Tag: NHTSA

  • NHTSA Naikkan Standar Ekonomi Bahan Bakar untuk Kendaraan Baru

    Jakarta | Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menetapkan standar ekonomi bahan bakar yang lebih tinggi untuk mobil penumpang baru dan truk ringan.

    Mengutip The Wall Street Journal, NHTSA menetapkan 49 mil per gallon (mpg) sebagai standar jarak tempuh baru untuk truk ringan dan mobil penumpang di Amerika Serikat (AS) mulai model tahun 2026.

    Angka itu meningkat 10% dalam efisiensi bahan bakar seluruh armada rata-rata dibandingkan model tahun 2021. Saat ini, standar jarak tempuh seluruh armada untuk model tahun 2021 adalah 40 mpg.

    Pengemudi yang membeli kendaraan baru pada 2026 akan mendapatkan 33% lebih banyak mil per galon dibandingkan kendaraan 2021, di bawah standar baru yang diumumkan akhir pekan lalu. Standar ini berlaku untuk mobil penumpang, truk ringan, minivan dan SUV. Produsen mobil yang tidak mematuhi standar federal akan berisiko terkena denda.

    “Aturan hari ini berarti bahwa keluarga Amerika akan dapat mengemudi lebih jauh sebelum mereka harus mengisi penuh, menghemat ratusan dolar per tahun,” kata Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg.

    Buttigieg juga yakin, peningkatan itu akan membuat AS tidak terlalu rentan terhadap perubahan harga minyak global dan melindungi masyarakat dengan mengurangi emisi karbon sebesar 2,5 miliar metrik ton.

    Pejabat transportasi mulai menetapkan standar penghematan bahan bakar pada era 1970-an, di bawah arahan Kongres sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada minyak asing. Sebelum penerapan standar federal, ekonomi bahan bakar mobil AS rata-rata 13 mpg.

    Mereka bekerja sama dengan Environmental Protection Agency (EPA), yang kemudian mulai menetapkan batas polutan udara dari knalpot kendaraan dan menyelesaikan bagian pembuatan peraturan mereka pada bulan Desember.[]

  • 1,7 Juta Mobil Honda Diinvestigasi Akibat Masalah Rem

    peloporberita.com/ – Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat, NHTSA menginvestigasi sekitar 1 koma 7 juta kendaraan Honda yang memiliki masalah pada pengaktifan sistem pengereman darurat otomatis di kendaraan Honda Accord 2018-2019 dan SUV Honda CR-V 2017-2019.

    NHTSA menerima total 278 pengaduan. Dalam enam kasus yang dilaporkan, terdapat sebuah insiden tabrakan yang melibatkan cedera ringan seperti dilansir dari CarsCoops, Jumat (25/2/2022).

    Banyak laporan datang dari para pengguna yang menyatakan bahwa sistem pengeraman ini, dapat bekerja kapan saja meski dalam kecepatan tinggi meski tidak ada penghalang apa-apa di depan.

    Parahnya, itu terjadi tanpa adanya peringatan terlebih dahulu, sehingga bisa berbahaya bagi pengemudi maupun penumpang.

    Seorang konsumen Honda yang enggan namanya disebutkan mengatakan, dalam 6 bulan terakhir terjadi dua kali (pengereman otomatis mendadak), ketika mengemudi di jalan pedesaan.

    “Tanda rem di dasbor menyala tiba-tiba dan kecepatan berkurang, setelah pedal rem ya diinjak mobil kembali ke kecepatan normal. Padahal saat kejadian kondisi jalan bersih tanpa pengalang,” sebutnya. []

  • Lamborghini Recall 4.796 Huracan Gegara Lampu Depan

    peloporberita.com/ – Lamborghini dikabarkan akan menarik kembali dari peredaran atau recall terhadap 4.796 Huracan akibat pemasangan sekrup lampu depan yang tidak benar. Pabrikan supercar asal Italia itu mengatakan, kejadian ini murni berasal dari kesalahan yang disebabkan oleh manusia. Kesalahan itu terungkap selama audit internal rutin pada tahun 2020.

    Pada tanggal 26 Februari 2020, mereka resmi menetapkan Lamborghini Huracan memiliki masalah pada bagian penutup sekrup penyetelan horisontal lampu depan yang tidak sesuai Standar Keamanan Federal. Kemudian pada 4 Maret 2020, mereka memberi tahu Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) tentang masalah ini.

    Setelah hampir dua tahun barulah NHTSA memutuskan penarikan tersebut. Adapun ketika Lamborghini memberitahukan masalah itu, bersamaan dengan perusahaan tersebut mengajukan petisi “Inconsequential Noncompliance” ke lembaga resmi Amerika Serikat itu dengan alasannya, kesalahan yang ada di pemasangan lampu depan tidak membahayakan.

    Sebab, lampu depan tetap berfungsi normal. Bahkan Lamborghini mengatakan, ketiadaan penutup justru akan memudahkan pemilik mobil mengatur posisi lampu sesuai keinginan. Jadi, ketika tidak sesuai mereka tinggal mengaturnya kembali sendiri.

    Nah, dua tahun berselang, NHTSA punya pendapat lain. Mereka mengatakan Lamborghini Huracan tidak dilengkapi dengan kelengkapan Vehicle Headlamp Aiming Device (VHAD) atau pengatur posisi lampu manual. Sehingga klaim bahwa pemilik mobil dapat mengatur sendiri posisi lampu tidak akan dapat dilakukan. Sementara pada Lamborghini Huracan memang tidak ada fitur VHAD.

    NHTSA pun memastikan, tidak adanya penutup sekrup justru membuat lampu depan mobil menerangi objek di depan mobil dengan tidak stabil. Ini, menyilaukan pengendara atau pengguna jalan lain dan membuat berkurangnya jarak pandang di salah satu sisi jalan serta berkurangnya jarak pandang di jalan bahkan meningkatkan risiko kecelakaan.

    Oleh sebab itu, NHTSA memerintahkan Lamborghini segera melakukan perbaikan dan memasang penutup sekrup lampu depan Huracan. Carscoops melaporkan, bahwa pemilik mobil yang terlibat recall tidak akan dikenakan biaya. []

  • Rem Bermasalah, 416.000 Mobil Tesla di AS Terancam Ditarik

    peloporberita.com/ | Produsen mobil listrik Tesla Inc kembali mendapat sorotan dari pihak berwenang. Kali ini, The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menggelar penyelidikan formal terhadap 416.000 kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y produksi tahun 2021-2022 di Amerika Serikat (AS).

    NHTSA mengatakan bahwa pihaknya telah menerima 354 keluhan tentang masalah phantom braking atau aktivasi rem tak terduga terkait sistem bantuan pengemudi autopilot. Normalnya, fitur autopilot memang memungkinkan mobil mengerem dan menyetir secara otomatis.

    Namun, para pelapor menyebutkan bahwa pengereman terjadi sangat keras dan tiba-tiba, bahkan hampir membuat kehilangan kendali.

    Salah satu pemilik Tesla Model Y 2021 melapor kepada NHTSA, pada Oktober lalu, ketika ia mengemudi dengan kecepatan 80 mil per jam, mobil secara tiba-tiba melambat ke kecepatan 69 mil per jam dalam waktu kurang dari satu detik.

    “Para pengadu melaporkan bahwa perlambatan cepat dapat terjadi tanpa peringatan. Secara acak dan sering berulang kali dalam satu siklus penggerak,” ujar pihak NHTSA yang dikutip dari Reuters.

    Awal bulan ini, NHTSA mengonfirmasi sedang meninjau keluhan konsumen terkait mobil Tesla yang bermasalah pada rem. Ini adalah tahap pertama sebelum NHTSA dapat mengeluarkan permintaan penarikan resmi atau recall.

    Ini bukan pertama kalinya NHTSA melakukan penyelidikan terhadap Tesla. Sebelumnya pada Agustus 2021, NHTSA menggelar penyelidikan keamanan formal terhadap sistem autopilot yang tersemat dalam 765.000 kendaraan Tesla di AS. []