Tag: merger

  • Carlyle Group Beli Penyedia Asuransi Khusus NSM Insurance

    Jakarta | Aktivitas merger dan akuisisi di sektor asuransi telah meningkat signifikan. Berdasarkan data perusahaan konsultan Deloitte, merger dan akuisisi di sektor asuransi pada 2021 tumbuh lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya, menjadi USD 58 miliar.

    Terbaru, perusahaan ekuitas swasta Carlyle Group Inc setuju mengakuisisi penyedia asuransi khusus Amerika Serikat (AS), NSM Insurance Group. Carlyle membelinya dari White Mountains Insurance Group Ltd senilai USD 1,78 miliar, secara tunai. Kesepakatan itu ditargetkan bisa rampung pada semester kedua tahun ini.

    Dalam kesepakatan ini, White Mountains menunjuk sejumlah penasihat, yaitu Morgan Stanley, JP Morgan, Wachtell, Lipton, Rosen & Katz, dan Cravath, Swaine & Moore LLP.

    NSM Insurance merupakan salah satu broker asuransi independen terbesar yang menanggung polis untuk perawatan kesehatan, organisasi nirlaba, hewan peliharaan, truk dan kompensasi pekerja. Mereka menghasilkan premi lebih dari USD 1 miliar.

    Sedangkan Carlyle telah menanamkan dana senilai lebih dari USD 10 miliar di bidang jasa keuangan, termasuk mantan penyedia layanan penggajian BenefitMall, perusahaan klaim asuransi AS Sedgwick Claims Management Services, serta Ant Group Tiongkok.[]

  • Pemegang Saham True Corporation dan DTAC Setujui Merger

    Jakarta | Para pemegang saham True Corporation dan Total Access Communication (DTAC) telah menyetujui rencana penggabungan dua operator telekomunikasi, sebuah langkah besar menuju merger yang ditargetkan rampung pada semester kedua tahun ini.

    Sekitar 99,37% pemegang saham True menyetujui rencana penggabungan tersebut, begitu juga 89% pemegang saham DTAC memberikan lampu hijau. Modal terdaftar dan disetor perusahaan baru akan menjadi 138,2 miliar baht.

    Chief Executive Officer (CEO) DTAC Sharad Mehrotra mengatakan, konsolidasi akan membantu memastikan investasi infrastruktur yang optimal dan penggunaan frekuensi yang dimiliki oleh kedua perusahaan.

    “Kekuatan True dan DTAC akan ditarik ke perusahaan baru dengan dukungan pemegang saham utama kedua perusahaan,” katanya pada rapat pemegang saham DTAC, seperti dikutip dari Bangkok Post.

    Mehrotra juga mengatakan bahwa perusahaan teknologi telekomunikasi baru tersebut berencana melayani harapan pelanggan yang lebih tinggi, menangani perubahan cepat dalam lanskap pasar global, dan mempercepat transisi Thailand menjadi pemimpin di dunia digital dengan memanfaatkan teknologi progresif.

    Seorang eksekutif True yang menolak disebutkan namanya, mengatakan bahwa merger akan menjadi keuntungan bagi kedua perusahaan dalam hal pendanaan investasi jangka panjang, yang dapat memastikan kelangsungan bisnis dan memperkuat posisi mereka dalam pasar Layanan Info Lanjutan atau Advanced Info Service (AIS).

    Selain itu, mengoperasikan layanan di era 5G juga membutuhkan sangat banyak modal untuk berinvestasi dalam perluasan jaringan, peralatan dan pemasaran.

    True Corporation adalah konglomerat komunikasi di Thailand. Perusahaan itu mengendalikan penyedia TV kabel terbesar di Thailand, TrueVisions, penyedia layanan internet terbesar di Thailand, True Internet, dan salah satu operator seluler terbesar di Thailand, TrueMove H.

    Sedangkan DTAC adalah perusahaan telepon seluler GSM di Thailand. DTAC dimiliki oleh perusahaan Norwegia Telenor, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan kedua perusahaan tersebut memiliki logo yang sama. []

  • Indosat Ooredoo Tahun Lalu Cetak Pendapatan Rp 31,3 Triliun

    peloporberita.com/ | Perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo Hutchison sepanjang tahun lalu mencetak pendapatan senilai Rp 31,3 triliun. Angka itu bertumbuh dua digit, yaitu sebesar 12,4% dibanding tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy).

    Demikian juga EBITDA perusahaan meningkat 21,4% secara yoy, menjadi Rp 13,8 triliun. Capaian itu antara lain didorong oleh pertumbuhan top-line yang berkelanjutan dan inisiatif pengoptimalan biaya yang berkelanjutan.

    Kemudian, pendapatan selulernya tercatat tumbuh 10% secara yoy menjadi Rp 25,3 triliun. Sepanjang tahun lalu, total jumlah pelanggan Indosat tercatat mencapai 62,9 juta, bertumbuh 4,4% dari tahun sebelumnya.

    Laporan keuangan ini pun menandai tahun buku terakhir perusahaan tersebut sebelum merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia, sehingga kini namanya menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

    Selama tiga tahun terakhir, kinerja Indosat Ooredoo Hutchison terbilang memuaskan. Dalam konferensi pers virtual pada Selasa (22/02/2022), President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, kinerja positif itu didukung oleh pelaksanaan strategi turnaround yang terfokus.

    Ke depannya, perusahaan tersebut berkomitmen memperluas jangkauan 4G di berbagai daerah di Indonesia, dan juga menambah 187 site baru untuk menyediakan konektivitas internet di daerah terpencil di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan untuk jaringan 5G, Indosat Ooredoo Hutchison telah merilisnya di Jakarta, Solo, Surabaya, Makassar dan Balikpapan.[]