Tag: Mudik

  • Rute Pengalihan Arus Mudik Idul Fitri 2022

    Jakarta – Untuk mengurangi kemacetan saat mudik lebaran tahun 2022 ini, Polri akan menerapkan strategi one way (satu arah). Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Firman Shantyabudi menyampaikan sistem one way akan diberlakukan jika penerapan contra flow tak berjalan efektif.

    Menurut Firman, one way akan diberlakukan di hari terakhir masyarakat masuk kerja atau mulai Kamis, 28 April. Sebab, pemerintah telah menetapkan tanggal 29 April 2022 sebagai hari cuti Lebaran. One way, akan diberlakukan selama 3 hari yaitu 28-30 April 2022.

    [irp]

    Firman juga menghimbau masyarakat untuk melihat plat kendaraan yang digunakan untuk mudik untuk menyesuaikan dengan tanggal. Pasalnya, selain one way, ganjil genap juga akan diberlakukan selama arus mudik. Ia menegaskan, kebijakan one way dan ganjil genap secara bersamaan demi mengurai potensi kemacetan.

    Rute pengalihan arus mudik one way saat Mudik Lebaran 2022 adalah sebagai berikut :

    1. Kamis (28/04/2022) pukul 17.00 WIB – 24.00 WIB dimulai dari KM 47 (Tol Jakarta – Cikampek) sampai dengan KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung).

    2. Jumat (29/04/2022) pukul 07.00 WIB – 24.00 WIB mulai dari KM 47 (Tol Jakarta – Cikampek) sampai dengan KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung).

    3. Sabtu (30/04/2022) pukul 07.00 WIB – 24.00 WIB mulai dari KM 47 (Tol Jakarta – Cikampek) sampai dengan KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung).

    4. Minggu (01/05/2022) pukul 07.00 WIB – 12 WIB mulai dari KM 47 (Tol Jakarta – Cikampek) sampai dengan KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung).

    Rute pengalihan arus balik one way sebagai berikut :

    1. Jumat (06/05/2022) pukul 14.00 WIB – 24.00 WIB mulai dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai dengan KM 47 (Tol Jakarta – Cikampek).

    2. Sabtu (07/05/2022) pukul 07.00 WIB – 24.00 WIB mulai dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai dengan KM 3 + 500 (Gerbang Tol Halim)

    3. Minggu (08/05/2022) mulai pukul 07.00 WIB hingga Senin (9/5) pukul 03.00 WIB dari KM 414 (Gerbang Tol Kalikangkung) sampai dengan KM 3 + 500 (Gerbang Tol Halim).

    4. Polri juga dapat memberlakukan sistem one way mulai KM 442 (Gerbang Tol Bawen) dengan mempertimbangan kondisi volume lalu lintas. []

    [irp]

  • Mudik 2022, Menko PMK: Ketersediaan BBM, Gas Elpiji, dan Bahan Pokok Aman

    Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pemerintah telah menjamin perjalanan mudik aman dan lancar termasuk ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas elpiji, dan bahan pokok.

    “Kita berupaya betul menjamin bahwa perjalanan ini, baik ketika berangkat maupun kembali lagi akan lancar selamat dan betul-betul mendapatkan kegembiaraan bertemu dengan sanak saudara,” tuturnya usai rapat koordinasi lintas sektor terkait persiapan Mudik Lebaran 2022, yang dipimpin oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, di Markas Besar Kepolisian Indonesia, Jakarta, Kamis (14/04/2022).

    [irp]

    Sementara bagi masyarakat yang akan mudik, Muhadjir Effendy menegaskan harus mematuhi prokes dan sudah divaksin guna mencegah penyebaran kasus Covid-19.

    “Hal ini supaya ketika berangkat ke daerah tujuan, kondisi betul-betul sehat dari Covid-19 dan datang tidak membawa oleh-oleh Covid-19,” ungkapnya.

    Pemerintah sendiri, lanjut Muhadjir, telah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan mudik Lebaran 2022 agar berjalan aman, lancar dan sehat. Persiapan tersebut, dibahas melalui rapat koordinasi lintas sektor yang sudah dua kali dilaksanakan.

    “Bapak Presiden sudah memberikan petunjuk agar semua yang akan mudik menyiapkan diri dengan vaksin booster yang ketiga kalinya,” ungkap Menko PMK.

    Selain kewajiban vaksin, Pemerintah juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) guna menghindari lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. []

    [irp]

  • Jelang Mudik, Menteri PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Tol dan Non Tol

    Jakarta | Jelang Mudik Lebaran Tahun 2022, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan jalan tol dan jalan nasional di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

    “Dua minggu yang lalu kami sudah mengumpulkan semua BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) setelah Bapak Presiden mengumumkan untuk memperbolehkan mudik. Semua Balai Jalan Kementerian PUPR juga sudah kami instruksikan untuk menyiapkan semua kesiapan di jalan nasional termasuk marka-marka jalan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR.

    Basuki mengatakan panjang Jalan Nasional Non Tol di Indonesia adalah 47.017 kilometer dengan kemantapan 91,8 persen.

    Secara lebih rinci, ia menyampaikan bahwa untuk Jalan Tol di Pulau Jawa (Trans Jawa, Jabodetabek, dan Non-Trans Jawa) operasional sepanjang 1.640 kilometer dengan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) sebanyak 96 unit.

    “Saat ini tengah dilakukan Pelebaran Jalan Tol Jakarta – Cikampek jalur B (KM 67 – KM 50) sebagai antisipasi untuk ruas fungsional terbatas untuk arus balik khususnya kendaraan kecil,” jelasnya.

    Selain itu, disiapkan juga fungsional untuk kondisi darurat ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan (SS Sadang KM 62 – SS Kutanegara KM 53) sepanjang 8,6 kilometer, yang disambungkan dengan Jalan Industri 15 kilometer dan masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta – Cikampek Gate Karawang Timur KM 54.

    “Untuk memperlancar arus mudik Lebaran, juga sedang dilaksanakan duplikasi Jembatan Ciujung KM 57 Jalan Tol Tangerang – Merak dengan progres 93 persen dan siap operasional pada 8 April 2022,” katanya.

    Basuki menambahkan, pihaknya juga meningkatkan berbagai fasilitas di TIP, seperti area komersial untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta toilet bersih, prasarana yang ramah disabilitas, fasilitas ibadah dan penataan taman.

    “Kami minta kepada para BUJT menyiapkan toilet sementara sebanyak-banyaknya, karena mengingat ada sekitar 3,8 juta pemudik yang akan melalui jalan tol, dan sudah dua tahun tidak mudik, pasti antusiasmenya tinggi,” ujarnya.

    Kemudian untuk Jalan Nasional Non Tol di Pulau Jawa sepanjang 4.973 kilometer yang terdiri dari Lintas Utara, Tengah, Selatan dan Pantai Selatan, Basuki menyatakaan saat ini dalam kondisi mantap 94,2 persen.

    “Saat ini tengah dilakukan perbaikan di beberapa ruas seperti ruas Sumedang – Cijelag KM 68+600, penanganan Jembatan Cisiih ruas jalan Bayah – Cibareno, dan perbaikan Jembatan Ngaglik, Lamongan, yang seluruh kegiatan perbaikan jalan (tol dan non tol) selambat-lambatnya dihentikan pada H-10 (21 April 2022),” ujarnya.

    Sementara untuk di Pulau Bali, terdapat Jalan Tol Bali – Mandara yang telah beroperasi sepanjang 10,1 kilometer dan jalan nasional non tol sepanjang 363 kilometer terdiri dari Lintas Utara dan Selatan dengan kondisi mantap 98,3 persen.

    “Selanjutnya di Pulau Sumatera, Jalan Tol Trans Sumatera yang operasional sepanjang 691 kilometer sebanyak 25 TIP dan jalan nasional non tol sepanjang 7.918 kilometer terdiri dari Lintas Timur, Tengah dan Barat dengan kondisi mantap 96,3 persen,” ujarnya.

    Sementara di Pulau Kalimantan, terdapat Jalan Tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99 kilometer yang telah operasional dan Jalan Nasional Non Tol sepanjang 6.556 kilometer. Kemudian untuk di Pulau Sulawesi, terdapat Jalan Tol operasional sepanjang 61,5 kilometer dan Jalan Nasional Non Tol sepanjang 8.821 kilometer.[]

  • Menko PMK: Yang Berniat Mudik, Segera Lakukan Vaksinasi Booster

    Jakarta – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pelaksanaan vaksin terutama untuk dosis 2 dan booster dilaksanakan dengan sungguh-sungguh terutama bagi warga yang akan mudik.

    “Karena berdasarkan hasil uji lapangan menunjukkan bahwa booster memang menjadi faktor yang sangat determinan di dalam upaya kita untuk menekan angka kasus dan kematian Covid-19,” tuturnya dalam keterangan selepas mengikuti rapat terbatas persiapan Idulfitri 1443 Hijriah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (06/04/2022).

    Menurut Muhadjir, orang yang sudah di booster memiliki tingkat ketangguhan imunitas yang berkali lipat dibanding yang belum disuntik booster. Oleh sebab itu dalam momentum Ramadan ini, terutama dalam pelaksanaan ibadah tarawih diupayakan untuk dilaksanakan sekaligus vaksinasi dan booster.

    Bagi masyarakat yang sudah menyiapkan diri untuk melaksanakan mudik, lanjut Muhadjir diharapkan untuk mendaftarkan diri berkunjung ke gerai vaksinasi yang dibuka di beberapa masjid secara bergiliran terutama di wilayah yang akan menjadi tempat pemberangkatan mudik, yaitu di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

    “Sekali lagi saya tekankan marilah semuanya yang sudah berniat mudik untuk segera melakukan vaksinasi terutama yg sudah vaksin kedua untuk melaksanakan vaksin booster,” tegas Menko PMK.

    Ia juga menegaskan, dalam rapat terbatas khusus tersebut, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk menyiapkan pelaksanaan mudik ini dengan matang, terutama mengingat tingginya animo masyarakat yang akan mudik.

    Selain itu, dalam rapat tersebut, setidaknya terdapat dua hal yang harus menjadi perhatian Kementrian dan Lembaga, yaitu ketersediaan bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM) dalam menyongsong mudik Idulfitri tahun ini.

    Terakhir, Muhadjir menyebut, Pemerintah memutuskan cuti bersama Idul Fitri 1443 Hijriah jatuh pada 29 April dan 4-6 Mei 2022. Sementara tanggal 2 dan 3 Mei 2022 ditetapkan sebagai hari libur nasional Lebaran. []

  • Perhatikan Aturan Baru Ini Sebelum Mudik Lebaran

    Jakarta | Pemerintah mengeluarkan aturan baru tentang perjalanan dalam negeri. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi warga yang akan mudik Lebaran.

    Aturan baru itu tertulis dalam Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berlaku efektif mulai 2 April 2022.

    Beberapa poin penting dalam SE itu mengatur tentang protokol kesehatan (prokes), seperti wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Selain itu juga disarankan mengganti masker secara berkala setiap empat jam, dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan.

    “Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum. Tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari dua jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat,” bunyi SE tersebut yang dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

    Kemudian, bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang telah menerima vaksinasi dosis ketiga (booster), tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

    Sedangkan bagi yang baru mendapatkan vaksinasi dosis kedua, wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam, atau hasil negatif tes RT- PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

    Sementara untuk PPDN yang hanya menerima vaksinasi dosis pertama, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

    Lalu, bagi PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksinasi, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

    Selain itu juga wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit (RS) pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

    Untuk PPDN berusia di bawah 6 tahun dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi dan tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen, namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan COVID-19 serta menerapkan prokes secara ketat.[]

  • Vaksin Booster Dijadikan Syarat Mudik, Komisi IX DPR: Kurang Tepat

    Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai, langkah pemerintah menjadikan vaksin booster sebagai syarat perjalanan mudik pada libur Idulfitri 1443 H/2022 M kurang tepat. Sebab menurutnya, status pandemi saat ini relatif terkendali. Selain itu, vaksinasi dosis satu dan dua juga sudah di atas 70 persen yanbg berarti tingkat herd immunity sudah lebih tinggi.

    “Jadi, kurang tepat jika vaksin booster jadi syarat perjalanan mudik,” tutur Netty dikutip dari keterangan di laman resmi DPR RI, Senin, (28/03/2022).

    Adapun target vaksinasi Covid-19 Pemerintah sebanyak 208.265.720. Jika dibandingkan dengan total sasaran tersebut maka hingga Kamis (24/3/2022), vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 93,81 persen. Sedangkan tingkat vaksinasi dosis kedua di Indonesia baru mencapai 75,06 persen. Tingkat vaksinasi ketiga baru 8,72 persen dari target vaksinasi Covid-19.

    Netty berpendapat, kebijakan tersebut akan membuat orang kota yang akan mudik mencari vaksin ketiga.

    “Lebih baik stok vaksin yang tersedia itu diberikan ke daerah-daerah yang cakupan vaksinasinya masih rendah. Jangan sampai pemudiknya sudah booster tapi yang dikunjungi justru belum vaksin sama sekali,” usul politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) itu.

    Status pandemi yang relatif terkendali, lanjut Netty, tampak dari dilonggarkannya beberapa kebijakan oleh pemerintah.

    “Misalnya, PCR dan rapid test antigen tidak lagi menjadi syarat naik pesawat, tapi cukup dengan bukti vaksin dosis lengkap. Anak-anak di bawah 6 tahun sebagai pelaku perjalanan domestik juga tidak harus PCR atau antigen. WNA dan pelaku perjalanan luar negeri pun sekarang sudah tidak diwajibkan untuk karantina,” tandasnya.

    Bahkan, legislator dapil Jawa Barat VIII tersebut, menyinggung soal agenda-agenda besar seperti pagelaran MotoGP juga sudah digelar oleh pemerintah.

    “Jadi aneh dan kurang relevan kalau tetiba pemerintah seperti ingin mengetatkan kebijakan dengan aturan wajib vaksin booster jika akan mudik. Jangan bebani masyarakat dengan hal-hal yang tidak perlu dan membuat kebijakan pemerintah seperti kurang sinkron,” tandasnya.

    Oleh sebab itu, ia meminta aturan kewajiban booster saat mudik dievaluasi.

    “Lebih baik kebijakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik ini dievaluasi sebelum diterapkan. Ingat ya, vaksin booster itu sifatnya tidak wajib tapi sebagai pilihan sebagaimana pernyataan dari Kemenkes. Jadi aturan mudik cukup vaksin dosis lengkap dan tetap menjaga prokes saja,” pungkasnya. []

  • Mudik Lebaran 2022 Diperbolehkan, ini Syaratnya

    Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Pemerintah memperbolehkan umat muslim untuk melakukan salat tarawih berjemaah juga memperolehkan mudik Lebaran seiring situasi pandemi Covid-19 di tanah air yang terus membaik.

    “Tahun ini, umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga dipersilakan, juga diperbolehkan,” tutur kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/03/2022).

    Namun syaratnya, lanjut Presiden, harus sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk pejabat dan pegawai pemerintah, Presiden melarang mereka untuk melakukan buka puasa bersama dan juga open house di saat Lebaran nanti.

    Selain itu, pemerintah juga melakukan sejumlah pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat lainnya. Pertama, pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang tiba melalui bandar udara di seluruh Indonesia tidak perlu lagi harus melewati karantina.

    Tetapi, pemerintah tetap mewajibkan dilakukannya tes usap PCR pada saat kedatangan. PPLN dengan hasil tes PCR positif saat kedatangan akan ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

    “Pemerintah tetap mewajibkan pelaku perjalanan yang tiba dari luar negeri untuk melakukan tes usap PCR. Kalau tes PCR-nya negatif, silakan langsung keluar dan bisa beraktivitas. Kalau tes PCR-nya positif, akan ditangani oleh Satgas Covid-19,” ujarnya.

    Kepala Negara, juga tak henti-hentinya mengingatkan semua pihak untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

    “Semoga tren yang semakin membaik ini dapat kita pertahankan. Saya minta kita semuanya tetap menjalankan protokol kesehatan, disiplin menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tandasnya. []

  • Muhadjir Effendy: Insya Allah Mudik Boleh

    “Untuk jaga-jaga, marilah kita segera melengkapi vaksin dua dan booster. Ramai-ramai booster. Kita pastikan mereka yang booster aman untuk mudik.”

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah belum membahas aturan mudik lebaran tahun 2022, tetapi kemungkinan besar akan diperbolehkan.

    Hal ini, diungkapkannya usai peluncuran Peraturan Presiden No. 105/2021 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

    “Belum, tapi insya Allah mudik boleh. Nanti kita rapikan saja aturannya,” tutur Muhadjir Effendy Selasa, (22/03/2022).

    Ia pun meminta masyarakat untuk segera melengkapi vaksin hingga dosis kedua bahkan booster. Menurutnya, dengan vaksin lengkap maka masyarakat akan bisa lebih aman apabila ingin melaksanakan mudik.

    “Yang jelas diutamakan yang mudik itu yang sudah vaksin dua kali, vaksin lengkap dan booster,” ungkap Menko PMK.

    Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Satgas Covid-19 mencatat, pada 14 Maret 2022 lalu, jumlah kasus Covid-19 bertambah 9.629. Jumlah tersebut menurun signifikan pada 20 Maret 2022 yaitu bertambah 7.951 kasus.

    Sementara rakyat Indonesia yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 93,12% atau 193.946.442 orang. Kemudian yang sudah melengkapi dosis kedua 73,23% atau 152.503.600 orang dan yang sudah vaksin booster 7,35% atau 15.308.073 orang atau 7,35 persen dari target pemerintah.

    “Untuk jaga-jaga, marilah kita segera melengkapi vaksin dua dan booster. Ramai-ramai booster. Kita pastikan mereka yang booster aman untuk mudik,” tandas Muhadjir Effendy.[]

  • Polisi Ungkap Sederet Masalah yang Bisa Ganggu Kelancaran Arus Mudik

    peloporberita.com/ – Polisi menemukan sejumlah masalah saat menyusuri jalan Tol Trans Jawa. Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Firman Shantyabudi menegaskan, hal ini perlu menjadi perhatian agar saat musim mudik lebaran nanti lalu lintas bisa lancar tanpa kendala. Adapun sejumlah masalah tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Banyak pagar pembatas di sepanjang Tol Trans Jawa yang rusak.
    2. Ditemukan beberapa kendaraan besar bermuatan yang tidak kuat menanjak.
    3. Ada titik genangan di beberapa ruas jalan. Menurut Kakorlantas Polri, Kondisi ini ditemuinya lantaran selama perjalanan di jalur tol yang dilintasinya diguyur hujan beberapa kali.

    “Ini juga rawan apabila dikombinasikan dengan kecepatan kendaraan yang kita sebut main sky. Itu juga bisa berbahaya,” tuturnya di Bundaran Waru, Surabaya, Kamis (10/03/2022).

    Kakorlantas juga menegaskan, bahwa pihaknya akan memberi perhatian khusus terkait kendaraan besar dengan muatan berlebih (ODOL) dan mengingatkan adanya kelebihan muatan pada satu kendaraan bisa berdampak pada terjadi hambatan lalu lintas.

    “Hambatannya, mobil yang terlalu berat otomatis tidak bisa mencapai kecepatan yang diharapkan. Dia menghambat laju kendaraan lain yang ada di belakangnya. Kedua, karena terlalu berat, dia berpotensi merusak jalan,” ungkapnya.

    Temuan tersebut lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi agar hambatan-hambatan lalu lintas pada musim mudik lebaran bisa diantisipasi. Selain itu, Jenderal Bintang Dua tersebut juga menekankan perlu adanya manajamen dan dibutuhkan kedewasaan dari semua pihak, agar arus mudik dan arus balik berjalan lancar.

    “Jadi perlu diatur sekali lagi. Mohon tidak diartikan kami mempersulit, kami bertekad untuk memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat pada saat mudik, balik, dan pengamanan hari raya,” tandas Kakorlantas Polri. []

  • Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha

    peloporberita.com/ | Jakarta – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengimbau masyarakat untuk membatasi mobilitas dan tidak mudik pada momen Idul Adha tahun 2021 ini guna menekan laju penularan Covid-19.

    Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) akan berkoordinasi dengan ormas Islam yang ada di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Menag dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Jumat, 16 Juli 2021.

    “Kementerian Agama akan segera berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam; NU, Muhammadiyah, MUI, dan ormas Islam yang lainnya, untuk bersama-sama mengimbau kepada masyarakat tidak melakukan mudik Iduladha, karena kita tahu mudik ini akan memicu penyebaran virus COVID-19 ini. Segera sore ini kita akan segera lakukan koordinasi dan mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” tutur pria yang biasa disapa Gus Yaqut ini.

    “Ketika pemerintah ini mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi. Ini hukum dalam Islam; taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri atau pemerintah.”

    Lebih lanjut Yaqut menyampaikan, sebagai pedoman dalam pelaksanaan Iduladha dan Kurban di masa pandemi, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Menag Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    “Saya ingin mengingatkan kepada umat Islam khususnya, yang sebentar lagi akan menyelenggarakan peringatan Iduladha. Kementerian Agama sudah menerbitkan peraturan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 terkait pelaksanaan Iduladha,” tegasnya.

    Dijelaskan Menag, ada tiga poin pokok yang diatur dalam SE tersebut. Pertama, kegiatan peribadatan di rumah ibadah semua agama yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat ditiadakan sementara.

    Kedua, penyelenggaraan malam takbiran di masjid/musala, takbir keliling, serta penyelenggaraan Salat Iduladha di masjid/musala yang berada pada wilayah Zona PPKM Darurat ditiadakan sementara.

    Ketiga, mengatur petunjuk teknis pelaksanaan kurban yang sesuai dengan syariat Islam dan penerapan protokol kesehatan. Menutup keterangan persnya, Menag menyampaikan aturan yang ditetapkan pemerintah tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu ia, meminta masyarakat untuk mematuhi ketentuan tersebut.

    “Ketika pemerintah ini mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi. Ini hukum dalam Islam; taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada ulil amri atau pemerintah,” tandasnya.

    Menutup keterangan persnya, Menag mengimbau umat beragama mendoakan keselamatan Indonesia dan dunia supaya segera terbebas dari pandemi.

    “Sama sekali tidak ada pemerintah melarang orang beribadah, tidak ada. Justru pemerintah menganjurkan semua umat, khususnya umat Muslim yang sebentar lagi merayakan Iduladha, untuk semakin rajin dalam beribadah, semakin sering mendoakan negeri ini, mendoakan dunia, mendoakan umat manusia supaya terlepas dari pandemi COVID-19,” sebutnya.[]