Tag: Menteri Sosial

  • Presiden dan Mensos Bagikan Bansos di Pasar Baros

    Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, menyambangi masyarakat Serang di Pasar Baros, Kabupaten Serang untuk menyerahkan sejumlah bantuan sosial (Bansos) bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan para pedagang.

    Bantuan yang diberikan Presiden sebesar Rp1,2 juta merupakan Bantuan Modal Kerja (BMK) bagi para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kepala Negara berharap bantuan tersebut bisa digunakan dengan sebaik-baiknya sebagai tambahan modal usaha.

    “Ini 1,2 juta sebaiknya dipakai tambahan modal usaha, atau yang Rp300 ribu untuk beli sembako utamanya minyak goreng,” tutur Jokowi Jumat, (17/06/2022).

    Presiden juga berpesan, agar bantuan digunakan untuk keperluan yang mendesak antara lain untuk membeli kebutuhan pokok seperti minyak goreng.

    “Tidak boleh untuk membeli pulsa atau rokok. Silakan untuk membeli kebutuhan pokok. Sementara diterima dulu, nanti kalau pendapatan negara meningkat Insya Allah bantuannya ditambah,” sebutnya.

    Dalam kunjungan ini, Kepala Negara menyampaikan bahwa di antara bantuan yang diterima masyarakat merupakan program dari Kementerian Sosial.

    “Di sini juga hadir Ibu Mensos, Ibu Tri Rismaharini,” ucap Jokowi.

    Presiden dan Mensos Bagikan Bansos di Pasar Baros

    Selain bansos, dalam kesempatan yang sama Jokowi turut mengecek harga minyak goreng curah yang ada di Pasar Baros. Menurut Presiden, harga minyak goreng curah di pasar tersebut sudah relatif stabil di kisaran Rp14.000.

    “Tadi saya ke pasar ini untuk mengecek harga minyak goreng curah. Saya lihat harga sudah baik, sudah Rp14.000, dicek sendiri. Beberapa kios sudah Rp14.000. Ini yang akan saya cek di beberapa pasar di provinsi yang lain,” tegas Presiden.

    [irp]

    Adapun penerima BLT Minyak Goreng di Provinsi Banten menjangkau sebanyak 539.322 orang. Di Kabupaten Serang sebanyak 67.941 penerima manfaat. Sedangkan bantuan PKH Provinsi Banten untuk penyaluran Tahap ll sebanyak 288.162 KPM dengan nilai total Rp204,486 miliar.

    Selanjutnya di Kabupaten Serang tercatat sebanyak 46.198 KPM dengan nilai bantuan Rp33,786 miliar. Bantuan Atensi dari Kemensos diserahkan kepada 20 KPM dengan nilai Rp99.465.000. Selain itu, Melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno, Kemensos juga menyerahkan 2 unit motor roda 3 kepada penyandang disabilitas. []

    [irp]

  • Serahkan Bantuan Kewirausahaan, Wapres Berharap Kesejahteraan Lansia Produktif Meningkat

    Jakarta – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 masih diperingati di beberapa daerah, yang terbaru di Kabupaten Lumajang dan Kota Surabaya. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin hadir dalam acara di kedua kota tersebut didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Dalam acara tersebut, Wapres menyerahkan bantuan sembako dan kewirausahaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada penerima manfaat.

    Di Lumajang, Wapres menyerahkan bantuan sosial kepada 50 penerima manfaat yang terdiri dari lansia, KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan total Rp80.000.000. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

    Dari Lumajang, Wapres bertolak ke Kota Surabaya untuk menyerahkan bantuan sosial kepada 50 lansia senilai Rp82.893.600 yang terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

    “Hari ini saya menyerahkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan. Semoga dengan pemberdayaan ini bisa mempercepat kesejahteraan penerima manfaat,” tutur Ma’ruf Amin kepada wartawan di Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya (02/06/2022).

    Bantuan ATENSI yang menjadi salah satu komponen bantuan sosial diberikan kepada 10 lansia di Kabupaten Lumajang dan 10 lansia di Kota Surabaya. Bantuan kewirausahaan yang diberikan yaitu untuk usaha warung kelontong, warung nasi, warung kopi, dan jualan siomay keliling.

    Mensos juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial tidak hanya sekedar memberikan bantuan sosial. “Ada bantuan modal usaha untuk keluarga tidak mampu. Mereka diharapkan tidak hanya terima bansos, tapi juga bisa usaha dengan bantuan pemberdayaan,” ungkap Mensos Risma.

    Mensos Risma

    Selain itu, juga diberikan bantuan ATENSI untuk dua orang penyandang disabilitas. “Ada yang disabilitas netra. Dia memang sudah rutin melakukan pijat. Tapi kita coba berdayakan istrinya dengan memberikan usaha kelontong untuk istrinya,” sebut Risma.

    Dengan mengaktivasi “mesin kedua”, diharapkan penghidupan penerima manfaat tersebut semakin baik. Pemberian bantuan ini berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh UPT Kementerian Sosial yaitu Sentra Mahatmiya Bali dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta terhadap lansia penerima bantuan.

    “Saya berterima kasih, dapat bantuan dari Kemensos. Saya jualan karena masih bantu biayai cucu-cucu di rumah. Nanti kalau saya sudah tidak kuat, anak saya yang akan teruskan jualan,” ucap Koestini, lansia 70 tahun. []

    [irp]

  • Mensos Risma Sedih Ada Anak Membuang Orangtuanya

    Jakarta – Mendapat laporan, ada anak yang membuang orangtuanya di tengah jalan, Menteri Sosial Tri Rismaharini tak kuasa menahan kesedihannya. Pasalnya, orangtua tersebut, sudah tergolong lansia dan tidak ada lagi tempat bergantung.

    “Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Alasannya karena membebani. Lansia bukan beban negara,” tutur Mensos di Jakarta (31/05/2022).

    Tak hanya itu, dalam kunjungannya ke sejumlah daerah, Mensos Risma juga mendapatkan banyak informasi. Antara lain, laporan adanya lansia yang tinggal sendiri kemudian ditemukan sudah meninggal 4 hari kemudian.

    “Ini tidak ada yang tahu. Ini tidak bisa diteruskan. Maka harus ada solusinya,” ucap Mensos.

    Untuk lansia tunggal (lansia yang tinggal sendiri), permasalahan seperti ini memang kerap kali terjadi. Maka solusinya menurut Mensos, adalah adanya kepedulian dan kebersamaan masyarakat sekitar.

    “Itulah perlunya kita mendirikan layanan terpadu untuk lansia. Jadi kalau ada pemeriksaan dalam layanan terpadu tadi, dan ada lansia yang tidak hadir, bisa diketahui sejak awal apa sebabnya,” tegasnya.

    Lansia
    Ilustrasi Lansia. (Foto:Pelopor.id/Humas Kemensos)

    Oleh sebab itu, Mensos mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat, bahwa semua orang yang saat ini gagah perkasa akan menjadi lansia, kalau ada umur panjang. Ia pun meminta agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka mendapatkan hak-haknya.

    Risma juga menegaskan, bahwa yang paling berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya. Sementara pemerintah menganut kebijakan yang berorientasi meningkatkan kualitas hidup lansia.

    “Kemensos memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Karena mereka adalah tanggung jawab negara,” tandasnya. []

    [irp]

  • Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Sebab, mereka adalah tanggung jawab negara.

    Hal ini disampaikan Mensos dalam sambutannya di acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 dipusatkan di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC).

    Ia menjelaskan, bahwa Kemensos berpandangan bahwa lansia bukan merupakan beban negara. Selain itu, Mensos juga menilai bahwa usia tua tidak berarti seseorang kehilangan produktifitas.

    “Lansia bisa tetap produktif. Tapi bukan bermaksud lansia disuruh bekerja. Tapi mereka bisa beraktivitas yang bermanfaat baik secara kesehatan dan bisa juga ekonomi. Kalau mereka gembira kan bisa menambah imun,” tuturnya Minggu, (29/05/2022).

    Untuk itu Mensos berpesan agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka tetap sehat dan produktif.

    Mensos menegaskan, yang paling berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya.

    “Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Ini sangat menyedihkan,” kata Mensos.

    Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif

    Untuk data rekapitulasi bantuan HLUN 2022 di Tasikmalaya, Kemensos menyalurkan Bansos PKH sebanyak 33.471 KPM, Bansos Keserasian Sosial di dua kecamatan, bantuan kearifan lokal di 15 kecamatan dan bansos lumbung sosial di 4 lokasi.

    Kemudian bantuan RTLH lansia 355 rumah, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000 pak, alat bantu dengar 2.963 set, kacamata 659 set, kruk 143 set, kursi roda standar 806 unit, dan kursi roda adaptif 36 unit.

    [irp]

    Selanjutnya, walker 50 unit, tripot 63 set, bantuan sembako lansia 13.309 KPM, bantuan sandang 14.246 paket, bantuan nutrisi 18.791 paket, bantuan obat-obatan 4.527 paket, bantuan kewirausahaan 445 orang, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000 pak. Dengan jumlah total bantuan sosial sebesar 26.958.320.000.

    Tasikmalaya sendiri, dipilih didasarkan data bahwa banyak terdapat lansia tunggal (lansia yang hidup sendirian) sehingga pemerintah melalui Kementerian Sosial ingin memberi perhatian lebih. Kurang lebih ada 28.000 lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya.

    Peringatan HLUN 2022 mengambil tema Lansia Sehat, Indonesia Kuat. Tema tersebut dipilih dengan didasarkan pada kenyataan, bahwa populasi lansia di Indonesia cukup besar. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, terdapat 29,3 juta penduduk lansia di Indonesia (10,82% total populasi).[]

    [irp]

  • Mensos Minta Praktik Pekerjaan Sosial Menjadi Lebih Hijau

    peloporberita.com/ | Hari Pekerjaan Sosial Sedunia diperingati setiap hari Selasa ketiga bulan Maret setiap tahunnya. Momen ini merayakan dan mempromosikan kontribusi profesi pekerja sosial kepada individu, keluarga, komunitas dan masyarakat luas.

    “Yang terpenting, Hari Pekerjaan Sosial Sedunia ini adalah perayaan yang bertujuan untuk menyoroti pencapaian pekerjaan sosial dan meningkatkan visibilitas layanan sosial untuk masa depan masyarakat, dan untuk membela hak asasi manusia dan keadilan sosial,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keynote speech pada seminar “Positioning Social Work In An Eco-Social World: Building New Partnerships and Alliances” Selasa (15/03/2022)

    Menurut Risma, “Eco-Social World” dalam konteks ini berbicara tentang dua hal, yaitu keadilan ekologis dan dan keadilan sosial. Dengan demikian, pekerja sosial harus memasukkan keadilan lingkungan ke dalam praktik arus utama, dan harus proaktif menangani sosial dan lingkungan sekaligus.

    Seperti diketahui, pekerja sosial adalah profesi yang didedikasikan untuk mendukung kelompok paling rentan, seperti anak-anak, orang tua, penyandang disabilitas, masyarakat adat, kelompok minoritas, dan kelompok berpendapatan rendah atau miskin. Mereka paling rentan terdampak bencana lingkungan, alam atau buatan manusia.

    “Orang miskin juga lebih rentan terhadap masalah kesehatan akibat penurunan kualitas udara perkotaan dan penyakit menular, termasuk malaria, demam berdarah, kolera, dan infeksi yang dibawa hewan pengerat setelah banjir atau kekeringan,” ujar Risma.

    Dalam hal ini, pekerja sosial dapat memainkan peran kunci memperjuangkan keadilan lingkungan, membantu mencegah dan mengatasi konsekuensi perubahan iklim melalui pendidikan, advokasi, pengorganisasian masyarakat dan penelitian.

    “Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, keadilan lingkungan terkait erat dengan keadilan sosial untuk semua dan integral dengan pekerjaan sosial. Melindungi bumi dan menjaga keadilan lingkungan merupakan hal yang penting karena bencana perubahan iklim akan mempengaruhi semua orang,” ucap Risma.

    Oleh karena itu, praktik pekerjaan sosial harus menjadi lebih hijau (greener social work). Green social work adalah sebuah pandangan baru terhadap pekerjaan sosial untuk mengatasi ketimpangan struktural dan perburukan lingkungan.[]

  • Tri Rismaharini Terbitkan SE untuk Perkuat Perlindungan Anak

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengamanan dan Perlindungan Anak di Berbagai Lingkungan.

    SE tersebut ditujukan kepada gubernur, bupati/wali kota dan para pemangku kepentingan, untuk mengingatkan adanya peningkatan kekerasan terhadap anak. Menurut Risma, diperlukan upaya yang terarah, terpadu, sistematis dan berkelanjutan dalam pencegahan, penanganan dan pendampingan terhadap anak.

    “SE ini dimaksudkan mengajak pemda untuk melakukan pencegahan, memberikan perlindungan dan memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman,” kata Risma di Jakarta, Senin (07/03/2022).

    Dalam SE ini, Risma meminta seluruh organisasi dan perangkat daerah sesuai dengan kewenangannya, memberikan pengamanan dan perlindungan dari lingkungan yang rentan untuk terjadinya tindak kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan diskriminasi.

    SE ini juga meminta pemda mengidentifikasi dan melaksanakan upaya perlindungan dan pengamanan kepada anak serta melakukan pencegahan, penanganan, dan pendampingan terhadap anak.

    Pencegahan meliputi pengasuhan; upaya pencegahan berfokus pada anak, orangtua dan komunitas; kampanye sosial; dan penegakan hukum. Penanganan dilakukan dengan pelaporan, asesmen dan penanganan komprehensif; penegakan hukum; pelibatan berbagai disiplin ilmu; dan pelibatan stakeholders.

    Data Kemensos menunjukkan, pelaku kekerasan termasuk kekerasan seksual, banyak berasal dari lingkungan terdekat yaitu ayah kandung, ayah tiri, kakek, paman, tetangga, pacar, guru, pengasuh, teman dari media sosial dan orang asing.

    Berdasarkan data Kemensos per 6 Januari 2022, jumlah anak hamil akibat kekerasan seksual yang telah ditangani oleh Kemensos ada sebanyak 780 anak, dengan rincian 568 orang sudah melahirkan dan 212 belum melahirkan.

    Kemudian data Kemensos 31 Januari 2022, ada 1.253 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah ini, korban tertinggi pada kategori anak korban kejahatan seksual sebanyak 338 kasus, anak korban kekerasan fisik dan /atau psikis sebanyak 80 kasus.[]

  • Kemensos Salurkan Bantuan Tahap II Bagi Korban Erupsi Semeru

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan santunan ahli waris korban bencana meninggal akibat guguran awan panas Gunung Semeru di Lapangan Tirtosari, Desa Penanggal, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ini adalah penyerahan tahap kedua, dengan nilai total Rp 360 juta atau Rp 15 juta per orang.

    "Penerima santunan tadi ada 24 orang. Yang kemarin (sebelumnya) itu 17 orang, ya," ujar Risma dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/.

    Risma mengatakan, tidaklah mudah menyelesaikan pemberian santunan ini, lantaran banyak dari keluarga yang sudah tidak di lokasi, baik itu mengungsi maupun di luar kota. Namun, Risma memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi agar seluruh warga yang berhak mendapat santunan, dapat terakomodasi.

    Dalam kesempatan yang sama, Risma juga menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji sebanyak 400 paket dan makanan anak sebanyak 360 paket. Bantuan tersebut dikirim ke Posko Pengungsian yang kemudian diserahkan melalui Koordinator Posko Penanggal.

    Selain menyalurkan bantuan, Risma juga meninjau fasilitas yang ada di pengungsian, mulai dari tempat tidur para pengungsi, dapur umum, hingga stan kewirausahaan Dapur Kreasi yang didirikan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan para warga di lokasi pengungsian.

    Risma juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas Dapur Kreasi, agar terjadi percepatan pemulihan ekonomi dari para korban.

    "Nanti kita improve terus supaya mereka bisa untuk percepatan pemulihan. Karena kan mereka mulai dari nol, percepatan pemulihan ekonomi keluarga, maka kita latih itu," pungkasnya. []

  • Cuaca Ekstrem, Mensos Risma Minta Semua Pihak Lebih Waspada

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta semua pihak lebih waspada, mengingat intensitas cuaca ekstrem terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

    Risma juga menekankan agar para pemangku kepentingan memastikan keselamatan kelompok rentan dalam penanganan bencana. Salah satunya dengan memberikan tanda di setiap rumah kelompok rentan, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, atau balita dan ibu hamil.

    “Nanti bila bencana datang, Tagana dan instansi penanganan bencana lainnya bisa memberikan prioritas penanganan terhadap mereka,” kata Risma dalam kunjungannya ke lokasi banjir di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Sukabumi, Jumat (18/02/2022).

    Risma dan rombongan bergerak ke Sukabumi, setelah mengecek lokasi bencana di kawasan Vila Nusa Indah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, seperti tertulis dalam keterangan resminya yang diterima peloporberita.com/.

    Tiba di lokasi banjir dan longsor di Kelurahan Jayaraksa malam hari, Risma dengan didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Kapolresta dan Dandim Kota Sukabumi langsung mengecek saluran air yang jebol akibat luapan air.

    Di hadapan Wali Kota dan jajaran, Risma menekankan pentingnya kesiagaan dan koordinasi yang baik dari unsur penanganan bencana di daerah.

    Risma juga meminta warga yang tinggal di kawasan rawan bencana, seperti di perbukitan, lereng tebing dan kawasan dengan kemiringan tertentu, bisa meningkatkan kewaspadaan di saat intensitas hujan meningkat. Misalnya dengan menyiapkan shelter sementara.

    “Saya minta ada edukasi terhadap masyarakat di wilayah rawan bencana. Kalau intensitas hujan meningkat seperti saat ini, mereka bisa menempati tenda atau shelter sementara yang memang sudah disiapkan,” kata Risma.

    Selama warga menempati shelter sementara, tentunya akan ada dukungan berupa bantuan logistik dan kebutuhan hidup lainnya. Cara seperti ini diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat materi, terutama korban jiwa.

    Dalam kesempatan tersebut, Risma juga menyerahkan secara simbolik bantuan dari Kementerian Sosial untuk korban banjir Kota Sukabumi sebesar Rp 460.666.600. Jenis bantuan berupa bantuan logistik dan santunan ahli waris seorang korban meninggal dunia.[]

  • Menteri Sosial Tri Rismaharini Kunjungi Lokasi Banjir di Bogor dan Sukabumi

    peloporberita.com/ | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi lokasi bencana banjir di Bogor dan Sukabumi.

    Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Perumahan Villa Nusa Indah, Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kawasan ini dilanda banjir pada Rabu (16/02/2022) malam pukul 22.15 WIB dan baru surut pada Kamis (17/02/2022) dini hari.

    Banjir yang menerjang Perumahan Villa Nusa Indah 1 dan 2 ini juga berdampak pada wilayah tetangga, yaitu Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi.

    Kemudian, Risma dan rombongan bergerak ke lokasi berikutnya di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Tingginya curah hujan mengakibatkan banjir dan longsor yang menerjang sejumlah kawasan dan Kecamatan Baros adalah yang paling terdampak. Selain kerusakan fisik, kejadian ini dilaporkan menyebabkan satu lansia meninggal dunia.

    Untuk korban bencana di Bogor, Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan logistik berupa makanan anak 600 paket, makanan siap saji 1.000 paket, pakaian bayi 300 paket, pakaian dewasa 400 paket, tenda gulung 200 lembar, tenda serbaguna keluarga 2 unit, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 2.000 paket, velbed 10 unit, matras 200 lembar, air minum kemasan 50 dus, kids ware 100 paket, selimut 200 lembar, perahu karet 3 unit, perlengkapan perahu 3 set, dan pelampung 10 unit.

    Sedangkan untuk korban banjir di Kota Bekasi, bantuan Kemensos berupa makanan anak 300 paket, makanan siap saji 100 paket, pakaian bayi 100 paket, dan pakaian dewasa 100 paket. Bantuan selanjutnya adalah tenda gulung 100 lembar, selimut 100 lembar, kasur 100 unit, lauk pauk siap saji 1.000 paket, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 20 dus, dan kids ware 50 paket.

    Kemudian korban bencana di Kota Sukabumi diberikan bantuan berupa makanan siap saji 900 paket, makanan anak 420 paket, lauk pauk siap saji 1.000 paket, kids ware 200 paket, pakaian dewasa 200 paket, dan tenda gulung 100 lembar. Bantuan lainnya adalah selimut 200 lembar, kasur 100 unit, velbed 10 unit, matras 100 paket, air minum kemasan 30 dus dan popok bayi 100 paket.[]

  • DPR Dukung Mensos Laksanakan Restrukturisasi Organisasi

    peloporberita.com/ – Menteri Sosial Tri Rismaharini mendapat dukungan dari Komisi VIII DPR-RI mengenai reformasi birokrasi dan restrukturisasi organisasi di Kementerian yang dipimpinnya. Hal ini disampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Kementerian Sosial dengan Komisi VIII DPR-RI. FGD dengan topik “Arah Kebijakan Program dan Anggaran Kementerian Sosial Sesuai dengan Perpres No. 110 Tahun 2021”.

    Rapat tersebut, dipimpin oleh Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, dihadiri oleh jajaran wakil ketua dan anggota yang hadir secara daring dan luring. Hadir dari Kementerian Sosial, para pejabat Eselon I, II dan para Staf Khusus Menteri.

    Secara umum, topik yang banyak mendapat sorotan wakil rakyat adalah kebijakan terkait kualitas sumber daya manusia (SDM), penanganan lansia, peran pendamping, dan kebijakan umum dalam penanganan kemiskinan.

    Sementara soal kebijakan restrukturisasi organisasi, Yandri Susanto dan anggota Fraksi PKS Buchori Yusuf menekankan pentingnya kebijakan tersebut dibarengi dengan memastikan kompetensi SDM. Dengan demikian, SDM yang mendapatkan kewenangan benar-benar bisa dipastikan adalah sosok berkinerja.

    “Oleh karena itu, penting untuk menerapkan evaluasi terhadap SDM. Tidak hanya para pembuat keputusan di pusat, namun juga pelaksana di lapangan seperti SDM kesejahteraan sosial yakni para pendamping di berbagai daerah. Dengan demikian kinerja organisasi dapat lebih ditingkatkan,” tutur Yandri  Selasa, (8/02/2022).

    Forum Group Discussion (FGD) Kementerian Sosial dengan Komisi VIII DPR-RI. FGD dengan topik “Arah Kebijakan Program dan Anggaran Kementerian Sosial Sesuai dengan Perpres No. 110 Tahun 2021”.
    Forum Group Discussion (FGD) Kementerian Sosial dengan Komisi VIII DPR-RI. FGD dengan topik “Arah Kebijakan Program dan Anggaran Kementerian Sosial Sesuai dengan Perpres No. 110 Tahun 2021” pada Selasa, (8/2/2022). (Foto:Pelopor.id/Kemensos)

    Anggota dewan sepakat dengan arah kebijakan Mensos yang hendak mengoptimalkan dan meningkatkan peran pendamping sosial serta rencana meningkatkan apresiasi dan penghargaan kepada pendamping.

    “Namun sejalan dengan itu, tetap harus ada evaluasi,” tegas Buchori.

    Hal senada disuarakan oleh anggota Fraksi Gerindra M. Husni, anggota Fraksi Nasdem Hj. Lisda Hendrajoni, dan anggota Fraksi PKS Iskan Qolba Lubis. Sedangkan anggota dewan lainnya mendukung langkah Mensos dalam penanganan lansia yang hidup sendiri dan juga upaya serius menyiapkan program kewirausahaan sosial bagi penerima manfaat di bawah usia 40 tahun.

    Mensos menjelaskan, kebijakan umum terkait arah kebijakan dan anggaran, sesuai Perpres No. 110 Tahun 2021. Susunan organisasi yang baru ini, dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dalam menyasar target program pemerintah. Penataan organisasi juga bertujuan meningkatkan responsifitas, efisiensi dan efektifitas organisasi sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan publik.

    “Sejalan dengan tantangan yang semakin kompleks dalam tugas-tugas penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penataan kelembagaan dilakukan berdasarkan kajian akademik yang telah dilakukan sebelumnya. Sejalan dengan kompleksitas tantangan, dipandang perlu melakukan transformasi organisasi yang mampu merespon dan menjawab kebutuhan publik,” ucapnya.

    Transformasi fungsi organisasi Kemensos yang tertuang dalam Perpres 110, mencerminkan fungsi organisasi yang berorientasi pada tujuan ( goal oriented ), lincah ( agile ), koordinatif, efesien dan efektif. Sedangkan Perpres No. 110 tahun 2021 tentang Kementerian Sosial memuat sejumlah perubahan pada organisasi dan tata kerja organisasi.

    Salah satu perubahan di dalam regulasi tersebut adalah penetapan delapan unit kerja setingkat Eselon 1 yakni, Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial, Inspektorat Jenderal, dan tiga Staf Ahli Menteri.

    Selain itu, DPR RI melalui Komisi VIII telah menyetujui usulan anggaran Kementerian Sosial untuk Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp78.256.327.121.000. Dari anggaran tersebut, sebesar Rp74,165 triliun dialokasikan untuk belanja bantuan sosial, untuk belanja barang sebesar Rp3.485.685.279.000, belanja modal Rp87.020.071.000, dan belanja pegawai Rp517.628.471.000. []