Tag: Organisasi Anti Doping Dunia WADA

  • Sanksi Doping Dicabut, Puan Maharani Ingatkan LADI Jangan Sampai Terulang

    peloporberita.com/ | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menyambut baik keputusan Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA) mencabut sanksi untuk Indonesia.

    Puan menilai, pencabutan sanksi ini akan berdampak pada semangat atlet nasional pada ajang olahraga internasional selanjutnya. Apalagi, tahun ini akan digelar perhelatan Asian Games.

    “Saya memberikan apresiasi atas upaya tim Indonesia yang berhasil menghapus sanksi dari WADA. Maka pengalaman ini harus bisa dijadikan pelajaran penting supaya ke depan tidak terulang lagi,” kata Puan dalam keterangannya dikutip dari Parlementaria.

    Sebelumnya, WADA menjatuhkan sanksi pada September 2021, lantaran Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dianggap tidak patuh dalam menerapkan program pengujian doping.

    Akibatnya, Indonesia tidak bisa mengibarkan Bendera Merah Putih dalam ajang internasional, meskipun berhasil menjadi juara. Seperti dalam ajang Thomas Cup lalu, Bendera Merah Putih tidak bisa dikibarkan, padahal tim Indonesia keluar sebagai pemenang.

    “Kita merasakan betapa kecewanya saat tim Indonesia menang di ajang dunia seperti Thomas Cup kemarin, tapi Bendera Merah Putih yang menjadi kebanggaan kita tidak bisa berkibar di podium,” ujarnya.

    Politikus PDI Perjuangan ini pun berpesan kepada LADI agar tidak lalai lagi mengikuti aturan-aturan yang berlaku, khususnya terkait dengan kebijakan internasional.

    “Kelalaian bisa berakibat pada nama baik dan kehormatan bangsa. Saya juga berharap Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, terus melakukan pengawasan agar Indonesia terhindar dari segala sanksi di dunia olahraga,” pungkasnya. []

  • Indonesia bebas dari Sanksi WADA, Merah Putih Berkibar Lagi

    peloporberita.com/ – National Olympic Commitee atau NOC menyatakan, Indonesia bebas dari sanksi World Anti-Doping Agency mulai hari ini, Kamis (3/2/2022).

    Dengan demikian, bendera merah putih bisa kembali berkibar, saat atlit-atlit Indonesia memenangkan kejuaraan berbagai cabang olah raga di tingkat Internasional.

    Presiden NOC, Raja Sapta Oktohari menyebutkan, Indonesia patut bersyukur lantaran sanksi World Anti-Doping Agency atau WADA yang seharusnya berlaku selama setahun penuh, berkurang menjadi hanya empat bulan.

    “Satu per satu kami benahi dan saya berharap ke depan Indonesia harus bisa membantu negara lain yang memiliki pengalaman seperti ini karena Indonesia telah membuktikan berhasil melewati tantangan ini,” tutur Okto panggilan akrabnya.

    NOC Indonesia juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kampanye virtual #MerahPutihBerkibarLagi.
    Gerakan daring tersebut, menjadi bentuk syukur atas terbebasnya Lembaga Anti-doping Indonesia (LADI) dari jerat sanksi Badan Anti doping Dunia (WADA).

    Okto menegaskan, partisipasi masyarakat Indonesia dalam kampanye #MerahPutihBerkibarLagi menjadi sangat berarti. Sebab, aksi ini tak sekadar selebrasi semata.

    Lebih dari itu, lanjut Okto, kampanye ini diharapkan dapat menjadi bukti kepada dunia bahwa Indonesia mampu melewati segala tantangan.

    Sebelumnya, Indonesia mendapat sanksi WADA pada tanggal 7 Oktober kemarin. Sanksi itu diberikan WADA lantaran Indonesia belum memberikan klarifikasi atas kepatuhan untuk memenuhi sampel tes doping yang sudah bermasalah sejak tahun 2020 lalu. []

  • Presiden Minta Bantuan Jepang Lobi Sanksi Doping WADA

    peloporberita.com/ – Presiden RI Joko Widodo mulai ‘gerah’ dengan sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA). Bahkan, Kepala Negara turun tangan meminta bantuan Jepang untuk menyelesaikan dan mendampingi Indonesia yang tersandung sanksi WADA. Langkah ini, dalam rangka memperjuangkan event MotoGP di Pertamina Mandalika Street Circuit, Lombok-NTB, supaya berjalan mulus.

    “Karena sekarang kami belum selesai dengan WADA, Presiden mempersilakan ada pendampingan dari pihak lain, dalam hal ini Lembaga Anti-Doping Jepang.”

    Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali menyampaikan, bahwa Presiden meminta bantuan Jepang untuk memberi arahan dan mendampingi Indonesia menyelesaikan pending matter soal sanksi WADA. Menurutnya, Jokowi memberi perhatian serius atas kasus yang menimpa Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

    “Presiden memantau dan mencermati setiap perkembangan dan setelah diinformasikan tentang situasi terakhir,” tutur Amali Jum’at, 22 Oktober 2021.

    Menpora Amali
    Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali. (Foto:Pelopor.id/Kemenpora)

    Menpora sendiri baru-baru ini membentuk Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, di mana Ketua Komite Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, ditunjuk menjadi ketua. Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA bertugas untuk menginvestigasi apa yang sebenarnya terjadi, sehingga LADI tak patuh bahkan mendapat sanksi dari WADA.

    Selain itu, Raja Sapta Oktohari dan tim juga tengah menempuh jalur mediasi dengan Komite Olimpiade Internasional, agar bisa membantu berkomunikasi dengan WADA. Presiden Jokowi mengapresiasi langkah tersebut, dan memberikan keleluasaan bagi Menpora dan Satgas untuk melanjutkan sesi investigasi bersama lembaga dari Jepang.

    “Karena sekarang kami belum selesai dengan WADA, Presiden mempersilakan ada pendampingan dari pihak lain, dalam hal ini Lembaga Anti-Doping Jepang yang akan mensupervisi kita selama dalam masa ini,” tandasnya.

    Presiden Jokowi Minta Bantuan Jepang Guna Selamatkan Indonesia dari Sanksi WADA. Selain itu, Jokowi juga meminta agar hasil investigasi dibuka ke publik, tentang apa yang sebenarnya terjadi di tubuh LADI, hingga Indonesia mendapat sanksi WADA.

    Sebagaimana diketahui, LADI mendapat sanksi WADA karena dianggap tidak patuh menaati aturan dan program anti-doping. Akibatnya, sejumlah hak Indonesia di olahraga internasional ditangguhkan.

    Di antaranya, tidak izinkannya bendera Merah Putih berkibar di ajang regional, kontinental hingga kejuaraan dunia atau event yang dimiliki organisasi major event. []

  • Jenis Doping yang Sering Ditemukan WADA dalam Event Internasional

    peloporberita.com/ – Sanksi tegas dan keras diberikan tanpa pandang bulu oleh Organisasi Anti Doping Dunia (WADA) bagi atlet yang terlibat skandal doping. Namun, sanksi tidak hanya dijatuhkan kepada atlet, tetapi juga berdampak ke induk organisasi olahraga dan negaranya sekalipun.

    Doping sendiri adalah adalah zat terlarang yang dikonsumsi oleh atlet untuk meningkatkan performa. Dikutip dari BBC, doping adalah Performance Enhancing Drugs (PED) yaitu jenis obat-obatan yang dikonsumsi atlet untuk meningkatkan kinerja atletik mereka dalam pertandingan olahraga.

    Berikut jenis doping atau zat terlarang yang berhasil diungkap WADA dalam berbagai event internasional.

    1. Steroid

    Steroid anabolik adalah obat yang mengandung testosteron. Yaitu hormon yang diproduksi testis pria dan ovarium wanita. Steroid bisa meningkatkan ukuran dan pertumbuhan otot, memungkinkan seorang atlet untuk bisa berlatih lebih keras, serta mempercepat pemulihan pascacedera. Tetapi, penggunaan zat tersebut bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan peningkatan agresi.

    2. Blood Doping

    Blood Doping atau Doping Darah bisa dengan cara autologous, yakni mentransfusikan darah sendiri dari darah yang telah disimpan atau dibekukan. Sebelumnya, atlet akan mengambil darahnya sendiri beberapa bulan sebelum kompetisi, hanya untuk ditransfusikan kembali ke sendiri saat sebelum kompetisi.

    Hal tersebut, untuk meningkatkan volume darah dan jumlah oksigen dalam darah itu selama kompetisi. Sebab, oksigen menjadi salah satu nutrisi dasar untuk semua sel, karenanya peningkatan pengiriman oksigen ke jaringan dapat meningkatkan daya tahan dan kinerja atlet.

    3. Insulin

    Doping Insulin, biasanya digunakan atlet saat menghadapi kompetisi cabang olahraga yang butuh daya tahan tinggi. Insulin tersebut, berfungsi meningkatkan penyerapan glukosa dalam otot. Juga membantu pembentukan dan penyimpanan glikogen otot.

    4. Diuretik

    Diuretik berguna untuk menurunkan berat badan di cabang olahraga tertentu. Obat ini, berfungsi menyamarkan deteksi zat doping terlarang lainnya. Jenis diuretik yang sering digunakan adalah furosemide, bendroflumethiazide dan metolazone.

    5. Eritropoietin

    Eritropoietin adalah jenis doping suntik. Sebenarya, obat ini adalah hormon peptida yang diproduksi secara alami oleh tubuh manusia. Penyuntikan Eritropoietin bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi sel darah merah dan kapasitas aerobik atlet.

    6. CERA

    Continuous Erythropoiesis Receptor Activator atau CERA, merupakan turunan generasi ketiga dari Eritropoietin . CERA, dipakai untuk meningkatkan kapasitas pembawa oksigen demi meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan. []