Tag: Padi

  • Padi Reborn Sukses Menggoyang Panggung Paulaner Brauhaus

    Jakarta | Setelah tertunda dua tahun akibat pandemi, Padi Reborn tampil dengan sukses di panggung Soundrise Paulaner Brauhaus Jakarta, Grand Indonesia, pada Jumat (20/05/2022) malam yang disponpori MLD SPOT. Mereka menyanyikan lagu-lagu andalan mereka seperti Sobat, Kasih Tak Sampai, Semua Tak Sama, Seperti Kekasihku dan masih banyak lagi.

    Di atas panggung, Fadly, sang vokalis Padi, mengungkapkan rasa bahagia sekaligus terharu melihat respon pengunjung Paulaner Brauhaus yang sangat antusias. Para pengunjung, yang mayoritas adalah penggemar Padi, ikut menyanyikan setiap lagu yang dibawakan Padi, tak terkecuali lagu-lagu dari grup band asing, Don't Look Back in Anger – Oasis dan Love of My Life – Queen. Bahkan, Fadly sempat menyebut para pengunjung sebagai vocal group.

    Hal ini menunjukkan kondisi yang membaik setelah pandemi memukul seluruh aspek kehidupan pada 2020. Diharapkan kondisi akan terus lebih baik lagi, sehingga roda perekonomian pun bisa kembali berputar, seniman bisa kembali mengadakan konser dengan bebas. Pastinya hal ini membutuhkan kerja sama dari setiap orang, tak hanya pemerintah, untuk terus menggencarkan vaksinasi.

    Sebelum pandemi, Paulaner memang sudah sering mengadakan acara seperti ini, salah satunya adalah The Sound of Music yang menampilkan Kahitna pada 29 Agustus 2019. Pengunjung cukup menghabiskan minimal Rp 499.000,- untuk bisa menikmati menu favorit seperti Paulaner Platter dan Flavoured Beer sambil mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh Kahitna. Hal ini pun berlaku juga untuk penampilan Padi Reborn semalam.

    “Kami biasa mengadakan acara seperti ini setiap tiga bulan sekali,” ucap manajemen Paulaner Brauhaus kepada peloporberita.com/, Jumat (20/05/2022).

    Siapa yang tampil berikutnya? Kita tunggu info selengkapnya di Instagram @paulanerjakarta. []

  • Menko Luhut Apresiasi Metode Ratun R5, Tanam Padi Sekali Panen Berkali-kali

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi usaha yang telah dilakukan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (IKA ITS)  dan tim dalam melakukan gerakan inovasi penanaman padi Ratun R5.

    Hal ini, diungkapkannya saat acara panen padi Ratun R5 bersama di Karawang pada Jumat, (08/04/2022).

    Menko Luhut mengatakan, upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadapan perekonomian, ketahanan pangan nasional di masa ketidakpastian, dan juga peningkatan TKDN kita sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

    “Kemajuan di bidang pertanian akan sangat mendukung perekonomian nasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pandemi Covid-19 yang masih ada hingga sekarang, walau perlahan sudah mulai membaik,” tuturnya.

    Adapun Ratun R5 adalah, penanaman padi dimana 1 (satu) kali tanam benih dalam satu tahun yang bisa menghasilkan panen berkali-kali. Model penanaman ini dikembangkan hasil kerja sama antara IKA ITS dan Pemda Karawang.

    [irp]

    Percobaan tanam Ratun R5 di Karawang dalam rangka uji kelayakan usaha bisnis dan secara teknis penanaman Ratun R5 berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat sejak kuartal 4 (empat) di tahun 2021. Hasil panen perdananya padi sebagian disumbangkan untuk korban  bencana di Semeru, Jawa Timur pada akhir 2021.

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan bahwa panen Ratun R5 menjadi komitmen Karawang sebagai salah satu lumbung padi Indonesia.

    “Karawang ini adalah salah satu lumbung padi Indonesia. Kita komitmen 85.000 hektar kami pertahankan untuk lo meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kita, salah satunya dilihat melalui panen Ratun R5 ini,” ucapnya.

    Bupati Cellica menjelaskan, ada berbagai keunggulan dari metode Ratun R5. Yakni, dengan satu kali tanam benih dapat menghasilkan empat kali (tanpa perlu penanaman benih) dalam setahun.

    Sehingga produksi sawah per tahunnya meningkat, biaya produksi menurun, mempersingkat masa tanam hingga panen (60 hari), mengoptimalkan utilisasi lahan sawah, memberikan lapangan kerja dan pendapatan pekerja pertanian
    sepanjang tahun.

    Lebih lanjut dapat meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi penggunaan pupuk kimia, tahan terhadap roboh angin, meningkatkan produksi gabah daerah dan nasional dengan luas lahan yang sama sehingga mendukung ketahanan pangan dan swasembada
    beras, dan teknologi Ratun R5 telah dipatenkan dengan nomor  IDS 000003098 pada tanggal 30 Juli 2020.

    [irp]

    “Kami memohon agar pemerintah mampu untuk mendukung inovasi ini, agar kita mampu terus meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Apalagi ini juga sudah sesuai dengan arahan Presiden RI untuk menaikkan TKDN kita. Ini betul-betul 100 persen buatan Indonesia” harap Rektor ITS Mochammad Ashari kepada Menko Luhut.

    Hingga saat ini hasil panen dari metode Ratun R5 sangat baik dan sudah dilakukan panen 3 kali hingga April 2022.

    Kini, sedang dibicarakan untuk Kerjasama dengan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) terkait pemrakarsaan pengembangan pabrik dan bisnis Ratun R5.

    “Panen ini sudah sangat baik sebagai langkah awal industrialisasi padi yang lebih masif dengan metode ini. Kami IKA ITS selalu siap berinovasi dan membantu pemerintah dalam penyelesaian persoalan melalui berbagai inovasi teknologi,” tandas Ketua IKA ITS Sutopo Kristianto.

    [irp]

    Dengan adanya berbagai hasil baik dari panen dan keunggulan Ratun R5 ini, Menko Luhut berpesan untuk tetap berinovasi dan terus meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

    “Saya berharap IKA ITS dapat melanjutkan inovasinya di bidang pertanian, dan meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya sehingga dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan Indonesia,” pungkas Menko Luhut. []

  • BPS Prediksi Produksi Padi Januari-April 2022 Naik 7,7%

    peloporberita.com/ – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada periode Januari – April 2022 mendatang, produksi padi diperkirakan naik 7,7 persen atau setara 14,63 juta ton dibanding periode yang sama tahun 2021 lalu yang sebesar 13,58 juta ton.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, semua perhitungan tersebut dilakukan melalui metode kerangka sample area (KSA), di mana pengamatannya sudah memakai teknologi sistem informasi geografi (SIG). Menurutnya, kenaikan produksi padi tidak bisa dilepaskan dari kenaikan potensi luas panen. Adapun pada Januari–April 2022, luas panen berpotensi mencapai 4,81 juta hektare.

    “Angka tersebut kami hitung berdasarkan metode KSA. Hasilnya potensi luas panen kita mencapai 4,81 juta hektar atau naik 0,38 juta hektare dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara persentase ini kenaikannya mencapai 8,58 persen,” ujar Setianto, Selasa, 1 Maret 2022.

    Sementara BPS, turut mencatat produksi beras pada Indonesia pada 2021 mengalami penurunan sebesar 0,45 persen dari produksi di tahun sebelumnya yang mencapai 31,5 juta ton. Namun, penurunan tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya bencana alam dan kekeringan yang cukup panjang.

    “Antara lain terjadi kemarau yang lebih tinggi pada bulan Agustus dan September 2021, juga karena bencana atau musibah banjir di awal tahun serta adanya erupsi gunung Semeru dan serangan hama di beberapa tempat,” tegasnya.

    Setianto juga menyampaikan, penurunan selama 2021 juga disebabkan peralihan tanaman padi ke tanaman lain yang terjadi selama Agustus dan September 2021, di mana banyak petani memanfaatkan lahan kering sebagai tempat berkebun.

    “Karena kemarau mereka lalu beralih karena terjadi kekurangan air. Kekeringan memang berdampak luas terhadap panen padi yang jauh lebih rendah dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya,” ucapnya.

    Curah hujan yang cukup tinggi, juga diyakini sebagai penyebab dari banyaknya tanaman padi yang rusak, sehingga berdampak pada luas panen di sepanjang Oktober hingga Desember 2021.

    “Penyebab lainya intensitas curah hujan yang cukup tinggi di akhir 2021 sehingga berdampak pada luas panen di sepanjang Oktober Desember 2021,” tendas Setianto.

    Sementara beberapa Provinsi lain, tetap mengalami kenaikan panen seperti di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jawa Tengah dan Papua. Di Sulsel produksinya mencapai 382,17 ribu ton gabah kering giling atau meningkat 8,12 persen. Sedangkan di Jawa Tengah produksinya mencapai 129,49 ribu ton atau 1,36 persen.

    “Dan Papua sebesar 120,28 ribu ton atau 72,46 persen,” pungkas Setianto. []

  • Lirik Lagu Padi: Kasih Tak Sampai

    peloporberita.com/ | Lagu “Kasih Tak Sampai” dipopulerkan oleh grup band Padi dan diciptakan oleh Piyu. Lagu ini dirilis pada 20 Juni 2001 dan merupakan salah satu single dari album Padi yang berjudul “Sesuatu yang Tertunda”.

    Meskipun lagu ini sudah berusia puluhan tahun, namun lagu ini masih sering dinyanyikan karena kisah dalam lagu “Kasih Tak Sampai” sudah sangat sering terjadi dalam dunia nyata, dan akan selalu ada. Sesuai liriknya, lagu ini menceritakan tentang hubungan asmara dua insan yang harus berakhir karena ajal dan juga restu orangtua.

    Berikut lirik lagu Padi – Kasih Tak Sampai

    Indah
    Terasa indah
    Bila kita terbuai dalam alunan cinta
    Sedapat mungkin terciptakan rasa
    Keinginan saling memiliki

    Namun bila
    Itu semua dapat terwujud
    Dalam satu ikatan cinta
    Tak semudah seperti yang pernah terbayang
    Menyatukan perasaan

    Tetaplah menjadi bintang dilangit
    Agar cinta kita akan abadi
    Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
    Agar menjadi saksi cinta kita
    Berdua
    Berdua

    Sudah
    Lambat sudah
    Kini semua harus berakhir
    Mungkin inilah jalan yang terbaik
    Dan kita mesti relakan kenyataan ini

    Tetaplah menjadi bintang dilangit
    Agar cinta kita akan abadi
    Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
    Agar menjadi saksi cinta kita
    Berdua
    Berdua

    Menjadi saksi kita berdua []

     

  • Lirik Lagu Padi – Menanti Sebuah Jawaban

    peloporberita.com/ | Jakarta – “Menanti Sebuah Jawaban” adalah single utama dari album studio keempat milik grup band Padi yang rilis pada tahun 2005. 

    Lagu-lagu dalam album ini digunakan sebagai pengiring untuk film drama Indonesia berjudul “Ungu Violet” yang rilis pada tahun 2005. Film itu disutradarai oleh Rako Prijanto dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Rizky Hanggono dan Rima Melati.  

    Berikut ini lirik lagu “Menanti Sebuah Jawaban” dari band Padi. 

    Aku tak bisa luluhkan hatimu
    Dan aku tak bisa menyentuh cintamu
    Seiring jejak kakiku bergetar
    Aku telah terpagut oleh cintamu

    Menelusup hariku dengan harapan
    Namun kau masih terdiam membisu

    Sepenuhnya aku ingin memelukmu
    Mendekap penuh harapan ‘tuk mencintaimu
    Setulusnya aku akan terus menunggu
    Menanti sebuah jawaban ‘tuk memilikimu

    Betapa pilunya rindu menusuk jiwaku
    Semoga kau tahu isi hatiku
    Dan seiring waktu yang terus berputar
    Aku masih terhanyut dalam mimpiku

    Sepenuhnya aku ingin memelukmu
    Mendekap penuh harapan ‘tuk mencintaimu
    Setulusnya aku akan terus menunggu
    Menanti sebuah jawaban ‘tuk memilikimu

    Aku tak bisa luluhkan hatimu
    Dan aku tak bisa menyentuh cintamu []