Tag: Netflix

  • Amazon Miliki MGM Sebentar Lagi, Netflix dan Disney Punya Pesaing Baru

    peloporberita.com/ – Amazon dikabarkan akan menyelesaikan kesepakatan membeli perusahaan pembuat film Metro-Goldwyn-Mayer (MGM) Studios yang terkenal dengan film seperti Tom and Jerry, Rocky, hingga James Bond. Nilai akuisisi tersebut mencapai US$8,45 miliar.

    Jika disepakati, langkah Amazon ini membuatnya masuk ke persaingan video streaming Netflix dan Disney plus. Sebelumhya, Mei tahun lalu Amazon mengumumkan pihaknya menawarkan banyak konten ke MGM untuk dikembangkan dan menarik konsumen ke klub pengiriman cepat dan streaming Prime.

    Meski demikian, Amazon masih harus melalui berbagai rintangan seperti dapat persetujuan dari badan-badan antimonopoli di Amerika dan Eropa. Regulator antimonopoli Uni Eropa sendiri, memiliki batas waktu hingga (15/03/2022) ini, untuk memutuskan apakah akuisisi Amazon terhadap MGM disetujui.

    Komisi Perdagangan Federal AS atau Federal Trade Commission (FTC) juga memiliki tenggat waktu untuk membuat keputusan hingga pertengahan Maret ini, apakah kesepakatan tersebut melanggar undang-undang antimonopoli atau tidak sehingga bisa dilaksanakan.

    MGM yang memiliki lebih dari 4.000 film termasuk waralaba James Bond dan Rocky, dan 17.000 acara TV dipercaya akan secara signifikan meningkatkan bisnis Prime Video. Amazon Studios sendiri, rumah bagi The Marvelous Mrs. Maisel dan akan memulai debut musim pertama Lord of The Rings: The Rings of Power pada bulan September mendatang. []

  • Serial Marvel di Netflix Pindah Rumah ke Disney Plus Mulai Maret 2022

    peloporberita.com/ | Terhitung 1 Maret 2022, seluruh serial Marvel yang ada di Netflix akan ditarik dan berpindah ditayangkan di Disney Plus mulai 16 Maret. Namun, hal tersebut hingga kini hanya berlaku di Kanada, menurut laporan media teknologi Kanada, MobileSyrup.

    Hal ini dianggap cukup wajar, mengingat Disney adalah pemilik Marvel. Beberapa film Marvel yang tayang di Netflix adalah Daredevil, Luke Cage, Jessica Jones, Iron Fist, Punisher dan The Defenders.

    Mengutip Ubergizmo, Netflix dan Marvel diketahui telah menjalin kerja sama sejak 2012, dengan tayangan perdananya adalah Daredevil yang rilis pada tahun 2015.

    Serial ini menceritakan tentang Matt Murdock yang buta sejak kecil akibat kecelakaan. Namun, keempat indera lainnya justru meningkat tajam, Matt bisa mendengar suara paling kecil dari jarak sangat jauh. Setelah dewasa, Matt menjadi pengacara disiang hari dan menjadi superhero dimalam hari.

    Tidak disebutkan secara rinci mengenai isi kontrak kedua perusahaan itu, termasuk bagaimana lisensi dari serial ini untuk Netflix. Tetapi ada kemungkinan Netflix akan kehilangan hak tayang untuk waralaba Marvel selamanya, meskipun memiliki peran dalam membuat serial tersebut.[]

  • Saham Netflix Anjlok Seiring Pertumbuhan Pelanggan Mengecewakan

    peloporberita.com/ | Perusahaan streaming Netflix mengalami kejatuhan harga saham akibat proyeksi pelanggan yang mengecewakan. Sebelumnya pada awal bulan ini, saham Netflix diperdagangkan sekitar USD 612 per lembar, namun akhir pekan diperdagangkan di level sekitar USD 384 per saham.

    Terkait hal itu, Co-Chief Executive Officer (CEO) Netflix Inc Reed Hastings mengambil tindakan dengan membeli saham di perusahaan tersebut senilai USD 20 juta, pada 27 Januari 2022.

    Hastings membeli 51.440 saham Netflix yang dimiliki secara tidak langsung, dengan harga rata-rata USD 388,83 per saham. Saham itu dibeli atas nama perwalian keluarga Hastings. Transaksi itupun meningkatkan saham milik Hastings menjadi 5,16 juta saham.

    Selain Hastings, Manajer Keuangan Netflix Bill Ackman dalam suratnya kepada investor juga mengumumkan pembelian 3,1 juta saham Netflix.

    Melansir CNBC, Netflix menyebut mencetak keuangan yang positif untuk kuartal keempat 2021. Namun kenaikan jumlah pelanggan terbilang melambat. Saat ini, Netflix memiliki 8,28 juta pelanggan, dengan penambahan kurang dari 2,5 juta pelanggan baru. Meski begitu, Netflix yakin hal ini hanya bersifat sementara.

    “Retensi itu kuat. Waktu menonton sudah habis. Tetapi pada margin, kami hanya tidak menumbuhkan akuisisi secepat yang kami ingin lihat,” ucap Kepala Keuangan Netflix Spencer Neumann.

    Meski demikian, sejumlah analis menilai, melambatnya pertumbuhan jumlah pelanggan Netflix bisa saja berlanjut. Mengingat, perusahaan itu baru saja menaikkan biaya berlangganan di Amerika Serikat, yang selama ini masih menjadi pasar terbesarnya. []

    Baca juga: Netflix Turunkan Target Pertumbuhan Pelanggan Akibat Konten Telat Tayang

  • Netflix Turunkan Target Pertumbuhan Pelanggan Akibat Konten Telat Tayang

    peloporberita.com/ – Perusahaan streaming video Netflix, memproyeksikan akan menambah 2,5 juta pelanggan dari Januari hingga Maret 2022. Prediksi tersebut, kurang dari setengah dari jumlah yang perkirakan para analis sebanyak 5,9 juta. Sementara total pelanggan global Netflix pada akhir 2021 mencapai 221,8 juta.

    Alasannya Netflix mengurangi ekspektasi pertumbuhannya di periode tersebut, lantaran perusahaan mengantisipasi keterlambatan hadirnya konten yang menarik seperti musim kedua “Bridgerton” dan film yang dibintangi Ryan Reynolds “The Adam Project.”

    Sementara di kuartal IV 2021, jumlah pelanggan Netflix mencapai 8,2 juta, angka ini meleset dari ekspektasi perusahaan yang menargetkan penambahan 8,5 juta pelanggan. Saham Netflix pun jeblok 20 persen karena prospek pertumbuhan yang dinilai buruk dan minimnya penambahan jumlah pelanggan.

    CEO Netflix Reed Hastings mengakui, jumlah pelanggan tak mencapai target yang ditetapkan lantaran persaingan di industri streaming meningkat. Meski demikian, ia percaya industri streaming tetap memiliki peluang. Hal itu dibuktikan dengan pesaing Netflix seperti Amazon dan Hulu yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.

    Sebelumnya, Netflix juga memutuskan untuk menaikkan harga di Amerika Serikat (AS) dan Kanada, dua pasar terbesarnya. Harga berlangganan di AS untuk paket standar Netflix naik US$1,50 atau Rp21.500 ribu (asumsi kurs Rp14.331 per dolar AS) menjadi US$15,49 atau Rp222.134.

    Sementara untuk paket basic naik US$1 atau Rp14.340 ribu menjadi US$9,99 atau Rp143.248 ribu. Lalu, paket premium naik US$2 atau Rp28.678 menjadi US$19.99 atau Rp286.646. []

  • Berkat Squid Game, Korsel Jadi Pembuat Konten Populer Nomor Dua di Netflix

    peloporberita.com/ – Korea Selatan (Korsel) menjadi pembuat konten populer nomor dua di Netflix pada kuartal keempat 2021 yang salah satunya berkat booming serial Squid Game yang rilis pada 17 September 2021.

    Berdasarkan data perusahaan analitik streaming Flix Patrol, Korsel menyumbang 12 persen dari 10 film dan serial TV teratas dalam tiga bulan terakhir di Netflix. Sedangkan di posisi teratas ada Amerika Serikat dengan angka 59 persen.

    Pencapaian itu menandai peningkatan yang tajam dari sebelumnya yang berada di angka 5,4 persen pada kuartal ketiga 2021 seperti dilansir dari kantor berita Antara.

    Korsel telah membukukan pangsa 6 persen sejak kuartal kedua tahun 2020 dengan beberapa konten asli Netflix berbahasa Korea yang populer seperti serial thriller zombie Kingdom dan serial horor Sweet Home. []

  • Netflix Berencana Naikkan Harga Paket Langganan

    peloporberita.com/ | Layanan streaming film Netflix mengumumkan akan menaikkan harga langganan di Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

    Rencananya, harga langganan Netflix di AS, untuk paket standar naik USD 1,50 atau sekitar Rp 21.450 (kurs Rp 14.300) menjadi USD 15,49 atau Rp 221.507.

    Kemudian paket dasar naik USD 1 menjadi USD 9,99 atau Rp 142.857 dan paket premium naik USD 2 menjadi USD 19.99 atau Rp 285.857.

    Sedangkan untuk pelanggan Netflix di Kanada, harga paket standar akan naik 1,50 dolar kanada (CAD) menjadi CAD 16,49 atau Rp 187.986 (kurs Rp 11.400). Lalu paket premium naik CAD 2 menjadi CAD 20,99 atau Rp 239.286. Sementara harga paket dasar tetap sama atau tidak naik.

    Netflix mengungkapkan alasan penyesuaian harga ini, salah satunya adalah biaya konten yang telah memakan miliaran dolar. Strategi menaikkan harga diyakini bisa menjadi cara mudah mendapatkan modal baru.

    Selain itu, ditambah juga dengan makin ketatnya persaingan streaming film, seperti Disney Hotstar, HBO Go, Viu, dll. “Kami memperbarui harga sehingga kami dapat terus menawarkan berbagai pilihan hiburan berkualitas,” kata juru bicara Netflix, seperti dilansir dari CNN.

    Netflix mengklaim pihaknya mengalami pertumbuhan yang melambat selama dua kuartal berturut-turut pada 2021. Adapun total pelanggannya secara global kini tercatat mencapai 213,5 juta. []

    Baca juga: Daebak! Squid Game Hasilkan US$ 891 Juta untuk Netflix

  • Daebak! Squid Game Hasilkan US$ 891 Juta untuk Netflix

    peloporberita.com/ | Serial Squid Game yang dibintangi oleh tiga actor korea selatan, Lee Jung-jae, Park hae-soo dan Gong Yoo menghasilkan pemasukan sekitar 891 juta dolar amerika untuk Netflix.

    Kantor berita Yonhap mewartakan, laporan internal Netflix menyebutkan angka itu 41 kali lipat lebih tinggi dibanding biaya produksi serial tersebut.

    Yonhap menyebutkan, meski Netflix telah menggunakan metrik peringkat untuk konten-kontennya, namun mereka tidak mengungkap indikator spesifik kepada media, investor, atau produser program.

    Squid Game
    Film Squid Game. (Foto:Pelopor.id/IG Squid Game)

    Squid Game sendiri dinilai efektif dalam menjaring penonton, yang jumlahnya mencapai 132 juta penonton dalam tempo 23 hari sejak dirilis.

    Namun dibalik popularitasnya, banyak orang tua yang bertanya apakah film thriller besutan Hwang Dong-hyuk ini boleh ditonton anak-anak?

    Dalam film Squid Game, kita akan melihat fenomena dimana orang-orang yang memiliki utang, rela mengikuti permainan klasik masa kanak-kanak demi meraih hadiah uang tunai US$ 38 juta.

    Bagi yang kalah dalam permainan itu akan mati dengan cara yang tragis. Adapun selama 9 episode, drama Korea ini menyuguhkan banyak sekali tindakan kekerasan serta pertumpahan darah demi uang. Oleh sebab itu, Squid Game tidak cocok ditonton anak-anak di bawah usia 17 tahun. []

  • Serikat Pekerja Film AS Capai Kesepakatan dengan Aliansi Produser

    peloporberita.com/ | International Alliance of Theatrical Stage Employees (IATSE) atau Aliansi Internasional Karyawan Panggung Teater, yaitu serikat pekerja yang mewakili sekitar 60.000 pekerja di balik layar dalam industri film dan televisi, telah mencapai kesepakatan tentatif dengan Alliance of Motion Picture and Television Producers (AMPTP).

    AMPTP sendiri beranggotakan produser-produser Hollywood dan sejumlah studio besar, seperti Disney, Netflix, dan Amazon.

    “Kami berhadapan dengan beberapa perusahaan hiburan dan teknologi terkaya dan terkuat di dunia, dan kami sekarang telah mencapai kesepakatan,”kata Presiden Serikat Pekerja Matthew Loeb.

    Mereka menyetujui kontrak baru yang akan berlaku selama tiga tahun, pada Minggu (17/10/2021) waktu setempat, seperti dikutip dari Bloomberg.

    Baca juga: Squid Game Jadi Serial Netflix Paling Popular Sepanjang Masa

    Sebelumnya, serikat pekerja IATSE mengancam akan mogok mulai Senin (18/10/2021), jika tidak mencapai kesepakatan baru dengan AMPTP. Jika terjadi, aksi tersebut dikhawatirkan akan menutup produksi film dan televisi di seluruh Amerika Serikat dan menjadi yang terbesar sejak aksi mogok 2007-2008 oleh penulis skenario Hollywood.

    IATSE berusaha untuk mengurangi jam kerja dan menaikkan gaji anggotanya yang bekerja di acara untuk platform streaming, lantaran tarif yang terbilang rendah yang ditetapkan 10 tahun lalu ketika video online masih dalam masa pertumbuhan.

    Baca juga: Kalahkan Black Widow, Escape From Mogadishu Dinobatkan Sebagai Film Terlaris di Korea Selatan

    Selain itu, IATSE juga menuntut peningkatan signifikan dalam kompensasi yang harus dibayar oleh perusahaan media baru.

    Sebagai informasi, pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2020 telah menyebabkan penundaan dan penumpukan produksi, sehingga kru harus bekerja hingga 14 jam sehari untuk menggenjot program layanan streaming. []

  • Squid Game Jadi Serial Netflix Paling Popular Sepanjang Masa

    peloporberita.com/ – Drama suspens asal korea, Squid Game telah menjadi serial Netflix paling popular sepanjang masa. Serial thriller itu menarik sekitar 111 juta fans sejak diluncurkan kurang dari 4 minggu lalu.

    Menyebar dari mulut ke mulut, atau lebih tepatnya melalui social media, Squid Game telah memuncaki chart Netflix lebih dari 80 negara.

    Keberhasilan tersebut melampaui serial Inggris, Bridgerton, yang ditonton sekitar 82 juta pada 28 hari pertama sejak diluncurkan.

    Kesuksesan Squid Game menguatkan pengaruh Korea selatan pada global popular culture, menyusul kepopuleran band K-pop BTS dan film pemenang Oscar Parasite.

    Squid Game, membuktikan pada dunia bahwa serial distopian dengan genre thriller itu bisa menarik dan sukses dengan menggunkan konsep bertahan hidup demi uang.

    Mengusung konsep survival game, serial ini bukan tontonan yang cocok untuk orang yang lemah hati. Pasalnya, Squid Game berisi beberapa adegan yang benar-benar mengerikan dan berdarah.

    Serta, lebih banyak teror psikologis yang dimainkan oleh sutradara Hwang Dong Hyuk, ini bukan serial yang pas buat kamu yang kurang terbiasa dengan adegan seram seperti itu.

    Namun, kenyataannya Squid Game booming dan bahkan sudah ditonton di seluruh dunia. Jadi series paling hot di tahun 2021, SQUID GAME resmi dinobatin masuk dalam daftar serial televisi Netflix yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah. []

  • Sinopsis The Ice Road, Aksi Liam Neeson Menyelamatkan Pekerja Tambang

    peloporberita.com/ | Jakarta – Amazon kembali menghadirkan film orisinil terbarunya, The Ice Road yang digarap dan ditulis sendiri oleh Jonathan Hensleigh. Film ini mengisahkan tentang misi penyelamatan yang dilakukan dua aktor utamanya Liam Neeson (Mike) dan Lawrence Fishburne (Golden Rod).

    Banyak orang yang menanti-nantikan film ini, lantaran disebut-sebut sebagai film aksi terakhir yang dibintangi Liam Neeson di usianya ke-55 tahun. Selanjutnya, sang aktor akan beralih ke genre lain selain aksi.

    The Ice Road
    Adegan di film The Ice Road. (Foto:Pelopor/Ist)

    Film ini, bermula saat 26 penambang terjebak di bawah tanah akibat guncangan yang meruntuhkan langit-langit dari gua tempat mereka bekerja. Kabar ini, sontak membuat Golden Rod pun segera mengumpulkan orang-orang untuk menjadi tim penyelamat yang melibatkan Mike, pengemudi truk handal.

    Bersama dengan Mike dan sejumlah kru lainnya, Rod bergegas menuju lokasi para penambang yang tertimbun. Dalam misi penyelamatan ini, mereka hanya memiliki waktu 30 jam untuk menyelamatkan para penambang tersebut.



    Selain itu, mereka harus menghadapi kondisi yang parah dan harus melewati jalan es mengerikan yang mulai mencait. Dalam perjalanan tersebut, mereka menemui dalang di balik insiden longsornya gua tersebut yang ingin mengacaukan misi penyelamatan.

    Berhasilkan Rod bersama krunya menyelamatkan para penambang tersebut sebelum terlambat? Saksikan The Ice Road yang akan segera tayang di Amazon Prime Video pada 25 Juni mendatang serta di layanan video streaming Netflix. []