Tag: Moon Jae-in

  • Panitia Pelantikan Presiden Korsel Ingin Tampilkan BTS

    Jakarta | Tim transisi presiden terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol dilaporkan berencana menggunakan K-pop untuk menambah kemewahan dan glamor pada pemerintahannya. Salah satunya adalah ingin menampilkan grup K-pop, BTS, dalam acara pelantikan Yoon pada Mei mendatang.

    Seperti diketahui, Presiden Korea Selatan saat ini, Moon Jae-in, memiliki hubungan yang menonjol dengan banyak artis K-pop.

    Pemerintahan Moon juga sering menggunakan BTS, Exo dan Red Velvet, untuk meningkatkan citranya, seperti dengan menyelenggarakan konser di Korea Utara dan mengadakan pertunjukan di forum politik internasional.

    Yoon Suk-yeol terpilih pada Maret lalu setelah melewati salah satu pemilu paling menegangkan dalam sejarah Korea Selatan. Platform konservatif mantan jaksa ini telah menimbulkan kekhawatiran karena menjadi anti-feminis dan sayap kanan dalam banyak aspek politik.

    Yoon telah menyerukan Korea Selatan yang lebih termiliterisasi untuk menjaga integritas teritorial dan kedaulatan negara. Melansir South China Morning Post, Yoon juga berencana memindahkan kantor kepresidenan dari Gedung Biru ke gedung Kementerian Pertahanan Nasional.

    Di bawah pemerintahan konservatif masa lalu, termasuk mantan presiden Park Geun-hye, artis Korea Selatan berisiko dimasukkan dalam daftar hitam untuk kegiatan politik mereka dan karena bersikap kritis terhadap pemerintahan yang bertanggung jawab.

    Di Korea Selatan, artis yang masuk daftar hitam dipotong dari subsidi negara dan ditempatkan di bawah pengawasan. Pada 2018, seorang mantan menteri kebudayaan di bawah Park, Cho Yoon-sun, dipenjara akibat daftar hitam, di mana ada sejumlah nama seperti sutradara Parasite Bong Joon-ho.[]

  • Presiden Terpilih Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dikenal Anti-feminis

    peloporberita.com/ | Yoon Suk-yeol terpilih sebagai presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru, setelah mengungguli perolehan suara dalam Pemilu yang digelar Rabu (09/03/2022) waktu setempat. Yoon akan menggantikan Moon Jae-in yang masa jabatannya habis pada Mei mendatang.

    Melansir Aljazeera, Yoon Suk-yeol meraih 48,6 persen suara, menang tipis dari saingannya Lee Jae-myung yang meraih 47,8 persen. Total perolehan suara yang dihitung sudah mencapai lebih dari 98 persen.

    Sebelumnya, Yoon mengemban jabatan sebagai Jaksa Agung Korsel selama periode 2019-2021 dan juga dikenal karena penyelidikannya yang tanpa kompromi terhadap beberapa skandal korupsi di Korsel. Ia juga mendakwa pembantu utama Presiden Moon Jae-in atas penipuan dan penyuapan, dalam kasus yang menodai citra pemerintahan Moon.

    Selama masa kampanye, Yoon sempat mengkritik sejumlah kegagalan Presiden Moon, antara lain ketidakmampuan pemerintah mencegah kenaikan kasus Covid-19 dan juga harga properti yang terus meningkat di Korsel.

    Selain itu, Yoon berjanji akan membangun setidaknya 2,5 juta rumah dalam lima tahun ke depan. Ia juga berencana lebih mendukung pembukaan lapangan kerja dari sektor swasta ketimbang pemerintah dan memastikan akan mengurangi birokrasi perusahaan serta melakukan deregulasi industri aset virtual.

    Mengutip Bangkok Post, sebagai seorang anti-feminis yang diakui, ia juga berjanji akan menghapus kementerian kesetaraan gender, dan mengklaim bahwa wanita Korsel tidak mengalami diskriminasi sistemik, meskipun banyak bukti yang bertentangan.

    Tak hanya itu, Yoon juga mengancam serangan pendahuluan terhadap Korea Utara (Korut). Bahkan, ia ingin membeli sistem rudal THAAD AS tambahan untuk melawan Korut, meski ada risiko yang dapat memicu pembalasan ekonomi baru dari Tiongkok, mitra dagang terbesar Seoul.[]