Tag: Nasdaq

  • Pasar Asia Jatuh Seiring Terpukulnya Wall Street

    Jakarta | Pasar Asia membukukan kerugian awal yang besar pada Kamis (19/05/2022), setelah Wall Street mengalami salah satu pukulan terburuk dalam dua tahun di sesi sebelumnya.

    Laporan pendapatan yang menurun dari pengecer telah memperburuk kekhawatiran tentang ketahanan konsumen dan profitabilitas perusahaan pada Rabu, memicu hari perdagangan yang sulit.

    Pada Kamis pagi, Hong Kong turun lebih dari 3%, sementara Tokyo turun sekitar 2,5%. Saham raksasa teknologi Tencent mengalami penurunan terbesar di Hong Kong, yaitu lebih dari 8% akibat hasil kuartal pertama yang lesu.

    Di sisi lain, Australia mencatat tingkat pengangguran terendah dalam 48 tahun, dalam potensi dorongan untuk Perdana Menteri Scott Morrison dua hari menjelang pemilihan federal yang diperebutkan dengan ketat. Data badan statistik resmi menunjukkan, tingkat pengangguran turun menjadi 3,9%, terendah sejak 1974.

    Namun saham di Sydney masih turun, seperti juga di Singapura, Shanghai, Seoul dan Taipei, meski Jakarta naik lebih dari 2%.

    Stephen Innes dari SPI Asset Management menyebut kerugian hari Rabu sebagai penurunan harian paling signifikan sejak Juni 2020. Ketiga indeks utama AS merosot, dengan Dow merosot lebih dari 1.150 poin atau 3,6%, dan Nasdaq jatuh 4,7%.

    “Pelemahan datang karena pendapatan triwulanan Target menambah bahan bakar ke narasi risiko resesi,” katanya seperti dilansir dari AFP.

    Target, peritel yang berfokus di Amerika Utara, jatuh sekitar 25% setelah pendapatan meleset dari ekspektasi. Perusahaan mengatakan, keuntungan berada di bawah tekanan akibat daya beli konsumen melemah, seiring dengan kenaikan harga makanan, bensin dan kebutuhan pokok rumah tangga lainnya.[]

  • Gogoro Resmi Masuk Nasdaq, Sahamnya Naik 10% di Hari Pertama

    Jakarta | Produsen skuter listrik asal Taiwan telah resmi melantai di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS). Pada hari pertama perdagangannya, saham Gogoro pun ditutup naik sekitar 10%. Gogoro listing setelah merger dengan SPACs Poema Global Holdings, yang menetapkan nilai perusahaan ini sebesar USD 2,35 miliar.

    Poema Global adalah perusahaan cangkang yang didirikan oleh investor untuk mengumpulkan uang melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) untuk tujuan akuisisi perusahaan yang ada. Poema Global adalah anak usaha Princeville Capital, yang berfokus pada perangkat lunak Eropa dan Asia dan perusahaan teknologi iklim.

    Gogoro mengumpulkan USD 335 juta melalui merger, termasuk pembiayaan PIPE sebesar USD 295 juta. Laporan Finite Insights menyebutkan sejumlah investor yang turut berpartisipasi dalam merger SPAC antara lain GoTo dan Temasek.

    Melansir Tech in Asia, Gogoro berdiri sejak 2011 dan memproduksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang telah digunakan oleh lebih dari 450.000 pengendara. Tak hanya itu, Gogoro juga membangun 10.000 stasiun pertukaran baterai di Taiwan.

    Gogoro juga menjalin kolaborasi dengan perusahaan ride-hailing Indonesia, Gojek, yang dimulai dengan skema battery-swap di Jakarta pada akhir tahun lalu. Berdasarkan kesepakatan itu, pengendara Gojek dilengkapi dengan skuter listrik Gogoro.[]

  • Grab Berpotensi Hadapi Gugatan di AS Akibat Sahamnya Merosot

    peloporberita.com/ | Superapp ride-hailing yang terdaftar di bursa Nasdaq, Grab, berpotensi menghadapi tuntutan hukum class action dari delapan firma hukum. Mereka berniat menyelidiki Grab terkait sejumlah hal, seperti kemungkinan penipuan, pernyataan palsu dan menyesatkan, serta pelanggaran lain terhadap undang-undang sekuritas federal Amerika Serikat (AS).

    Mengutip The Straits Times, hal ini terjadi setelah saham Grab anjlok sekitar 37 persen pada 3 Maret 2022, setelah mengumumkan kerugian bersih kuartal keempat sebesar USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,7 triliun. Sepanjang tahun lalu, decacorn asal Singapura itu tercatat merugi USD 3,6 miliar.

    Tak hanya itu, pendapatan Grab juga lebih rendah dari prediksi semula, akibat insentif yang lebih tinggi untuk menarik banyak pengemudi dan konsumen.

    Saham Grab terakhir ditutup pada level USD 3,24 pada 8 Maret 2022, jauh dari USD 13,06 yang dicapai pada hari pencatatan Desember lalu. Sayangnya, Grab menolak berkomentar ketika dihubungi oleh Straits Times.

    Direktur Pusat Tata Kelola dan Keberlanjutan di National University of Singapore Business School Profesor Lawrence Loh mengatakan, Grab terus menghadapi gugatan class action dalam berbagai hal, termasuk kemungkinan pelanggaran undang-undang sekuritas.

    Dalam tuntutan terkait hukum penurunan saham, pengacara memanfaatkan anjloknya harga saham sebagai bukti sebuah perusahaan gagal menangkal berita buruk yang membayangi kinerja saham.

    Perusahaan litigasi hak pemegang saham Firma Hukum Schall berfokus pada apakah Grab mengeluarkan pernyataan palsu, menyesatkan atau gagal mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan investor.

    Sementara Pomerantz Law Firm sedang menyelidiki apakah Grab dan para petingginya terlibat dalam penipuan sekuritas atau praktik bisnis yang melanggar hukum. Pomerantz meminta pemegang saham Sea menghubungi perusahaan, mengumumkan niatnya menyelidiki raksasa teknologi yang berbasis di Singapura untuk alasan yang sama.

    Mereka adalah salah satu dari sejumlah firma hukum AS yang gencar meminta investor menghubungi mereka untuk penyelidikan terhadap firma yang terdaftar.[]

  • Banyak Perusahaan Tunda Rencana IPO di AS Akibat Pasar Bergejolak

    peloporberita.com/ | Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) menunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO), akibat bergejolaknya kondisi pasar saat ini.

    Terbaru, perusahaan teknologi asuransi TypTap dan perusahaan perangkat lunak sumber daya manusia dan penggajian Justworks telah menunda rencana IPO mereka. Sebelumnya pada pekan lalu, operator rantai pakaian Authentic Brands Group Inc juga melakukan hal yang sama.

    Pihak Justworks menyebutkan, salah satu alasannya menunda IPO adalah aksi jual baru-baru ini dalam saham teknologi dan kinerja buruk sejumlah perusahaan yang go public pada 2021.

    Data Refinitiv yang dilaporkan Reuters (13/01/2022) menunjukkan, lebih dari 60 persen perusahaan yang go public tahun lalu, kini diperdagangkan di bawah harga IPO mereka.

    TypTap Insurance Group Inc mengajukan IPO pada Agustus tahun lalu. Perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini, mengumpulkan USD 100 juta dari dana yang berafiliasi dengan Centerbridge Partners pada Februari tahun lalu.

    Sedangkan Justworks berdiri sejak 2012, yang memungkinkan penggunanya, baik perusahaan skala kecil maupun besar, bisa menangani penggajian, tunjangan, kepatuhan dan SDM termasuk karyawan paruh waktu.

    Awalnya, Justworks berniat listing di bursa Nasdaq dengan menawarkan 7 juta saham, bernilai antara USD 28 dan USD 32 per saham. Setelah listing, sahamnya akan dicatatkan dengan simbol “JW”. []

    Baca juga: IPO LG Energy Solution Masuk Tahap Penawaran, Raih USD 80 Miliar

  • Startup Payroll Justworks Incar USD 2 Miliar di Bursa Nasdaq

    peloporberita.com/ | Justworks, perusahaan rintisan yang fokus pada penggajian dan sumber daya manusia (SDM), menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di bursa Nasdaq, Amerika Serikat (AS).

    Justworks akan menawarkan 7 juta saham, dengan harga antara USD 28 dan USD 32 per saham. Hal itu memungkinkan Justworks bisa mendapatkan sekitar USD 224 juta, dengan menggunakan harga teratas, seperti dikutip dari Reuters.

    Dalam IPO tersebut, perusahaan yang didukung oleh Bain Capital ini juga menargetkan bisa meraih valuasi hingga USD 2 miliar. Setelah listing, sahamnya akan dicatatkan dengan simbol “JW”.

    Thrive Capital dan Index Ventures merupakan bagian dari investor Justworks. Sedangkan penjamin emisi utama untuk penawaran ini adalah Goldman Sachs, JP Morgan dan BofA Securities.

    Justworks adalah perusahaan yang berbasis di New York. Sejak berdiri pada tahun 2012, perusahaan ini memungkinkan perusahaan, baik skala kecil maupun besar, bisa menangani penggajian, tunjangan, kepatuhan dan SDM termasuk karyawan paruh waktu.

    Selain itu, software payroll Justworks juga memudahkan proses pengecekan segala hal yang berhubungan dengan kepegawaian, termasuk mengenai cuti dan izin sakit karyawan.

    Dengan tools dari sistem payroll Justworks, perusahaan bisa mengelola timnya dari satu tempat tanpa menggunakan cara manual, lantaran sistem terintegrasi penuh sehingga mudah membuat dan melihat laporan yang dibuat sebelumnya. []

    Baca juga: LG Energy Solution Akan Gelar IPO Terbesar di Korea Selatan

  • Perdagangan Hari Pertama di Bursa AS, Saham Grab Amblas 21%

    peloporberita.com/ – Saham Grab Holdings Ltd. (GRAB), amblas 21% di hari pertama perdagangan sahamnya di bursa Nasdaq, New York. Saham Grab dibuka dengan harga US$ 13,06 per saham pada Kamis (3/12/2021), kemudian menukik tajam menjadi US$ 8,67 per saham pada pukul 13:30 waktu New York.

    Bloomberg melaporkan, Grab tercatat di bursa AS setelah menyelesaikan merger dengan Altimeter Growth Corp yang merupakan kesepakatan terbesar perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC). Keduanya, telah mengumumkan merger pada April lalu dan harus menghadapi tahun penuh tantangan akibat pandemi.

    Baca juga :

    Grab sendiri belum bisa membuktikan bisa meraih profit, apalagi dengan munculnya kembali varian baru Covid-19. September 2021, Grab memangkas proyeksi pendapatan untuk tahun 2021 akibat varian delta. Adapun pada November kemarin, rugi bersih perusahaan ini melebar menjadi US$ 988 juta, sementara pendapatan turun 9% menjadi US$ 157 juta. []

  • Grab Catatkan Saham Perdana di Bursa Nasdaq Malam ini

    peloporberita.com/ – Perusahaan teknologi aplikasi, Grab akan memulai pencatatan saham perdana atau IPO di bursa Nasdaq, Amerika Serikat pada hari ini. Pencatatan saham tersebut, akan dilakukan pada perdagangan Kamis waktu setempat atau nanti malam waktu Indonesia.

    Pencatatan saham Grab dilakukan setelah perusahaan asal Asia Tenggara ini merger senilai US$ 40 miliar atau setara Rp 568 triliun (kurs Rp 14.200) dengan Altimeter yang merupakan perusahaan akuisisi tujuan khusus atau Special Purpose Acquisition Company (SPAC) dilansir dari Reuters, Kamis (2/12/2021).

    Melalui merger tersebut, Grab mendapatkan dana segar US$ 4,5 miliar atau setara Rp 63,9 triliun, termasuk suntikan modal dari Altimeter pada April lalu sebesar US$ 750 juta.

    Baca juga :

    Di belakang Grab, sejumlah unicorn potensial dari beberapa negara memilik rencana yang sama untuk listing di New York. Adapun GoTo yang merupakan perkawinan Gojek dan Tokopedia, berencana melakukan IPO di dalam negeri pada 2022 setelah menyelesaikan penggalangan dana pribadi senilai US$ 2 miliar.

    Ruang bisnis Grab dalam ranah pengiriman makanan dan layanan keuangan masih cukup besar di Asia Tenggara. Sebab secara geografis kawasan ASEAN memiliki 655 juta populasi dari kalangan muda yang haus atas perkembangan teknologi sebagai terobosan menyelesaikan masalah di masyarakat. Diperkirakan, nilai ekonomi internet Asia Tenggara juga akan meningkat dua kali lipat menjadi US$ 360 miliar pada tahun 2025. []