Tag: Nasrullah

  • 16 Provinsi Terjangkit PMK, Mentan Minta Pemda Optimalkan Peran Puskeswan

    Jakarta – Penyakit mulut dan kuku (PMK) berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah pada Rabu, (25/05/2022) telah menyebar ke 16 provinsi di Indonesia.

    Pemerintah daerah pun diminta mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di tiap kecamatan. Pengoptimalan ini, penting dilakukan untuk menekan penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

    “Keberadaan Puskeswan harus bisa mendeteksi penyakit hewan seperti PMK. Puskeswan kita dorong untuk berperan optimal sebagai unit terdepan dalam mempercepat proses pelayanan dan penanganan kesehatan hewan,” tutur Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL).

    Ia juga menegaskan, keberadaan puskeswan sangat vital untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penularan kontak langsung anatar hewan ke hewan atau manusia ke hewan. Selain itu, keberadaan puskeswan selama ini mampu mendekatkan peternak dengan petugas kesehatan hewan.

    “Saya yakin puskeswan mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan yang optimal untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan ternak, sehingga PMK ini segera dapat diatasi,” ungkapnya.

    Berdasarkan amanat Undang-undang No18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan disebutkan bahwa Puskeswan melakukan tugas utama sebagai ujung tombak kesehatan hewan yang strategis dalam mendukung Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas).

    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi
    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. (Foto:Kementan)

    Menurut Dirjen Nasrullah, per Januari 2022 lalu, Indonesia memiliki 1.588 unit Puskeswan yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Terdapat juga 89,7 persen kabupaten/kota yang memiliki Puskeswan,” tegasnya.

    Sementara Provinsi dengan kejadian PMK adalah sebagai berikut:
    1. Aceh
    2. Bangka Belitung
    3. Banten
    4. Daerah Istimewa Yogyakarta
    5. Jawa Barat
    6. Jawa Tengah
    7. Jawa Timur
    8. Kalimantan Barat
    9. Kalimantan Selatan
    10. Kalimantan Timur
    11. Lampung
    12. Nusantara Tenggara Barat
    13. Riau
    14. Sumatera Barat
    15. Sumatera Selatan
    16. Sumatera Utara.

    []

  • Dirjen PKH Nasrullah: Kabar yang Menyebut PMK Terjadi Pada 5,4 Juta Sapi Lokal Adalah Keliru

    Jakarta – Beredar kabar di media bahwa 5,4 juta sapi lokal terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Nasrullah menegaskan, hal tersebut merupakan kekeliruan informasi. Menurutnya, kesalahan terjadi akibat pembacaan tabel data populasi dan hewan sakit.

    “Kami akan perbaiki model tabel yang dipublikasikan pada masyarakat, agar tidak ada kekeliruan interpretasi,” tutur Dirjen PKH di Jakarta, Rabu (25/05/2022).

    Nasrullah menjelaskan, data yang diterbitkan pemerintah pada saat rapat kerja Komisi IV DPR RI per 22 Mei 2022, bahwa kejadian PMK terjadi pada 16 propinsi, dengan jumlah hewan sakit 20.723 ekor (0,38 persen) dari total populasi ternak 5,4 juta ekor di wilayah tersebut.

    “Pemerintah berupaya menekan angka kesakitan dan penyebarannya. Kita apresiasi langkah satgas daerah dan Polri yang sangat proaktif di lapangan,” ungkapnya.

    Provinsi dengan kejadian PMK adalah sebagai berikut:
    1. Aceh
    2. Bangka Belitung
    3. Banten
    4. Daerah Istimewa Yogyakarta
    5. Jawa Barat
    6. Jawa Tengah
    7. Jawa Timur
    8. Kalimantan Barat
    9. Kalimantan Selatan
    10. Kalimantan Timur
    11. Lampung
    12. Nusantara Tenggara Barat
    13. Riau
    14. Sumatera Barat
    15. Sumatera Selatan
    16. Sumatera Utara

    Adapun, ternak sakit yang berhasil diobati sangat menggembirakan. Setidaknya, lanjut Dirjen PKH sebanyak 33,29 persen hingga diatas 50 persen di daerah tertentu. Strategi zonasi atau melokalisir kasus hanya pada kandang yang sakit, efektif membantu PMK tidak meluas.

    “Kami terus bekerja keras membatasi penyebaran PMK dengan pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah wabah. Khusus hewan sakit kita obati terutama yang bergejala klinis. Mohon dukungan media dan masyarakat agar PMK dapat segera teratasi,” tandas Nasrullah. []

    [irp]