Gambir. Kapolri dan panglima juga menyerahkan bantuan kepada warga, Kami 22 Juli 2021.


    Rombongan Kapolri, Panglima, didampingi Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, tiba di Gang Antasia, Kelurahaan Mangga Dua Selatan, Kecamataan Sawah Besar, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.00 WIB.

    “Kita apresiasi kegiatan ini, yang betul betul menyentuh masyarakat, yang memang sedang sulit dimasa pandemi ini,” tutur Panglima TNI Marsekal Hadi, diamini Kapolri.

    Menurut Panglima, kunjungan dirinya bersama Kapolri dan rombongan adalah dalam rangka memastikan bahwa vaksinasi berjalan, dan bantuan sembako sampai kepada masyarakat yang terdampak masa pandemi. “Vaksinasi dan pembagian sembako dengan strategi memetakan wilayah deng prentase yang masih rendah. Kita lakukan jeput bola, terutama daerah daerah slum, pinggiran, dan yang sulit di jangkau,” kata Panglima.


    Senada dengan Panglima, Kapolri mengatakan beberapa pekan ini angka varian covid 19 masih tinggi. Dan kegiatan gerai vaksin keliling Polres Metro Jakarta Pusat adalah bagian dari program TNI dan Polri untuk mempercepat peningkatan inumitas ibukota. “Strategi akselarasi kegiatan vaksinasi, dengaq tiga program, mulai vaksin massal, geral Vaksin, hingga Gerai Keliling seperti yang saat ini,” kata Sigit.

    Sigit berharap target Jakarta dengan mayoritas imuniti segera tercapai. “Target 70 persen penduduk di vaksin sebelum 17 Agustus semoga tercapai. Untuk bantuan sosial yang disalurkan untuk meringankan yang terdampak mudah mudahan dapat meringankan. Masyarakat jangan kuatir, pemerintah pasti peduli,” kata Kapolri, Kepada wartawan usai peninjauan.


    Di Sawah Besar Kapolri dan Panglima beserta rombongan, juga sempat mendapat penjelasan dari Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Damdim 0501 Kol Inf Luqman, dan Walikota Jakarta Pusat. “Kegiatan vaksinasi di daerah slum area akan kita tingkatkan. Karena masih banyak warga di daerah pinggiran itu yang belum mendapat vaksin,” ucap Hengki Haryadi.

    Rombongan kemudian melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi dan membagikan sembako kepada warga terdampak PPKM Darurat. Hadir Wakapolres AKBP Prasetyo, Kabag Osp AKBP Guntur, Kapolsek Sawah Besar AKP Alan Maulana, dam para pejabat Polres, dan Kodim 0501. “Di lokasi ini ada 41 persen yang belum divaksin. Kita datang kemudian kita jemput bola agar target vaksinasi di bulan Agustus bisa tercapai,” ujar Hengki.

    Total ada 300 orang divaksin di lokasi hari ini. Warga di slum area lain yang belum divaksin pun akan didatangi oleh petugas.

    “Untuk vaksin keliling efektif karena selama ini ada kendalanya mereka tidak mau datang ke gerai vaksin yang sifatnya statis.

    Karena mereka kurang familiar dengan pendaftaran online dan nggak punya ongkos. Termasuk soal warga yang tidak punya KTP, maka di gerai ada pihak Kecamatan untuk membantu perekaman KTP,”ungkap Hengky.

    Usai menerima penjelasan singkat itu, Kapolri dan Panglima dam rombongan melanjutkan ke lokasi kedua di wilayah Duri Pulo, Kelurahan Mangga Dua Srlatan, Kecamatan Gambir, dan Rusun Petamburan, Tanah Abang.

    Di Kelurahan Mangga Dua Selatan, Rombongan mendapat penjelasan dari Kepala Puskesmas Kecamatan Gambir dokter Ratna Sari serta jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir.
    Kapolri bersama Panglima TNI dan Kepala BNPB mengunjungi 9 tenda vaksinasi pada gerai ini. Kapolri dan Panglima sempat berbincang bincang kepada Kapuskesmas Gambir dan Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta.

    Dokter Ratna mengatakan, serbuan vaksinasi ini merupakan upaya dari TNI-Polri dan juga pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah untuk mencapai Herd Immunity.

    “Harapannya semoga vaksinasi terus berjalan, warga diawasi terus untuk menjalani dosis satu dan dosis dua sampai habis di usia di atas 12 tahun tervaksinasi semua,” kata Ratna.

    Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta mengatakan, maksud dan tujuan dari Kapolri, Panglima TNI hingga Kepala BNPB meninjau gerai vaksin ini untuk melihat langsung percepatan vaksinasi. “Ya intinya dari beliau mau melihat secara langsung dari pada kegiatan percepatan vaksin yang sudah dilaksanakan oleh tni-polri maupun tiga pilar khususnya jakarta pusat,” tegas Budi.

    (TK/Red)