Tag: Nikel

  • Punya 72 Juta Ton Cadangan Nikel, Indonesia Dorong Hilirisasi

    Jakarta – Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton, atau mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia (data 2020). Sudah tentu Indonesia punya daya tarik besar bagi investasi di sektor industri tersebut.

    Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun mendorong berdirinya kawasan-kawasan industri untuk menjalankan aktivitas hilirisasi industri, termasuk yang berbasis nikel.

    Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi Andi Rizaldi di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara mengatakan, pihaknya telah menyusun pengembangan perwilayahan industri hingga 2035.

    “Mencakup peningkatan peran wilayah luar Jawa dalam menciptakan nilai tambah sektor industri pengolahan non-migas sebesar 40% dari total nilai tambah sektor industri pengolahan non-migas nasional,” tuturnya dikutip Minggu, (22/05/2022).

    Andi menjelaskan, target tersebut meliputi pembangunan 36 Kawasan Industri dengan prioritas pengembangan di luar pulau Jawa yang didukung dengan penyediaan lahan sekitar 50.000 ha dan pembangunan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) baru, minimal satu Sentra IKM di setiap Kabupaten/Kota.

    [irp]

    Di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang merupakan satu dari 22 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035, terdapat Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 4.244,68 Hektare, dengan empat Kawasan Industri, termasuk di antaranya Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan peletakan batu pertama kawasan industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

    “Pemerintah mendorong pembangunan KI NIS sehingga mampu mengoptimalkan nilai tambah hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong perekonomian daerah,” kata Wakil Presiden.

    KI NIS akan membangun smelter dengan teknologi Rotary Kiln-Electris Furnice (RKEF). Kapasitas produksi di tahap awal sebesar 70.000 ton, dengan kadar Nikel 10-12 persen. Smelter ini akan dibangun dengan menggunakan luas area tahap pertama, yaitu 375 Hektare.

    [irp]

    Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon menyampaikan, Smelter Nikel yang dibangun akan menghasilkan Ferro Nickel sebagai bahan baku untuk pabrik lainnya, dalam bentuk produk turunan seperti Nickel Metal, Ni Powder, batteries, hingga aplikasi untuk industri otomotif, alat rumah tangga, dan peralatan kesehatan.

    Dukungan bagi WPPI Sulawesi Tenggara Wakil Presiden menyampaikan keinginan Pemerintah untuk mengembangkan ekosistem kawasan industri modern yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

    Untuk itu, Pemerintah mendukung penuh agar iklim investasi di Indonesia semakin baik, dengan terus meningkatkan daya tarik investasi, melalui pemberian kemudahan perizinan, fasilitas insentif fiskal dan nonfiskal, hingga pemberlakuan larangan ekspor bahan mentah.

    “Pesan saya kepada pengelola Kawasan Industri NIS, agar segera menyiapkan daya dukung dan daya tampung di dalam kawasan industri untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekspor,” tandasnya.

    [irp]

    Selain itu, partisipasi investor sangat diperlukan dalam membangun ekosistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Kebutuhan infrastruktur pendukung dalam WPPI Sulawesi Tenggara meliputi jalan, gas, dan air baku. Untuk meningkatkan daya dukung Kawasan industri di WPPI Sulawesi Tenggara, Kemenperin telah menyampaikan usulan kepada Bappenas agara perbaikan jalan nasional dari Pohara menuju Kabupaten Konawe Utara sepanjang 15 kilometer masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 kepada Bappenas.

    “Kami juga melihat perlunya pembangunan jaringan gas bumi di Provinsi Sulawesi Tenggara,” pungkas Andi Rizaldi.

    Produksi bijih nikel di dalam negeri ditujukan untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri dalam negeri dengan memperhatikan Environmental Social Governance, artinya sektor industri turut memperhatikan pengelolaan lingkungan hidup dan keberlanjutannya (sustainability), serta pengembangan wilayah dan masyarakat. []

    [irp]

  • Analisa Media Asing: Indonesia Bisa Dapat Investasi Tesla Sekaligus SpaceX

    Jakarta – Media asing, ramai menyorot pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk beberapa waktu lalu. Mereka membicarakan, kemungkinan Indonesia bisa dapat investasi dari dua perusahaan yang dikendalikan Elon Musk tersebut.

    Elon Musik sendiri usai bertemu dengan Jokowi mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi besar dan pihaknya siap mencoba beberapa kerja sama lewat Tesla dan SpaceX.

    “Saya rasa Indonesia memiliki potensi yang besar, dan saya rasa kita melalui Tesla dan SpaceX akan mencoba beberapa kerja sama dengan Indonesia,” tutur Elon Musk kala itu.

    “Kita akan melihat dari dekat bentuk kerja sama di banyak hal, karena Indonesia memiliki banyak potensi. Apalagi Indonesia memiliki jumlah populasi dan terus berkembang. Ini bagus karena kita membutuhkan banyak orang di masa depan,” sambungnya.

    Media Asing yang berbasis di New York, Amerika Serikat, TheStreet menganalisa, Produsen Mobil Listrik, Tesla butuh meningkatkan volume produksinya menjadi 20 juta unit per tahun. Selain itu, mereka perlu mengamankan bahan mentah baterai listrik.

    Elon Musk
    CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. (Foto:Pelopor.id/Pixabay)

    Sedangkan Pabrik Tesla di Austin, Texas; Freemont, California; Berlin, Jerman; dan Shanghai, China, dinilai belum cukup untuk memenuhi target produksi itu.

    Sebelumnya, CEO Tesla, Elon Musk pada pada kuartal 1 2022 sudah mengatakan akan mengumumkan lokasi pabrik baru di akhir 2022.

    Kemudian, terjadi pertemuan antara Elon Musk dengan Presiden Jokowi yanh berlangsung pada 14 Mei 2022 di Boca Chica, markas SpaceX.

    [irp]

    Ilustrasi mobil Tesla. (Foto: peloporberita.com/Unsplash)

    Indonesia merupakan produsen utama nikel, pemerintah Jokowi sedang berupaya memperluas pertambangan dan pemurnian. Salah satu caranya, dengan memberlakukan larangan ekspor nikel untuk memaksa perusahaan untuk menetap, mendirikan pabrik sehingga dapat menciptakan lapangan kerja.

    Indonesia pun sebelumnya telah sukses menandatangani perjanjian senilai US$9,8 miliar dengan grup Korea Selatan LG untuk memproduksi baterai lithium, yang ditujukan untuk kendaraan listrik. Seperti diketahui Baterai lithium membutuhkan nikel.

    Sementara pembicaraan Indonesia dengan Tesla sudah dimulai tahun 2020 lalu. Deal Tesla dengan Indonesia, bisa berarti Elon Musk mengamankan pasokan nikel dan baterai untuk Tesla.

     

    Di samping itu, ada juga pembicaraan Indonesia dengan SpaceX yang menawarkan Papua Barat untuk tempat peluncuran baru perusahaan tersebut.

    Prediksi TheStreet, dalam skenario terbaik, Indonesia bisa mendapatkan keduanya (Tesla dan SpaceX) sekaligus. Mereka juga menebak, pengumuman bakal dilakukan bersamaan dengan agenda pertemuan G20 di Indonesia.

    "Jika ada persetujuan antara Indonesia dan Tesla dan SpaceX, itu bisa ditandatangani bulan November karena Indonesia akan mengadakan B20 Summit dengan pemimpin bisnis di pertengahan November, sebelum G20," tulis TheStreet.

    Kebetulan, Elon Musk sebelumnya diberitakan berencana datang ke Indonesia pada November 2022. []

    [irp]

  • Produsen Nikel Tsingshan Terancam Kehilangan USD 8 Miliar

    peloporberita.com/ | Produsen nikel terbesar di dunia, Grup Tsingshan Holding mengalami kerugian besar akibat lonjakan harga nikel yang mencapai lebih dari USD 100.000 per ton pekan lalu. Ditambah lagi dengan London Metal Exchange (LME) telah menghentikan perdagangan nikel.

    Tsingshan disebut harus melunasi posisi short yang beredar sekitar USD 8 miliar. Jika tidak ingin memenuhi opsi itu, maka Tsingshan harus mampu membuktikan bahwa pasokan nikel mereka cukup untuk memenuhi semua pesanan.

    Menanggapi hal itu, sejumlah analis menilai Tiongkok dapat menukar sebagian cadangan nikel kadar tinggi untuk besi nikel kadar rendah (NPI) yang diproduksi Tsingshan, untuk membantu memenuhi standar kualitas LME. Diperkirakan, stok nikel negara mencapai sekitar 100.000 ton.

    “Pasar merasakan bahwa (Tsingshan) akan bergerak, tetapi mereka mungkin melakukannya terlalu dini. Juga tidak ada yang mengantisipasi apa yang terjadi di Ukraina,” ujar analis nikel utama Wood Mackenzie Angela Durrant yang dikutip dari Reuters.

    Tsingshan didirikan oleh taipan Tiongkok, Xiang Guangda, pada tahun 1988. Awalnya, perusahaan itu memproduksi baja tahan karat. Kemudian pada tahun 2009, Xiang mulai menjajaki pasar Indonesia dan selama dekade berikutnya, ia mendominasi industri nikel global dengan nikel pig iron murah.

    Tsingshan juga mempelopori dua pusat nikel utama Indonesia, termasuk kawasan industri Morowali di Sulawesi Tengah, yang mempekerjakan lebih dari 40.000 orang. Fasilitas tersebut ditargetkan bisa memproduksi 850.000 ton ekuivalen nikel pada tahun ini dan meningkat jadi 1,1 juta ton pada 2023.[]