Tag: Lansia

  • Temui Keluarga Stunting di Magetan, Ini Kata Ketua DPR dan Menko PMK

    Jakarta – Pemerintah dan DPR, fokus menangani stunting guna memastikan kualitas sumber daya manusia Indonesia lebih baik. Pemerintah juga berupaya mewujudkan target penurunan angka prevalensi stunting di tanah air hingga 14 persen pada 2024 mendatang.

    Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo meninjau langsung keluarga stunting, disabilitas, dan lansia di Karangrejo, Magetan, Kamis (16/06/2022).

    “Intervensi apapun bentuknya, jika sudah terkena stunting tak akan optimal. Maka itu mencegah stunting sangat vital untuk pembangunan Indonesia,” tutur Menko PMK berdasarkan keterangan resmi yang diterima Jumat, (17/06/2022).

    Literasi gizi keluarga, dinilai sangat penting untuk mencegah stunting. Stunting di Indonesia tidak hanya terjadi pada kelompok yang miskin namun juga terjadi karena pola pengasuhan dan pengetahuan gizi yang rendah.

    Oleh sebab itu, pemerintah terus memberikan perhatian guna menekan prevalensi stunting di Indonesia. Salah satu caranya dengan literasi gizi yang tidak hanya diterapkan kepada ibu hamil, tapi juga keluarga dan lingkungannya.

    Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan, generasi penerus bangsa harus cukup gizi dan sehat. “Melihat situasi yang ada, saya memberikan perhatian penuh kepada stunting karena ini menjadi satu hal yang harus kita hilangkan segera,” kata Puan.

    Menko PMK, Muhadjir Effendy, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, meninjau keluarga stunting, disabilitas, dan lansia di Karangrejo, Magetan, Kamis (16/06/2022). (Foto:Pelopor.id/Kemenko PMK)
    Menko PMK, Muhadjir Effendy, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, meninjau keluarga stunting, disabilitas, dan lansia di Karangrejo, Magetan, Kamis (16/06/2022). (Foto:Pelopor.id/Kemenko PMK)

    Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI juga berdialog dengan keluarga stunting dan penerima manfaat bansos lain. Dalam dialognya, diketahui rata-rata stunting terjadi karena pada 1000 hari pertama kehidupan bayi asupan gizinya tidak terpenuhi.

    “Tadi saya tanya langsung, ternyata penyebabnya kebanyakan karena memang asupan gizinya kurang. Dalam artian, saat hamil ibunya kesulitan makan atau bayinya yang sulit makan dan pola asuh juga,” ungkap Puan.

    Meski demikian, Kabupaten Magetan termasuk salah satu daerah yang sudah maju dalam mengatasi stunting. Tercatat prevalensi stunting di wilayah tersebut berada di angka 17,2 persen.

    [irp]

    Pada kesempatan yang sama, Puan memberikan bantuan secara simbolis kepada keluarga stunting, disabilitas dan lansia. Di antaranya 150 paket sembako, satu unit Antropometri, 9 unit kursi Roda, 7 unit tripod, dan 2 unit kursi roda adaptif elektrik, serta bantuan HP untuk penyandang tuli.

    Turut hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Magetan Suprawoto, Ketua DPRD Magetan Sujatno, OPD, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping, Perangkat Daerah, para lansia, disabilitas, dan keluarga risiko stunting. []

    INAYA UMPAN PANCING

  • Serahkan Bantuan Kewirausahaan, Wapres Berharap Kesejahteraan Lansia Produktif Meningkat

    Jakarta – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 masih diperingati di beberapa daerah, yang terbaru di Kabupaten Lumajang dan Kota Surabaya. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin hadir dalam acara di kedua kota tersebut didampingi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Dalam acara tersebut, Wapres menyerahkan bantuan sembako dan kewirausahaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada penerima manfaat.

    Di Lumajang, Wapres menyerahkan bantuan sosial kepada 50 penerima manfaat yang terdiri dari lansia, KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan total Rp80.000.000. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

    Dari Lumajang, Wapres bertolak ke Kota Surabaya untuk menyerahkan bantuan sosial kepada 50 lansia senilai Rp82.893.600 yang terdiri dari bantuan ATENSI, PKH, BPNT dan BLT Minyak Goreng.

    “Hari ini saya menyerahkan bantuan sosial dan bantuan pemberdayaan. Semoga dengan pemberdayaan ini bisa mempercepat kesejahteraan penerima manfaat,” tutur Ma’ruf Amin kepada wartawan di Balai Pemuda, Alun-alun Kota Surabaya (02/06/2022).

    Bantuan ATENSI yang menjadi salah satu komponen bantuan sosial diberikan kepada 10 lansia di Kabupaten Lumajang dan 10 lansia di Kota Surabaya. Bantuan kewirausahaan yang diberikan yaitu untuk usaha warung kelontong, warung nasi, warung kopi, dan jualan siomay keliling.

    Mensos juga menyampaikan bahwa Kementerian Sosial tidak hanya sekedar memberikan bantuan sosial. “Ada bantuan modal usaha untuk keluarga tidak mampu. Mereka diharapkan tidak hanya terima bansos, tapi juga bisa usaha dengan bantuan pemberdayaan,” ungkap Mensos Risma.

    Mensos Risma

    Selain itu, juga diberikan bantuan ATENSI untuk dua orang penyandang disabilitas. “Ada yang disabilitas netra. Dia memang sudah rutin melakukan pijat. Tapi kita coba berdayakan istrinya dengan memberikan usaha kelontong untuk istrinya,” sebut Risma.

    Dengan mengaktivasi “mesin kedua”, diharapkan penghidupan penerima manfaat tersebut semakin baik. Pemberian bantuan ini berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh UPT Kementerian Sosial yaitu Sentra Mahatmiya Bali dan Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta terhadap lansia penerima bantuan.

    “Saya berterima kasih, dapat bantuan dari Kemensos. Saya jualan karena masih bantu biayai cucu-cucu di rumah. Nanti kalau saya sudah tidak kuat, anak saya yang akan teruskan jualan,” ucap Koestini, lansia 70 tahun. []

    [irp]

  • Mensos Risma Sedih Ada Anak Membuang Orangtuanya

    Jakarta – Mendapat laporan, ada anak yang membuang orangtuanya di tengah jalan, Menteri Sosial Tri Rismaharini tak kuasa menahan kesedihannya. Pasalnya, orangtua tersebut, sudah tergolong lansia dan tidak ada lagi tempat bergantung.

    “Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Alasannya karena membebani. Lansia bukan beban negara,” tutur Mensos di Jakarta (31/05/2022).

    Tak hanya itu, dalam kunjungannya ke sejumlah daerah, Mensos Risma juga mendapatkan banyak informasi. Antara lain, laporan adanya lansia yang tinggal sendiri kemudian ditemukan sudah meninggal 4 hari kemudian.

    “Ini tidak ada yang tahu. Ini tidak bisa diteruskan. Maka harus ada solusinya,” ucap Mensos.

    Untuk lansia tunggal (lansia yang tinggal sendiri), permasalahan seperti ini memang kerap kali terjadi. Maka solusinya menurut Mensos, adalah adanya kepedulian dan kebersamaan masyarakat sekitar.

    “Itulah perlunya kita mendirikan layanan terpadu untuk lansia. Jadi kalau ada pemeriksaan dalam layanan terpadu tadi, dan ada lansia yang tidak hadir, bisa diketahui sejak awal apa sebabnya,” tegasnya.

    Lansia
    Ilustrasi Lansia. (Foto:Pelopor.id/Humas Kemensos)

    Oleh sebab itu, Mensos mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat, bahwa semua orang yang saat ini gagah perkasa akan menjadi lansia, kalau ada umur panjang. Ia pun meminta agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka mendapatkan hak-haknya.

    Risma juga menegaskan, bahwa yang paling berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya. Sementara pemerintah menganut kebijakan yang berorientasi meningkatkan kualitas hidup lansia.

    “Kemensos memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Karena mereka adalah tanggung jawab negara,” tandasnya. []

    [irp]

  • Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif

    Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya memberikan perhatian kepada lansia yang hidup sendiri dan secara ekonomi kekurangan. Sebab, mereka adalah tanggung jawab negara.

    Hal ini disampaikan Mensos dalam sambutannya di acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 dipusatkan di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC).

    Ia menjelaskan, bahwa Kemensos berpandangan bahwa lansia bukan merupakan beban negara. Selain itu, Mensos juga menilai bahwa usia tua tidak berarti seseorang kehilangan produktifitas.

    “Lansia bisa tetap produktif. Tapi bukan bermaksud lansia disuruh bekerja. Tapi mereka bisa beraktivitas yang bermanfaat baik secara kesehatan dan bisa juga ekonomi. Kalau mereka gembira kan bisa menambah imun,” tuturnya Minggu, (29/05/2022).

    Untuk itu Mensos berpesan agar semua elemen masyarakat ikut memberikan ruang kepada lansia, agar mereka tetap sehat dan produktif.

    Mensos menegaskan, yang paling berkewajiban memastikan hal itu adalah keluarganya, dalam hal ini adalah anak-anaknya.

    “Saya sedih karena mendapatkan laporan ada lansia yang dibuang oleh anaknya. Dia diturunkan di tengah jalan dan tidak dirawat. Ini sangat menyedihkan,” kata Mensos.

    Puncak HLUN 2022, Mensos Minta Masyarakat Pastikan Lansia Tetap Sehat dan Produktif

    Untuk data rekapitulasi bantuan HLUN 2022 di Tasikmalaya, Kemensos menyalurkan Bansos PKH sebanyak 33.471 KPM, Bansos Keserasian Sosial di dua kecamatan, bantuan kearifan lokal di 15 kecamatan dan bansos lumbung sosial di 4 lokasi.

    Kemudian bantuan RTLH lansia 355 rumah, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000 pak, alat bantu dengar 2.963 set, kacamata 659 set, kruk 143 set, kursi roda standar 806 unit, dan kursi roda adaptif 36 unit.

    [irp]

    Selanjutnya, walker 50 unit, tripot 63 set, bantuan sembako lansia 13.309 KPM, bantuan sandang 14.246 paket, bantuan nutrisi 18.791 paket, bantuan obat-obatan 4.527 paket, bantuan kewirausahaan 445 orang, bansos masker, hand sanitizer dan perlengkapan ibadah 2.000 pak. Dengan jumlah total bantuan sosial sebesar 26.958.320.000.

    Tasikmalaya sendiri, dipilih didasarkan data bahwa banyak terdapat lansia tunggal (lansia yang hidup sendirian) sehingga pemerintah melalui Kementerian Sosial ingin memberi perhatian lebih. Kurang lebih ada 28.000 lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya.

    Peringatan HLUN 2022 mengambil tema Lansia Sehat, Indonesia Kuat. Tema tersebut dipilih dengan didasarkan pada kenyataan, bahwa populasi lansia di Indonesia cukup besar. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, terdapat 29,3 juta penduduk lansia di Indonesia (10,82% total populasi).[]

    [irp]

  • Dukung Program Ramah Lansia, Siloam Hospitals Bekasi Timur Luncurkan Layanan Golden Care

    Jakarta | Siloam Hospitals Bekasi Timur membuka layanan Golden Care berupa layanan kesehatan untuk warga lanjut usia (lansia) di kota setempat dan sekitarnya. Data manajemen Siloam Hospitals Bekasi Timur menunjukkan, sejak 2020-Januari 2022, tercatat 900 lansia di usia 60-70 tahun yang melakukan rawat jalan pun rawat inap. Kegiatan itu termasuk para lansia dengan kategori pasien komorbid.

    “Layanan Golden Care diadakan khusus bagi masyarakat lansia yang ada di kota Bekasi dan sekitarnya. Layanan ini sekaligus bentuk dukungan kami kepada pemerintah kota dalam menjalankan program Kota Bekasi Ramah Lanjut Usia,” tutur Direktur Utama Siloam Hospitals Bekasi Timur dr. Ervina, MM, MMRS., Selasa (29/03/2022) melalui kegiatan peluncuran dan pengenalan Program ‘Golden Care’ kepada sejumlah komunitas dan relasi Siloam Hospitals.

    Ervina menjelaskan, layanan ‘Golden Care’ Siloam Hospitals Bekasi Timur adalah solusi layanan kesehatan untuk usia lanjut yang dapat merupakan kelanjutan perawatan di rumah sakit serta upaya pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit yang sudah diderita. Layanan ini dilengkapi 10 kamar VIP dengan fasilitas yang dibuat khusus bagi para lansia, termasuk layanan dokter umum, dokter spesialis dan perawat yang terlatih dalam menangani para lansia.

    Penanganan Penyakit pada Usia Lanjut

    Ada beberapa penyakit yang kerap muncul seiring dengan pertambahan usia, misalnya stroke, diabetes, darah tinggi, dan masih banyak lagi yang harus diawasi kesehatannya agar kondisinya tetap sehat. Hal ini dapat dikontrol dengan rutin konsumsi obat, makanan sehat, olahraga, kelola stres dan lainnya.

    Dalam pemaparan ilmiah yang disampaikan oleh dr. Rezy Sesareza Prakarsa, Sp.N yang bertajuk "Penanganan Stroke pada Lansia" dijelaskan bahwa stroke terjadi ketika ada gangguan oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat oleh gumpalan atau pecah. Dampaknya organ otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkan, sehingga sel-sel otak itu mati. Hal terburuk dari penyakit ini adalah kematian.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima peloporberita.com/ disebutkan bahwa beberapa faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah, antara lain usia (>55tahun), jenis kelamin (terbanyak pada pria), ras tertentu, dan genetik (riwayat stroke di keluarga). Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah, antara lain diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi, dan kurang olahraga.

    Dokter Rezy selaku dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals Bekasi Timur juga menegaskan bahwa periode emas untuk penangan stroke hanya dimiliki dalam waktu 1 jam paska terserang stroke.

    Stroke, Penyakit Lansia yang Harus Ditangani

    Penanganan penyakit stroke, yaitu kurang dari 4,5 jam sejak pertama kali muncul gejala dan tanda sampai dilakukan penanganan stroke di rumah sakit. Jika dalam periode emas itu dapat segera ditangani, risiko kematian dan kecacatan stroke dapat diturunkan.

    “Oleh karena itu, para lansia memerlukan pemeriksaan kesehatan berkala. Apabila ada kesulitan untuk setiap waktu kontrol ke RS, Siloam Hospitals Bekasi Timur memiliki Paket kunjungan rumah bagi lansia senilai Rp 1.000.000, sudah termasuk: pemeriksaan tanda-tanda vital dan rekam jantung (EKG), pemeriksaan laboratorium termasuk: darah lengkap (FBC), urine lengkap, fungsi liver (SGOT, SGPT), fungsi ginjal (Ureum, Creatinine, Asam urat), profil lipid: Total kolesterol, Trigliserida, HDL, LDL, Gula darah puasa, telekonsultasi dokter umum (2 kali), telekonsultasi psikolog (1 kali), pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata di RS (1 kali),” ungkap dr. Sarah Regina Christy, selaku PIC Program Golden Care.

    Diselingi dengan menjawab pertanyaan dari peserta acara, dr. Sarah juga menjelaskan program day care untuk perawatan mandiri pasien lansia di Siloam Hospitals Bekasi Timur. Adapun Paket Day Care Lansia senilai Rp 600.000 per hari, sudah termasuk: kamar rawat inap kelas VIP, makanan bergizi untuk 3x/hari, snack 3x/hari, dan pengawasan medis dari dokter umum dan perawat. Jika memerlukan layanan day care, pasien akan dilakukan assessment terlebih dahulu oleh dokter umum sehari sebelum masuk rumah sakit.

    Untuk informasi lebih lanjut, Sahabat Siloam dapat menghubungi Siloam Hospitals Bekasi Timur, dengan nomor hotline: 021-80611-900, pendaftaran rawat jalan: 0811-9276-658, emergency call & ambulance 24 hours: 1-500-911.[]

  • Korea Selatan Mulai Suntikkan Vaksin Dosis Keempat

    peloporberita.com/ | Korea Selatan (Korsel) bulan ini akan memberikan vaksin Covid-19 dosis keempat, dengan prioritas utama adalah kelompok rentan termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang tinggal di panti jompo.

    “Juga mereka yang kekebalan tubuhnya menurun, mengingat kenaikan infeksi di kalangan masyarakat 60 tahun ke atas,” kata Menteri Kesehatan Korsel Kwon Deok-cheol yang dikutip dari Reuters.

    Lebih lanjut, Direktur Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel (KDCA) Jeong Eun-kyeong menyebutkan bahwa pihaknya membidik 1,8 juta orang yang akan menerima vaksin dosis keempat ini.

    Rinciannya adalah sebanyak 500.000 orang berusia 18 tahun ke atas yang tinggal ataupun bekerja di pusat kesehatan, dan sisanya 1,3 juta orang dengan gangguan imunitas.

    Sedangkan bagi warga di luar kelompok ini belum dianjurkan menerima vaksin dosis keempat.

    Selain vaksin, Pemerintah Korsel juga akan memberikan 30 juta alat tes Covid, dan berencana menyediakan 190 juta alat tes mandiri pada bulan Maret mendatang.

    Ledakan kasus Omicron membuat Korsel mencetak rekor kasus harian Covid-19, yang pada Minggu (13/02/2022) lalu tercatat mencapai 54.619 kasus, berdasarkan data KDCA.

    Varian Omicron pun berhasil membuat Korsel terpaksa menghentikan program tes dan tracing besar-besaran akibat keterbatasan sumber daya. []

  • Dua Lansia di Korsel Meninggal Akibat Omicron

    peloporberita.com/ – Dua orang lanjut usia (lansia) berumur 90 tahunan di Korea Selatan (Korsel) dilaporkan meninggal akibat infeksi Covid-19 varian Omicron. Ini menjadi dua kasus kematian pertama pasien Omicron di negara tersebut. Menurut Otoritas Kesehatan Gwangju, pemerintah setempat kini masih menyelidiki penyebab pasti kematian kedua pasien lansia itu.

    Setelah Omicron terdeteksi, Korsel memang menjadi salah satu negara yang sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19. Oleh sebab itu, Korsel akan perpanjang aturan pembatasan. Sebelumnya pada Desember 2021 lalu, Korsel sempat mencetak rekor angka kematian akibat infeksi virus corona, yakni 109 kematian pada 23 Desember. Saat itu, Korsel juga melaporkan 36 kematian yang terjadi saat pasien menunggu ketersediaan ruang ICU.

    Kemarin, Minggu (2/1/2022), Korsel mencatat penambahan 3.830 kasus Covid-19. Lebih rendah dibandingkan 22 Desember lalu, yang mana mencapai 7.450 kasus. Tetapi Korsel tetap memutuskan memperpanjang aturan pembatasan jarak sosial selama dua pekan, mulai akhir tahun 2021.

    Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Boo-kyum menegaskan, perpanjangan ini dilakukan untuk menekan laju penularan varian Omicron di Korsel. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan vaksin booster dan menyediakan lebih banyak tempat tidur di rumah sakit.

    “Kita harus memiliki cadangan tempat tidur yang cukup, yang bisa mencakup sekitar 10 ribu kasus per hari, dan kita juga harus mempercepat suntikan booster dan vaksinasi anak-anak,” tuturnya seperti dikutip dari Reuters.

    Sementara sampai hari Senin ini (3/1/2022), Kantor berita Yonhap melaporkan, secara keseluruhan Korsel mengonfirmasi total 1.318 kasus varian Omicron. []