Tag: non-fungible token

  • Hyundai Gandeng Meta Kongz Masuk Pasar NFT

    Jakarta | Perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai Motor Company terjun ke pasar non-fungible token (NFT) dengan menggandeng salah satu merek NFT ‘Meta Kongz’.

    Langkah ini menjadikan Hyundai sebagai perusahaan otomotif pertama yang masuk pasar NFT dengan komunitas sendiri, termasuk kanal NFT di Discord dan Twitter yang telah dibuka sejak 15 April dan website resmi untuk Hyundai NFT yang akan dibuka pada Mei mendatang.

    Pada platform online ini, Hyundai dan anggota komunitas dapat berkomunikasi secara terbuka selama 24 jam, dengan penerapan real-time update atas nilai aset NFT tersebut.

    Hyundai juga meluncurkan sebuah film pendek bertajuk ‘Metamobility Universe’ yang memperkenalkan konsep Universe Hyundai NFT, dengan merefleksikan konsep ‘Metamobility’ yang dipamerkan pada perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2022.

    Kemudian, Hyundai akan menerbitkan 30 NFT edisi terbatas, yaitu ‘Hyundai x Meta Kongz’ pada 20 April. Proyek Hyundai NFT akan berlanjut di sepanjang tahun ini untuk terus mengembangkan Universe Hyundai NFT.

    “Kami sangat senang dapat memperkenalkan ‘Metamobility’ melalui NFT milik kami sendiri dan memulai perjalanan ini bersama ‘Meta Kongz’,” kata Chief Marketing Officer Global Hyundai Motor sekaligus Head of Customer Experience Division Thomas Schemera dalam keterangan persnya.

    Disebutkan bahwa hasil dari penjualan NFT Hyundai akan dialokasikan untuk pengelolaan proyek dan para anggota komunitas tersebut.[]

  • 2021, Penjualan NFT Melesat Hampir Tembus USD 25 Miliar

    peloporberita.com/ | Makin populernya aset kripto mendorong penjualan non-fungible token (NFT) sepanjang tahun lalu hampir mencapai USD 25 miliar, atau sekitar Rp 357 triliun (kurs 14.310).

    Angka itu melesat jauh sekali dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar USD 94,9 juta, berdasarkan data DappRadar di sepuluh blockchain berbeda, yang digunakan untuk merekam siapa yang memiliki NFT. Meski begitu, ada tanda-tanda pertumbuhan penjualan NFT melambat jelang akhir tahun.

    “Sekitar 28,6 juta dompet memperdagangkan NFT pada tahun 2021, naik dari sekitar 545.000 pada tahun 2020,” ujar pihak DappRadar, seperti dikutip dari Reuters.

    Kenaikan harga sejumlah aset kripto memang terbilang sangat cepat tahun lalu, sehingga spekulan terkadang ‘membaliknya’ untuk meraih keuntungan dalam beberapa hari.

    Selain DappRadar, NonFungible.com yang hanya melacak blockchain Ethereum, menyebutkan penjualan pada 2021 mencapai USD 15,7 miliar. Ini berarti uang yang dihabiskan untuk NFT pada tahun 2021 kira-kira setara dengan dana yang disediakan oleh Bank Dunia untuk membeli dan menyebarkan vaksin Covid-19.

    Data pasar NFT terbesar, OpenSea, menunjukkan penjualan NFT memuncak pada Agustus, kemudian menurun pada September, Oktober dan November, sebelum meningkat lagi pada Desember.

    Sejumlah orang tampaknya melihat NFT sebagai masa depan kepemilikan di dunia online dalam pengembangan metaverse, namun masih banyak juga orang yang bingung kenapa begitu banyak uang yang dihabiskan untuk barang-barang yang tidak terlihat secara fisik. []