Tag: LGBTQ+

  • Tokyo Bakal Mengakui Hubungan Sesama Jenis Mulai November

    Jakarta | Tokyo akan mulai mengakui hubungan kemitraan sesama jenis mulai November, setelah merevisi aturan saat ini. Hingga sekarang, Jepang adalah satu-satunya negara dari negara Kelompok Tujuh (G7) yang tidak mengakui serikat sesama jenis, dan konstitusinya menetapkan bahwa pernikahan hanya akan dilakukan dengan persetujuan bersama dari kedua jenis kelamin.

    Namun, dalam beberapa tahun terakhir, otoritas lokal di seluruh Jepang telah membuat langkah untuk mengakui hubungan sesama jenis, meskipun pengakuan itu tidak membawa hak yang sama seperti pernikahan di bawah hukum.

    “Kami mengumpulkan opini dari publik selama dua bulan terakhir dan kami mendengar opini (dari pasangan sesama jenis) yang mengatakan mereka ingin diakui sebagai pasangan,” kata juru bicara pemerintah Tokyo yang dikutip dari AFP.

    Pemerintah berencana meminta legislator untuk menyetujui revisi peraturan daerah bulan depan, dan kemudian mulai menerima aplikasi untuk sertifikat pada bulan Oktober dan menerbitkannya pada November.

    Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pemerintah kota sedang mempertimbangkan untuk menawarkan berbagai layanan yang saat ini hanya tersedia untuk pasangan menikah bagi mereka yang memiliki sertifikat kemitraan, termasuk melamar apartemen yang dikelola kota.

    Pada tahun 2015, distrik Shibuya Tokyo menjadi tempat pertama di Jepang yang mulai mengeluarkan sertifikat “kemitraan” simbolis untuk pasangan sesama jenis, yang kemudian diikuti oleh sejumlah daerah lain.

    Aktivis mengatakan, lebih dari 200 kota kini telah mengakui kemitraan sesama jenis, memberikan hak pasangan, termasuk kemampuan mengunjungi pasangan di rumah sakit dan menyewa properti bersama-sama.

    Saat ini, Taiwan adalah satu-satunya negara di Asia dengan kesetaraan pernikahan, setelah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melegalkan hubungan sesama jenis pada tahun 2019.[]

  • Aplikasi Kencan Grindr Go Public dengan Nilai USD 2,1 Miliar

    Jakarta | Aplikasi kencan, Grindr, telah terhubung dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus untuk menjadi perusahaan publik senilai USD 2,1 miliar. Grindr yang berbasis di Los Angeles diprediksi akan mengumpulkan USD 384 juta ketika digabungkan dengan Tiga Acquisition Corp dan menjadi Grindr Inc.

    “Grindr memiliki posisi yang baik untuk menjadi perusahaan publik dan akan terus memperluas cara melayani komunitas LGBTQ+,” kata Chief Executive Officer (CEO) Jeff Bonforte seperti dilansir dari AFP.

    Grindr yang didirikan pada 2009 memiliki rata-rata 10,8 juta pengguna setiap bulannya pada tahun lalu, kebanyakan berusia 35 tahun atau lebih muda.

    Serikat Grindr dengan SPAC menunggu persetujuan peraturan dan diharapkan selesai pada paruh kedua tahun ini.

    Sebelumnya pada awal tahun ini, aplikasi Grindr sempat menghilang dari sejumlah toko aplikasi di Tiongkok, lantaran pihak berwenang memperketat kendali atas internet negara dan membersihkan perilaku online yang tidak disetujui oleh Partai Komunis.

    Otoritas dunia maya Tiongkok melakukan kampanye untuk membasmi konten ilegal dan sensitif selama liburan Tahun Baru Imlek dan Olimpiade Musim Dingin Februari.

    Meskipun negara itu telah mendekriminalisasi homoseksualitas pada tahun 1997, masalah LGBTQ tetap tabu dan pernikahan sesama jenis adalah ilegal.[]