Tag: Nglanggeran

  • UNWTO Nobatkan Nglanggeran Yogyakarta Sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia

    peloporberita.com/ – UNWTO pada Kamis, (2/11/2021), menobatkan Desa Nglanggeran asal Gunungkidul Yogyakarta sebagai desa wisata terbaik di dunia dalam ajang Best Tourism Villages 2021.

    Nglanggeran, juga terpilih diantara 2 desa lainnya yang menjadi wakil Indonesia di ajang internasional tersebut seperti Desa Wisata Tete Batu di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Desa Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta
    Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta. (Foto:Pelopor.id/IG CatatanWisata)

    “Semoga kesuksesan ini akan menginspirasikan banyak desa – desa wisata lain di Indonesia untuk terus berbenah menjadi yang terbaik,” tutur Pengamat Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi mengomentari kemenangan Desa Nglanggeran pada Kamis, (2/12/2021).

    Baca juga :

    Sebelumnnya Desa Wisata Nglanggeran telah memperoleh pengakuan sebagai destinasi wisata unggulan dan meraih berbagai penghargaan antara lain :

    1. Juara 1 Penyelamat Lingkungan Seleksi Kalpataru 2009 Propinsi DIY.
    2. CIPTA Award dari Kemenbudpar RI Tahun 2011
    3. UKM Terbaik Lomba Wirausaha Inovatif Berbasis Lingkungan dan Sosial oleh INOTEK dan PT. Sampoerna.Tbk Tahun 2015.
    4.Desa Wisata Terbaik Asean konsep CBT Tahun 2017
    5.Pemenang ASTA (Asean Sustainable Tourism Award) Tahun 2018.

    Tak berhenti disitu , Desa Wisata Nglanggeran juga berhasil memenuhi konsep pengembangan kawasan dengan tiga unsur utama di dalamnya yaitu Geodiversity, Biodiversity dan Culturaldiversity. Yang lebih membanggakan, Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi salah satu Geosite di Gunung Sewu UNESCO Global Geopark yan yang diakui ditingkat dunia. []

  • Mengenal Tiga Desa Wisata Wakil Indonesia di Ajang UNWTO

    peloporberita.com/ – Badan PBB yang menangani masalah pariwisata dunia UNWTO, menyelenggarakan program Best Tourism Villages yang menawarkan negara-negara anggotanya untuk berpartisipasi dan mengirimkan aplikasi maksimal 3 desa wisata tahun ini.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui akun media sosialnya menjelaskan, program tersebut, diperuntukkan bagi desa wisata yang berkomitmen terhadap visi pariwisata inklusif dan berkelanjutan, perlindungan terhadap alam dan budaya, inovasi dan kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan masyarakat dan pengunjung, hingga nilai kelokalan seperti gastronomi dan kerajinan lokal.

    Keuntungan dari Desa wisata yang lolos seleksi dan evaluasi UNWTO adalah, desa wisata tersebut akan memperoleh UNWTO Best Tourism Villages Label, dimana desa wisata bisa mendapatkan pengakuan internasional sebagai suatu contoh praktik terbaik destinasi wisata pedesaan.

    Meski demikian, desa wisata yang tidak lolos kategori Label itu, juga tidak perlu berkecil hati lantaran akan dipilih UNWTO untuk masuk dalam “UNWTO Best Tourism Villages Update Programme”.

    Pengumuman pemenangnya akan dilakukan saat UNWTO General Assembly ke-24 tanggal 30 November – 1 Desember 2021. Adapun desa yang mewakili Indonesia untuk mengikuti program Best Tourism Village dari UNWTO:

    1. Desa Wisata Nglanggeran

    Desa Wisata Nglanggeran
    Desa Wisata Nglanggeran. (Foto:Pelopor.id/Kemenparekraf)

    Nglanggeran adalah sebuah desa yang terletak di Gunungkidul, Yogyakarta. Desa ini dikelola sebagai Geopark Gunung Sewu dan pada 2015 berhasil masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark. Desa Wisata Nglanggeran berhasil memenuhi konsep pengembangan kawasan dengan menerapkan 3 unsur utama yaitu Geodiversity, Biodiversity dan Culturaldiversity untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga bisa tetap menjaga dan melestarikan alam, budaya serta kehidupan di dalamnya.

    2. Desa Wisata Tetebatu

    Tetebatu
    Desa Wisata Tetebatu yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. (Foto:Pelopor.id/Ist)

    Tetebatu adalah desa wisata yang terletak di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) persisnya dibawah gunung Rinjani. Dari Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Ada dua air terjun di Tetebatu, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. Ada juga “Hutan Monyet” dimana kita bisa melihat monyet hitam yang merupakan satwa asli Tetebatu. Tak ketinggalan, wisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Alquran kuno yang terbuat dari bahan kayu dan kulit onta.

    3. Desa Wisata Wae Rebo

    Wae Rebo
    Desa Wae Rebo. (Foto: peloporberita.com/Shutterstock/Sutiwat Jutiamornloes)

    Wae Rebo merupakan desa adat di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Kampung Wae Rebo berusia lebih dari seribu tahun yang letaknya bersembunyi di kaki rimba Poco Roko, hutan lebat di atas wilayah Satarmese. Nama Wae Rebo menjadi terkenal sejak meraih penghargaan UNESCO pada tahun 2012. []