Tag: Menteri Pertanian

  • Penyebaran Wabah PMK Tembus 30 Kilometer, Presiden: Segera Berikan Vaksin

    Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah akan bertindak cepat untuk mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sejumlah hewan ternak di Tanah Air. Salah satunya, dengan mendatangkan 800 ribu vaksin untuk segera disuntikkan kepada hewan ternak di seluruh Indonesia.

    “Suntikkan cepat-cepat, cepat, sehingga bisa melindungi sapi-sapi yang lain,” tutur Kepala Negara dalam keterangannya Jumat, (17/06/2022).

    Jokowi juga mengungkapkan, bahwa wabah PMK dikonfirmasi dapat menyebar dengan cepat. Terkait hal ini, pemerintah telah melakukan upaya lockdown di beberapa daerah di Tanah Air tetapi menurutnya belum memberikan hasil yang maksimal.

    “Padahal sudah diblok oleh Kementan dan Kepolisian tapi nyatanya bergerak cepat dan sekarang sudah 18 provinsi, 190 kabupaten dan kota,” ungkap Jokowi.

    Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengakui bahwa penyebaran wabah PMK sangatlah cepat, bahkan bisa menembus jarak radius 30 kilometer. Oleh sebab itu, semua petugas yang ada di lapangan harus betul-betul bisa mengendalikan keberadaan manusia dan juga keluar masuknya hewan ternak.

    “Wabah ini percepatannya luar biasa, oleh karena itu upaya extraordinary lebih kuat, menjadi bagian-bagian dari jawaban yang ada. Semoga ini bisa membuat kita semua yakin, bahwa wabah PMK secara maksimal bisa kita selesaikan dengan baik,” ucap Mentan.

    [irp]

    Menurutnya, pemerintah juga terus melakukan percepatan untuk produksi vaksin dalam negeri yang saat ini masih dalam proses pembuatan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. Rencananya, vaksin tersebut dijadwalkan akan rampung di awal Agustus mendatang.

    “Yang pasti yang ada ini akan kita maksimalkan, yang kita pesan 3 juta sebagai vaksin darurat. Pada proses selanjutnya akan kita menggunakan kebijakan pemerintah yang ada dan bisa kita pesan lebih banyak, agar PMK bisa kita katakan semua bisa divaksin sama dengan covid kurang lebih, sehingga kita yakin PMK sudah dalam kendali,” tandasnya. []

    [irp]

  • Mentan: Ketersediaan Hewan Kurban 2022 Aman

    Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, ketersediaan hewan kurban tahun 2022 dalam kondisi aman, meski di tengah merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa wilayah di Indonesia.

    Hal ini ia sampaikan saat menyaksikan langsung bongkar muat sapi lokal yang dikirim dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat wilayah Jabodetabek dan sekitarnya pada hari Jumat, (10/06/2022) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

    “Sapi-sapi yang didatangkan adalah sapi yang berasal dari wilayah hijau atau bebas PMK. Kabupaten Kupang, NTT, merupakan wilayah zona hijau,” tutur Mentan SYL.

    Mentan menjelaskan, Sapi-sapi tersebut diangkut menggunakan kapal ternak Camara Nusantara. Hingga tanggal 10 Juni 2022, dari 6 trayek beroperasi, tercatat total muatan sebanyak 19.541 ekor sapi telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Menurutnya, menjelang Idul Adha 1443 H, jumlah muatan hewan ternak sapi pada KM Camara Nusantara, kapal ternak yang dioperasikan oleh Pelni juga akan terus meningkat.

    “Hari ini 𝐊𝐌. 𝐂𝐚𝐦𝐚𝐫𝐚 𝐍𝐮𝐬𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝟏 tiba dan mengangkut sebanyak 550 ekor dan selanjutnya besok hari Sabtu KM. Camara Nusantaŕa 2 akan memuat sebanyak 533 ekor sapi,” ungkapnya.

    Mentan SYL juga menegaskan bahwa protokol kesehatan hewan menurut Mentan SYL tetap dilakukan, meskipun virus PMK tidak berbahaya bagi manusia, tapi bisa ditularkan melalui manusia, sehingga ia berpesan tetap mentaati protokol kesehatan, termasuk penyemprotan desinfektan.

    Adapun berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT, data pengiriman ternak yang menggunakan Kapal Camara Nusantara tercatat sebagai berikut:
    1. Camara Nusantara 1 Tujuan Tanjung Priok rencana keberangkatan tanggal 18 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor;
    2. Camara Nusantara 2 Tujuan Tanjung Priok rencana keberangkatan tanggal 25 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor;
    3. Camara Nusantara 4 Tujuan Samarinda rencana keberangkatan tanggal 11 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor;
    4. Camara Nusantara 6 Tujuan Banjarmasin rencana keberangkatan tanggal 25 Juni 2022 dengan jumlah muatan 550 ekor.

    [irp]

    Berdasarkan rekapan Permohonan dari Pelaku Usaha yang hendak mengantar-pulaukan ternak sampai dengan tanggal 09 Juni 2022, dilaporkan sebagai berikut:
    1. Tujuan Tanjung Priok : 1.180 Ekor direncanakan awal Bulan juli tahun 2022;
    2. Tujuan Banjarmasin sebanyak 290 Ekor direncanakan awal Bulan Juli Tahun 2022;
    3. Tujuan Samarinda sebanyak 1.750 Ekor direncanakan awal Bulan Juli Tahun 2022.

    Selain dari NTT, sapi juga didatangkan melalui tol laut dari Bima NTB sebanyak 6.569 ekor dan melalui jalur bima – boyolali dan toll darat ke DKI sebanyak 3.895 ekor.

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah dalam kesempatan yang sama menyampaikan, berdasarkan laporan dari Dinas yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi dan Data iSIKHNAS update per tanggal 10 Juni 2022 bahwa potensi ketersediaan hewan kurban mencapai 2.205.660 ekor (ketersediaan cukup) terdiri atas sapi, kerbau, kambing, dan domba di seluruh Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha 2022.

    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak

    Nasrullah mengatakan, proyeksi kebutuhan pemotongan hewan kurban diperkirakan mencapai 1.814.402 ekor, terdiri dari 696.574 ekor sapi, 19.652 ekor kerbau, 733.784 ekor kambing, dan 364.393 ekor domba. “Proyeksi ini mempertimbangkan kenaikan jumlah pemotongan hewan kurban sebesar 5-10% dari jumlah pemotongan tahun lalu 2021,” ungkap Nasrullah.

    Ditjen PKH telah melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan seluruh provinsi di Indonesia untuk memastikan ketersediaan dan pemenuhan stok hewan kurban.

    [irp]

    Nasrullah menerangkan, bahwa upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk kesiapan menghadapi Idul Adha Tahun 2022 sekaligus dalam upaya pengendalian penyakit PMK antara lain:

    1. Hewan berasal dari wilayah hijau (bebas PMK) dan bukan berasal dari daerah kab./kota yang masuk dalam zona merah (terkonfirmasi PMK hasil Laboratorium).
    2. Rekayasa jalur laut dan pintu masuk hewan kurban ke Pulau Jawa dan rekayasa jalur darat di pulau Jawa.
    3. Pendataan dan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban dan menyediakan Posko pemeriksaan kesehatan hewan di sentra-sentra penjualan hewan kurban akan dilakukan oleh seluruh dinas kabupaten/kota.
    4. Petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan kurban saat wabah PMK telah disiapkan untuk dipedomani di seluruh daerah.
    5. Keluarnya fatwa dan petunjuk dari MUI terkait kriteria hewan kurban saat wabah PMK
    6. Anjuran melalui MUI kepada masyarakat untuk melaksanakan kurban di wilayah sentra ternak untuk meminimalisir pergerakan ternak.

    “Intinya kami saat ini berupaya semaksimal mungkin untuk selalu berkoordinasi dengan semua pihak agar pelaksanaan kurban nanti aman untuk masyarakat kita,” tandasnya. []

    [irp]

  • Menko Airlangga Beberkan Langkah Pemerintah Tangani Penyakit Mulut dan Kuku

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, bahwa Pemerintah bergerak cepat menanggulangi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah menyerang hewan ternak di Indonesia saat ini. Percepatan penanganan ini dilakukan juga untuk menjamin ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat dalam menghadapi Idul Adha 1443 Hijriah yang jatuh pada awal Juli nanti.

    “Kami akan terus monitor mingguan, dan secara teknis juga akan kami ikuti. Ini sesuai dengan permintaan Bapak Presiden, penanganannya kita buat sampai mikro. Kita tangani seperti penanganan pandemi Covid-19, karena ini sangat mempengaruhi perekonomian rakyat,” tuturnya saat memimpin langsung Rapat Koordinasi Terbatas terkait Penanganan dan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku yang digelar secara daring, Rabu (08/06/2022).

    Menko Airlangga menjelaskan, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya penanganan PMK, mulai dari pembentukan Gugus Tugas Penanganan Virus PMK, yang rencananya sampai dengan di tingkat Kecamatan/Desa, Crisis Center yang berkolaborasi dengan TNI dan Polri beserta instansi terkait lainnya.

    Selain itu, juga dilakukan pembatasan lalu lintas ternak, distribusi bantuan obat, vitamin, disinfektan ke daerah. Juga dilakukan penyiapan vaksin darurat (impor 3 Juta Dosis), pembuatan vaksin dalam negeri oleh Pusat Veteriner Farma Kementan, pelatihan penanganan PMK kepada petugas kesehatan hewan sebanyak 17.050 Orang, sosialisasi dan komunikasi publik, serta kerjasama dengan TNI, Polri, Pemda dan pihak terkait.

    Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular antar ternak dan terutama menyerang ternak/hewan berkuku belah. Proses penularannya dapat melalui kontak langsung dan angin, tetapi penyakit ini tidak menular ke manusia (bukan zoonosis).

    Meski demikian, wabah PMK ini sangat merugikan Peternak dan berdampak luas pada Perekonomian Nasional. Pada 5 Mei 2022, telah dilaporkan kasus positif Penyakit Mulut dan Kuku pertama kali di Provinsi Jawa Timur (pada 4 Kabupaten: Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto) dan pada tanggal 7 Mei 2022 di Provinsi Aceh (Kabupaten Aceh Tamiang). Hingga tanggal 6 Juni 2022, kasus PMK di Indonesia telah terjadi pada 18 Provinsi, atau di 163 Kabupaten/ Kota.

    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi
    Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. (Foto:Kementan)

    Menko Airlangga, dalam Rakortas tersebut mengarahkan agar alat tes kesehatan untuk sapi perlu diadakan, sehingga data yang didapat benar-benar merupakan hasil tes, dan bukan hanya berbasis penglihatan mata. Ia juga meminta agar vaksinasi diperbanyak, mengingat populasi hewan yang banyak dan agar tidak sampai menular ke hewan lain.

    Terkait izin edar obat, pendistribusian obat, dan surat keterangan kesehatan hewan, Menko Airlangga meminta kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian/Lembaga terkait, agar prosesnya disegerakan dan dipermudah.

    [irp]

    “Penanganan secara mikro sangat penting, sertifikat kesehatan hewan dan pengawasan juga penting. Untuk itu, perlu kita buat InMendagri untuk 18 Provinsi dan 163 Kabupaten/ Kota. Dengan demikian kita kejar terus, dan kita percepat penanganannya,” tandas Menko Airlangga.

    Ia juga menyampaikan Wabah PMK telah berdampak langsung kepada perekonomian rakyat, terutama bagi para Peternak. Sehingga Menko Airlangga meminta kepada Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk mengidentifikasi para Peternak yang terkena dampak penyakit ini.

    “Kita akan mintakan restrukturisasi awal, terutama di daerah-daerah yang termasuk dalam 163 Kabupaten/ Kota,” pungkasnya. []

    [irp]

  • Mentan SYL Dukung Pupuk Indonesia Amankan Pasokan Bahan Baku Pupuk NPK

    Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengamankan pasokan bahan baku pupuk dalam negeri demi menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah dampak perang Rusia dengan Ukraina. Menurut Mentan, kebutuhan bahan baku NPK, yaitu phospate, sudah diamankan.

    Jaminan ini berkat kerjasama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan perusahaan asal Yordania, Jordan phospate Mines Co. Plc (JPMC) tentang stabilisasi pasokan phosphate atau bahan baku pupuk untuk Indonesia. Hal tersebut, terjadi saat Mentan melakukan kunjungan kerja ke Vienna Austria bertepatan dengan acara IFA Annual Conference. Konferensi yang diikuti oleh banyak industri pupuk dunia.

    “Dukungan stabilitas pasokan pupuk Indonesia ini juga nantinya berdampak baik pada program ketahanan pangan nasional,” ungkap Komandan SYL sapaan akrabnya.

    Mentan menjelaskan, bahan baku pupuk seperti phospat, maupun kalium (KCl), merupakan bahan baku yang memang tidak tersedia dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Sebab, kedua jenis bahan baku pupuk ini merupakan barang tambang yang terdapat di luar negeri.

    Adapun salah satu pemasok besar bahan baku tersebut adalah Rusia yang saat ini sedang perang dengan Ukraina dan menyatakan untuk moratorium ekspor. Oleh sebab itu, Mentan berharap kerjasama stabilisasi pasokan pupuk yang dilakukan antara Pupuk Indonesia dengan JPMC dapat mengamankan ketersediaan bahan baku pupuk dalam negeri dan memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

    Hasil pertemuan ini, melahirkan kerjasama antara Pupuk Indonesia dengan JPMC yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, dan Chairman JPMC, Mohammad Thneibat serta disaksikan oleh Menteri Pertanian SYL dan Dirjen Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian, Ali Jamil di Vienna, Austria, Selasa (31/05/2022).

    [irp]

    Kerjasama stabilisasi pasokan pupuk untuk Indonesia ini juga akan mendorong kesempatan dan kolaborasi dalam tiga bidang strategis sebagai berikut:

    1. Program jangka pendek untuk menjamin pasokan phosphate dari JPMC kepada Pupuk Indonesia untuk menstabilkan pasokan pupuk dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

    2. Program jangka menengah dengan mendorong JPMC untuk menyiapkan skema harga yang disepakati untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk untuk Pupuk Indonesia.

    3. Program jangka panjang untuk menjalin kerjasama lebih besar lagi, yaitu joint venture industri pupuk di Indonesia.

    Selain dengan JPMC, Menteri Pertanian dalam upaya menjaga pasokan bahan baku terutama unsur “K” (Potash), bertemu dengan CEO pemasok KCl dunia yaitu Eurochem perusahaan yang terdaftar di Swiss dan dilanjutkan PT Pupuk Indonesia dengan bertemu dengan pemasok KCl dunia lainnya seperti Canpotex, Arab Potash Company dan Uralkali untuk mendapatkan jaminan pasokan bahan baku KCl (Potash) ke PT Pupuk Indonesia sehingga ketersediaan pupuk NPK nasional dapat terjamin. []

    [irp]

  • Kementan Intervensi Lahan Jeneponto untuk Penuhi Stok Jagung Nasional

    peloporberita.com/ – Kementerian Pertanian (Kementan) bakal mengintervensi lahan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan salah satunya untuk memenuhi stok jagung nasional.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, intervensi diperlukan lantaran Jeneponto merupakan salah satu daerah penghasil produksi jagung terbesar.

    Daerah itu, juga merupakan daerah kering dengan tanah penuh bebatuan besar sehingga lahan cukup sulit diolah secara tradisional.

    “Penanganan lahan Jeneponto memerlukan proses dan waktu jika dilakukan secara manual sehingga sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kami hadir untuk mengintervensi sehingga lahan yang ada dapat berproduksi secara maksimal,” tutur Mentan saat meninjau Jeneponto, Minggu,(6/2/2022).

    Selain lahan, Mentan yang kerap disapa Komandan ini juga memperhatikan ketersediaan air yang menjadi kendala petani.

    “Oleh karena itu, kita kembali hidupkan pintu-pintu air dan tempat-tempat penyimpanan air saat memasuki musim kering. Selanjutnya, percepatan tanam harus dilakukan pada saat masih ada hujan seperti saat ini,” ungkapnya.

    Selain itu menurut Mentan, kedepan pertanian Jeneponto dapat dikembangkan dengan sistem pertanian terintegrasi yang mengelola potensi pertanian dari hulu ke hilir.

    Petani juga diharapkan tidak hanya menanam jagung saja, tetapi agar bisa memanfaatkan tanaman perkebunan pangan, hortikultura, hewan ternak dan perikanan, untuk meningkatkan perekonomian petani.

    “Untuk permodalan Bapak Presiden perintahkan untuk mempergunakan KUR Pertanian. Ini yang sedang kita rancang namun mengajarkan cara budidaya baru ke petani tidak semudah membalikkan tangan, ini menjadi tantangan yang perlu dihadapi,” tegas Mentan yang didampingi Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar saat peninjauan.

    Di wilayah tersebut, tepatnya di Kecamatan Binamu dan Arungkeke, Kementan melakukan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) jagung seluas 404,7 hektare yang akan ditanami varietas NK 212, BISI, RK, Pioneer dengan provitas mencapai 5 ton per hektare dengan harga jagung mencapai Rp4.500 per kg. Selain itu, Jeneponto juga mendapatkan alokasi bantuan jagung 3.000 hektare. []

  • Menteri Pertanian Sebut Toraja Aset Dunia

    peloporberita.com/ – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak masyarakat Toraja Utara untuk menjaga sektor pertanian sebagai aset masa depan yang bisa meningkatkan ekonomi. Apalagi, Toraja merupakan salah satu Kabupaten yang menyimpan banyak potensi dan menjadi daya tarik bagi turis lokal maupun Internasional.

    “Saya kira Toraja adalah salah satu aset nasional dan dunia yang harus terjaga dengan baik. Dan siapa yang mau menghargai budaya kita, alam kita, kalau bukan kita sendiri orang Sulawesi Selatan. Disini lahan pertaniannya sangat subur dan berpotensi menjadi lumbung pangan nasional,” tutur Mentan SYL, Sabtu, 5 Februari 2022.

    Pria yang kerap disapa Komandan ini juga menyebut Toraja sebagai Kabupaten eksotik yang dipenuhi dengan budaya lokal tradisional. Termasuk, budaya bertani yang selama ini menjadi aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

    Menteri Pertanian Sebut Toraja Aset Dunia
    Menteri Pertanian Sebut Toraja Aset Dunia. (Foto:Pelopor.id/Kementan)

    “Makan itu, sekali lagi saya bersama Bapak bupati dan seluruh Muspidanya yang ada meminta masyarakat agar menjaga sektor pertanian di Toraja Utara,” ungkapnya.

    “Toraja adalah salah satu aset nasional dan dunia yang harus terjaga dengan baik.”

    Sektor pertanian, lanjut Mentan, merupakan konsep dan peluang bersama yang bisa membuka banyak lapangan kerja. Juga konsep dan budaya nasional yang selama ini terbukti memberi kesejahteraan serta kemakmuran.

    Menteri Pertanian Sebut Toraja Aset Dunia
    Menteri Pertanian Sebut Toraja Aset Dunia. (Foto:Pelopor.id/Kementan)

    “Tentu saja selain melakukan konsepsi, pertanian itu sesuatu yang bermakna ekonomi, lapangan kerja, memfasilitasi kehadiran kesehatan yang lebih baik dengan nutrisi,” tandasnya. []

  • Kabar Gembira Buat Emak-emak, Pemerintah Pastikan Stok Telur Ayam Aman Terkendali

    peloporberita.com/ – Pemerintah, memastikan stok telur ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan dalam kondisi aman terkendali. Kepastian ini, disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat meninjau perusahaan peternakan ayam petelur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

    “Stok telur masih ada dan masih tetap tersedia dengan cukup baik,” tutur Mentan yang biasa disapa Komandan SYL ini pada Minggu, (9/1/2022).

    Mentan juga menjelaskan, kenaikan harga telur yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan adanya momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022. Meski demikian, kenaikan yang terjadi masih dalam kendali pemerintah, dimana harga yang ada masih dalam titik batas wajar.

    “Sepanjang kenaikan itu dalam batas batas kendali pemerintah tentu kita tidak akan mengintervensi. Intervensi baru dilakukan apabila kenaikan ya melampaui batas tertentu. Barulah kita lakukan operasi pasar dan pendekatan-pendekatan lain,” ungkap Mentan SYL.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat meninjau perusahaan peternakan ayam petelur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat meninjau perusahaan peternakan ayam petelur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Foto:Pelopor.id/Kementan)

    Menurut Syahrul Yasin Limpo, ketersediaan telur maupun sumber daging lainnya juga dalam kondisi yang cukup, tidak ada masalah apalagi terjadi kelangkaan. Semua tersedia dengan baik dan stok nasional dalam keadaan meningkat.

    “Saya bersama para integrator terus memacu penuh agar perternakan ayam, petelur dan pedaging kita terus mengalami peningkatan. Dan hari ini saya berada di tempat ini untuk memastikan bahwa peternakan ayam kita dapat memberikan efektifitas efisien yang lebih baik dengan cara cara yang modern,” tegasnya.

    Yang pasti, lanjut Mentan, semua kebutuhan bahan pokok, baik beras, minyak, gula, daging dan telur ayam harus mampu terpenuhi setiap hari. Karena itu, dia mengajak kepada semua pihak yang terlibat di sektor pertanian mampu menjaga momentum ini secara baik.

    “Perhatian serius kita sesuai perintah Bapak presiden adalah ketersediaan pangan kita menghadapi kondisi dan cuaca ekstrem yang ada dan tidak saja padi, jagung dll tetapi termasuk daging, ayam dan petelur yang ada harus dalam kondisi cukup. Tidak boleh kurang,” tandasnya. []

  • Syahrul Yasin Limpo Dorong Mahasiswa Bawa Komoditas Pertanian Indonesia Mendunia

    peloporberita.com/ | Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu membawa komoditas pertanian Indonesia menguasai pasar global. Apalagi, menurut Syahrul, Indonesia adalah negara subur yang bisa menghasilkan produksi pertanian berskala besar.

    Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) baru saja melepas ekspor akhir tahun di 34 Provinsi Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,4 triliun. Beberapa komoditas yang diekspor adalah buah manggis, pisang, kapulaga, kunyit, jagung dan tapioka.

    Sedangkan dari subsektor perkebunan ada sawit, kelapa bulat dan kopi. Kemudian dari subsektor peternakan meliputi babi potong, daging dan serangga hidup. Sementara dari sayuran, ekspornya meliputi kacang hijau dan sejumlah produk hortikultura lainya.

    Selain itu, Syahrul berharap agar Polbangtan Gowa terus melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) Tridharma Perguruan Tinggi, dalam melakukan pengawalan dan pendampingan program utama Kementan, seperti peningkatan ekapor, peningkatan kesejahteraan petani dan penumbuhan wirausaha baru di bidang pertanian.

    “Oleh karena itu kami mengharapkan agar Polbangtan Gowa bekerja keras dalam melahirkan petani milenial yang maju, mandiri dan modern,” ujar Syahrul.

    Di sisi lain, Syahrul juga mendorong mahasiswa Polbangtan bergerak cepat dalam membuat inovasi baru bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, mahasiswa harus bisa beradaptasi dan menghadapi segala tantangan yang makin berkembang pesat.

    Menanggapi hal itu, Direktur Polbangtan Gowa Syaifuddin menyampaikan terima kasih atas arahan Mentan Syahrul dalam menyemangati mahasiswa Polbangtan Gowa. Apalagi, kata Syaifuddin, Polbangtan Gowa saat ini terus melakukan perbaikan secara terstruktur, mulai dari pelayanan pendidikan sampai metode pembelajaran.

    “Kegiatan selanjutnya kami menyempurnakan program pendidikan berkelanjutan. Kami memperbaiki kualitas dosen. Mereka, kami sekolahkan untuk bisa memberikan ilmu yang baik kepada mahasiswa. Dan kami siap melaksanakan semua program dan rancangan yang disusun kementan,” tutupnya. []

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Bangun Ladang Jagung 1.200 Hektare di Gowa

  • Syahrul Yasin Limpo Bangun Ladang Jagung 1.200 Hektare di Gowa

    peloporberita.com/ – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan membangun kawasan budidaya jagung seluas 1.200 hektar di Kecamatan Botonompo, Kabupaten Gowa untuk mencukupi stok jagung nasional hingga ekspor.

    “Menindaklanjuti perintah Bapak Presiden Jokowi untuk menyiapkan upaya-upaya optimalisasi ketersediaan pangan di tahun 2022 nanti dan lebih khusus lagi ketersediaan jagung dalam negeri maupun kelebihannya untuk ekspor,” tutur Mentan Minggu (28/11/2021).

    “Jika kebutuhan nasional terpenuhi, nanti kita lakukan ekspor, sama halnya dilakukan di daerah lainnya.”

    “Oleh karena itu saya bersama Bupati Gowa merencanakan kawasan jagung 1.200 hektar. Ini dilakukan dalam regulasi maksimum untuk melakukan akselerasi jagung,” Sambungnya saat panen jagung dengan produktivitas 6 ton perhektare bersama Bupati Gowa di Desa Katangka pada hamparan seluas 250 hektar.

    Untuk pengembangan kawasan jagung seluas 1.200 tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyediakan sarana penanganan budidaya, pasca panen, dan produk olahan turunan jagung. Kabupaten Gowa sendiri, merupakan daerah penghasil jagung, dimana di semua kecamatan terdapat lahan jagung, namun khusus kawasan jagung 1.200 hektar ini diarahkan untuk menghasilkan jagung dengan kualitas tertentu.

    Baca juga : 

    “Jika kebutuhan nasional terpenuhi, nanti kita lakukan ekspor, sama halnya dilakukan di daerah lainnya. Oleh karena itu, ini upaya yang maksimal bersama Bupati Gowa untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

    Selain itu mentan juga menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan dana KUR sektor pertanian pada tahun ini sebesar Rp78 triliun. Adapun petani di Botonompo dan umumnya Kabupaten, diberikan bantuan KUR Rp10-50 juta tanpa agunan. []

  • Tiga Vaksin Hewan Diluncurkan Pada Acara Puncak Hari Rabies Sedunia

    peloporberita.com/ | Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri puncak hari rabies sedunia (world rabies day) yang digelar di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (08/10/2021). Dalam kesempatan ini, Syahrul mencanangkan Indonesia mampu bebas rabies pada 2030 mendatang.

    Menurut Syahrul, tiga vaksin yang dilepas hari ini merupakan hasil dari penelitian jajaran Kementerian Pertanian (Kementan). Ketiga vaksin itu adalah pertama, vaksin Neo Rabivet yang sudah terintegrasi, terverifikasi dan memenuhi persyaratan CPOHB. Kedua, vaksin Afluvet HiLow yang merupakan vaksin kombinasi antara H5N1 dan H9N2. Terakhir, serum Scovet ASF yang merupakan produk biologis berupa serum konvalescen African Swine Fever dari babi yang sembuh dari penyakit ASF.

    Syahrul mengaku sangat bangga dengan ketiga produk yang dikeluarkan Pusvetma Surabaya ini, mengingat ketiganya adalah hasil karya pegawai Kementan, dan terutama produk serum ASF yang berdasarkan pada penelitian mampu meningkatkan kekebalan virus demam babi afrika hingga 52%. Produk tersebut menjadi solusi saat ini, mengingat vaksin demam babi afrika belum ada di dunia.

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Tinjau Pengolahan Sarang Burung Walet di Kalimantan Barat

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Nasrullah menegaskan bahwa program pengendalian dan pemberantasan rabies merupakan komitmen kuat dari jajarannya untuk Indonesia yang lebih berkualitas. Sejauh ini, kata Nasrullah, Kementan telah mengalokasikan vaksin dan operasional pengendalian rabies, khususnya untuk wilayah tertular dengan risiko tinggi.

    “Untuk daerah tertular risiko tinggi, kita upayakan alokasi vaksin sebanyak 70 persen populasi hewan penular rabies. Sedangkan untuk daerah risiko rendah dan bebas, alokasi vaksin cukup untuk vaksinasi tertarget dan vaksinasi darurat,” katanya.

    Nasrullah berharap, pemerintah daerah turut mendukung pelaksanaan program dengan mengisi kekurangan ketersediaan vaksin dan sumber daya lain yang diperlukan. Ia juga menyebutkan bahwa di pusat, Ditjen PKH sudah merangkul mitra kerja internasional, seperti FAO, AIHSP dan USAID dalam pengendalian dan penanggulangan rabies.

    “Kerjasama dengan kementerian dan lembaga sebenarnya sudah berjalan baik, khususnya dengan Kemenkes, KLHK dan Kemenko PMK, namun ini perlu terus dipertahankan dan diperkuat, agar target Indonesia bebas rabies 2030 dapat tercapai,” kata Nasrullah.

    Baca juga: Syahrul Yasin Limpo Dorong Hutan Sagu Papua Barat Jadi Lahan Agrowisata

    Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi terhadap jajaran Kementan yang memberi perhatian khusus terhadap kondisi dan kesehatan hewan, melalui peluncuran vaksin yang kini telah bersertifikat.

    “Dan kita tahu bahwa flu burung atau penyakit flu babi telah mengakibatkan kematian yang tinggi khususnya di Indonesia. Dan sampai saat ini baru ada vaksin yang di buat oleh negara selama lebih dari 50 tahun. Alhamdulillah Kementan berhasil mendapatkan serum semacam antibody yang akan diberikan ke ternak-ternak babi yang sehat agar tidak terjangkit penyakit ASF,” tutupnya. []