Tag: Mukesh Ambani

  • Jio Platforms Benamkan Investasi US$ 200 Juta di Glance, Platform layar kunci berbasis AI

    peloporberita.com/ – Jio Platforms Perusahaan teknologi milik miliarder India Mukesh Ambani yang sekaligus anak usaha Reliance Industries, telah menginvestasikan dana sebesar US$200 juta atau senilai Rp2,86 triliun (kurs US$1 = Rp14.325) di platform layar kunci berbasis AI, Glance.

    Glance, merupakan perusahaan yang didukung oleh sejumlah perusahaan raksasa seperti Google dan salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel dan dana ventura yang berbasis di Silicon Valley, Mithril Capital. Glance, menggunakan algoritme untuk menyampaikan berita yang dipersonalisasi, konten hiburan, permainan, dan video langsung ke layar kunci ponsel cerdas.

    Menurut situs web perusahaan, lebih dari 400 juta smartphone telah terjual dengan fitur Glance. Startup ini, memperoleh status unicorn pada Desember 2020, hanya lebih dari 18 bulan setelah didirikan, dan sekarang bernilai hingga US$1,8 miliar.

    Investasi dari Jio, bertujuan untuk mengakselerasi peluncuran Glance di sejumlah pasar penting internasional di luar Asia, seperti Amerika Serikat, Meksiko dan Rusia. Glance, memiliki misi untuk menciptakan ekosistem live content dan live commerce layar kunci terbesar di dunia dan akan menggunakan dana yang diraih untuk berekspansi secara global.

    “Glance berharap untuk diluncurkan di beberapa pasar utama secara global serta memperluas pengalaman ke jutaan pengguna Jio,” tutur Direktur Platform Jio Akash Ambani dalam pengumuman yang dilansir dari Forbes. []

  • Gautam Adani Geser Mukesh Ambani Sebagai Orang Terkaya di Asia

    peloporberita.com/ | Mukesh Ambani bukan lagi orang terkaya di Asia versi Forbes’ Real Time Billionaire. Posisinya kini digantikan oleh pengusaha asal India, Gautam Adani.

    Padahal selisih kekayaan mereka sangat tipis. Melansir Forbes, nilai kekayaan Adani tercatat mencapai USD 90,1 miliar atau sekitar Rp 1.293 triliun (kurs Rp 14.354/USD). Sedangkan kekayaan Ambani berkisar USD 90 miliar.

    Nilai harta Adani melonjak signifikan dibanding tahun lalu yang tercatat sebesar USD 50,5 miliar.

    Selain terkaya di Asia, Forbes juga menetapkan Gautam Adani sebagai orang terkaya ke-10 di dunia. Melalui Adani Group, ia menguasai sektor bisnis pembangkit listrik, transmisi, minyak nabati, real estat dan batu bara.

    Saat ini, Adani Group memiliki enam perusahaan terdaftar di India, dan yang paling berharga adalah Adani Green Energy Ltd. Saham perusahaan itu sempat melonjak 77% pada tahun lalu.

    Predikat orang terkaya di Asia bisa dikatakan sebagai capaian yang sangat luar biasa bagi Adani, mengingat latar belakangnya yang putus sekolah.

    Adani berasal dari negara bagian Gujarat, India barat. Dia keluar dari perguruan tinggi dan mendirikan Adani Enterprises sebagai eksportir komoditas pada tahun 1988. []

  • Google Suntik Dana US$ 1 Miliar ke Operator Seluler Terbesar Kedua di India

    peloporberita.com/ – Perusahaan mesin pencari Google, akan menginvestasikan dana hingga US$ 1 miliar di perusahaan operator seluler terbesar kedua di India, Airtel. Investasi ini, merupakan bagian dari rencana Google yang diumumkan dua tahun lalu.

    Google, akan membeli saham senilai US$ 700 juta dengan harga 734 rupee (US$ 9,77) per saham di Bharti Airtel milik miliarder Sunil Mittal. Total kepemilikan Google mencapai 1,28%.

    Sebelumnya memang Google telah berencana menanamkan US$ 10 miliar di India melalui dana digitalisasinya selama lima hingga tujuh tahun, melalui kesepakatan dan ikatan ekuitas. Dari total dana tersebut, sebesar US$ 300 juta lebih akan diinvestasikan untuk mengimplementasikan perjanjian komersial selama lima tahun ke depan.

    Kedua perusahaan, juga akan menjajaki peluang meruntuhkan hambatan untuk memiliki ponsel pintar, di pasar India yang sangat mempertimbangkan harga. Salah investasinya adalah dalam memperluas produk dan layanan Airtel.

    “Kami bangga bermitra dalam visi bersama untuk memperluas konektivitas dan memastikan akses yang adil ke internet untuk lebih banyak orang India,” tutur CEO induk Google, Alphabet, Sundar Pichai pada Jumat, (28/1/2022).

    Sejatinya, Google juga telah memegang 7,7% saham Reliance Jio, perusahaan yang memimpin pasar India. Perusahaan itu, dimiliki Mukesh Ambani yang merupakan orang terkaya di Asia, menyusul investasi senilai US$ 4,5 miliar pada 2020.

    Kedua perusahaan, berkolaborasi memproduksi ponsel pintar murah berkemampuan 4G yang diluncurkan pada November 2021. Reliance Jio terkunci dalam persaingan sengit dengan Airtel dan unit lokal raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone, Vi.

    Persaingan di negeri Bollywood berlangsung sejak perang harga dimulai pada 2016, dengan menawarkan internet murah dan panggilan gratis. Airtel, sebagai operator terbesar kedua di India, mengatakan akan menaikkan harga secara bertahap. Perusahaan ini, mengumpulkan hingga 210 miliar rupee pada tahun lalu untuk memotong utang dan mendorong pertumbuhan. []

  • Taipan India Mukesh Ambani Beli Saham Mandarin Oriental New York

    peloporberita.com/ | Taipan India Mukesh Ambani mengambil alih saham mayoritas hotel bintang lima di pusat kota Manhattan, Mandarin Oriental New York, sebanyak 73,37 persen secara tidak langsung. Hal itu disampaikan dalam keterbukaan informasi perusahaan, pada Sabtu (8/1/2022), seperti dikutip dari Reuters.

    Mandarin Oriental New York adalah salah satu dari 35 hotel yang dioperasikan oleh Mandarin Oriental Hotel Group di 24 negara di dunia.

    Sedangkan Mukesh Ambani adalah orang terkaya ke-11 di dunia versi Bloomberg Billionaires Index, dengan nilai kekayaan mencapai USD 92,9 miliar. Ambani menguasai sejumlah jaringan bisnis di Mumbai, termasuk bisnis jaringan nirkabel 4G.

    Dalam keterbukaan informasi perusahaan disebutkan bahwa pembelian saham dilakukan melalui anak usahanya, Reliance Industrial Investments and Holdings, dengan nilai transaksi mencapai USD 98,15 miliar.

    Disebutkan juga bahwa pihak Reliance akan membeli seluruh modal saham yang dikeluarkan Columbus Center Corp., sebuah perusahaan yang berbasis di Kepulauan Cayman. Perusahaan itu adalah pemegang saham tidak langsung di hotel Mandarin Oriental New York.

    Tidak hanya itu, Reliance juga menyatakan akan mengakuisisi sisa 26,63 persen dari pemilik saham lain, dengan valuasi harga yang sama. Perusahaan menargetkan transaksi ini bisa selesai pada akhir Maret. []