Tag: Media Sosial

  • Pakar Disinformasi: TikTok Sedang Alami Perang yang Buruk

    Jakarta | Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, sejumlah video dan informasi dengan cepat berseliweran di media sosial, terutama TikTok.

    Namun, sejumlah pakar disinformasi menilai, perang Rusia-Ukraina dengan cepat memposisikan TikTok sebagai sumber informasi paling salah, berkat jumlah penggunanya yang sangat besar dan pemfilteran konten yang minimal.

    Jurnalis di tim disinformasi BBC Shayan Sardarizadeh mengatakan kepada AFP bahwa TikTok sedang mengalami perang yang sangat buruk. Dia pun menegaskan belum pernah melihat platform lain dengan begitu banyak konten palsu.

    Menurutnya yang paling mengganggu adalah streaming langsung yang palsu, di mana pengguna berpura-pura berada di tanah di Ukraina, padahal sebenarnya menggunakan rekaman dari konflik lain atau bahkan video game, kemudian meminta uang untuk mendukung pelaporan mereka.

    Selain itu, para pakar juga menyoroti hal khusus terhadap TikTok, terutama usia penggunanya. Di Amerika Serikat misalnya, sepertiga pengguna TikTok berusia 19 tahun atau lebih muda.

    Kemudian, Anastasiya Zhyrmont dari Access Now, yang merupakan sebuah kelompok advokasi, mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa perang datang sebagai kejutan.

    “Konflik ini telah meningkat sejak 2014 dan masalah propaganda Kremlin dan informasi yang salah telah diangkat dengan TikTok jauh sebelum invasi,” katanya.

    Zhyrmont menilai, masalahnya mungkin terletak pada kurangnya moderator konten berbahasa Ukraina, sehingga lebih sulit bagi TikTok untuk menemukan informasi palsu.

    Menanggapi hal itu, pihak TikTok mengatakan bahwa mereka memiliki penerjemah bahasa Rusia dan Ukraina, namun tidak menyebutkan jumlahnya. TikTok juga mengatakan telah menambahkan sumber daya yang secara khusus berfokus pada perang, tanpa menjelaskan lebih rinci. []

  • Truth Social Milik Donald Trump Tembus 140.000 Unduhan di App Store

    peloporberita.com/ – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja meluncurkan aplikasi media sosial miliknya bernama ‘Truth’ Senin (21/02/2022). Menurut Laporan Apptopia, jumlah unduhan aplikasi Truth Social di App Store sudah tembus 170.000 kali unduhan.

    Hal ini membuat nilai saham Digital World Acquisition Corp (DWAC), perusahaan Blank-Check di balik Truth Social melonjak 14% ke US& 96,36 dibanding Oktober 2021, saat perusahaan mengumumkan kesepakatan untuk mendaftarkan Trump & Technology Group (TMTG), usaha di balik Truth Social.

    Sebelum peluncuran, Truth menggunakan skema pre-order yang nantinya saat dirilis otomatis terunduh di smartphone. Namun beberapa pengguna Truth yang sudah mendapatkan aplikasi itu menyebut kesulitan dalam mendaftarkan akunnya dan masuk ke dalam daftar tunggu atau waiting list.

    Aplikasi Truth sendiri, menandakan akan kembali aktifnya Donald Trump di media sosial yang sebelumnya diblokir di Facebook, Twitter, hingga Google. Mantan Presiden AS itu, diblokir dari media sosial dan perusahaan teknologi setelah dituding mengajak pendukungnya terlibat kerusuhan di Gedung Capitol.[]

  • Truth Social, Medsos Milik Donald Trump Meluncur Hari ini

    peloporberita.com/ – Truth Social, platform media sosial baru milik Donald Trump meluncur di Apple Store mulai hari ini, Senin (21/2/2022). Peluncuran tersebut, menandai kembalinya mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu ke ranah media sosial setelah akunnya diblokir Twitter dan Facebook.

    Menurut Trump, Truth Social merupakan alternatif dari Facebook, Twitter, dan YouTube, yang melarangnya setelah serangan di US Capitol oleh para pendukungnya pada 6 Januari 2021. Kala itu, Trump dituduh menghasut pengikutnya untuk menggunakan kekuatan untuk mencoba membatalkan hasil pemilihan 2020.

    Sementara keterangan soal peluncuran itu, berasal dari akun terverifikasi Chief Product Officer Truth Social, Billy B. Ia menjawab pertanyaan dari pengguna yang diundang untuk menggunakan aplikasi tersebut selama tahap pengujian.

    Saat seorang pengguna bertanya, kapan aplikasi tersebut rilis. Billy menjawab bahwa aplikasi tersebut masih tahap pengujian dan segera dirilis ke publik.

    “Kami akan rilis di Apple App Store pada 21 Februari,” tutur Billy, dikutip dari Reuters, Minggu (20/2/2022).

    Disebutkan bahwa tampilan Truth Social, sangat mirip dengan media sosial Twitter. Hanya saja, setiap “tweet” dari media sosial ini disebut dengan “truth” atau kebenaran. Truth Social juga menggunakan istilah “re-truth” untuk menyebut “retweet” versinya.

    Kedepannya, Trump bakal menghadapi tantangan yang lebih besar, yakni bagaimana mempertahankan aplikasi ini agar tidak “ditendang” dari App Store milik Apple maupun Play Store milik Google. []

  • Cuitan di Twitter Bakal Lebih dari 280 Karakter

    peloporberita.com/ – Jejaring sosial Twitter, dikabarkan sedang mengembangkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya membuat tweet lebih panjang. Fitur baru itu, ditemukan oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong dan di namakan Twitter Articles.

    Belum banyak informasi yang diketahui soal fitur ini, tapi dari namanya sepertinya Twitter Articles memungkinkan pengguna mengunggah cuitan yang panjangnya lebih dari 280 karakter.

    Wong membagikan screenshot yang memperlihatkan Twitter Articles akan memiliki tab atau bagiannya sendiri, seperti tab Spaces atau Explore di aplikasi Twitter. Namun, belum diketahui apakah fitur ini akan memiliki batas karakter atau kata, seperti dilansir dari XDA Developers, Sabtu (5/2/2022).

    Sebelumnya, Twitter hanya memilihi 140 karakter dalam setiap cuitannya dan kemudian menjadi 280 pada tahun 2017. Tetapi, jumlah ini dianggap masih terlalu sedikit sehingga pengguna yang ingin mengunggah cuitan lebih panjang harus membuat thread atau utas.

    Nah, Fitur Twitter Articles ini, bakal mempermudah pengguna yang sering membuat utas panjang lantaran mereka nantinya bisa menyatukan semua cuitannya dalam satu halaman.

    Kendari Demikian, ada juga beberapa pengguna yang mengatakan fitur ini akan mengurangi engagement di Twitter sebab utas cuitan biasanya mendapatkan banyak reaksi dari pengguna yang sama.

    Twitter, diketahui mencoba beragam fitur baru beberapa waktu terakhir ini. Termasuk, merilis fitur percakapan audio mirip aplikasi Clubhouse yang sempat viral tahun lalu. Fitur bernama Spaces itu, diluncurkan 2021 setlah diuji coba sejak November 2020. Di dalam Spaces, pengguna bisa langsung terhubung untuk saling bercakap melalui audio dengan pengguna lainnya. []

  • Trump Dikabarkan Rilis Aplikasi Media Sosialnya pada Februari 2022

    peloporberita.com/ | Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald Trump berencana meluncurkan aplikasi media sosial Truth Social pada 21 Februari 2022, menurut daftar App Store milik Apple Inc.

    Berdasarkan foto demo, aplikasi ini terlihat mirip dengan Twitter yang menawarkan fitur untuk mengikuti orang lain dan topik yang sedang tren. Kemudian pesannya yang setara dengan cuitan atau tweet, akan dijuluki dengan sebutan kebenaran atau truth.

    Trump meluncurkan aplikasi media sosialnya sendiri setelah mendapat blokir dari Facebook dan Twitter sejak tahun lalu. Pasalnya, Trump dianggap mendorong para pendukungnya berpartisipasi dalam serangan 6 Januari di Capitol AS, dengan klaim tidak berdasar tentang penipuan yang meluas dalam pemilihan presiden 2020.

    Peluncuran ini diprediksi menjadi yang pertama dari tiga tahap pengembangan TMTG. Menurut situs resmi perusahaan, yang kedua adalah layanan video-on-demand berlangganan yang disebut TMTG+ dengan hiburan, podcast dan berita.

    TRUTH Social yang merupakan alternatif Trump Media & Technology Group (TMTG) dan Apple tidak berkomentar mengenai peluncuran ini. Namun sumber yang mengetahui masalah tersebut mengkonfirmasi bahwa 21 Februari adalah tanggal peluncuran aplikasi media social yang direncanakan. []

    Baca juga: Perusahaan Media Sosial Trump Dapat Investasi USD 1 Miliar

  • Perusahaan Media Sosial Trump Dapat Investasi USD 1 Miliar

    peloporberita.com/ | Perusahaan media sosial milik Donald Trump meraih kesepakatan senilai USD 1 miliar dari sekelompok investor.

    Sebelumnya pada Oktober lalu, Trump mengumumkan akan membuat jaringan media sosial berjuluk “Truth Social,” yang peluncurannya diharapkan terealisasi pada kuartal pertama 2022. Jaringan itu telah diiklankan sebagai platform yang mendorong percakapan global terbuka tanpa diskriminasi pada dasar ideologi politik.

    Aksi ini dilakukan setelah beberapa perusahaan media sosial memblokir akun Donald Trump, menyusul kerusuhan Capitol pada 6 Januari lalu. Saat itu, para pendukung Trump menyerbu Capitol dan berusaha menghentikan kongres yang akan menyetujui Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat yang baru.

    Kembali pada kesepakatan, Trump Media & Technology Group (TMTG) dan Digital World Acquisition Corp (DWAC) menyebutkan bahwa perjanjian berlangganan sebesar USD 1 miliar akan diterima kelompok investor setelah proses merger selesai.

    Berdasarkan laporan Reuters, perusahaan Trump akan melantai di Bursa Efek New York. Mereka akan menyediakan hingga USD 293 juta untuk kemitraan dengan modal ventura Trump, sehingga total dana yang diperoleh mencapai USD 1,25 miliar.

    “Saat neraca kami berkembang, TMTG akan berada dalam posisi yang lebih kuat. Posisi untuk melawan tirani Big Tech (raksasa teknologi),” kata Trump, yang terdaftar sebagai ketua TMTG. []

    Baca juga: Donald Trump Akan Luncurkan Platform Media Sosial Baru

  • Donald Trump Akan Luncurkan Platform Media Sosial Baru

    peloporberita.com/ | Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump akan kembali ke Wall Street dan membawa perusahaan media baru ke publik, melalui perusahaan akuisisi tujuan khusus atau Special Purpose Acquisition Corporation (SPAC).

    Donald Trump juga menyatakan akan meluncurkan platform media sosial baru melalui Trump Media & Technology Group, seperti dikutip dari CNN, Jumat (22/10/2021).

    Perusahaan milik Trump itu menggandeng Digital World Acquisition Corp, sebuah perusahaan cangkang yang akan bergabung dengan swasta serta membawanya menjadi perusahaan publik. Perusahaan cangkang ini terdaftar di Nasdaq dan dipimpin Patrick Orlando, seorang CEO Yunhong International, SPAC yang berbasis di Wuhan, China.

    Perusahaan cangkang sendiri adalah perusahaan yang didirikan secara resmi dan terdaftar secara hukum dalam wilayah atau yurisdiksi tertentu, namun tidak melakukan kegiatan apapun. Perusahaan cangkang juga dikenal dengan sebutan special purpose vehicle (SPV).

    Baca juga: Selamat Ulang Tahun ke-75, Donald Trump!

    Pada hari perdagangan Kamis waktu setempat, saham perusahaan cangkang tersebut melesat sampai 357% atau hampir empat kali lipat.

    Tidak seperti SPAC lainnya, kesepakatan ini akan menghadirkan entitas baru ke publik, namun memiliki sedikit atau tanpa rekam jejak. Demikian juga dengan data pendapatan, tidak diketahui dengan rinci berapa banyak pendapatan yang dihasilkan Trump Media & Technology Group.

    Menanggapi hal ini, Profesor Universitas Florida Jay Ritter mengatakan, perusahaan yang memiliki pendapatan kurang dari US$100 juta saat go public, cenderung berkinerja buruk di pasar.

    Jay Ritter sendiri memang fokus mempelajari soal penawaran saham ke publik atau initial public offering (IPO).

  • Para Camat Diminta Luwes Bumikan Pancasila Lewat Medsos

    peloporberita.com/ | Jakarta –  Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri, Safrizal, ZA meminta para Camat memiliki keluwesan untuk membumikan Pancasila dan wawasan kebangsaan lewat media sosial. Sebab Camat adalah tokoh terdepan dalam pelayanan masyarakat, baik dalam struktur, fungsi, serta peran kewilayahan yang dimilikinya.

    “Kita harus ajak anak milenial, anak muda kreatif yang punya ide banyak sekali. Kita harus dapat menampilkan, seperti apa Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”

    Hal ini, disampaikan Safrizal dalam acara dialog kebangsaan bertema “Pancasila sebagai Nilai Etika dalam Pemerintahan” yang diinisiasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

    Menurut Safrizal, penerapan nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bisa dimulai dari hal yang sederhana. Menyangkut kekinian dan tidak perlu ‘jelimet’, yakni dengan cara bersama-sama memasukkan nilai-nilai Pancasila di konten media sosial.

    “Para Camat harus mampu membaca pikiran atau trend yang ada di masyarakat. Oleh karenanya gunakan juga media kita, konten kita, dengan nilai-nilai kebangsaan,” tutur Safrizal berdasarkan keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/, Rabu 1 September 2021.

    Menurutnya, media sosial harus dipenuhi dengan narasi positif untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Konten postitif sangat penting disampaikan untuk menangkal berbagai ancaman seperti intoleransi, hoaks dan narasi negatif.

    “Anak muda kreatif di kecamatan bisa diajak dan difasilitasi untuk memperkaya wawasan kebangsaan kita. Mengangkat hal-hal kecil yang terjadi di dalam kecamatan, seperti anak muda peduli sosial, anak muda peduli lingkungan, anak muda peduli gotong-royong,” ungkap Safrizal.

    Ini, memang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Oleh sebab itu, Safrizal menegaskan bahwa pihaknya akan segera duduk bersama dengan Direktorat Jenderal Politik dan PUM, Kemendagri dan para kepala daerah untuk mencari cara ampuh memperkenalkan kembali nilai Pancasila kepada generasi milenial.

    “Serangan konten yang tidak bertanggung jawab, harus kita hadapi dengan konten positif. Tidak boleh konten positi kalah jumlah. Sudah kalah kreatif, kalah jumlah lagi. Harusnya sama jumlah, sama kreatifnya,” tegasnya.

    “Kita harus ajak anak milenial, anak muda kreatif yang punya ide banyak sekali. Kita harus dapat menampilkan, seperti apa Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, anak anak muda yang boleh ditiru dan direplikasi dengan anak muda lain. Kita harus buat konten kita, konten nilai-nilai kebangsaan,” sambungnya. []

  • TikTok akan Tambah Durasi Video Hingga Lima Menit

    peloporberita.com/ | Jakarta – TikTok berencana menambah durasi video hingga lima menit yang sekarang ini sedang dilakukan uji coba. Dikutip dari Antara, Jumat, 27 Agustus 2021, mengutip dari laman Cnet dari seorang ahli media sosial Matt Navarra, yang mendapatkan notifikasi TikTok bisa menampung video berdurasi 5 menit.

    “Unggah video sampai 5 menit dari perangkat Anda. Pastikan Anda menggunakan TikTok versi terbaru sebelum mencoba fitur di aplikasi atau tiktok.com,” demikian bunyi notifikasi yang diunggan di akun Twitter @MattNavarra.

    TikTok belum berkomentar atas temuan ini. Pada Desember 2020, TikTok melakukan uji coba video berdurasi 60 menit, kemudian, pada Juli lalu, mereka meluncurkan durasi video hingga tiga menit. Video singkat di berbagai platform media sosial terus mengalami pertambahan durasi.

    Instagram, yang memiliki Reels, menambah durasi dari 15 detik ke 30 detik pada September lalu. Pada bulan Juli kemarin, Instagram Reels akhirnya bisa memutar video hingga 60 detik. Navarra juga menemukan TikTok sedang bereksperimen dengan video berdurasi 10 menit.[]

    Baca juga: Produksi Ponsel Pixel 5 dan 4a 5G akan Distop Google