Tag: Medali

  • Raih Medali Emas, Airmata Greysia/Apriani Menetes Dengar Lagu Indonesia Raya Berkumandang

    Pelopor. id | Jakarta – Airmata Pebulutangkis ganda putri Indonesia pertama yang sukses merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2021, Greysia/Apriani menetes ketika lagu Indonesia Raya berkumandang dan Bendera Merah Putih dikibarkan. Greysia mengaku, tidak menyangka bisa tampil menjadi juara Olimpiade. Terlebih, challange yang diajukan Chen/Jia pada poin penentuan game kedua sempat membuat dirinya nervous.

    “Saya tidak parcaya ketika shuttlecock out dan menjadi poin bagi kami di akhir game kedua. Sejujurnya saya masih tak meyangka menjadi juara Olimpiade. Kami hanya mencoba menang poin demi poin. Kami memang ingin membuat sejarah bagi bulu tangkis, sejarah untuk indonesia,” tutur Greysia usai pertandingan berdasarkan keterangan tertulis kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang dikutip peloporberita.com/, Selasa, 3 Agustus 2021.

    “Saya berpasangan dengan Greysia empat tahun lalu. Perjalanan panjang, di mana saya belajar untuk mendewasakan diri. Hari ini kami mendapatkan semua, berkat dari Allah dan doa keluarga serta masyarakat Indonesia. Kami sangat senang dan Bahagia.”

    Musashino Forest Plaza, menjadi saksi kedigdayaan Greysia/Apriyani. Dalam laga berdurasi 57 menit itu, keduanya tampil percaya diri sejak memasuki lapangan utama. Greysia/Apriyani yang tak mau membuang waktu langsung mengambil interval game pertama.

    Saat kedudukan 19-15, Chen/Jia sempat mengejar empat poin beruntun menjadi 19-18. Beruntung, Greysia/Apriyani bisa kembali fokus dan menutup game kedua dengan skor 21-19. lalu pada game kedua, Greysia/Apriyani tak mengendorkan permainan.

    Meski bermain reli panjang, mereka tetap bisa mengontrol permainan lawan. Sehingga akhirnya Greysia/Apriyani pun berhasil membuat lawan frustrasi dan menutup kemenangan dengan skor 21-15 pada game kedua.

    “Rasanya bercampur aduk. Mungkin orang tak percaya kami, tapi kami percaya kami. Tuhan percaya kami. Korea dan China lawan yang kuat. Kami hanya mau memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap Greysia.

    “Medali emas ini bukan hanya impian Ka Greysia, tetapi juga saya. Medali emas ini untuk almarhum orang tua saya dan kakakku,” Sambung Apriyani.

    Adapun Greysia dipasangkan dengan Apriyani pada 2017. Tepatnya, setelah Nitya Krishinda Maheswari cedera. Kala itu, Greysia bahkan sudah berniat menggantung raket. Namun, rencana itu akhirnya ditunda lantaran pelatih Eng Hian memintanya untuk mendampingi junior, yang kebetulan saat itu Apriyani datang ke Pelatnas PBSI Cipayung.

    “Saya berpasangan dengan Greysia empat tahun lalu. Perjalanan panjang, di mana saya belajar untuk mendewasakan diri. Hari ini kami mendapatkan semua, berkat dari Allah dan doa keluarga serta masyarakat Indonesia. Kami sangat senang dan Bahagia,” kenang Apriyani. []

  • Olimpiade Tokyo, Angkat Besi Persembahkan Medali Pertama Bagi Indonesia

    peloporberita.com/ | Jakarta – Indonesia berhasil meraih medali pertama di Olimpiade Tokyo 2020 pada Sabtu, 24 Juli 2021 yang dipersembahkan oleh Windy Cantika Aisah dari cabang angkat besi di nomor 49kg.

    Gadis manis berusia 19  tahun ini memperoleh medali Perunggu dengan total angkatan 194 kg dari dua kategori yang dipertandingkan, Snatch serta Clean & Jerk. Sedangkan Medali perak diraih atlet India, Chanu Mirabai, dan medali emas dipetik atlet Tiongkok, Zhihui Hou.

    Di kategori Snatch, Windy dua kali gagal mengangkat beban. Bahkan pada percobaan pertama, ia tidak bisa mengangkat beban 84kg. Namun Windy tak pantang menyerah sehingga ia baru berhasil mengangkat beban tersebut di percobaan kedua. Lalu di percobaan ketiga, Windy kembali gagal mengangkat beban 87 kg.

    Berkat tekadnya yang kuat, kegagalan Windy di kategori Snatch dibayar lunas di kategori Clean & Jerk. Ia melibas habis tiga percobaan dengan jumlah angkatan masing-masing 103, 108, dan 110.

    Adapun atlet Tiongkok Zhihui selain berhasil medali emas, dia sekaligus memecahkan rekor dunia dan Olimpiade Zhihui tanpa halangan berarti melibas kategori Snatch dan Clean & Jerk. Dia tidak sekalipun gagal dari tiga percobaan yang diberikan. Total angkatan Zhihui 210. Di kategori Snatch, ia mengangkat total beban 94kg, sementara di kategori Clean & Jerk, ia mengangkat 116 kg. []