Tag: microsoft

  • Apple Naikkan Upah Pekerja Ritel di Amerika Hingga 10%

    Jakarta | Apple Inc. menaikkan gaji pekerja ritelnya di Amerika Serikat (AS) sekitar 10% dari sebelumnya minimum USD 20 per jam, menjadi setidaknya USD 22 per jam. Apple menempuh kebijakan ini di tengah kekhawatiran inflasi.

    Tak hanya itu, melansir Bloomberg, Apple juga menaikkan anggaran kompensasi perusahaan secara global lantaran menghadapi ketatnya pasar tenaga kerja dan upaya serikat pekerja.

    Apple mengatakan perubahan untuk pekerja per jam mewakili peningkatan 45% dalam tarif awal sejak 2018, dan mencerminkan rasa terima kasih atas kinerja positif anggota tim. Kenaikan ini akan mulai berlaku pada Juli, sekitar tiga bulan lebih cepat dari biasanya Apple mengeluarkan kenaikan tahunan.

    Saat ini, Apple sedang menghadapi kecemasan dari sejumlah karyawan atas jatuhnya harga saham. Apple mengalami kekurangan bakat setelah banyak karyawan memilih opsi fleksibel atau meninggalkan angkatan kerja selama pandemi.

    Sementara pesaingnya seperti Microsoft Corp. dan Meta Platforms Inc. mencoba memburu staf dengan paket kompensasi yang kuat.

    Apple memiliki sekitar 170.000 karyawan, termasuk pekerja ritel, staf dukungan teknis AppleCare dan tenaga kerja korporatnya. Upah ritel awal perusahaan berada di atas minimum nasional AS, yaitu USD 7,25 sejak 2009.

    Untuk memperbaiki kondisi kerja, Apple tak hanya menaikkan gaji karyawan, melainkan juga memperluas tunjangan liburan, cuti sakit, dan penitipan anak untuk karyawan ritel penuh waktu dan paruh waktu.[]

  • Polisi San Francisco Kebingungan dengan Mobil Tanpa Pengemudi

    Jakarta | Kepolisian San Francisco baru-baru ini, untuk pertama kalinya, menghadapi masalah unik, ketika menghentikan mobil yang sedang melaju di malam hari tanpa lampu depan, namun tidak menemukan pengendara di dalamnya.

    Kendaraan itu ternyata adalah mobil yang bisa mengemudi sendiri atau self-driving car, dan penemuan polisi ini terekam dalam video oleh seorang pejalan kaki, yang kemudian mengunggahnya di media sosial.

    Melansir AFP, dalam video itu terlihat petugas polisi kebingungan sambil mengelilingi dan mengintip jendela kendaraan tersebut. Menanggapi video yang beredar luas itu, Cruise sebagai perusahaan yang menciptakan mobil tersebut, bereaksi di Twitter untuk menjelaskan apa yang terjadi.

    Dikatakan bahwa self-driving car itu menyerah dan menepi ke lokasi aman terdekat seperti yang diperintahkan polisi. Cruise menjelaskan bahwa lampu depan mati akibat kesalahan manusia.

    Cruise yang didirikan sejak tahun 2013, telah mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan mobil untuk mengemudi sendiri sepenuhnya secara mandiri.

    Pabrikan otomotif Amerika Serikat (AS) General Motors memiliki mayoritas saham di perusahaan tersebut senilai lebih dari USD 30 miliar, yang juga didukung investasi dari sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft, Honda dan Walmart.

    Sejak Februari, Cruise telah melewati ambang kunci dalam menawarkan individu kesempatan untuk memesan perjalanan gratis di jalan-jalan San Francisco dengan mobil tanpa pengemudinya.[]

  • Putin Bakal Haramkan Software Asing di Rusia

    Jakarta | Presiden Rusia Vladimir Putin telah meneken aturan baru yang melarang Rusia menggunakan perangkat lunak atau software buatan asing. Keputusan ini sebagai feedback atas banyaknya perusahaan teknologi yang memblokir akses terhadap Rusia setelah melancarkan invasi ke Ukraina.

    Adapun beberapa perusahaan teknologi yang sudah memblokir akses penjualan produk dan layanan mereka di Rusia, antara lain Apple, Microsoft, Meta dan Samsung. Mengutip Gizchina, Google juga memblokir layanannya di Rusia, bahkan melarang produsen ponsel asal Rusia untuk menggunakan sistem operasi Android.

    Namun, larangan penggunaan software asing di Rusia ini tidak langsung berlaku dalam waktu dekat. Berdasarkan laporan media yang berbasis di Eropa Timur, Nexta, aturan baru itu disebut berlaku efektif mulai 1 Januari 2025.

    Meski begitu, Putin menegaskan bahwa berbagai pihak yang membeli software buatan asing wajib melalui proses persetujuan atau approval dari pemerintah, mulai Kamis (31/03/2022) waktu setempat. Bagi pengguna atau perusahaan yang abai, bisa terkena hukuman yang berlaku di Rusia.

    Selain itu, Putin juga menginstruksikan jajarannya membuat persyaratan ketat terkait penggunaan software asing untuk kepentingan infrastruktur penting pemerintah dan juga di sejumlah tempat umum atau infrastuktur publik yang dianggap kurang penting.[]

  • Lapsus$ Klaim Retas Microsoft, Benarkah?

    Jakarta – Lapsus$, mengklaim telah meretas Microsoft. Grup peretas ini sebelumnya menjadi terkenal lantaran mengaku telah meretas Nvidia, Samsung, dan masih banyak lagi perusahaan raksasa lainnya. Untuk membuktikan hal ini, Lapsus memposting file yang berisi kode sumber parsial untuk Bing dan Cortana dalam arsip penyimpanan hampir 37 GB data.

    Microsoft sendiri pada Selasa, (22/03/2022) malam, setelah menyelidiki, mengkonfirmasi kelompok yang mereka sebut DEV-0537 telah menyusupi “satu akun” dan mencuri bagian dari kode sumber untuk beberapa produknya seperti di laporkan The Verge Rabu, (23/03/2022).

    Microsoft Threat Intelligence Center (MSTIC), telah melacak grup Lapsus$ selama berminggu-minggu, dan merinci beberapa metode yang mereka gunakan untuk mengkompromikan sistem korban.

    Menurut MSTIC, tujuan DEV-0537 adalah untuk mendapatkan akses yang lebih tinggi melalui kredensial curian yang memungkinkan pencurian data dan serangan destruktif terhadap organisasi yang ditargetkan. Kegiatan ini, sering kali mengakibatkan pemerasan. Taktik dan tujuan pelaku kejahatan dunia maya ini dimotivasi oleh pencurian dan perusakan.

    Meski demikian, Microsoft menyatakan bahwa kode yang bocor tidak cukup parah untuk menyebabkan peningkatan risiko, terlebih tim respons perusahaan dengan sigap menutup peretas di tengah operasi mereka. []

  • Microsoft Suntik Mati Internet Explorer 15 Juni 2022

    Jakarta – Microsoft memastikan menyuntik mati atau menghentikan dukungan terhadap web browser-nya, Internet Explorer, pada Juni mendatang (15/06/2022).

    sebagai gantinya, Microsoft akan mendorong pengguna untuk beralih dari operating system Windows 10 ke Microsoft Edge yang didalamnya terdapat versi web browser Mode Internet Explorer.

    Microsoft juga menyebutkan, Mode Internet Explorer di windows edge bersifat sementara, serta akan mendapat dukungan sampai dengan tahun 2029. Hingga periode tersebut, Microsoft akan memberikan lagi pemberitahuan satu tahun sebelum menghentikan juga Mode Internet Explorer, ketika saatnya tiba.

    Untuk memperingatkan pengguna, Microsoft mengunggah pengingat melalui website resminya. Microsoft menyampaikan, banyak website yang nantinya tak lagi mendukung penggunaan browser Internet Explorer hal ini berpotensi mengurangi pengalaman pelanggan.

    “Seperti yang sebelumnya kami umumkan, masa depan Internet Explorer pada Windows adalah Microsoft Edge. Internet Explorer (IE) menyediakan dukungan browser lama dalam Microsoft Edge,” tulis Microsoft seperti dilaporkan Gizchina, Senin (21/03/2022).

    Seorang petinggi Microsoft Edge, Sean Lyndersay, dalam blog resmi “The Future of Internet Explorer on Windows 10 is in Microsoft Edge,” meminta pengguna Internet Explorer mengunduh Microsoft Edge sebelum 15 Juni 2022.

    Internet Explorer dimatikan salah satu alasan utamanya menurut Microsoft adalah soal keamanan. Dalam hal ini, Internet Explorer mendapat pembaruan keamanan setiap bulan, sementara Microsoft Edge hanya dalam hitungan hari atau jam.

    “Kurang lebih ada 579 upaya serangan terhadap kata sandi setiap detik, kalian butuh peramban yang bisa mengatasi tantangan ini,” tulis Lyndersay dalam blog tersebut.

    Pengguna sistem operasi Windows 10 pada umumnya sudah mendapatkan aplikasi bawaan peramban Microsoft Edge. Sementara bagi yang belum, Microsoft menyarankan untuk mengunduh di situs resmi mereka. []

  • GameStop Rugi USD 147,5 juta Akibat Terkendala Pasokan

    peloporberita.com/ | Pengecer video game GameStop Corp. membukukan kerugian bersih sebesar USD 147,5 juta selama kuartal keempat tahun lalu. Berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya, di mana perusahaan berhasil mencetak laba senilai USD 80,5 juta.

    Hal tersebut salah satunya dipicu oleh kendala langkanya komponen dan rantai pasokan lainnya yang dialami produsen konsol, seperti Sony dan Microsoft, yang secara tak langsung turut mempengaruhi bisnis GameStop.

    Padahal, periode tersebut adalah momen liburan yang seharusnya bisa menambah pundi-pundi perusahaan, lantaran Xbox dan Playstation baru dirilis dan permintaan terbilang tinggi.

    “Kombinasi masalah rantai pasokan dan varian Omicron memiliki dampak yang cukup besar pada musim liburan tahun lalu,” kata Chief Executive Officer (CEO) Matt Furlong, seperti dilansir dari Reuters.

    Selain itu, tingginya biaya dari kendala pasokan dan juga bertambahnya pengeluaran untuk memutar sebagian besar bisnis GameStop menuju e-commerce.

    Untuk meningkatkan kehadiran digitalnya, GameStop memang telah meningkatkan pengeluaran untuk merekrut bakat, memperluas kapasitas dan juga memperkenalkan produk baru. Bahkan, perusahaan tersebut akan meluncurkan pasarnya untuk token yang tidak dapat dipertukarkan atau non-fungible token (NFT) pada akhir kuartal kedua tahun fiskal 2022.[]

  • Google Chrome Masih Jadi Browser Terlaris di Dunia

    peloporberita.com/ | Data statistik StatsCounter menunjukkan bahwa hingga saat ini Chrome buatan Google masih mendominasi kancah browser di dunia.

    Chrome tercatat menguasai pangsa pasar lebih dari 65,3% di platform desktop, yang disusul browser Safari milik Apple di peringkat kedua. Safari bersaing sangat ketat dengan Edge, browser milik Microsoft, yang juga dibayangi oleh browser Firefox.

    Mengutip StatsCounter, Edge memang dianggap bisa menjadi ancaman serius bagi Safari, lantaran Microsoft sangat gencar mengembangkan browsernya itu.

    Salah satunya terlihat dari kencangnya pergerakan Edge yang dalam dua tahun sudah bisa menyalip Firefox. Sejumlah analis memprediksi kemungkinan Edge menggeser posisi Safari dalam beberapa tahun ke depan, apalagi didukung dengan meningkatnya adopsi Windows 11.

    Demikian juga di platform mobile, Chrome tetap menguasai posisi pertama, dengan pangsa pasar 63,06%. Kemudian posisi kedua ditempati Safari, dengan pangsa pasar 26,7%.

    Hal ini terbilang wajar, mengingat banyaknya pengguna Android serta iPhone dan iPad yang menyematkan browser bawaan sistem operasinya.

    Sedangkan peringkat ketiga ditempati Samsung Internet dengan penguasaan 5,2%, lantaran ponsel Galaxy menggunakan browser ini secara default. Sementara posisi empat dan lima masing-masing diduduki Opera dan UC Browser.[]

  • Microsoft Berencana Buka Kantor Lagi Mulai 28 Februari

    peloporberita.com/ | Perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS), Microsoft berencana membuka kembali kantornya secara penuh di kantor pusatnya di Washington, pada 28 Februari 2022.

    Sebelumnya kantor tersebut sudah tutup selama dua tahun akibat pandemi, dan mengalami sejumlah penundaan jadwal pembukaan pada tahun lalu.

    Microsoft mengambil keputusan itu berdasarkan tingginya tingkat vaksinasi dan juga adanya penurunan jumlah kasus Covid-19.

    “Penurunan rawat inap dan kematian di negara bagian adalah bagian dari apa yang memungkinkan kami untuk pindah ke tahap perjalanan kerja hibrida kami ini,” kata Microsoft Executive Vice President and Chief Marketing Officer Chris Capossela, seperti dikutip dari unggahan blog resmi Microsoft.

    Dalam keputusan ini, karyawan Microsoft diberikan waktu 30 hari terhitung dari tanggal masuk 28 Februari untuk menyesuaikan diri dan mengadopsi preferensi kerja yang telah disepakati dengan atasan mereka.

    Seperti Apple yang mewajibkan karyawan menyerahkan bukti vaksin booster Covid-19 atau memberikan tes antigen dengan hasil negatif untuk memasuki tempat kerja, seperti dilansir dari Reuters.

    Kemudian, Meta yang dijadwalkan membuka kembali kantornya pada 28 Maret dan mewajibkan karyawan sudah menerima vaksin booster Covid-19 untuk bisa kembali bekerja di kantor. []

  • Bisnis Infrastruktur Cloud Dunia Tumbuh Signifikan Tahun Lalu

    peloporberita.com/ | Data Synergy Research menunjukkan, bisnis infrastruktur cloud sepanjang tahun lalu mencapai USD 178 miliar secara global. Angka itu bertambah sekitar USD 50 miliar atau setara 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy).

    Tiga besar raksasa teknologi, yaitu Amazon, Microsoft dan Google terus mengalami pertumbuhan pesat selama periode itu. Amazon misalnya, mencetak pertumbuhan 40 persen, sedangkan Microsoft dan Google masing-masing 45 persen.

    Adapun angka pendapatan kuartalan mencapai sekitar USD 17 miliar untuk Amazon, kemudian Microsoft senilai USD 10 miliar dan Google sebesar USD 5 miliar.

    Pangsa pasar Google dan Microsoft terus tumbuh dari waktu ke waktu, sedangkan Amazon tetap stabil selama beberapa tahun. Meski demikian, pasar terus berkembang dan pendapatan Amazon terus bertumbuh pada tingkat yang layak.

    Data Canalys pun menunjukkan hasil yang hampir senada dengan Synergy, yaitu terjadi pertumbuhan sebesar USD 53 miliar pada bisnis infrastruktur cloud secara global, selama periode tersebut.

    Melansir Techcruch, Canalys tahun ini mematok angka USD 191,7 miliar, atau meningkat 35 persen dari tahun 2020.

    Sejumlah analis melihat bahwa ada banyak ruang untuk pertumbuhan di bisnis cloud. Selain itu fakta juga menunjukkan pasar terus tumbuh dengan kecepatan tinggi.

    Bahkan di bagian bawah pasar, masih ada banyak uang yang bisa dihasilkan. Meskipun mungkin tidak memenuhi level Microsoft, Amazon atau Google, itu masih dapat menambah bisnis bernilai miliaran dolar. []

    Baca juga: Alphabet Induk Google Raih Penjualan USD 75,3 Miliar

  • Sony Berencana Akuisisi Studio Bungie Senilai USD 3,6 Miliar

    peloporberita.com/ | Sony berencana mengakuisisi studio di balik hit sci-fi MMO Destiny, Bungie, senilai USD 3,6 miliar.

    Setelah kesepakatan selesai, Bungie akan bergabung dengan Sony Interactive Entertainment (SIE), yang meliputi Insomniac Games, Naughty Dog, Guerrilla Games, Sucker Punch Productions, Bluepoint Games dan sejumlah studio terkemuka lainnya.

    Kemudian Bungie akan mempertahankan kontrol kreatif atas waralabanya dan terus berkembang untuk berbagai platform, bukan hanya PlayStation.

    “Permainan kami akan terus menjadi tempat komunitas kami berada, di manapun mereka memilih untuk bermain,” kata CEO Bungie Pete Parsons, dilansir dari Engadget.

    Bungie memposisikan pembelian ini sebagai awal dari era baru perusahaan yang fokus pada hiburan multimedia global, bukan hanya game.

    Kesepakatan ini menyusul aksi Microsoft yang membeli Activision Blizzard seharga USD 69 miliar pada pertengahan bulan lalu. Aksi inipun menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah industri game.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft telah melakukan investasi termasuk mengakuisisi pembuat “Minecraft” Mojang Studios dan Zenimax dalam kesepakatan bernilai miliaran dolar.

    Untuk diketahui, kesepakatan akuisisi memberi sejumlah manfaat bagi studio yang dibeli seperti stabilitas keuangan, dukungan produksi dan rencana pemasaran yang luas, meskipun kesepakatan tersebut berpotensi mengikat game mereka ke platform tertentu. []

    Baca juga: Sony Berencana Kembangkan Kendaraan Listrik