Tag: NFT

  • Pemilik Farmville, Zynga Persiapkan Game NFT Pertamanya

    peloporberita.com/ – Raksasa game mobile, Zynga mempersiapkan peluncuran game Non Fungible Token (NFT) pertamanya. Langkah ini, dilakukan setelah perusahaan mengumumkan minatnya pada sektor gaming blockchain di akhir tahun lalu dan bermitra dengan perusahaan infrastruktur blockchain Forte.

    Wakil Presiden Zynga dari game blockchain, Matt Wolf mengatakan, Zynga juga menyatakan akan memperbanyak kemitraan dan akuisisi potensial yang rencananya diumumkan sebelum akhir kuartal kedua tahun ini. Mereka menyatakan siap untuk mengakuisisi penerbit game (Web 3) seperti dikutip dari CoinDesk, Minggu (20/02/2022).

    Zynga yang mendulang ketenaran dari game Facebook Farmville, berencana untuk memperluas tim game blockchain dari 15 orang saat ini menjadi sebanyak 100 orang, termasuk mengisi peran senior seperti direktur kreatif dan produser utama.

    Di sisi lain, raksasa video game Take-Two Interactive (TTWO) bulan lalu mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Zynga senilai US$12,7 miliar, Namun belum ada kesepakatan mengenai rencana tersebut hingga kini. []

  • YouTube Bakal Garap NFT dan Metaverse Tahun ini

    peloporberita.com/ – Aplikasi berbagi video milik Google, YouTube, mengumumkan rencana untuk menggarap proyek blockchain dan metaverse pada tahun 2022 ini. Youtube mengatakan, nantinya pengguna dapat memanfaatkan teknologi terbaru untuk mengurangi penipuan di pasar digital art yang sedang tumbuh pesat, sekaligus menawarkan pengalaman menonton yang lebih baik.

    Ekspansi itu dilakukan YouTube, untuk berkompetisi dengan pesaingnya TikTok milik Bytedance dan Instagram milik Meta Platform. Sebelumnya Youtube juga telah menjajaki penggunaan teknologi Web3 seperti NFT atau non-fungible token berupa klip video, seni, atau aset digital lainnya melalui blockchain sebagai teknologi pencatatan.

    Penjualan NFT melonjak mulai tahun lalu, namuan kritikus banyak mengatakan, NFT hanya sebuah penipuan, pencurian hak cipta, dan perilaku predator lainnya.

    “Kamu memberikan cara yang dapat diverifikasi bagi penggemar untuk memiliki video, foto, seni, dan bahkan pengalaman unik dari pembuat konten favorit mereka, dapat menjadi prospek yang menarik bagi pembuat konten dan audiens mereka,” sebut YouTube dalam pengumumannya.

    Metaverse juga bakal jadi prioritas bagi YouTube, yakni sebuah elemen dari gerakan Web3 yang menggambarkan dunia virtual, di mana orang biasanya berinteraksi melalui avatar. Selain itu, ada kemungkinan pengguna dapat menonton video bersama dalam metaverse.

    Meski demikian, secara umum untuk saat ini YouTube hanya akan fokus pada video yang terkait dengan game. Dimana mereka bekerja untuk menghadirkan lebih banyak interaksi ke permainan dan membuatnya terasa lebih hidup. []

  • Valuasi Aset NFT Global US$ 16 Miliar, Kalah Jauh Dibanding Kripto

    peloporberita.com/ – Saat ini total valuasi aset Non Fungible Token (NFT) global telah mencapai US$16 miliar berdasarkan data Bloomberg. Angka tersebut, masih jauh dibawah total nilai keseluruhan aset-aset digital global seperti uang kripto dan lainnya, yang mencapai US$2 triliun.

    Meski demikian, analis dari NFTGo dan lembaga riset Messari memprediksi, valuasi NFT akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, NFT dengan jenis avatar yang umumnya digunakan sebagai gambar profil di media sosial mendominasi valuasi aset NFT dengan pangsa pasar 46 persen.

    Adapun sejumlah jenis NFT yang populer saat ini adalah CryptoPunks dan Bored Ape Yacht Club, yang dimiliki oleh pesohor dunia, seperti petenis Serena Williams.

    Sementara Nystrom memprediksi NFT dengan kegunaan yang variatif akan lebih banyak digunakan di masa depan, sebab ada potensi keuntungan moneter yang dapat diperoleh pemiliknya. Sejauh ini, mayoritas keuntungan yang didapat dari aset ini adalah dengan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga pembelian.

    Kemudian Investment Analyst di Titan Global Capital Management USA Inc Gritt Trakulhoon mengatakan, proyek-proyek NFT semakin variatif selama beberapa bulan terakhir. NFT kini juga dapat digunakan sebagai sarana investor untuk melakukan pendanaan tahap awal atau seed funding. Menurutnya mayoritas aktivitas dan investasi NFT ke depannya tidak hanya akan berkutat pada gambar profil.[]

  • Aktor Brie Larson Tuai Kritik Setelah Umumkan Beli NFT

    peloporberita.com/ | Aktor pemeran Captain Marvel, Brie Larson, menjadi salah satu pesohor yang ikut tren non-fungible token (NFT). Ia membeli NFT dari koleksi “Flower Girls” rancangan Varvara Alay dan mengumumkan di akun Twitternya.

    Meski 20 persen dari penjualan NFT disebut akan disumbangkan untuk amal, Brie Larson tetap menuai kritik keras akibat tindakannya ini.

    “Ya tidak aku keluar. Maaf, tidak ada Captain Marvel 2. Saya tidak bisa. Sampai jumpa,” cuit salah satu penggemar Larson di Twitter, dilansir dari The Independent.

    Kemudian Editor Fitur Screenrant Alisha Grauso juga menuliskan tentang kekecewaannya terhadap Larson dan sejumlah selebriti lainnya. Menurut NFT dan kripto sangat buruk untuk lingkungan, lebih buruk dari seluruh cetak karbon dari beberapa negara.

    NFT memang telah menghadapi kritik keras dari para pemerhati lingkungan, sejak pamornya naik pada tahun 2021.

    Dampak lingkungan Bitcoin telah didokumentasikan dengan baik, dengan analisis dari University of Cambridge menunjukkan bahwa jaringannya saat ini mengkonsumsi lebih banyak energi daripada seluruh Belanda.

    Selain Brie Larson, dihari yang sama sejumlah aktor lain seperti Gwyneth Paltrow, Reese Witherspoon dan Eva Longoria juga mengunggah tentang proyek NFT yang sama.

    Mundur lagi ke beberapa bulan terakhir, sejumlah selebriti seperti Eminem, Justin Bieber, Snoop Dogg, Steph Curry, Paris Hilton, Lindsay Lohan dan Grimes telah lebih dulu berinvestasi di NFT. []

  • GameStop dan Immutable X Luncurkan Pasar NFT Akhir 2022

    peloporberita.com/ – GameStop Corp berkolaborasi dengan perusahaan startup blockchain, Immutable X untuk meluncurkan pasar non-fungible token (NFT) pada akhir 2022. Seiring dengan itu, GameStop juga mengumumkan dana senilai US$ 100 juta dalam token IMX Immutable X. Dana ini, ditujukan untuk mendukung pembuat konten NFT dari studio game Web3 dan metaverse gaming.

    Berdasarkan data dari pelacak pasar DappRadar, pasar NFT mengalami peningkatan pada tahun 2021 dengan mencapai nilai hampir US$ 25 miliar dalam penjualannya. Sedangkan di tahun 2020 nilai ini hanya mencapai US$ 94,9, ketika popularitas aset kripto spekulatif meledak.

    Masyarakat, membeli NFT sebagai mosi percaya dalam pengembangan Web3 atau metaverse. Mereka juga melihat NFT sebagai masa depan kepemilikan di dunia online. Kemudian, penjualan NFT meluas ke seni, koleksi olahraga, dan musik.

    Immutable X yang berbasis di Sydney Australia, telah mengumpulkan US$ 60 juta dalam putaran terakhir pendanaannya yang dipimpin oleh BITKRAFT Venture dan King Rival Capital pada September 2021. Immutable X merupakan pengembang game NFT Gods Unchained dan Guild of Guardians.

    Immutable X menciptakan protokol skalabilitas Layer-2 untuk NFT di jaringan blockchain terbesar kedua yakni Ethereum. Jaringan itu memungkinkan transaksi pada tingkat yang jauh lebih cepat dibanding Ethereum.

    Selain itu, membutuhkan daya komputasi yang kecil dan memiliki dampak lingkungan lebih rendah. Kolaborasi Immutable X dan GameStop tak hanya terkait dengan NFT. Tetapi juga akan menjadi mitra dan platform Layer-2 untuk GameStop. []

  • Curiga Money Laundering, DPR Minta PPATK Awasi Transaksi Kripto

    peloporberita.com/ | Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengawasi transaksi kripto yang dicurigai menjadi tempat money laundering.

    Saat memimpin Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan PPATK, Sahroni menyinggung isu transaksi terorisme di Indonesia yang belum diketahui hingga perkembangan transaksi kripto yang dicurigai menjadi tempat pencucian uang.

    “Untuk itu, mungkin Pak Kepala PPATK bisa mengantisipasi hal-hal terkait transaksi keuangan terorisme dan meningkatkan pengawasan terhadap transaksi kripto,” kata Sahroni di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, dikutip dari Parlementaria.

    Menanggapi hal itu, Ivan menjelaskan bahwa PPATK sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan dan antisipasi atas risiko transaksi ilegal dari kripto maupun non-fungible token (NFT).

    “Memang benar new payment methods terkait dengan perkembangan teknologi harus diantisipasi oleh semua negara, termasuk Indonesia, sehingga dengan demikian PPATK memahami bahwa sekarang kita tidak lagi masuk dalam era money laundering 4.0, tapi lebih kepada Money laundering 5.0,” ujar Ivan.

    Salah satu antisipasi yang dilakukan PPATK adalah dengan melakukan riset independen, bahkan juga sudah melakukan riset secara internasional bekerja dengan 12 negara.

    “Dalam hal antisipasi, yang sudah kami lakukan ialah dengan sosialisasi menyebarkan rekomendasi kami terkait transaksi kripto ini,” ungkapnya. []

  • Lamborghini Ikut-ikutan Jualan NFT, Terinspirasi Ghozali Everyday?

    peloporberita.com/ – Tak mau kalah dengan Ghozali Everyday yang viral berkat foto selfienya dijadikan NFT di Opensea, Lamborghini ikut-ikutan jualan NFT.

    Tetapi, pabrikan mobil asal Italia itu tidak menjual produk mobil, melainkan sebuah pelat serat karbon yang berukuran kecil yang mereka namai Lamborghini Space Key.

    Benda ini, diklaim pernah melakukan perjalanan luar angkasa melalui International Space Station 2019 silam. Dijual sebagai NFT, Lamborghini Space Key dipasangi sebuah QR kode yang berisikan nama seniman rahasia yang membuat karya tersebut seperti dilansir dari Revistacar.

    Benda mungil itu dianggap Lamborghini sebagai sebuah memorabilia bersejarah yang mengantarkan Lamborghini keluar antariksa.

    Nantinya Lamborghini tak hanya menjual Lamborghini Space Key dalam bentuk foto melainkan juga memberikan bentuk fisik bagi pembelinya. Rencanya Lamborghini Space Key akan dijual di platform Opensea sekitar 12 koma 6 juta rupiah. []

  • Platform NFT Autograph Raih Modal Segar Senilai USD 170 juta

    peloporberita.com/ | Platform non-fungible token (NFT), Autograph, meraih modal senilai USD 170 juta dari putaran pendanaan yang dipimpin perusahaan modal ventura, Andreessen Horowitz dan Kleiner Perkins.

    Sebelumnya pada enam bulan lalu, Autograph telah meraih pendanaan putaran Seri A. Saat itu, mereka mengumpulkan USD 35 juta, dengan penilaian pra-uang sebesar USD 700 juta, menurut data PitchBook.

    Autograph dibentuk secara bersama-sama oleh atlet National Football League Tom Brady pada tahun lalu. Kursi-kursi di jajaran dewan penasihat Autograph pun diisi oleh sejumlah atlet, seperti Naomi Osaka, Tiger Woods, Simone Biles, Tony Hawk dan Usain Bolt.

    Platform ini menampilkan koleksi dari selebritas popular, termasuk dari kalangan olahraga, hiburan dan budaya, seperti dikutip dari Reuters.

    Untuk diketahui, NFT adalah sejenis sertifikat elektronik yang merupakan turunan aset kripto untuk dijadikan alat investasi. Di Indonesia, NFT makin dikenal setelah Ghozali Everyday, yang merupakan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, berhasil meraih miliaran rupiah dari penjualan NFT foto selfie-nya.

    Berdasarkan data DappRadar di sepuluh blockchain berbeda, sepanjang tahun lalu total penjualan NFT hampir mencapai USD 25 miliar, melonjak signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar USD 94,9 juta. []

    Baca juga: NFT Laris Manis, Dua Pendiri OpenSea Sukses Jadi Miliarder

  • NFT Laris Manis, Dua Pendiri OpenSea Sukses Jadi Miliarder

    peloporberita.com/ | Situs dan aplikasi marketplace OpenSea kini semakin dikenal seiring dengan maraknya jual-beli aset non-fungible token (NFT). Untuk diketahui, NFT adalah sejenis sertifikat elektronik yang merupakan turunan aset kripto untuk dijadikan alat investasi.

    OpenSea juga makin dikenal setelah Ghozali Everyday, yang merupakan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, berhasil meraih Rp 1,5 miliar dari penjualan NFT foto selfie-nya.

    Ternyata, OpenSea didirikan oleh dua pemuda yang baru berusia sekitar 30 tahun, yaitu Alex Atallah dan Devin Finzer. Mereka kini telah berhasil menjadi miliarder, dengan kekayaan masing-masing diprediksi sekitar USD 2,2 miliar, seperti dikutip dari Forbes.

    Atallah dan Finzer mendirikan OpenSea pada Desember 2017. Di marketplace NFT ini, pengguna bisa menjual atau membeli semua jenis NFT, dengan potongan biaya 2,5 persen dari setiap penjualan.

    Saat ini, nilai valuasi OpenSea tercatat mencapai USD 13,3 miliar, tumbuh signifikan dari enam bulan lalu yang hanya sekitar USD 1,5 miliar.

    Sebelum mendirikan OpenSea, Finzer pernah bekerja sebagai insinyur software di Pinterest pada 2015. Ditahun yang sama, ia juga mendirikan start-up pertamanya, Claimdog, yang kemudian dilepas kepada Credit Karma.

    Sedangkan, Atallah yang merupakan lulusan Stanford University, pernah bekerja di Palantir dan sejumlah start-up, termasuk di Silicon Valley. []

    Baca juga: 2021, Penjualan NFT Melesat Hampir Tembus USD 25 Miliar

  • Semakin Populer, Kemkominfo Awasi Transaksi NTF di Indonesia

    peloporberita.com/ – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Johnny G. Plate telah memerintahkan jajaran terkait di Kementerian Kominfo untuk mengawasi kegiatan transaksi Non-Fungible Token (NFT) yang berjalan di Indonesia. Serta melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan (Bappebti) selaku Lembaga berwenang dalam tata kelola perdagangan aset kripto.

    Langkah ini, untuk menyikapi fenomena pemanfaatan teknologi NFT yang semakin populer beberapa waktu terakhir. Kemkominfo pun mengingatkan para platfom transaksi NFT untuk memastikan platformnya tidak memfasilitasi penyebaran konten yang melanggar peraturan perundang-undangan, baik berupa pelanggaran ketentuan pelindungan data pribadi, hingga pelanggaran hak kekayaan intelektual.

    Ketentuan itu, terkandung dalam Undang-undang (UU) No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta perubahannya dan peraturan pelaksananya, mewajibkan seluruh PSE untuk memastikan platformnya tidak digunakan untuk tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan.

    Adapun pelanggaran terhadap kewajiban yang ada dalam UU tersebut dapat dikenakan sanksi administratif termasuk di antaranya pemutusan akses platform bagi pengguna dari Indonesia.

    Selain itu, Kemkominfo juga mengimbau masyarakat untuk dapat merespon tren transaksi NFT dengan lebih bijak sehingga potensi ekonomi dari pemanfaatan NFT tidak menimbulkan dampak negatif maupun melanggar hukum, serta terus meningkatkan literasi digital agar semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, dan kondusif.

    Selanjutnya, Kemkominfo akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan koordinasi bersama Bappebti, Kepolisian, dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk melakukan tindakan hukum bagi pengguna platform transaksi NFT yang menggunakan tersebut untuk melanggar hukum. []