Tag: MGPA

  • ASITA: Sangat Disesalkan Kalau Ada Upaya Menjegal WSBK

    peloporberita.com/ | Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Artha Hanif mengimbau semua pihak, termasuk segala unsur negara, untuk saling mendukung dalam pelaksanaan acara berkelas internasional, seperti World Superbike (WSBK) yang akan digelar 19-21 November 2021.

    Artha mengutarakan pendapatnya itu untuk menanggapi sikap Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (Kadishub NTB) Mohamad Faozal, yang menurut Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) wilayah NTB, terlihat seolah-olah ingin menggagalkan program pariwisata dan acara WSBK.

    Pasalnya, ketika PHRI NTB harus menghadiri undangan rapat bersama MGPA dan Dinas Pariwisata NTB pada Senin (25/10/2021), untuk mempersiapkan strategi menyukseskan program WSBK, diwaktu yang sama Kadishub NTB justru memanggil 20 anggota PHRI untuk mendengarkan sosialisasi shuttle bus.

    Baca juga: PHRI Cium Gelagat Kadishub NTB Ingin Gagalkan Event World Superbike

    Dalam wawancara via telepon bersama peloporberita.com/, Selasa (26/10/2021), Ketua Umum ASITA Artha Hanif mengatakan, “Ini sesuatu yang sangat disesalkan kalau sampai terjadi ada upaya-upaya yang menjegal atau menghalangi acara yang penting, acara yang sudah dirancang lama dan sudah ditunggu-tunggu oleh kita semua,”

    “Dan ini adalah acara penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia itu aman, Indonesia itu sangat siap untuk menyelenggarakan event-event yang levelnya internasional. Karena ini kehormatan loh, kehormatan negara dan ini sungguh akan menjadi suatu persepsi yang buruk kalau sampai terhalang,” lanjutnya.

    Meski demikian, Artha Hanif tetap berusaha berpikir positif, “Mungkin karena (Dishub) ingin segala sesuatunya terintegrasi. Mudah-mudahan tidak bermaksud menjegal, tapi mudah-mudahan dimaksudkan bagaimana supaya seluruh elemen yang terkait dengan penyelenggaraan (WSBK) nantinya itu benar-benar bisa disatukan,” ucap Artha.

    Baca juga: Pre-Order Tiket Prioritas WSBK Mandalika Dibuka Mulai Harga Rp 600.000-Rp 19,5 Juta

    Terkait hal ini, Kadishub NTB Mohammad Faozal menerangkan bahwa dirinya memanggil 20 orang manajemen hotel untuk membahas uji petik untuk kebutuhan transportasi dalam event WSBK.

    “Apa yang di bahas kemaren uji petik untuk beberapa hotel terkait skenario lalu lintas untuk beberapa hotel. Sehingga bisa di sepakati berapa kebutuhan moda transportasi di saat event WSBK. Silahkan ditanya teman-teman manajemen hotel yang hadir apa yang dibahas. Atau tanya ke Ketua Organda saja,” sebut Faozal melalui pesan Whatsapp menjawab pertanyaan peloporberita.com/. []

  • Asosiasi Travel Agent NTB Minta Jatah Kuota Tiket WSBK

    peloporberita.com/ | Kalangan pengusaha perjalanan wisata yang diwakili Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB, hari ini (25/10/2021) melakukan diskusi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), mengenai jatah kuota tiket World Superbike (WSBK).

    Namun diskusi yang dimediasi oleh Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Kadispar NTB) Yusron Hadi ini berlangsung alot dan dilanjutkan pada Kamis (28/10/2021) mendatang.

    Ketua Astindo NTB Sahlan M. Saleh menyayangkan bahwa selama ini penyedia jasa perjalanan wisata tidak dilibatkan dalam penjualan tiket WSBK. “Sebelumnya kami sangat optimistis event WSBK akan sukses. Dan kami bisa ambil peran di sport event berskala internasional ini. Kami perhatikan harga tiket sekelas WSBK juga lebih tinggi dari MotoGP di Sepang-Malaysia,” kata Sahlan.

    Melihat tenggat waktu yang semakin dekat, Sahlan merasa pesimistis bisa menjual tiket WSBK dalam kurun waktu tiga minggu sebelum jadwal acara tersebut 19-21 November 2021. “Bisa menjual 10 persen saja dari tiket yang tersedia, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

    Meski demikian, pelaku usaha travel di NTB akan tetap berjuang keras menjual tiket WSBK, salah satunya menawarkan tiket dengan bundling paket wisata Lombok-Sumbawa.

    Di sisi lain, Project Director WSBK Ahmad Husein menjelaskan, minimnya komunikasi dengan pihak asosiasi di NTB karena terkendala sempitnya waktu. Disebutkan, fokus Mandalika Grand Prix Association (MGPA) adalah persiapan proses sampai event berlangsung harus sempurna. Hal itu yang membuat MGPA harus menunjuk pihak ketiga untuk penjualan tiket.

    “Kami butuh banyak masukan. Tapi karena terkendala waktu kami harus bekerja cepat. Soal harga tiket yang terlalu mahal itu sudah ada kajian dari internal kami. Dan terlalu prematur kalau kita bicara soal harga tiket sekarang,” ungkap Husein.

    Husein juga meyakinkan asosiasi travel agent bahwa persiapan perhelatan WSBK selanjutnya akan lebih baik lagi. “Kami paham ini race pertama. Kontrak kami hingga 10 tahun ke depan. Ke depan kami akan menyiapkan lebih baik,” ucapnya.

    Dalam diskusi ini, Kadispar Yusron Hadi meminta asosiasi travel agent bisa berkomunikasi dengan Bank NTB, selaku pemegang kuota tiket WSBK. Sedangkan pihak MGPA dan ITDC masih akan berkomunikasi terlebih dahulu untuk mencari solusi lain. []